Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
terpisah


__ADS_3

Shin duduk disofa ruangan kerjanya berhadapan dengan idris .. seperti biasa ketika bertemu mereka membahas beberapa urusan penting.. Shin duduk dengan melipat kakinya sementara idris membuka kakinya dan mengenggam sebuah botol di tangannya.


“Berikan obat itu kepadanya” perintah Idris dengan serius sembari meletakkan botol berisi beberapa pil dari genggaman tangannya


“Tidak.. jawabanku akan sama seperti empat tahun yang lalu” jawab shin lalu membuka lipatan kakinya.


“Shin.. kau masih mau mencoba membuka semua ingatannya lagi seperti dulu... tidak tidak.. aku tidak bisa membiarkannya” ucap idris sambil menggelengkan kepala..


“Aku akan melindunginya” jawab tegas shin


“B**g**t kau kira kau sanggup melakukannya” idris memukul meja yang ada didepannya.


“Dulu.. kau menyuruhku pergi menjauhinya... baiklah.. itu dulu... sekarang tidak akan kuulangi lagi.. selamanya dia akan menjadi milikku” ucap Shin dengan percaya diri.


“Sombong sekali kau,, kau tidak sadar apa yang kau lakukan akan menyia nyia kan usaha keras ayah dan kakekku untuk melindunginya” bentak Idris


“Dan pada akhirnya apa yang diusahakan mereka membuat dia menderita.. dan juga apa yang kau lakukan selama ini hanyalah membuat dia menderita idris.. sudah sadarkah kau” bentak shin kali ini Shin mulai marah.


“ Menderita katamu.. dia akan lebih menderita lagi jika dia mengingat semuanya” balas idris memaki


“Sampai kapan kau akan menghentikan ingatannya kembali,, kau tidak lihat beberapa kali dia tak sadar kan diri dan kesakitan.. aku melihatnya dengan mata kepala ku sendri br**g*ek” shin balas memaki


“shin,, kau..” idris berjalan kearah shin lalu memukulnya.. Shin terjatuh dilantai matanya membesar ketika melihat Yuanna dan Lian berdiri didepan pintu..


“Kakak!” panggil yuanna ketika dia melihat idris ada dihadapannya dan telah memukul jatuh Shin.. Idris menolehkan kepalanya mendengar suara yuanna yang memanggil namanya.. dia mengambil botol obat dan segelas air mineral atas dimeja,, lalu berjalan menuju yuanna.


“Minum..”perintah idris.. yuanna menepis gelas dan obat ditangan idris


“Kau mau menipu ku lagi.. lagi dan lagi..terus menipuku ” ucap yuanna dengan keras..

__ADS_1


“Yuanna,, kau tidak mau lagi dengarkan kakak.. kakak baru saja melihatmu.. kau sudah marah marah” ucap idris menenangkan hati Yuanna.. lalu dia memegang kedua bahu yuanna


“Kenapa kau menyembunyikan bahwa Paman Xu bukan ayahku padahal ayahku sudah mati.. kenapa kau bilang ibu membenciku padahal ibu depresi.. kenapa kau mengarang cerita masa kecilku.. kenapa kau berbohong .. “ bentak yuanna sembari melemparkan tangan idris dari bahunya.. “obat... obat ini yang selalu ku minum ketika aku dikurung oleh Sienn... obat ini bahkan membuatku kecanduan... 2 bulan aku telah tertidur untuk melepas kecanduanku pada obat ini.. dan kau mau memaksaku meminumnya”tambah yuanna lagi.. idris terdiam tidak tahu harus menjawab apalagi.. dia juga merasa bersalah tapi dia tidak punya pilihan.. Lian yang masih bingung dengan keadaan itu tetap berdiri mencoba mencerna kata kata yang mereka ucapkan... selama tiga tahun berteman dengan yuanna,, dia belum pernah mendengar bahwa yuanna kecanduan minum obat.. Sementara itu Shin yang tadinya terjatuh dilantai karena pukulan idris kini telah berdiri.. dia berjalan menghampiri mereka.


“Dengarkan aku kak... aku benar benar menderita sebelum bertemu dengan Shin.. kau juga sudah sekarat lebih dari tiga tahun ,, jadi aku sudah terbiasa hidup tanpamu.. aku mohon ..jangan persulit keadaanku sekarang” jelas yuanna ,, dia lalu meraih lengan Shin mengajaknya pergi meninggalkan Idris yang tetap terdiam membisu.. Lian yang tidak tahu apa apa terpaksa mengikuti mereka.


******


3 tahun yang lalu


Yuanna terbaring dari tidur panjangnya.. dilihat oleh nya idris duduk tersenyum berada disampingnya, matanya terlihat sangat sedih ketika memandang yuanna.


“Kau sudah sadar! “ tanya idris sambil tersenyum kepada kakaknya..


“Kakak.. ada apa denganku?” Yuanna balik tanya..


