
"Maksud Ibu, apa?" Cecilia menautkan alis karena tidak mengerti apa yang sedang Liontin katakan.
"Makutha bilang, kamu orang yang tadi berusaha menculiknya di Kebun Binatang!" seru Liontin dengan nada ketus.
Cecilia semakin bingung karena tuduhan Liontin. Dia mencoba bersabar, perempuan itu menarik napas panjang kemudian mengembuskannya kasar.
"Aku masuk pagi, Bu. Dari di sini sejak jam tujuh pagi. Bagaimana aku bisa berada di tempat berbeda di waktu yang bersamaan?"
Liontin berpikir sejenak. Apa yang dikatakan Cecilia ada benarnya juga. Namun, dia tidak percaya begitu saja. Dia tersenyum tipis kemudian menyondongkan tubuh ke arah perempuan itu.
"Aku akan menanyakannya di bagian absensimu! Bisa saja kamu berbohong?" Liontin tersenyum miring sambil memincingkan mata.
"Silahkan, Bu."
"Ada masalah apa dengan absensinya?" Suara bariton Reza kini menyapa mereka.
"Ayah!" teriak Makutha kemudian berlari menghampiri sang ayah.
"Kamu kenapa bisa sampai di sini?" tanya Reza sembari mencubit gemas pipi sang putra.
"Aku diculik sama Tante ini!" Makutha kembali menunjuk wajah Cecilia yabg sebenarnya tidak tahu apapun.
"Benar begitu?" Reza melemparkan tatapan mengintimidasi kepada perawat cantik itu.
__ADS_1
"Nggak mungkin, Pak. Saya di sini sejak pagi! Saya masuk pagi ini, dan baru mau makan siang." Cecilia berusaha meyakinkan Reza dengan alibinya.
"Ikut kami dulu, ke bagian absensi!" Reza menggendong Makutha kemudian melangkah menuju kantor perawat untuk melihat absensi.
Sesampainya di sana mereka dibuat terbelalak dengan absensi milik Cecilia. Di sana tertulis dia memang masuk pagi dan absen tiga puluh menit sebelum jam masuk kerja.
"Saya tidak bohong, Pak, Bu."
"Bisa saja, dia absen duli kemudian diam-diam keluar dan menculik Makutha!" tuduh Liontin sembari memincingkan mata.
"Sayang, bersabarlah. Dia tidak akan semudah itu keluar masuk rumah sakit saat jam kerja. Rumah Sakit ini memiliki sebuah sistem keamanan yang bagus."
Liontin mendengus kesal, kemudian membuang muka, sembari bersungut-sungut. Reza meraih bahu sang istri kemudian mengusapnya lembut.
"Kamu boleh melanjutkan istirahat. Maaf sudah mengganggu waktu istirahatmu."
Sedangkan Reza, Makutha, dan Liontin menyusuri koridor untuk kembali ke kamar Berlian. Ketika mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, tiba-tiba Makutha membuka.
"Ayah, kenapa tante tadi berganti pakaian cepat sekali, ya?"
"Maksud Makutha?" Reza mengerutkan dahi sambil menatap bingung ke arah putranya itu.
"Di sana tadi, tante perawat berjalan bersama seorang laki-laki. Tapi, pakaiannya beda!" Makutha menunjuk ke arah tangga darurat yang ada di samping lift.
__ADS_1
Reza menurunkan tubuh mungil Makutha kemudian berlari ke arah tangga darurat. Suara sepatu yang beradu dengan lantai menggema di sana. Benar saja, ada laki-laki dan perempuan yang sedang berciuman di ujung tangga.
"Hei, kalian!" seru Reza.
Sontak dua orang itu menghentikan aktifitas mesumnya dan menoleh ke arah Reza. Keduanya sama-sama terbelalak, sedangkan Reza tersenyum miring.
"Oh, ternyata kamu. Apa kalian tidak bisa menyewa hotel untuk bermesraan? Atau kalian sudah terlalu bergairah, hingga tak sanggup menahan hasrat?" ejek Reza.
"Pak Reza!"
"Oh, ya. Siapa wanita itu? Pacarmu? Bukankah kamu sudah beristri?"
"Ba-bapak tidak perlu mencampuri kehidupan pribadi saya," ucap Andre dengan suara bergetar.
"Aku ada perlu dengan perempuan itu! Ikuti aku!"
"Mas," rengek perempuan itu sembari menarik lengan Andre.
Reza melangkah mendekati dua sejoli itu, kemudian menarik lengan selingkuhan Andre secara kasar. Dadanya bergemuruh hebat seakan hampir meledak karena menahan marah. Rahangnya mengeras dan otot sekitar mata lelaki itu terlihat semakin menonjol.
...****************...
Hai, hai, hai.
__ADS_1
Mampir, yuk ke karya salah satu teman author Chika❤❤❤