
Nana berjalan keluar dari dapur mengambilkan minum dan obat untuk yuanna yang saat itu sedang terjatuh sakit..yuanna berada diruang tamu menunggu Shin yang belum kembali selama sebulan lebih lamanya..
Bukan hanya Shin,, Idris,, natto dan joila juga tak kunjung kembali kerumah tersebut.. hanya ada Nana yang menjaganya setiap hari..
"Belum ada kabar juga y,,!" Tanya Nana memberikan segelas air dan sebuah obat kepada yuanna yang saat itu sedang terbaring lemas diatas Sofa..
"Tunggu.. tunggu.. hanya kata itu saja yang dikirimkannya kepadaku,, dua bulan yang lalu dia bahkan telah memecat ku sebagai sekertarisnya,, dia memohon dengan sangat agar aku tetap tinggal dirumah tapi saat ini malah tidak ada kabar dari dia kecuali pesan tunggu yang aku terima setiap hari" jelas Yuanna dengan menahan sakit yang ia rasakan... Yuanna saat itu telah mendapatkan sebagian kecil dari ingatan lamanya.. kepalanya yang sakit menjadikannya terbaring lemah tidak berdaya di atas sofa saat itu..
"Aku juga tidak mendengar kabar dari natto.. ibuku bilang dia telah membuat kesalahan yang sangat besar tapi aku tidak tahu kesalahan apa itu.. natto adalah anak yang sangat cerdas dan dibanggakan.. dia belum pernah membuat kesalahan sebelumnya.. saat aku datang keperusahaan T.N Sun.. sangat sulit untuk menerobos masuk.. sepertinya terjadi sesuatu hal yang besar,, mereka bahkan tidak mengizinkan siapapun masuk kedalam perusahaan tersebut.. bukan hanya itu,, perusahaan Xu juga tertutup rapat,, mereka tidak mengizinkan satu orang pun masuk.. saat ini.. tidak ada kabar juga dari Idris" Nana duduk dibawah kaki Yuanna .. dia mengambil kedua kaki Yuanna dan menempatkan dipahanya... Nana lalu memijat lembut kaki sahabatnya tersebut perlahan lahan.. dia berharap yuanna segera sembuh dari rasa sakitnya.. sesekali ia memandang wajah Yuanna dengan keadaan piluh,, dia tidak menyangka Shin bisa Setega itu membiarkan yuanna sendirian dan tidak mengunjunginya...
Suara nada dering ponsel berbunyi diatas meja.. yuanna saat itu selalu membawa ponselnya kemanapun dia pergi.. dia berharap hanya sekali saja Shin akan menghubunginya.. yuanna ,, dia sangat merindukan untuk mendengar suara Shin..
"Shin" panggil Yuanna dengan segera setelah ia berhasil mengangkat panggilan ponsel tersebut dan mangambil posisi duduk diatas sofa.
"Ini kakak" ucap Idris sedikit mengecewakan yuanna.. yuanna juga ingin sekali mendengar kabar dari Idris.. tapi dia lebih sangat ingin mendengar kabar dari Shin..
"Kau kemana saja selama ini!" Tanya Yuanna lemah..
"Maaf baru memberimu kabar.. aku sangat sibuk akhir akhir ini,, Shin dia baik baik saja.. dia juga sangat sibuk bahkan lebih sibuk dari kakak.. dia mungkin tidak memberimu kabar.. tapi percayalah.. dia lakukan semua ini untuk melindungimu,, Shin sangat mencintaimu yuanna.. jadi tunggulah dia.. ahh iya.. kakak ingin memberi tahukan kepadamu,, ibu,, besok pagi, dia akan datang mengunjungi rumah.. dia sangat ingin bertemu dengan mu,, dia bahkan memohon kepadaku untuk mengizinkannya menemuimu.. yuanna... Temuilah ibu... Walau bagaimanapun.. dia adalah ibu yang melahirkan kau dan aku... Turutilah perintah kakak yuanna .. " Idris menjelaskan Dari dalam ponselnya.. yuanna berkali kali mengambil nafas sembari memejamkan mata.. dia tidak menyangka bahwa ibu yang selama ini membencinya akan mengunjungi rumahnya.
__ADS_1
"Baiklah" yuanna merasa kakaknya mungkin benar.. walau Setega apapun ibunya,, dia adalah orang yang telah melahirkan yuanna dan kakaknya kedunia..
"Maaf,, aku masih sangat sibuk.. kalau semuanya telah selesai.. aku pasti akan pulang.. aku akan mengajakmu bermain ke Taman wisata .. aku janji.." Idris lalu menutup panggilannya setelah membuat janji.. yuanna tersenyum kecut.. dia bahkan masih belum selesai berbicara.. dia berpikir bahwa kakaknya saat itu sedang menyembunyikan sesuatu kepadanya..
******
Shin duduk dengan mengenakan kacamata seperti biasa saat ia sedang bekerja.. tangan kanannya memegang sepotong roti selai yang sesekali ia makan saat sedang mengetik sesuatu dengan tangan kirinya... Sesekali ia meletakan roti tersebut diatas piring kecil yang ada diatas meja dekat dengannya untuk menandatangani beberapa berkas lalu mengambil roti tersebut untuk dimakannya kembali..
"Semua persiapan sudah selesai" Natto yang tadinya berada di kursinya yang berada tak jauh dari shin kemudian datang menghampirinya untuk memberi beberapa dokumen yang harus ditanda tangani Shin..
Seorang laki laki muda yang tak lain adalah Idris berjalan masuk kedalam ruangan Kantor Shin diikuti oleh Joila yang membawa lembaran kertas di tangannya.. dia juga membawa banyak dokumen lain didalam tas kecil yang ia bawa dengan sebelah tangan yang lainnya..
