
“Buuukk” pukulan mendarat kejoila.. joila terlempar agak jauh dari Sien.,, dia jatuh terduduk dilantai dengan sebuah pistol yang tertodong kekepalanya..
“Kembali silly,, atau teman mu ini akan mati” perintah sien yang telah menodongkan pistol kekepala joila,,
“Lian,, kerahkan pihak militer.. yang mulia raja sedang dalam bahaya” ucap natto melalui earphone yang ia kenakan saat kontak telah terhubung oleh lian yang saat itu sedang menghubunginya..Lian yang tadinya mencari silly disekeliling kota menghubungi Natto yang mengikuti idris kebandara untuk memastikan keberadaan Silly..
“Baiklah” ucap lian tanpa banyak bertanya,, ia sudah bisa menyadari situasi berbahaya yang terjadi.. ia lalu bergegas menghubungi nana setelah panggilan tertutup.
“Sien.. kenapa kau memiliki pistol ditanganmu?” Tanya silly yang mulai ketakutan dengan situasi yang sangat membahayakan didepan matanya.. idris yang melihat joila dalam bahaya tidak memiliki pilihan lain selain melepaskan tangan Silly..
“Kembali kubilang” bentak sien lagi yang terpaksa dituruti wanita itu karena melihat Joila dalam bahaya.. Silly dengan perlahan berjalan mendekati Sien membuat piluh perasaan idris dan natto yang tidak bisa berbuat apa apa..
“Buuukkk” joila yang melihat konsentrasi sien pecah karena melihat silly berjalan menghampirinya telah berhasil menjatuhkan pistol milik sien menggunakan tendangan kaki.
“Berhenti silly” teriak joila lalu mengambil pistol dan mengarahkannya kepada Sien..
“Apa yang kau lakukan.. jangan bunuh sien” teriak silly tidak terima joila menodongkan pistol kearah sien..
“kubilang berhenti” teriak joila lagi mengejutkan silly yang telah berhenti ditengah jalan.. Situasi saat itu sangat menegangkan ..kelompok berbaju hitam telah bersiap siaga untuk menembaki idris.. begitu juga pihak kepolisian yang mencoba melindungi raja mereka.
“Kembali” teriak seorang laki laki dari jauh yang saat itu sedang berjalan cepat menuju silly..
“Shin” ucap silly terkejut dan tidak percaya dengan kedatangan laki laki yang ia cintai itu.. semua orang menatap kearah shin seketika.
“Tembak” perintah sien kepada bawahannya..
“Kalian tembak.. ketua kalian mati” ancam joila menghentikan pergerakan orang orang berbaju hitam..shin terus berjalan meghampiri silly yang masih tidak bergerak dari posisinya..
__ADS_1
“Tembak” perintah siien yang tidak bisa dilaksanakan bawahannya karena pistol ditangan joila telah menyentuh kepala Sien.
“Kembali kubilang” teriak Shin masih dari kejauhan kepada silly yang kebingungan.
“Kembali kemana bodoh,,” maki Silly yang kebingungan antara kembali ke sien yang mengajaknya pulang atau kembali ke idris yang akan menahannya karena tindak kriminal yang ia telah salah pahami.. “Hatiku memang tidak berani melawan perintahmu,, tapi bukan berarrti aku mau terus untuk kau perintah seenaknya.. Aku.. aku bahkan tidak pernah memaksa mu untuk mencintaiku.. aku juga tidak masalah jika terus kau hina.. jika kau mau aku pergi.. aku akan pergi.. jika kau...hiks.. mau aku tetap tinggal ak......” tangis Silly mengeluarkan semua yang tersimpan didalam hatinya kepada shin yang telah mendekatinya.
“Kembali kepadaku bodoh” ucap shin saat telah mendekati silly..
“Yuanna,, yuanna ada diindonesia shin,, kau bisa bersa...”
“Yuanna atau siapapun itu aku tidak peduli.. yang aku tahu saat ini kau lah orang yang aku cintai” ucap shin lalu meraih leher atas silly dengan kedua tangannya dan mencium lembut bibir wanita tersebut..
“Shin... brengsek” sien mencoba bergerak menuju Shin untuk melepaskan ciumannya dari silly tapi joila dengan sigap menangkap kedua tangan Sien kebelakang..
“Ayo pulang” ajak shin setelah mencium sebentar bibir wanita yang terpaku membisu saat itu sembari menarik tangannya meninggalkan Sien yang meronta ronta ingin melepaskan diri dari joila..
“Hmmm...” idris tersenyum Puas melihat Pemandangan didepan matanya.. ia melirik kearah sien yang mencoba melepaskan diri..
