TKI (Tenaga Kerja Indehoy)

TKI (Tenaga Kerja Indehoy)
Rekomendasi Novel: Belenggu Mantan Suami


__ADS_3


Seorang wanita menggendong bayi yang masih berusia 3 bulan itu tersenyum cerah. Karena suaminya akan kembali ke Jakarta setelah dinas 10 bulan lamanya di kota Berau, Kalimantan timur.


Irmayanti wanita berusia 19 tahun mempunyai bayi wanita bernama Zidni yang masih berusia 3 bulan.


"Sebentar lagi papa pulang nak," ucap irma sembari mencium pipi bayi mungil yang digendong.


Irma menunggu Suaminya di depan pintu kontrakan yang sudah di tempati 7 bulan lamanya, setelah menidurkan anaknya. terkadang Irma melayani pembeli yang belanja di warung miliknya . irma membuka warung sembako kecil di dalam rumah kontrakannya serta membuka konter kecil yang hanya menjual pulsa elektrik.


Mbak Atun tetangga depan kontrakan irma yang baru membeli Indomie dan gula di warung bertanya, Mungkin wanita itu memperhatikan raut wajah irma yang terlihat lebih ceria hari ini.


"Keliatannya lagi seneng banget, Ma. Habis dapet arisan ya." Seloroh mba Atun


Irma menggelengkan kepala dan tersenyum melihat Mbak Atun.


"Gak Mbak. Suamiku hari ini pulang," jawab irma sambil tersenyum lebar.


"Wah. Sudah selesai ya tugas di Kalimantan Nya," ucap Mbak Atun ikut tersenyum.


"Iya Mbak," jawab irma sembari menganggukkan kepala.


"Sudah gak kesepian lagi dong. Hehe ... " Seloroh Mbak Atun menepuk bahu Irma pelan.


"Alhamdulillah Mbak. Lagian aku gak kesepian kok, Kan ada Zidni sama keluargaku Mbak," Imbuh Irma


"Iya Mbak ngerti kok. Ya sudah Mbak balik dulu ya, mau masak mie dulu." Mbak Atun tertawa pelan dan di jawab anggukan oleh Irma.


Jam sudah menunjukkan 15.40 akhirnya Singgih sampai di rumah. Irma langsung memeluk suaminya, dan pria itu juga membalas pelukan irma.


"Zidni mana, Ma?" tanya suami irma setelah masuk ke dalam kamar.


Kontrakan yang mereka tempati hanya terdiri dari 3 ruangan. Satu ruang tamu,satu kamar, dan satunya lagi dapur yang menyatu dengan kamar mandi.


"Lagi diajak sama mama ke rumah mba Murni. Tuh depan gang," jawab irma sambil membantu membereskan koper milik suaminya.


"Oh. Ya sudah aku mandi dulu ya, gerah," ucap suami irma sembari mengambil handuk.


"Iya," sahut Irma masih fokus membongkar isi koper.


Setelah Singgih selesai mandi, irma membuatkan kopi dan duduk di teras.

__ADS_1


"Gimana hari ini rame?" tanya pria yang duduk di samping Irma sembari memainkan ponselnya.


"Ya, Alhamdulillah, Pa," jawab Irma masih menatap rindu pria yang ada di sampingnya.


Mereka berbincang santai, hingga mama Lisa, mama dari Irma. Datang dengan Zidni yang berada dalam gendongan yang sudah tertidur.


"Sudah dari tadi pulangnya, Nggih?" tanya Mama Lisa begitu tiba.


Singgih Wijaya, pria yang kini berusia 25 tahun yang berstatus sebagai suami Irma.


"Iya Ma. Jam 4 kurang sampe sini," Balas Singgih sembari mencium punggung tangan mama Lisa memberi salim.


"Mama masuk dulu ya, mau taruh Zidni dulu di kasur," ucap Mama Lisa yang mendapat anggukan kepala dari Singgih dan Irma.


Tidak berapa lama Mama Lisa kembali keluar dan bergabung bersama pasangan suami istri itu.


"Mama gimana kabarnya, sehat?" tanya Singgih begitu mama Lisa duduk di samping Irma.


"Alhamdulillah, Mama sehat. Jadinya kerja dimana sekarang?" sahut mama Lisa


"Di pusat,Ma. Di BSD Tangerang. Lusa sudah harus masuk.Ma," jawab Singgih lalu menyeruput kopinya.


"Iya, Ma."


Irma hanya diam dan mendengarkan percakapan antara suami dan mamanya. Sampai jam sudah menunjukkan 17.15 adik laki-laki Irma datang mengendarai sepeda motor dan berhenti tepat di teras rumah.