"Shin.. Kau sudah siap! Konferensinya akan dimulai setengah jam lagi" idris berjalan mendekati Shin yang telah menyelesaikan tanda tangan di beberapa dokumen yang diberikan natto..
"Tenanglah dia baik baik saja.. " jawab natto ,, natto mendengar kabar bahwa sebenarnya yuanna sedang sakit dari bawahan yang ia kerjakan untuk melindungi rumah mereka beberapa hari yang lalu.. tapi dia tidak ingin memberitahukan Shin yang akan membuat Shin khawatir dan rencana mereka gagal untuk dilaksanakan..
"Setiap hari kau selalu bilang dia baik baik saja ... Aku bahkan belum mendengar suaranya selama sebulan lebih ini.. berikan ponselku,, aku ingin menghubunginya" pinta Shin kepada natto dengan keras..
"Tidak.. setelah konferensi selesai.. kau baru boleh mengambil ponselmu kembali.. dan bukankah kau belum menyatakan cintamu kepada Yuanna.. kenapa tidak kau beri kejutan saja kepadanya malam ini..kami akan persiapkan segalanya untukmu" Idris menyarankan sesuatu yang membuat hati Shin berubah seketika.. Shin tersenyum senang dengan saran Idris tersebut..
__ADS_1
"Baiklah".. Jawab Shin kemudian berdiri..
Seorang laki laki masuk kedalam Ruangan kantor Shin,, orang itu adalah Lian,, dia berjalan menghampiri orang orang yang saat itu sedang berkumpul diikuti oleh Fan ri dibelakangnya..Fan RI ditugaskan Idris dua bulan yang lalu untuk menjadi assissten Lian..
"Kau sudah Siap!" Tanya Lian kepada Shin saat ia telah mendekatinya .
"Tentu saja" jawab Shin dengan senyuman kepuasan yang tersungging dibibir merahnya.
*****
Yuanna duduk berhadapan dengan seorang wanita separuh baya yang saat itu datang untuk mengunjunginya . Wanita berambut Coklat yang sama dengan rambut yuanna tersenyum Lembut dengan mata berkaca kaca.. dia hampir menjatuhkan air matanya melihat anak yang selama ini ia abaikan..
"Aku membawa minuman kesukaanmu,, aku dengar dari kakakmu,, kau sangat menyukai ini" wanita yang tak lain adalah ibunya yuanna,, Iris,, memberikan sebotol minuman yang terbuat dari campuran Susu dan mangga,, nutribut,, yuanna ragu ragu untuk mengambilnya saat itu.. "HM..aku tahu kau pasti tidak mempercayaiku,," ucapnya kemudian membuka tutup botol minuman tersebut lalu meminumnya dengan sebuah pipet yang ia telah bawa. "aku bawa yang lainnya untuk mu,, kalau kau belum mempercayaiku juga.. maka, minumlah yang aku telah minum ini,, lihat aku baik baik saja.." jelasnya kemudian setelah meletakan minuman tersebut diatas meja.. " tidak masalah kalau kau membenciku,, aku adalah wanita gila yang selalu menyiksamu dulu.. Maafkan aku yuanna.. aku bukan membencimu,, aku hanya merasa bersalah karena telah menyiksamu dulu dan belum siap untuk bertemu denganmu,, aku tahu aku ini gila,,tapi sungguh aku sangat merindukanmu maka dari itu,, aku memberanikan diri untuk menemuimu saat ini" jelasnya lagi membuat Nana yang duduk disamping yuanna menghapus air matanya sendiri karena merasa terharu dengan keadaan yang terjadi.
"Hmm" geleng yuanna " maaf ibu,, tadinya aku memang sedikit khawatir karena kedatanganmu.. tapi walau bagaimanapun kau tetaplah ibu yang melahirkan kakak dan aku.. aku mempercayaiku,," ucap yuanna sembari mengambil Botol minuman yang diletakan iris diatas meja.. dia lalu meminum minuman kesukaannya itu sembari tersenyum menatap iris.. Melihat senyuman lembut yuanna.. iris yang tadinya berencana untuk melukai yuanna setelah Yuanna meminum minuman yang ia bawa dengan sebuah pistol yang ia sembunyikan dipinggangnya,, lalu mengurungkan niatnya untuk melakukan itu,, iris ,, saat itu dia merasa sangat menyayangi anaknya tersebut..
"Yuanna..kenapa belum hidupkan televisi,, astaga kau ini selalu saja bodoh" suara seorang wanita masuk kedalam rumah yuanna.. wanita itu memang beberapa kali datang untuk sekedar berkunjung dan menghabiskan makanan yang telah Nana masak untuk yuanna selama sebulan belakangan ini..
"Ha..kenapa juga aku harus menonton tv" ucap yuanna kesal melihat Arra saat itu... Yuanna masih sangat geram saat Arra menghabiskan bakso yang sengaja dibeli Nana susah susah di warung bakso terkenal kota B sebelum ia memakannya.. iris yang melihat tingkah kesal anaknya mengembangkan senyuman lembut lagi,, iris tidak menyangka bahwa Yuanna tumbuh dikelilingi oleh orang orang yang sangat menyayanginya.. dia saat itu merasa sangat bersalah sekaligus bersyukur karena walaupun bukan dia yang menyayangi anaknya,, anaknya tersebut masih bisa menerima kasih sayang dari orang lain.
__ADS_1
"Bodoh.. kau tidak ingin melihat Shin!" Ucapan Arra membuat yuanna tersentak seketika..dia lalu cepat cepat menghidupkan televisinya..
"Shin"