“Brengsek kau Sien..” maki idris kesal.. “ kuperingatkan kepadamu ,, sien keparat,, Yuanna selamanya adalah miliki Shin” ucap idris lalu pergi meninggalkan Sien yang telah dilepaskan oleh joila.. pihak militer telah mengepung Bandara,, mereka berhasil menangkap orang orang berbaju hitam dan meninggalkan Sien yang berdiri geram mengepalkan tangan karena tidak berhasil Mengambil yuanna kembali..
“Lanjutkan ke rencana berikutnya” perintah sien kepada bawahannya yang terhubung melalui earphone yang ia kenakan saat itu.
********
Mobil berlambang kerajaan telah terpakir disamping rumah sederhana yang terbuat dari papan kayu biasa.. Shin turun dari dalam mobilnya dengan perasaan yang teramat lega karena berhasil membawa silly kembali..
Disepanjang jalan silly hanya terpaku diam membisu memandang kedepan tanpa melihat kearah manapun karena pernyataan cinta shin yang tidak disangka sangka. dia masih tidak percaya bahwa orang seperti shin akan menyatakan cinta kepada orang biasa sepertinya..
__ADS_1
“Kau tidak mau turun juga ya” shin memasukan kembali sebagian tubuhnya kedalam mobil untuk melihat Silly yang belum juga keluar dari dalam mobil..
“Aku!” Ucap silly yang telah tersadar dari ketidak percayaannya saat itu..
“Kau ini kenapa sih .. bodoh sekali” geram shin yang kemudian berjalan menuju pintu mobil silly.. ia membuka pintu tersebut lalu menarik silly yang linglung keluar..
“Shin kau benar benar mencintaiku” tanya silly meyakinkan dirinya.. melihat kebodohan wanita tersebut shin merasa sangat kesal dan berkali kali menghembuskan nafas.
“Tentu saja tidak.. mana mungkin aku mencintaimu” ucap shin bohong agar silly kembali normal.
“Ha.. sudah kuduga” Silly yang mendengarkan ucapan Shin merasa kesal lalu menghempaskan tangan Laki laki tersebut keudara “tolol sekali aku mau ditipu olehmu” tambahnya lagi lalu berjalan masuk kedalam rumah..
“Bodoh .. tentu saja aku mencintaimu” gumam shin dalam hati sembari tersenyum memandang punggung wanita yang sedang sangat kesal itu..
“Kau dengar aku,, mulai sekarang kau dilarang keluar” perintah shin setelah Silly duduk diatas sofa sembari memeluk bantal kecil.. Shin saat itu berjalan menuju lemari es untuk meneguk botol minuman.
“Jadi yang akan kewarung siapa,, kalau bukan aku!” tanya Silly bingung dengan perintah Shin yang semakin menjadi jadi.
“Aku.. “ jawabnya singkat menuju pintu untuk menguncinya..
“Jadi aku tidak bisa keluar lagi sekarang ya.. mungkin rumah ini adalah penjara bagiku karena telah melakukan tindak kriminal” ucap silly teringat kejadian dibandara,, ucapannya itu tanpa sengaja terdengar ditelinga Shin.. Shin yang sudah menyadari bahwa silly pasti telah salah memahami sesuatu tersenyum geli memandang kearahnya..
“Benar.. rumah ini adalah penjara bagimu,, dan aku adalah pengawas yang akan menjagamu agar kau tidak berusaha untuk kabur” shin yang telah kembali dari pintu lalu duduk desofa yang tidak jauh dari silly untuk mendengarkan ucapan bodoh dari wanita itu.
“Tenang saja.. kalau hanya dipenjara didalam rumah seperti ini tidak masalah bagiku.. aku juga masih bisa menonton Naruto,, dan bisa juga memesan bakso yang akan aku ambil melalui jendela.. tapi apakah ini adil bagi yang lainnya,, hanya karena aku kembaran dengan adik raja.. hukuman ku bisa seringan ini” silly memandang kearah depan,, ia masih tidak menyangka bahwa hidupnya bisa seenak itu haanya karena dia dekat dengan raja negara..
“Tentu saja tidak seringan itu.. kau harus melayaniku mulai dari sekarang.. karena idris telah memberikan mu seutuhnya kepadaku,, aku juga yang menyarankannya untuk meringankan hukumanmu.. kau mau tahu hukuman mu yang sebenarnya?” shin mulai menakut nakuti silly..
__ADS_1
“Tidak” silly menggelengkan kepala menghadap kearah shin..”jangan beri tahu aku” dia mulai menutup kedua telinganya dan menundukan kepala. tapi shin telah mendekat terlebih dahulu dan meraih salah satu tangan silly.. kemudian membisikan sesuatu.
“Digantung ditiang bendera “ bisiknya kemudian mengejutkan silly setengah mati.