"Assalamualaikum," ucap adik irma menyalami mereka bertiga.


"Waalaikumsalam, gimana kabar nya, Jay?" Singgih membenarkan duduknya.


Sanjaya merupakan Adik Irma biasa dipanggil Jaya masih berusia 16 tahun dan duduk di bangku kelas 2 SMK.


"Alhamdulillah, bang baik,"


"Gimana kabar Abang?" tanya jaya kembali ikut duduk tak jauh dari mama Lisa.


"Sehat,Jay," balas Singgih.


Jaya datang untuk menjemput Mama Lisa, setiap hari Mama Lisa selalu datang ke rumah menemani irma dan membantu menjaga warung.


Hari ini Irma sengaja menutup warung cepat, karena stok bahan makanan yang di jual sudah menipis, Irma juga ingin melepaskan rindu dengan berada di dekat Singgih.

__ADS_1


Sudah lama mereka tidak bertemu karena jarak, terakhir mereka bertemu saat irma melahirkan. Irma bersyukur saat tahu Irma melahirkan, Singgih langsung pulang untuk menemaninya.


Irma dan Singgih berbaring di kasur, Singgih memeluk erat Irma dari belakang.


"Aku kangen kamu, Ma." Bisik Singgih tepat di telinga istrinya dengan suara lembut.


"Aku juga kangen kamu, Pa," jawab Irma sembari menggenggam tangan Singgih yang melingkari di perutnya.


Singgih membalikkan tubuh irma menghadap dirinya. Ia mencium kening dan kedua pipi irma, kemudian beralih mencium bibir wanita yang ada di depannya. Perlahan ciuman itu hanya menempel, namun semakin lama ciuman itu berubah menuntut meminta lebih.


"Aahhh ..." dessahann tidak sengaja keluar dari mulut irma. Membuat Singgih semakin membara dan bergairah. Ciuman itu perlahan turun ke leher dan menuju dada. Memberikan beberapa tanda di leher serta dada putih Irma.


"Akhh ..." lagi-lagi suara desahann kembali keluar akibat gigitan kecil di dada Irma saat Singgih membuat tanda merah.


Irma membersihkan tubuh setelah mereka melepaskan rasa rindu yang terhalang jarak selama ini. lalu ikut tidur kembali bersama.


***


Pagi ini Singgih sudah bersiap untuk berangkat kerja. Irma tersenyum karena merasa seperti sebuah keluarga yang selama ini di impikannya. Tak lupa Singgih mencium kening irma dan mencium pipi Zidni sebelum pergi pria itu berangkat bekerja.


Seperti hari biasanya Irma menjalani kegiatan sehari-hari. Hanya saja irma ingin waktu berlalu dengan cepat dan sore agar dirinya bisa segera bertemu dengan Suaminya. Maklum saja lama mereka tidak bertemu.


Sore hari menjelang magrib, Singgih tiba di rumah. Pria itu segera membersihkan diri dan ikut bergabung bersama irma dan Zidni.


"Lucunya anak papa," ucap Singgih saat Zidni mulai marancau tak jelas seperti bayi umumnya.


"Cantik kan," kata Irma sembari tersenyum.


"Iya cantik."


"Kaya mamanya ya, cantik." seloroh Irma sambil tertawa pelan.


"Pede banget," Singgih menarik hidung Irma gemas


Irma membereskan tas hitam milik Singgih yang saat pria itu pulang belum sempat irma bereskan. Irma memandang Singgih yang sudah tertidur pulas. Namun, pandangannya teralihkan saat ponsel milik Singgih berbunyi tanda pesan masuk.


Irma mengambil ponsel milik Singgih dan melihat seluruh isi pesannya. Saat pertama kali dibuka, aplikasi itu sudah terdapat banyak pesan dari wanita. Irma membaca satu persatu pesan mereka.


Airmata tak terasa sudah  mengalir deras di pipi Irma. Hatinya terasa hancur  bagai tak berbentuk, suami yang dianggap setia suami yang dianggap menyayangi dirinya ternyata itu semua tidak benar.


Irma menutup mulut dengan sebelah tangan, agar suara tangisannya tidak terdengar. Irma membaca setiap pesan dari wanita bernama Fia. pesan dari salah satu wanita yang membuat dunianya hancur. Ternyata selama ini Singgih, pria yang sangat dicintainya justru jajan dan menikmati tubuh wanita lain baik dari wanita bayaran hingga wanita yang dengan suka rela  memberikannya.

__ADS_1


__ADS_2