
5 tahun yang lalu.
Idris,, Shin dan yuanna duduk diruang tamu rumah.. masing masing dari mereka memegang sebuah smartphone ditangan.
"Kakak... Kok pake Hero gucion terus sih! " Tanya Yuanna yang kesal dengan kakaknya yang selalu menggunakan Hero yang sama setiap kali bermain game... Saat itu yuanna berada ditengah tengah Shin dan idris
"Mau bagaimana lagi..kakak hanya bisa pakai hero yang ini" jawab Idris berbohong sembari menjauh dari yuanna yang selalu mengeluh ketika bermain game mobil Gegen.
"Kau juga Shin.. kenapa harus pakai Hero tampan melulu.. kalau kalian berdua seperti itu,,bagaimana bisa menang.. siapa yang mau menggunakan Tank?" Keluh yuanna kepada Shin dan idris..
"Kau juga.. kenapa pakai Hero Nunu terus.. ! Buat repot saja" balas Shin tidak terima disalahkan.
"Aku ini support lho support.. harusnya kalian memahami peran penting Hero ini didalam game" ucap yuanna membela diri...
"Ya sudah.. mainkan saja.. jangan banyak mengeluh " perintah Shin kesal dengan yuanna yang mengganggunya saat sedang melawan musuh..
"Mana Nunu ... Bodoh sekali.. kalau tidak bisa pakai Hero itu. Ya jangan dipakai" keluh Idris yang saat itu sedang serius mengejar musuh... Tiba tiba beberapa lawan datang menyerbu Hero yang dimainkan idris
"Hahahaha... makanya jangan nafsu.. kakak tenang aku datang" teriak yuanna yang saat itu sedang memainkan heronya..
"Hahahaha Shin ... Kau telat.. " ucap Idris yang sudah berhasil kabur dari kejaran musuh..
"Kalian mau main main dengan ku ya,, aluzard ini Hero spesial tak terkalahkan.. apa lagi kalau aku yang memainkannya" ucap Shin sombong yang saat itu sedang dikeroyok tiga Hero .
"Shin... Tunggu.. tunggu... Aku akan kutuk mereka jadi boneka .. " ucap yuanna semangat..
"Hahahaha.. mati semua .. Idris cepat datang ... Kita kalahkan Raja ini" ajak Shin kepada Idris.
"Kalian kenapa main berdua saja.. aku juga mau bunuh Raja.." keluh yuanna yang saat itu ditinggalkan..
"Pergi saja,, kau tidak berguna" ucap Shin meremehkan.
__ADS_1
"Mainlah sendiri sana" ucap Yuanna kesal sembari membanting smartphonenya keatas meja..
"Eh.. mau kemana!" Tanya Idris saat yuanna telah beranjak pergi masuk ke kamarnya."Ais.. Nunu Berhenti.. bagaimana ini!" Tanyanya lagi kepada Shin..
"Ya sudah berhenti,, tidak menyenangkan juga kalau tidak ada yuanna," ucap Shin sembari melempar smartphonenya ke atas meja..lalu menjatuhkan tubuhnya keatas sofa.
"Padahal kau yang buat dia marah,, sekarang kau juga yang menyerah,,sudahlah.. aku juga malas main" ucap Idris kesal kemudian menutup gamenya.. sesaat dia memandang kearah Shin yang saat itu sedang terbaring di sofa sembari menatap Kelangit langit rumah.. Shin yang mengetahui Idris kesal lalu melirik kearahnya..
"Hahahaahahahahha" tawa mereka berdua bersamaan.. Shin yang terbaring pun mulai duduk kembali...
"Ayo lanjutkan" ajak Shin kemudian..
"Oke .. biar aku pakai punya yuanna saja" ucap Idris sembari mengambil ponsel yuanna diatas meja.
********
Yuanna berjalan sembari membawa sepiring nasi dengan telur goreng diatasnya.. dia menghampiri Shin yang saat itu sedang tertidur diatas Sofa..
"Hmmm,, aku tidak lapar" ucap Shin yang kemudian membuka matanya..lalu menarik tangan yuanna untuk menjatuhkan tubuhnya keatas tubuh shin.. ia lalu mendekap yuanna lembut.. kemudian mengecup kepalanya.
"Shin.. apa yang kau lakukan!" Ucap yuanna tidak terima sembari melompat dari atas tubuh Shin.. Shin yang kesal yuanna melepaskan diri pun mengambil posisi duduk kemudian memandang kesal kearah yuanna..
"Kenapa kau menjauh?" Tanya Shin kesal sembari menatap tajam yuanna yang saat itu menelan ludah karena merasa takut tiba tiba.
"Kau... Tidak cukup apa yang kau lakukan tadi malam,, kau bahkan mengangkat tubuh ku.. dan itu...kau . Ah.. daerah sensitif ini" ucap yuanna sembari menutup kedua dadanya " kau.. kau bahkan melakukannya dengan mulutmu... Sekarang apa yang akan kau lakukan lagi.. ini masih siang,, dan aku juga sudah ingat semuanya.. jadi kau tidak harus melakukan hal itu lagi." jelas yuana tidak terima dengan perlakuan Shin.
