
Aku tidak tahan.
Aku akan katakan semuanya! Biar semua orang bisa mengetahui bahwa aku ..
Aku bukanlah wanita murahan.
“hey sien. Laki-laki brengsek, keterlaluan, tidak punya perasaan dan laki-laki tak tahu diri. lepaskanlah aku, lepaskan aku” kukeraskan suaraku. Sekeras-kerasnya “kau tidak tahu malu ya!. aku Xu yuanna, aku bukan barang mu,bukan simpanan mu, juga bukan millikmu. Aku tidak pernah tidur dengan mu, tidak pernah menciumu,tidak pernah mengganggumu hidupmu, aku juga tidak pernah menggodamu. kenapa kau menyiksaku seperti ini brengsek? Hiks.. haaa.. kenapa kau kurung aku seperti hewan peliharaan?”
amarahku meluap luap, Sudah diambang batas. Aku jatuhkan seluruh piring dari atas meja yang berisi makanan yang ada dihadapanku. Tidak cukuo dengan itu juga. Aku tarik alas kain penuto meja.
Tar...
TAaaar...
Semua barang-barang kaca berpecahan dan berserakan diatas lantai. ” tidak juga hanya kau, keluarga kau, semua orang dikeluarga Co. Kalian semua, sudah gila kah kalian? kalian tahu dia mengurungku, kalian tahu aku menderita. Tidak satu pun dari kalian yang datang menyelamatkan ku? Atau pun menasihatinya, kenapa kalian tutup mata dengan semua penderitaanku selama ini?”
“diam kau “ tampar.
Tampar saja.
Pukul saja aku.
untuk kesekian kalinya aku ditampar.
Aku sudah terbiasa.
kali ini siapa! Benar, itu suara ralla. ibu Shin.
Gila, dia memang wanita gila..
Paaaaakkk
Rasanya sakit sekali. Tamparannya panas dipipiku.
Padahal dia bilang aku bebas berbuat sesuak hatiku.
Dia yang mengizinkanku.
Hahhahaha sekarang dia malah orang pertama yang menamparku setelah berbuat kekacauan ditempat ini.
“Ahahaha ahahaha ahahaha” tertawa..
Biarkan saja aku tertawa seperti orang gila.
Aku memang sudah gila selama hidupki terkurung dan menderi “kau berani menamparku, Ralla, pengkhianat..” ralla, kau memang pengkhianat.
“ omong kosong apa yang kau bicarakan. wanita murahan?"
Murahan lagi.
Kata itu lagi.
Kenapa tidak henti-hentinya semua orang mengatakan aku murahan.
“ kau atur aku datang ketempat ini untuk mengacaukan pertemuan pernikahan mereka kan, ralla? kau sengaja melakukannya agar dia. shi kariean tidak menikah dengan sien melainkan menikahi putra mu sendiri shin, benarkan!.. “
“ Jaga mulut mu murahan” ahh
aku akan dipukul lagi.
kali ini apakah aku benar- benar akan mati ya? Aku pejamkan mataku untuk menahan rasa sakit yang telah berulang kali kurasakan.
Haaaa...
lama sekali?
Kenapa lama sekali pukulannya mendarat diwajaku?
Aku terkejut membuka mata.
Mataku terbelalak melebar.
Sien, hiks..
Mengapa dia datang menghampiriku dan memelukku?
Aku tidak ingin dikasihani olehnya. Hiks.. hiks...
dan shin.
dia...
__ADS_1
tangannya menghentikan tangan ralla untuk memukulku.
Shin.
Aku menoleh kearah Shin. Dia terlihat sangat marah. Baru kali ini aku melihat wajah marah shin, dia terlihat sangat pucat!
Apakah shin marah denganku karena telah menghina ibunya?
Habislah sudah aku! .
“Sien..haaa.. hikkks haaaa “ aku menangis sejadi- jadinya.
Lemas..
tubuh ku terasa lemas..
entah kenapa aku sekilas melihat kearah Lord Zin. Sepertinya ia merasa bersalah kepada ku, atau mungkin dia merasa mengasihani aku?
“Bodoh sekali kau ini!. aku katakan berulang kali kepadamu untuk tidak berulah.. tapi kau malah” Sien menarik nafasnya menahan marah kepadaku “ lagi lagi mengulangi kesalahan mu. kau ingin menyiksa kakakmu ya?” kesal.
Kenapa sien selalu mengancamku lagi dengan menggunakan kakakku? aku tidak tahan dengan ancamannya. lalu mendorongnya menjauh..
“Apa kau mau menikahiku sien?” Tanyaku masih dengan guliran air mata deras. Aku bahkan menurunkan suaraku lebih pelan. Aku terlihat seperti pengemis yang membutuhkan perhatiannya. “sampai kapan kau akan mengurungku aku?” Aku bertanya lagi dengan suara memelasku. Berharap, sien, sekali saja dia mengerti perasaanku. “baiklah,aku bersedia kalau kau mengurungku Dengan satu syarat saja” tolonglah sien, terima syaratku ini “maukah kau menikahiku sien?” ucapku kepadanya. Marah, putus asa, berharap sesuatu yang mustahil, sangat mustahil kudapatkan. Tapi aku ingin sekali sien menerima syaratku.
“ kau pikir orang seperti mu pantas menikah denganku”haa... hiks.
itu lah yang dia katakan.
sekali lagi dia mengatakannya.
ini sudah yang ketiga kalinya.
Aku terus-terusan ditolak. Haaaa.... hiksss..aku harus kuat.
