
“Minggir” ucap pengunjung yang tak lain adalah Shin kepada yuanna yang saat itu terkejut akan kedatangannya. Shin masuk ke dalam ruangan yuanna seenaknya dengan menarik sebuah koper besar diikuti dengan natto yang juga menarik koper miliknya.
“kau.. untuk apa kau datang kemari?” ucap yuanna dari belakang shin yang menghentikan langkah kakinya berjalan.
“Kau sudah datang” ucap idris keluar dari kamarnya.
“Apa apaan ini semua..kenapa kalian membawa koper masuk ketempat tinggalku” ucap yuanna masih tidak terima.
“Ini tempat tinggalku,, aku yang membelinya,, wajar saja aku tinggal disini,, dan aku juga harus mengawasimu.. aku takut kau dan kakakmu merencanakan sesuatu hal buruk dibelakangku” tuduh shin seenaknya.
“dan, aku adalah assissten pribadi Shin yang ditunjuk langsung oleh kakeknya untuk mengawasinya.. jadi dimanapun dia tinggal maka aku juga akan ada disana,, termasuk ditempat tinggalmu” tambah natto seenaknya..
“Sudah kuduga..pasti dia akan mengikutiku” gumam Shin didalam hati..
“Pergi” usir yuanna..tapi Shin dan natto tidak peduli.. mereka terus berjalan masuk ke kamar yuanna.“itu kamarku.. tidak ada kamar lagi untuk kalian” jelas yuanna kesal.
“Beli” perintah Shin pada natto
“Oke” jawab natto lalu menghubungi seseorang untuk kemudian membeli seluruh ruangan di apartemen tersebut..
“Malam ini aku akan tidur diruang tamu.. ,, “ ucap Shin kemudian duduk sesuka nya disofa.. “ atur semuanya untukku” perintah Shin lagi pada natto.
“Baiklah bos” ucap natto lagi lalu menghubungi seseorang kembali."besok akan ada beberapa orang yang datang untuk memperbesar ruangan ini.. jadi kita tidak perlu khawatir lagi kekurangan kamar" ucap natto setelah menutup panggilannya.
“Mulai hari ini.. dimana pun kau melihatku.. panggil aku bos.. karena aku adalah Bos mu..” perintah Shin kepada yuanna seenaknya sembari melipat kakinya.
“Ha.. sial sekali aku hari ini” ucap yuanna dalam hati tanpa memperdulikan ucapan shin..dia lalu bergerak meninggalkan pintu untuk pergi kekamar dan mandi.. lagi dan lagi.. bel pintu rumahnya berbunyi.. hal itu membuat yuanna muak.
“Siapa” bentak yuanna setelah membuka pintu.
__ADS_1
“Nana...aku ou nana” ucap nana gelagapan ketika dibentak yuanna.
“Ahh...maaff.. nona nana,, saya kira siapa? Ada keperluan apa anda berkunjung ketempat saya.” Tanya yuanna mulai lembut”dan lagi kenapa wanita ini bisa tahu alamatku” gumamnya kesal dalam hati..
“Aku.. aku mohon padamu.. izinkan aku tinggal disini.. karena adikku natto juga tinggal disini dan lagi.. tidak baik bagimu untuk tinggal bersama dua laki laki sendirian” jelas Nana sembari membungkukan tubuh memohon pada yuanna.
“Ada benarnya juga perkataanya.. tapi masa iya dia mau tidur satu kamar denganku”gumam yuanna lagi dalam hati..
“Tidak masalah kalau aku harus tidur diruang tamu.. aku tidak punya uang lagi untuk menyewa tempat tinggal,, biasanya aku tidur diapartemen adikku.. tapi ntah kenapa dia tiba tiba pindah kerumahmu..dan saat dia pergi aku mengikutinya dan menemukan dia masuk kesini..” jelasnya lagi memelas..
“Baiklah..baiklah.. kau boleh tidur dikamarku” ucap yuanna merasa kasihan..nana lalu masuk kedalam ruangan yuanna.. dan tiba tiba matanya membesar seketika melihat seorang laki laki yang dia kenal sedang menatap serius kearahnya didepan pintu kamar sembari melipat kedua tangannya kedada.
“Kau..kenapa bisa ada disini” ucap nana kepada idris yang tidak senang melihat kedatangannya.
“Seharusnya aku lah yang bicara seperti itu.. untuk apa kau datang dengan membawa koper masuk ketempat tinggal adikku” jawab Idris merasa kesal
“Kau..kenapa bisa ada disini” ucap nana kepada idris yang tidak senang melihat kedatangannya.
