
Baru saja Reza sampai di dalam gedung Rumah Sakit, sebuah panggilan telepon masuk ke dalam ponselnya. Deretan huruf membentuk nama kakak iparnya terlihat di sana. Reza mengerutkan dahi. Entah mengapa hatinya menjadi tidak tenang.
"Mbak Cincin? Ada apa, ya?" Reza menggeser tombol hijau ke atas dan mulai mengucapkan salam.
"Za, Utha hilang!" teriak Cincin dari ujung telepon. Terdengar isak tangis lolos dari bibir perempuan itu.
"Mbak udah hubungi pihak keamanan?"
"Udah, Za. Mereka juga lagi ikut bantuin cari!"
"Nanti aku susul ke sana. Tolong jangan kasih tahu Liontin. Nanti dia kepikiran."
Reza belum bisa meredakan kepanikannya ketika membuka pintu kamar tempat Berlian dirawat. Suara pintu itu terdengar begitu kasar, hingga membuat David, Liontin, dan Berlian menatapnya dengan ekspresi terkejut. Lelaki itu langsung menghampiri David yang sedang duduk di atas sofa.
"Ayo, ikut aku. Makutha menghilang," bisik Reza.
Mendengar penuturan kakak tirinya itu sontak membuat David terbelalak. Reza langsung berjalan le arah sang istri yang menatapnya keheranan. Lelaki itu meminta sang istri untuk menemani Berlian di Rumah Sakit.
__ADS_1
"Eh, bukannya aku juga harus menyusul ke Kebun binatang?"
"Nggak usah, Sayang. Nanti kamu capek. Lagipula aku ada urusan mendadak yang harus melibatkan David. Di sini dulu, ya?" Reza membelai rambut sang istri kemudian mengecup puncak kepalanya.
"Aku akan segera kembali."
"Hati-hati, Sayang."
Reza langsung keluar kamar, diikuti David. Dua lelaki itu bergegas menuju Kebun Binatang. Sesampainya di tempat rekreasi tersebut, Reza menemui Cincin yang sedang menenangkan Nana.
"Bagaimana ceritanya?" tanya Reza dengan raut wajah panik.
Reza melangkahkan kaki menuju stand yang dimaksud keponakannya itu. Lelaki itu rela berdesakan dengan para perempuan yang sedang sibuk memilah pakaian incaran mereka. Reza menunjukkan foto Makutha yang ia jadikan wallpaper ponsel, kepada setiap orang yang ada di sana. Namun, hanya gelengan kepala yang ia dapatkan dari mereka.
Di sisi lain, David sedang menemui pihak keamanan. Lelaki itu bersikap lebih tenang dibanding dengan Reza. Dia meminta rekaman CCTV dari mereka. Lelaki itu mengamati dengan seksama rekaman CCTV satu jam terakhir di area bazar pakaian.
"Tolong berhenti!" seru David ketika matanya menangkap sosok mungil Makutha keluar dari kerumunan, sambil menggandeng jemari seorang perempuan.
__ADS_1
"Bisa minta tolong diperbesar, Pak?"
David menyipitkan mata melihat perempuan yang digandeng oleh Makutha. Perempuan itu memakai pakaian yanh sama dengan Cincin. Blus bermotif bunga-bunga yang dimasukkan ke dalam celana kulot panjang berwarna coklat. Rambut perempuan itu juga sebahu, dari belakang, dia begitu mirip dengan Cincin.
"Kak, bisa ke pos keamanan sekarang? Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan," ucap David sambil menempelkan ponsel ke telinganya.
Selang lima menit, Reza datang menemui David dan petugas yang sedang memantau CCTV. David menunjukkan rekaman CCTV terakhir, ketika Makutha ikut bersama seorang perempuan yang begitu mirip dengan Cincin.
"Ke mana mereka pergi?" tanya Reza.
"Toilet. Dan tak lama kemudian, keduanya tidak keluar lagi dari sana."
Reza mengusap wajahnya kasar. Lelaki itu mengumpat beberapa kali. David mengajak Reza untuk mencoba mengecek keberadaan Makutha bersama Cincin dan Nana. Reza berharap segera menemukan putranya tersebut. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana kacaunya perasaan Liontin jika mengetahui hal ini. Terlebih lagi, kondisi mental istrinya itu sedang tidak stabil karena hormon kehamilan.
...****************...
Kira-kira siapa, ya, perempuan itu? Dan ke mana Makutha pergi?
__ADS_1
Sambil nunggu TKI update, mampir ke sini juga, Yuk❤❤❤