Aku tarik nafasku dengan hidung yang sudah mampet. Lalh kukembangkan senyuman pahitku.
“Ahahahah.. kalian dengar, kalian dengar bukan? dia bahkan tidak berniat menikahiku? apa kalian masih membiarkan dia untuk mengurungku?” teriakku keras. berharap satu orang saja.
satu orang saja menolongku.
Jika tidak bisa menolong.
Hanya cukup, beradalah dipihakku saja.
wanita itu.
pengecut.
orang yang hanya mengincar posisi dan kedudukan.
Dia adalah calon mertua Sien. Haahaha
Bagaimana mungkin dia mengizinkan calon menantunya menikah lagi?
Astaga. Sudah gilakah mereka?
“Benar sekali,sudah lah kita pindah saja. kita lanjutkan pembicaraan ini diruangan lain. anggap saja tidak terjadi apa apa lagi” astaga.
Bukannya membela, kepala keluarga Co.
suara kakek tua bangka,busuk.
sama saja kau juga pasti mengincar sesuatu kan?
sien mulai menarik tangan ku, pasrah. aku harus bagaimana?
Gagal ya?
Aku gagal meloloskan diri ya?
“kakek, Begitu besarkah rasa sayang mu kepada sien? kau bahkan mengabaikan perasaan wanita ini, wanita yang saat ini memohon pertolongan. bahkan perasaan kau juga sering mengabaikan perasaan putri mu sendiri, yang selalu berharap mendapatkan kasih sayang darimu” Shin.
Itu suara shin.
Air mataku menetes lagi. Padahal tadi sudah aku hapus. Shin, tolong lah aku!
Terus shin, lanjutkan saja apa yang kau katakan.
Mereka akan fokus kepadamu dan mengabaikanku, dengan begitu, aku punya kesempatan untuk pergi.
“ Shin, kau sudah dewasa. ada apa dengan mu? kenapa kau tiba tiba merasa cemburu seperti itu?” Ayah sien, kau membuat keputusan yang tepat dengan berbicara seperti itu.
__ADS_1
Kau membuat semua orang berfokus kepadamu.
ini kesempatanku, kesempatanku untuk kabur.
Kesempatanku untuk pergi dari sien
Aku yakin, kakakku sekarang pasti tidak berada ditangan sien lagi.
dia bersama ralla, aku percaya kepada ralla karena mungkin dia memiliki rencana sendiri.
aku harus keluar dari sini lalu bernegoisasi dengan ralla kembali nanti.
“Hahhahhahhaha” pura-pura tertawa aku harus kuat. Aku mencoba melepaskan tangan ku dari sien “kasihan sekali kau Shin, kau dipaksa mewarisi perusahaan Sun diusia yang sangat muda. Mungkin ibumu juga dipaksa untuk meninggalkan ayahmu?, ayahmu juga mungkin terpaksa menikahi bekas istri orang? Aaaahh iya.. istrinya sekarang adalah ibu kandung sien.. hahaha ibu tirimu harus menahan penderitaan malu seumur hidup dan melepaskan hak waris rumah sakit kepada anak kandungnya, demi siapa? Demi kau, sien. istimewah sekali CUCU keluarga besar co yang satu ini”
lari
lari.
Itu lah yang aku pikirkan saat ini. Sien sudah sangat marah kepadaku.
Berhasil,
Sien melepaskan tanganku, dia pasti akan memukulku lagi. sebelum sien memukulku dengan tangan yang ia telah lepas kan saat menggenggam ku.
Aku..
harus kabur.
Lari....
Loncat.
danau ini pasti menghubungkan ku dengan dunia luar.
Apa-apaan kau lord Zin? mengapa kau menghadangku?
“Brengsek kau, SUAMI tak tahu diri, aku akan segera mengajukan peceraian denganmu” aku ambil gelas dari lantai lalu kupukulkan kekepalanya.
Dan loncat..
Hiks..
akhirnya aku loncat masuk kedalam air danau. aku harus berenang keluar.
Aku mendengar seseorang ikut loncat kedalam danau, aku tahu itu pasti kau kan sien. kau berusaha menangkapku.
maaf saja.
dari kecil aku hidup didesa.
berenang disungai pun sudah biasa.
Benarkah? Meskipun tidak terlalu ingat, tapi memang nyatanya tubuhku ini sepertinya telah terbiasa berenag meskipun telah 3 tahun lamaya aku terkurung didalam kamar.
Lemas.
sudah jauh belum ya?
aku beranjak naik dari air menuju daratan.
kulihat dari jauh sien yang masih berada dalam air berteriak memanggilku.
“ Yuanna... ingat kakak mu masih ada ditangan ku” teriaknya marah. Seluruh tubuhnya basah.
Biarkan saja lah.
“Bodoh sekali. kalau kakakku masih ditangan mu, bagaimana mungkin aku berani lari darimu? selamat tinggal brengsek” balas teriakku dari jauh.
sekarang kemana?
Lari.
lari.
Yang terpenting adalah lari terlebih dahulu.
tapi aku tidak memiliki tujuan?
sesak sekali.
ini dimana? gedung gedung ini? sekarang aku dipinggir jalan ya? pakaianku basah semua orang memandangiku, sesak. aku jatuh ya rasanya mataku tidak bisa kupaksa kan untuk tetap terbuka.
__ADS_1
Apa aku jatuh?..
Aku melihat seseorang berlari dari jauh. dia menangkap tubuhku, siapa yang menangkap ku saat ini?