Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
SMA


__ADS_3

“ presiden shin” ucap yuanna tak sengaja.. Shin yang tadinya mengobrol tidak sengaja mendengarkan ucapan yuanna.. matanya melihat kearah yuanna yang sedang berdiri didepan pintu sembari tersenggol senggol murid lainnya.


“Adik Xu idris” ucap Shin semangat lalu melambaikan tangannya .. dia tersenyum kemudian berdiri untuk menemui yuanna.... di tengah perjalanan menuju yuanna tiba tiba yuanna jatuh pingsan.. Vivia yang terkejut melihatnya lalu bergegas meminta tolong untuk membawa yuanna ke klinik sekolah.


Vivia sangat khawatir dengan keadaan yuanna.. berkali kali dia memanggil namanya.. setelah mereka yang membantu mengangkat yuanna pergi.. yuanna yang terbaring diatas kasur klinik sekolah tiba tiba yuanna membuka mata.


“Bodoh..kenapa kau menangis” ucapnya keoada Vivia yang saat itu sangat khawatir..


“Kau... kau kok bisa sadar secepat ini” ucap vivia tak menyangka


“Aku tadi pura pura pingsan.. aku kenal siapa murid pindahan itu,, dia juga mengenalku.. makanya dia ingin mendatangiku” jelas yuanna..


“Haaa.” Vivia terkejut tidak percaya mendengarkan penjelasan Yuanna “aku tidak menyangka kau bisa dekat dengan cowok sekeren itu dan lagi bukankah itu sangat bagus .. kau bisa dengan mudah mendekatinya” ucap vivia.


“Aiishh.. kau ini tidak tahu ya.. kalah aku dekat dengannya.. semua orang akan iri padaku. Lalu mulai membuli ku.. dia itu SUPER TERKENAL,, dia adalah presiden sekolahku di masa lalu ketika aku tinggal dikota” jelas yuanna lagi..


“Hmmm.. benar juga..jadi kau akan menghindarinya.. dia tampaknya senang bertemu denganmu..aku mengira dia tadi menyapaku.. huuu” ucap vivia kesal.. lalu mulai tersenyum.


“ tidak tidak.. aku tidak mau sampai dia mengingatku atau mendekatiku.. aku mau hidup tenang disekolah” ucap yuanna sambil menggeleng kan kepala.


Seperti biasa ,, ketika Waktu makan siang tiba.. yuanna dan silvia duduk di kantin sambil saling berbagi cerita..


“ kau yakin tidak mau dekati dia?” Tanya vivia penasaran kepada yuanna.


“Hmm” yuanna menggelangkan kepalanya.. “aku pernah mencoba tapi tidak berhasil.. hahaha" tawa kecut yuanna


“Mencoba?” Vivia semakin penasaran..


“Hahaha iya.. aku bahkan pernah tersenyum padanya tapi dia tidak peduli.. ketika Smp dia terkenal dengan bakat sepak bolany... setiap dia pergi kelapangan.. aku juga pergi kelapangan.. hanya bedanya aku berpura pura untuk bermain bola voli... ya.. seperti yang terjadi.. dia bahkan tidak melirikku sedikitpun...hahaha.. aku hanya pernah berhadapan dengannya sekali.. pada pertandingan catur.. setelah dia kalah bermain denganku sesuai perjanjian seharusnya dia melindungi ku ketika aku dibuli kakak kelas ku.. tapi dia tidak datang membantu sama sekali walaupun aku sudah berusaha memanggilnya dan mengirim pesan kepadanya...sudah lah sudah.. aku sudah patah semangat mencoba mendekatinya.. dia itu tak tersentuh” jelas yuanna kepada vivia.


“Hmm.. benar sekali... laki laki seperti dia yang sangat tampan dan juga kaya,, bagi kita seperti mimpi bisa mendekatinya..bahkan untuk menyapa pun sudah sangat bernilai harganya” vivia menggelengkan kepala kemudian memasukan makanan kedalam mulutnya.

__ADS_1


Ketika sedang asyik mengobrol.. tiba tiba seorang murid datang dan duduk disebelah yuanna dengan membawa makanan yang telah dia pesan dikantin.


“Boleh aku duduk disini, adik Xu idris?” tanya murid tersebut yang tak lain adalah Shin.. seketika itu mata yuanna dan vivia membesar.. mereka tidak menyangka sama sekali bahwa murid baru tak tersentuh yang baru mereka bicarakan itu berada didekat mereka sekarang..


“Ahhhh.. itu dia.. senior Shin.. “ teriak murid murid wanita yang ada disekitar mereka.


“Beruntung sekali mereka bisa makan siang disebelahnya” sambung murid yang lain” mendengar banyak murid murid perempuan yang memuji Shin.. yuanna dan vivia saling memberi kode melalui mata mereka.


“Ahhhhh... Senior tampan sekali, aku bahkan tidak bisa bernafas ... tolong aku” puji yuanna seketika lalu ia menjatuhkan dirinya dari kursi tempat duduknya dan berpura pura tak sadar diri.


