
"Aku hamil, Presdir." Sekretaris Tuan Li menghadap ke ruangannya.
"Hamil? Lily, kita hanya melakukannya sekali! Tidak mungkin, kamu ...."
Terdengar suara benda jatuh di atas lantai. Tempat makanan yang awalnya digenggam Risa, kini berhamburan. Jemarinya menggandeng seorang anak laki-laki berumur dua tahun.
"Sayang, aku bisa jelaskan ini!" Tuan Li mendekati Risa. Dia mencoba merengkuh tubuh sang istri. Namun, Risa terus melangkah mundur setiap suaminya itu maju.
"Jangan sentuh aku, dengan tangan kotormu itu." Air mata Risa merebak dan menyebabkan pandangannya kabur. Perempuan itu mendekap kepala anaknya agar tidak mendengar pertengkaran mereka.
"Reza, bisa tunggu Mama di luar sama Bibi?" Risa berjongkok kemudian membelai pipi lembut putranya.
Reza mengangguk patuh kemudian berjalan keluar dari ruang kerja Tuan Li untuk menyusul pengasuhnya. Setelah pintu ruangan itu tertutup rapat, Risa kembali buka suara.
"Kamu tahu, 'kan prinsipku? Aku tidak menerima perselingkuhan dalam bentuk apa pun dalam rumahtangga!"
__ADS_1
Di depan meja kerja, Mulan menikmati pertengkaran keduanya. Perempuan itu melipat lengan sambil tersemyum tipis. Rencana awalnya berhasil. Dia berniat menyingkirkan Risa dan putranya, dengan cara mengungkap perselingkuhan Tuan Li di depan mata.
Risa memiliki prinsip kuat untuk tidak memaafkan perselingkuhan. Mulan yang mengetahui hal itu tentu saja memanfaatkannya dengan menggoda Tuan Li hingga mereka berdua terlibat cinta satu malam ketika dinas ke luar kota.
"Sayang, ini hanya kecelakaan! Perempuan itu telah menjebakku! Dia menggodaku dan akhirnya ...."
Ucapan Tuan Li menggantung di udara karena sebuah tamparan yang mendarat tepat di pipinya. Dia menatap Risa keheranan. Jemarinya mengusap bekas tamparan sang istri yang terasa perih.
"Jangan pernah menyalahkan orang lain, atas kesalahan yang kamu juga terlibat di dalamnya!" Risa menuding wajah Tuan Li dengan telunjuknya.
Risa beranjak dari hadapan Tuan Li kemudian mulai melangkah mendekati Mulan. Dia menatap tajam perempuan di hadapannya itu. Rahang Risa memgeras dan tatapan tajamnya seakan ingin mencabik-cabik perempuan di hadapannya itu.
"Licik! Kamu tidak ingat bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan ini? Jika aku tidak memungutmu di jalanan waktu itu, mungkin kami sudah dijual oleh suamimu sendiri!" Risa mengepalkan jemarinya kuat-kuat.
"Ambillah suamiku! Oh, bukan. Ambillah MAN-TAN SU-A-MI-KU!" seru Risa penuh penekanan.
__ADS_1
"Semoga kalian mendapatkan kebahagiaan. Mungkin suatu saat nanti, aku akan kembali untuk mendapatkan apa yang seharusnya Reza dapatkan! Saat hal itu terjadi, bersiaplah untuk kembali mengais sampah di jalanan!"
Risa balik badan, kemudian melangkah menuju pintu. Ketika hendak memutar tuas pintu, Mulan menghentikan langkahnya.
"Tunggu!" Mulan berjalan mendekat, kemudian berdiri tepat di belakang Risa. Dia meraih bahu perempuan itu, menyeringai, dan mulai membisikkan sesuatu di telinganya.
"Kamu juga jangan lupa, dari mana kamu berasal! Kamu hanyalah babu yang akhirnya naik ranjang suamimu ... oh, bukan! Aku salah!" Mulan tersenyum miring kemudian meneruskan ucapannya lagi.
"Kamu hanyalah babu yang akhirnya naik ranjang MAN-TAN SU-A-MI-MU karena belas kasihan orang tuanya. Pergilah, dan hidup dengan tenang!" Mulan menepuk bahu Risa kemudian keluar dari ruangan Tuan Li.
Amarah Risa tertahan. Dia hanya bisa mengepalkan jemarinya kemudian menumpahkan air mata karena rasa marah yang sudah tidak bisa terbendung lagi. Tuan Li hanya mematung tak melakukan apa pun. Lelaki itu seakan kehilangan taringnya karena masalah pelik yang sedang ia hadapi.
Risa memutar tuas pintu kemudian membantingnya kasar. Perempuan itu meraih tubuh mungil Reza dan membawanya pergi dari Taiwan hari itu juga. Dia harus rela meninggalkan kemewahan yang selama ini didapat, dan kembali ke Indonesia.
Ucapan Mulan memang tidak salah. Dulu Risa adalah orang yang merawat ibu dari Tuan Li. Sebelum sang ibu tutup usia, dia berpesan agar Risa dan Tuan Li menikah. Sebenarnya keduanya saling suka, tetapi Risa selalu menepis perasaannya karena takut dianggap tidak tahu diri. Namun, takdir menyatukan kemudian memisahkannya lagi dalam waktu yang sangat singkat.
__ADS_1
"Aku akan kembali untuk menghancurkan kehidupanmu dan putramu, mengambil semua yang kalian rampas dari kami, dan membalikkan rasa sakit yang aku rasakan seratus kali lipat!"