“Kau hanya sedikit kelelahan setelah melaksanakan kegiatan di acara kelulusan mu” jelas idris berbohong..“Kakak tadi sudah mendapatkan pesan dari Sien..”


“Kau ingat?”tanya Idris merasa terkejut..dia tidak menyangka bahwa Yuanna masih memiliki ingatan setelah ia dan ayahnya hapus beberapa jam yang lalu.


“tentu saja aku ingat,, dia yang menyebabkan hidup ku di SMP menderita”


“Ha..kenapa kau berbicara seperti itu.. dia tidak pernah melakukannya..bukannya kau bilang kau suka dengannya”


“Aku..suka dengan dia..hmmmmmm...memang iya aku pernah suka dengannya tapi itu mungkin suka sebagai ..... itupun sebelum aku tahu dia penyebab aku dibuli oleh teman teman sekelas ku..dan kakak juga sudah memukulnya kan diruang serikat sekolah sewaktu kakak SMA dulu”


“Kapan aku memukulnya? Kau ini bicara omong kosong begini ,, tidak ada buktinyakan”


“Ketua kelas ku melihatmu memukul Sien,, dia yang mengatakannya padaku”

__ADS_1


“Kau percaya dengan ucapannya.. hubungan kakak dan sien bahkan sangat baik..kenapa kakak harus memukulnya”


“benarkah” Yuanna berpikir bahwa kakaknya menyembunyikan sesuatu.


“Benar..sungguh.. kau bilang kau ingin bertemu dengan sien kan..dan kau ingin menyatakan perasaan mu dengannya.. kakak sudah katakan pada sien..malam ini dia setuju untuk bertemu dengan mu di atas bukit tempat kalian biasa bertemu.. jangan buat malu kakak.. datanglah dan katakan kau menyukainya” perintah sien agak memaksa..


“Kakak..aku benar benar tidak ingat pernah mengatakannya..”


“Kau mau buat malu kakakmu ini ya”


“Baiklah ..aku akan menemuinya”


Yuanna berjalan naik keatas bukit,, dilihat olehnya sien sedang berdiri tersenyum menantinya..


“Kau ingin bicara padaku?” tanya sien setelah yuanna sampai diatas bukit


“Benar.. aku ingin bilang padamu... aku menyukaimu” kata Yuanna .. seorang remaja laki laki berdiri dibalik bukit mendengarkan pembicaraan mereka.. remaja itu adalah Shin..


“Kau dengar sendiri.. Yuanna menyatakan perasaannya pada Sien dan bukan padamu.. kau harus menyerah sekarang Shin,, pergilah jauhi yuanna” ucap idris dari belakang sambil memeluk bahu Shin..Shin terdiam membisu.. hati dan tubuhnya bergetar.. dia tidak sanggup


mendengarkannya lagi lalu pergi meninggalkan tempat tersebut..


Shin berjalan penuh emosi menuju kerumah yang dibelikan oleh neneknya.. setelah sampai lalu masuk kedalam kamarnya.. dia duduk bersandar didinding, air matanya jatuh membasahi pipi.. hatinya saat itu sangat sakit mendengarkan pernyataan yuanna kepada sien..dia teringat satu hari yang lalu masih memiliki janji dengan yuanna untuk bertemu dibukit itu ..dia bahkan berniat untuk menyatakan perasaannya malam itu.


Sudah lebih dari dua hari Shin berada didalam kamarnya .. pelayan rumahnya merasa khawatir dengan keadaan tuannya lalu menelpon nyonya besarnya memberitahukan keadaan tuannya yang belum keluar dan bahkan belum makan sedikitpun.


Diahu yang cemas mendengarkannya langsung pergi kenegara asalnya untuk menemui cucunya..


Setelah beberapa jam perjalanan,,dia akhirnya sampai lalu dengan gelisahnya membuka pintu kamar Shin..dilihatnya Shin terbaring di lantai,, wajahnya pucat lemas..dan tubuhnya gemetaran.. “shin” panggil diahu.. Shin yang masih memiliki sedikit tenaga duduk dari baringannya menyandar dinding lalu melipat salah satu kakinya dan menundukkan kepalanya bersandar dilengan tangan..dia menangis terisak isak.

__ADS_1


“Ahhh...hiks hikss...nenek.. yuanna meninggalkanku.. aku takut ... nenek tolong aku..aku tidak bisa kehilangannya..hiks hiks hikkss nenek... yuanna menyatakan perasaannya kepada sien..nenek...hiks hiks hiksss.. aku menyukai yuanna bahkan mencintainya.. nenek tolonglah aku..rasanya sangat sakit” ucap Shin tunduk menangis..diahu dengan sigap memeluk cucu kesayangannya.


“Kau mau kembali ke jerman ikut nenek lagi, mana tahu dengan begitu kau bisa melupakannya.. ” saran neneknya kepada Shin..Shin hanya mengaggukkan kepala..beberapa hari kemudian Shin telah pergi meninggalkan negara itu kejerman..


__ADS_2