“Ahhh.. aku juga tidak tahan menatap wajahnya yang terlalu tampan ..beruntung sekali aku hari ini ahhhh..aku tidak sanggup lagi menatap wajah indahnya... siapapun tolonglah aku” sambung vivia lalu melakukan hal yang sama dengan yuanna.. Shin yang saat itu baru mulai memasukan makanan kedalam mulutnya..menghentikan suapannya dan merasa kebingungan dengan apa yang terjadi pada mereka..


“Wahh.. benar..kalau itu aku.. aku juga akan pingsan.. “ ucap salah seorang murid disekitar mereka.


“Hey.. hidung mu berdarah” seru murid yang lainnya


“oh my... wajahnya cerah sekali.. “ seru yang lainnya..


“Mereka berdua bisa dekat sampai pingsan begitu..kalau itu aku.. melihatnya saja aku mimisan ..apalagi bisa dekat seperti..mungkin aku akan melayang layang diatas awan” ucap yang lainnya.. Shin tidak menghiraukan perkataan mereka.. dia hanya menggelengkan kepala melihat tingkah yuanna .. dan merasa aneh karena murid murid disekitarnya tidak ada yang bergegas menolong yuanna dan vivia yang jatuh pingsan.. Shin berdiri dari duduknya dan dengan segera ingin menolong yuanna yang terjatuh berpura pura pingsan dilantai..


“Sialan kau yuanna.. kau tinggalkan aku seperti ini” gumam vivia dalam hati yang saat itu sedang berpura pura pingsan juga tapi shin tidak mendatanginya. Melihat tingkah lucu yuanna..shin hanya bisa menahan tawa.


keesokan harinya Diperpustakaan..


“Adik Xu idris” sapa Shin lalu duduk dihadapan yuanna..


“Ahh... bukunya membosan kan sekali” yuanna mengabaikan Shin lalu pergi dari kursinya.. Shin hanya bisa tersenyum melihat tingkah yuanna..


***


Di Taman sekolah..

__ADS_1


“Kau lihat itu.. itu senior baru pindahan itu kan” ucap murid perempuan yang tak jauh dari yuanna.. yuanna melihat kesekitar dan menemukan Shin sedang berjalan menuju kearahnya.. Dia lalu menarik tangan vivia pergi.. vivia yang sedang makan Es cream terpaksa harus merelakan es creamnya jatuh..


“Adik id...” belum lagi Shin menyapa nya.. yuanna sudah pergi dari tempat itu..


Di belakang sekolah dibawah jendela kelas..


“Kau akan sampai kapan menghindarinya?” tanya vivia ..mereka berdua sedang bersembunyi dari shin.


“Bodoh.. tentu saja sampai dia berhenti menyapa ku.. kau mau aku mati dibuli murid murid perempuan disekolah ya.. belum lagi senior kelas dua dan tiga” ucap yuanna geram dengan pertanyaan Vivia..


“Adik Xu idris.” Sapa Shin dari atas jendela.. seketika itu kepala yuanna dan vivia mendongak secara bersamaan..


“Ah..vivia.. aku lupa mengambil buku komikmu ditas ku” ucap yuanna pura pura tidak dengar.. lalu menarik tangan vivia yang masih mendongak menatap wajah shin.. shin masih saja tersenyum geli melihat tingkah yuanna..


******


Dilapangan bola voli setelah pulang sekolah.


“Yuanna.. kau hebat sekali..aku dengar murid pindahan duduk disebelah mu dikantin ketika makan siang tadi.. aku meremehkanmu.. sekarang aku akan tepati janji ku untuk tidak menganggumu lagi” ucap Zi yee kepada Yuanna.. Yuanna adalah salah satu anggota dari klub bola voli di sekolahnya..sedangkan zi yee adalah kaptennya..


“Hahaha... benarkan! Kau sudah lihat sendiri.. aku bisa membuktikan kehebatan ku dalam menggoda laki laki.... bagiku yang seperti itu sangatlah mudah” ucap yuanna sembari mengibaskan rambut coklat panjang yang diikatnya kebelakang..


“Wah.. kalau begitu.. bisa dong kau bagi padaku nomor ponselnya” pinta zi yee mulai meraih lengan yuanna..


“Ahhh tidak bisa.. itu rahasia kami berdua” ucap yuanna menolak permintaan lalu melepaskan tangan zi yee dari lengannya ..


“Ahhhh... itu murid pindahankan.. gila.. pakai baju sekolah saja sangat tampan apalagi sekarang pakai baju olahraga khusus bola voli,, dia lebih dari lebih menyilaukan” Ucap salah anggota bola voli sambil memeluk lengan temannya kegirangan melihat Shin yang berjalan memasuki lapangan bola voli.


“Gila.. beruntung sekali kita bisa melihatnya disini setiap hari pulang sekolah” ucap teman sebelahnya..


Yuanna yang mendengar ucapan mereka lalu melihat ke sekitarnya.. Dia menemukan Shin sedang berjalan dan mengobrol dengan kapten bola voli pria.. tidak hanya itu.. dia juga melihat murid murid perempuan muali mendekatinya..

__ADS_1


“Aku mohon... jangan menyapa” guman yuanna sambil menutup wajahnya dengan tangan..


“Gila.. serius.. oh my.. my... god.. dia datang kemari” ucap zi yee yang berada di sebelah yuanna.. dia juga kegirangan menatap shin.


__ADS_2