"Kenapa... Hal itu kan sudah biasa!".. ucap Shin,, wajah yang tadinya kesal saat itu berubah seketika menjadi nakal.. Shin mengangkat salah satu kakinya keatas paha dan melentangkan kedua tangannya didinding sofa..
"Biasa kau bilang.. jadi kau sudah sering melakukan hal ini kepada setiap wanita" ucap yuanna, wajahnya berubah kesal seketika... Dia melepas kedua tangan dari dadanya kemudian mengepalkannya.
"Tentu saja aku hanya melakukannya kepadamu... " Jelas Shin sembari tersenyum nakal.
__ADS_1
"Kenapa harus aku,, aku kan sudah bilang kalau aku sudah ingat semuanya jadi jangan lakukan hal itu lagi...kau bilang kau tidak akan pernah mencintaiku kan sebelumnya" jelas yuanna masih berdiri dengan kepalan tangannya.
"Meskipun tidak saling mencintai.. itu tidak masalah.. yang kulakukan hanyalah sebuah salam rindu karena sudah lama tidak bertemu" ucap Shin lalu mulai menggoyangkan salah satu kaki yang telah diangkatnya.
"Jadi kau juga melakukan itu kepada kakakku saat kalian bertemu,, tapi kakakku tidak punya payudara" ucap yuanna yang kemudian melepaskan kepalan tangannya..
"Bodoh.. mana mungkin aku lakukan itu kepada kakakmu,, diakan laki laki.. aku hanya lakukan itu kepada wanita" ucap Shin merasa kesal dengan kebodohan yuanna..
"Sudah berapa banyak wanita yang kau begitukan?" Tanya Yuanna mulai cemburu..
"Kan sudah kubilang.. aku melakukannya hanya kepadamu" jelas Shin semakin dibuat kesal oleh yuanna.
"Kenapa kau lakukan itu hanya kepadaku?" Tanya Yuanna ulang membuat Shin semakin geram,, dia kemudian menurunkan kakinya dan menarik tangan yuanna untuk jatuh keatas pangkuannya.
"Karena kita sudah lama tidak bertemu,, dan kita kan pernah hidup bersama.. jadi sudah sewajarnya kita melakukan itu" bisik Shin ke telinga Yuanna ,, tangannya memeluk tubuh yuanna lembut..
"Benarkah!.hm. Kalau begitu.. aku akan katakan kepada kakakku untuk melakukannya juga saat nanti kami bertemu,, " ucap Yuanna sembari membalas pelukan Shin.. Shin benar benar kesal dengan ucapan yuanna kemudian menjauhkan tubuh yuanna dari tubuhnya.
"Tentu saja tidak boleh.. kau hanya boleh melakukannya denganku,, tidak ada satu orang pun yang diizinkan untuk menyentuhmu kecuali aku,, kau paham.. "perintah Shin sembari menatap serius kemata Yuanna..
"Aku paham.. aku hanya tidak dapat menerima apa yang kau lakukan... Kau tidak mencintaiku tapi kau selalu melakukan hal mesum kepadaku,, kau juga melarang ku dekat dengan laki laki lain.. kau merasa aku milikmu sementara aku tidak bisa memilikimu" bentak yuanna marah saat itu membuat Shin tercengang seketika.. Shin yang melihat kekesalan yuanna kemudian memeluknya lagi dengan lembut..
"Bukankah kau ketua Fans Club Shin sejati,, jadi kau juga tahu bahwa tidak ada yang bisa memilikiku..kau tidak perlu khawatir.. kita akan hidup berdua tanpa ada yang mengganggu" jelas Shin untuk menenangkan yuanna..
"Benarkah.. kalau begitu berjanjilah kepadaku,, kau tidak akan mencintai wanita manapun,, dan kau juga tidak boleh dekat dengan wanita manapun" pinta yuanna kepada Shin tegas.
"Baiklah baiklah.. aku janji" ucap Shin berjanji "kecuali kau,, aku tidak akan mencintai wanita manapun"gumamnya kemudian didalam hati. "Baiklah sekarang ayo kita lakukan salam rindu" ajak Shin kemudian mencium leher yuanna..
"Se..sekarang ya.. ini masih siang" ucap yuanna ragu ragu.
"Tenang saja.. tidak akan ada orang yang melihatnya.." ucap Shin kemudian mulai menjatuhkan tubuh yuanna keatas sofa.. lalu mencium bibir yuanna dengan lembutnya,,.
__ADS_1
"Ah... Siang siang begini berbuat hal mesum dirumah orang" ucap seorang yang tiba tiba masuk kedalam Rumah yuanna.. mendengar hal tersebut yuanna dan Shin bangun dari baringannya seketika..