TKI (Tenaga Kerja Indehoy)

TKI (Tenaga Kerja Indehoy)
Bab 73. Kisah Kasih di Sekolah Bagian 1


__ADS_3

Mata Reza tak henti menatap seorang gadis berambut panjang dan berkulit putih. Gadis itu sedang bercanda bersama seorang temannya di bangku depan kelas, sambil membawa novel dalam genggaman.


Reza enggan mengalihkan pandangan. Rasanya dia senang dan nyaman ketika melihat paras cantik perempuan itu. Tiba-tiba lengannya dipukul kasar oleh seseorang.


"Lihatin siapa, Bro?" tanya Adam, sahabat Reza.


"Apaan, sih! Kepo!" Reza mengerutkan dahi sembari mengusap lengannya yang sedikit panas karena ulah Adam.


Tanpa sadar, Reza kembali melirik Liontin dan Berlian yang masih ada di tempatnya semula. Adam mengikuti arah pandang sahabatnya itu. Setelah tahu siapa yang telah berhasil mencuri perhatian Reza, Adam tersenyum miring.


"Owalah, mereka? Liontin apa Berlian?" Adam menaik-turunkan alisnya sambil tersenyum jahil.


"Kalau yang rambut lurus panjang siapa namanya?"


"Liontin. Kenapa? Kamu suka dia?"


"Ha? Nggaklah! Ngaco kamu!" Reza memukul kepala sahabatnya itu perlahan.


"Ya udah, kalau gitu ... dia buat aku aja!" goda Adam.


"Janganlah!" seru Reza spontan.

__ADS_1


Mendengar jawaban dari Reza, tentu saja membuat Adam tertawa terbahak-bahak. Ledakan tawa pria muda itu membuat Liontin dan Berlian sontak menoleh ke arahnya. Tatapan Reza dan Liontin bersiborok. Liontin Mengangguk pelan kepada Reza sambil tersenyum. Reza pun membalasnya dengan anggukan dan tatapan lembut.


Di sisi lain, Berlian salah tingkah karena mengira Reza sedang menyapanya. Dia tersipu malu, kemudian menyelipkan rambut ikalnya ke belakang telinga. Perempuan itu mengulum senyum karena kesalahpahaman yang ia buat sendiri.


...****************...


Beberapa hari kemudian, Reza yang hendak keluar dari kelas melihat Liontin yang berjalan sendirian menyusuri koridor sekolah yang mulai sepi. Dia memberanikan diri untuk menyapa gadis yang belakangan ini mencuri perhatiannya.


"Pulang sama siapa, Liontin?" tanya Reza ketika berhasil menyamakan langkah dengan perempuan itu.


"Eh, Kak Reza. Ontin pulang sendirian," jawab Liontin malu-malu.


Perempuan itu menunduk sambil memeluk erat buku paket yang ada dalam dekapannya. Rasa gugup, senang, dan malu bercampur menjadi satu. Bagaimana tidak? Reza sang Ketua OSIS sekolah mereka menyapa siswi biasa sepertinya.


"Nggak usah, Kak. Rumahku jauh. Bisa satu jam lebih sampai rumah. Nanti Kak Reza capek."


"Loh, kamu bukan warga daerah sini?" Reza mengerutkan dahi.


"Nggak, Kak. Saya tinggal di daerah Kebun Teh kaki Gunung Lawu, Kak."


"Hah! Jauh banget! Sekolah sampai sini tiap hari naik apa?"

__ADS_1


Liontin tersenyum tipis, kemudian menjawab, "Bus, Kak."


"Nggak capek?"


"Nggak, kan di dalam bus bisa tidur."


Tanpa mereka sadari obrolan basa-basi keduanya mengantar sampai ke parkiran. Reza berpamitan untuk mengambil motornya, sedangkan Liontin menuju halte yang ada di depan sekolahan untuk menunggu bus yang akan mengantarnya pulang.


Ketika sampai depan gerbang, Reza berhenti di dekat halte tempat Liontin menunggu bus. Dia berniat menemani perempuan itu untuk menunggu kendaraan umum tersebut. Keduanya mengobrol asyik sedikit malu-malu. Akan tetapi, obrolan keduanya terpaksa berhenti saat Liontin menyadari langit sudah berubah menjadi jingga.


"Kok belum datang, ya? Harusnya sudah datang dari tadi." Liontin melirik jam tangan yang melingkar pada pergelangan tangannya.


"Mau aku anter ke terminal? Takutnya bus ke terminal ada yang nggak jalan hari ini."


Liontin mengangguk, sambil menatap sedih lelaki di hadapannya. "Maaf, ya, Kak. Jadi ngrepotin," sesal Liontin.


"Nggak apa-apa, santai aja."


Liontin akhirnya naik ke jok motor dan diantar ke terminal. Akan tetapi, ketika sampai di terminal Tirtonadi ada petugas yang mengatakan bahwa bus banyak yang tidak beroperasi karena sopir dan kondekturnya demo.


"Ya udah, ayo, aku antar sampai rumah!"

__ADS_1


Liontin menerima tawaran lelaki itu dengan berat hati. Sejak saat itu keduanya sering bersama. Reza sering mengantar Liontin pulang ketika dia ketinggalan bus terakhir karena adanya kegiatan ekskul. Kedekatan keduanya terendus oleh Berlian.


Gadis itu merasa iri dan cemburu. Setiap Liontin ketinggalan bus terakhir, maka Berlian mengajaknya menginap di rumahnya. Dia berdalih daripada pulang ke rumah Liontin sendiri, akan lebih efektif kalau dia menginap di rumahnya. Tentu saja hal itu membuat intensitas pertemuan Reza dan Liontin semakin berkurang. Belum lagi, Reza yang harus mengikuti jam pelajaran tambahan karena persiapan Ujian Kelulusan.


__ADS_2