
"Makutha!" teriak Reza ketika melihat seorang lelaki bertopeng menggendong sang putra.
"Lepaskan putraku!" Rahang Reza mengeras dan urat sekitar matanya terlihat menonjol.
Lelaki bertopeng itu membisu. Makutha bukannya berontak ketika digendong olehnya, tetapi malah memeluk leher lelaki itu. Reza mendekati lelaki bertubuh tegap itu. Ketika keduanya saling berhadapan, pria asing tersebut mendekatkan bibirnya ke telinga Reza.
"Selamat ulang tahun, Kak," bisik lelaki itu kemudian membuka topengnya.
Reza seketika terbelalak saat mengetahui bahwa lelaki yang ada di hadapannya itu adalah David. Makutha tersenyum lebar kemudian merentangkan tangannya. Reza mengambil alih tubuh Makutha dan masih berusaha memahami apa yang baru saja terjadi.
Tak lama kemudian terdengar alunan musik piano yang memainkan lagu selamat ulang tahun. Audy duduk di depan piano sambil tersenyum lembut. Jemari lentiknya terlihat gemulai menari di atas tuts piano.
Pintu venue terbuka. Liontin masuk lagi sambil membawa kue ulang tahun sembari tersenyum lembut. Reza terbelalak dengan kejutan luar biasa yang diberikan oleh semua yang ada di ruangan itu. Keduanya terus melangkah memangkas jarak.
"Selamat ulang tahun, Ayah. Doa yang terbaik buatmu." Liontin menyodorkan kue ulang tahun itu kepada Reza.
"Terima kasih, Sayang." Reza tersenyum tipis kemudian meniup api yang menyala pada lilin.
Setelah api padam, seluruh tamu yang ada di ruangan itu bertepuk tangan meriah. Reza mengecup puncak kepala Liontin dan membelainya lembut.
"I love you, Sayang."
__ADS_1
...****************...
Sepulang dari acara pesta pernikahan David, Reza dan Liontin langsung pulang ke rumah. Makutha dan Tiara terlelap di tengah perjalanan. Jemari keduanya saling bertautan, menyalurkan rasa cinta yang bergetar dan terus tumbuh setiap harinya.
"Bagaimana bisa Makutha seperti tadi? Dia berbakat sekali menjadi aktor." Reza terkekeh sambil terus menatap jalanan di depannya.
"Aku juga nggak tahu kenapa bisa dia seperti itu! Bahkan beberapa ide kejutan tercetus dari dia."
"Astaga ... benarkah?"
"Sebenarnya kami memulai semuanya sejak pertengkaranku dengan Makutha tadi siang."
"Ya ampun ... kalian benar-benar kompak! Lihat saja, aku nanti akan menghukummu!"
Tak lama kemudian mereka telah sampai di rumah. Liontin menggendong Tiara, sedangkan Reza menggendong Makutha. Liontin langsung masuk ke kamar Tiara yang berada tepat di samping kamarnya. Ketika meletakkan bayi mungil itu di boksnya, Tiara merengek. Mau tidak mau Liontin harus menyusuinya dulu hingga tidur pulas, baru kembali ke kamarnya.
Penyakit perempuan itu kambuh. Setiap ia menyusui Tiara sambil tiduran, maka dia juga akan ikut tertidur pulas. Mata Liontin yang awalnya masih segar perlahan terasa berat dan berakhir dengan menutupnya. Dia pun tertidur.
Di sisi lain, Reza yang sedang menunggu sang istri pun mulai gusar. Dia melirik jam yang menempel di dinding. Jarumnya menunjukkan bahwa sekarang sudah pukul sembilan malam.
"Kenapa belum menyusulku?" Reza menautkan kedua alisnya kemudian turun dari ranjang.
__ADS_1
Lelaki itu melangkah menuju pintu di samping kamar mandi. Pintu itu terhubung langsung dengan kamar Tiara. Reza tersenyum tipis melihat pemandangan di hadapannya. Liontin ketiduran dengan posisi buah dada yang masih mencuat keluar setelah menyusui Tiara. Sedangkan posisi Tiara sudah ke mana-mana.
Kaki bayi mungil itu menimpa leher sang ibu, dengan posisi kepala yang berada di samping perut Liontin. Reza menggeleng melihat posisi Tiara saat ini.
"Bahkan dalam tidur pun, kamu begitu aktif!" seru Reza kemudian merengkuh tubuh mungil Tiara perlahan, dan menidurkannya ke dalam boks bayi.
Setelah selesai menidurkan Tiara, Reza melangkah mendekati Liontin. Bukit sang istri seketika membuat jiwa kelaki-lakiannya bangkit. Reza susah payah menelan ludah agar tidak menetrs karena godaan halal di hadapannya saat ini.
"Kebiasaan sekali, sih, Yang. Auroramu kelihatan!" gumam Reza kemudian memasukkan kembali aset berharga sang istri ke dalam bra (Pakaian dalam).
Hasrat lelaki itu seketika surut saat melihat gurat lelah di wajah sang istri. Dia bisa mengerti bagaimana lelahnya mengurus rumah dan juga anak-anak serta dirinya. Lelaki itu membelai lembut wajah sang istri kemudian mencium pipinya perlahan.
"Yang, terima kasih, karena terus mendampingiku bahkan di saat titik terendahku saat ini."
...****************...
Huaaa ... Season 1 selesai!
Chika mau lanjut ke Season dua di novel yang sama. Bedanya, di Season 2 akan lebih fokus menceritakan masa remaja anak-anak Liontin, Reza, David, dan yang lain.
Oh ya, mampir juga yukkk ke karya salah satu teman author Chika ❤❤❤
__ADS_1