“Kalian saling kenal?” Tanya yuanna penasaran melihat mereka.
“Tidak” ucap idris
“Iya” ucap nana
“apa kau kira orang seperti ku senang berkenalan dengan orang sepertinya” ucap Idris pedas untuk menyindir Nana.. Seketika itu juga hati nana merasa bergetar kesal dengan ucapan idris..
“Jadi menurutmu orang sepertiku tidak pantas berkenalan dengan orang sepertimu, begitu” ucap nana tidak terima sembari memandang kearah idris yang telah membuang wajahnya dan masuk kedalam kamar karena merasa sangat malas melayani Nana..
“awas saja kau,, akan kubuat kau jatuh cinta padaku” gumam nana dalam hati.. yuanna yang melihat kekesalan nana hanya bisa menggelengkan kepala.
__ADS_1
*******
Beberapa menit setelah Yuanna selesai mandi tiba tiba bel pintunya berbunyi,, kali itu natto yang membukanya dan terkejut melihat orang yang ada didepan pintu tersebut. Yuanna yang mendengar dan mengenal suara orang tersebut langsung keluar dari kamar ,, dia juga tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya melihat Sien dan Royan berdiri didepan pintu apartemennya.
“Aku bilang padamu ini sudah malam” ucap natto tidak ingin membiarkan Sien masuk.
“Aku hanya ingin menyapa pemilik tempat ini” ucap Sien memaksa.
“Kau memang tidak mengenal waktu ya” ucap Shin tidak senang dari dalam ruangan kepada Sien.. Mendengar suara tersebut,, sien mulai emosi.. dia tidak menyangka bahwa Shin berada didalam ruangan Yuanna sembari terbaring miring disofa dan memainkan remote televisi.
“Minggir” dorong sien kepada natto.. natto terpaksa menyingkir dari hadapan sien yang telah mendorongnya.
Sien mendatangi Shin yang saat itu sedang bersantai dengan memainkan sebuah permen lolipop dimulut nya,, dia terbaring mirip menghadap televisi sembari Menahan kepala dengan sebelah tangannya lalu tangan lainnya masih memainkan remote televisi.
“kenapa kau disini?” ucap Sien tidak senang..
“hal itu yang seharusnya aku tanyakan padamu” tanya balik Shin masih dengan menatap kearah televisi.. kali itu tatapannya berubah jadi serius.
“Aku sudah membeli salah satu ruangan dari apartemen ini.. wajar saja aku datang untuk menyapa tetanggaku” jawab Sien kesal.. sementara itu Nana yang baru saja mandi kemudian keluar dari kamar Yuanna dan melihat yuanna berdiri khawatir didepan pintu,, dia lalu mendatangi yuanna dan memeluk bahunya.. tiba tiba tatapan senang melihat yuanna berubah seketika menjadi khawatir ketika melihat percakapan Sien dan Shin yang saat itu berada diruang tamu.. disisi lain natto juga masih berdiri dihadapan pintu menyaksikan percakapan mereka,, dan royan dengan santainya berjongkok didepan pintu menunggu pemilik tempat mempersilahkannya masuk.
“Kau mengikutinya?” Tanya Shin mulai kesal namun dia masih tidak bergerak dari posisinya.
“Bukan kah itu kau yang mengikutinya?” tanya balik Sien semakin kesal melihat Shin.
“Ini tempat tinggalku dan dia... wajar saja aku disini..” jawab Shin seenaknya.
“bukan kah kau sudah bercerai dengannya,, seharusnya kau tahu malu mengatakan itu” ucap Sien semakin membuat kesal Shin sembari melihat sekelilingnya.. dia menemukan yuanna dan nana sedang berdiri memandang mereka.
“Yuanna” panggil Sien sedikit senang telah melihat orang yang dicari,, lalu dia melangkah kan kaki mendekati yuanna,, tiba tiba langkah kakinya terhenti ketika sebuah tangan menyentuh bahunya..
__ADS_1
“Aku juga pemilik tempat tinggal ini,, seharusnya kau juga menyapa aku” ucap Shin yang saat itu sudah mengambil posisi berdiri dan memegang bahu Sien untuk kemudian membuang gagang lolipopnya.. mereka berdua saling melihat dengan tatapan bermusuhan.. tidak beberapa lama kemudian idris keluar dari kamarnya dan mendatangi mereka berdua.
“gaple” ajak Idris sembari memperlihatkan kartu gaple ditangannya..