Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
teman tapi musuh


__ADS_3

Hari ini adalah Hari yang kutunggu tunggu, setelah sekian lama menunggu akhirnya Ibu sien memanggilku untuk mendiskusikan tentang permintaanku sebelumnya.


Aku sudah sangat bosan tinggal dirumah, kejadian malam hari itu seperti angin berlalu begitu saja. Shin juga begitu mudahnya kembali seperti biasa. walaupun bagiku masih terasa canggung, tapi dengan sikap Shin yang lembut, aku bisa melalui masalah kejadian malam itu dengan mudah.


kalau dipikir-pikir mana ada wanita yang tidak bisa jatuh cinta dengan seseorang seperti Shin, walaupun kamar kami terpisah dan dia sering pulang larut malam, saat bertemu dia selalu menanyakan kabarku, kami juga sering mengobrol diruang tamu.


dan juga, untungnya Shin mengizinkanku masuk keruang kerjanya, ruang yang diisi dengan sebuah lemari penuh buku, jadi tidak membosan berlama-lama berada di ruangan tersebut.


Terkadang aku juga ketiduran disana lalu setelah bangun, aku sudah berada diatas kasurku.


aku yakin, Shinlah yang telah membawaku kembali kekamar. Aku menyukai Shin, sangat menyukainya.


bukan hanya itu saja, ketika melihat Shin, aku juga sangat bahagia. Jika aku bisa kembali kemasa-masa SMP-ku, pasti, aku akan masuk ke dalam fans Club Shin, karena aku memag sudah lama mengaguminya.


sekarang, tugasku sebagai istri hanyalah untuk mencintainya.


Beruntung sekali diriku, bukan..?


tidak ..


aku tidak akan membiarkan keberuntungan ini begitu saja, perasaan ku mengatakan ada hal yang tidak baik akan terjadi,dan aku juga merasa aneh, kalau hanya untuk menjauhi Sien, kenapa Shin harus menikahiku,??


kenapa tidak cukup hanya mengirimku pergi kesuatu tempat dimana sien tidak akan menemukanku saja..?.


Ini benar benar aneh,


karena aneh, jadi kuputuskan untuk mencari tahu apa yang sebenarnya sedang Shin rencanakan sekaligus untuk membantunya..?


walaupun aku tidak bisa membantu banyak, setidaknya aku sudah akan berusaha menolongnya.

__ADS_1


Sekarang, Aku sedang duduk disofa ruang tamu, saat ini aku berada dirumah ibu sien, dan juga rumah ayah Shin, atau bisa dibilang, ini adalah rumah mertuaku.


sungguh, terlalu malu rasanya untuk berada disini.


Tidak lama, ibu sien terliha berjalan keluar dari dapur setelah menyeduh teh dan memberikannya kepadaku,


diatas meja depanku, aku melihat ada beberapa lembar berkas yang diberikan wanita itu untukku.


“Hari ini aku akan mengambil foto mu untuk melengkapi berkas berkas yang telah aku persiapkan " ibu sien mulai membuka suara ketika ia telah duduk diatas sofa "tunggulah sebentar saja, aku telah memanggil seseorang yang akan me-make up wajah mu dan merubah penampilan mu agar Shin tidak mengenalmu” jelas wanita itu kepada ku.


aku menganggukkan kepalaku tanda aku setuju.


dia tersenyum anggun melihatku, tangan wanita itu mulai mengambil gelas teh lalu meminumnya setelah itu meletakkan kembali keatas meja. “ Namamu sebagai staff kantor diperusahaan Shin adalah Go Ansi" dia mulai menjelaskan lagi sembari memperlihatkan beberapa berkas kepadaku "ansi sebenarnya adalah nama adikku, saat ini dia berada di london." lanjutnya menjelaskan "aku dengar kau lumayan pandai disekolah, aku percaya kau pasti bisa berbahasa inggris,” aku mengangguk, mengiyakan ucapannya.


bagaimana mungkin tidak bisa..?, tidak hanya disekolah aku belajar bahasa inggris, setelah terkurung selama tiga tahun, sien juga selalu memberiku buku-buku bisnis berbahasa inggris untuk kupelajari. aku mati matian belajar untuk menyenangkan hati laki laki brengsek itu.


tidak rugi juga sih usahaku belajar keras, karenanya, kemampuan bahasa inggrisku saat ini semakin meningkat.


“ Aku memasukanmu di staff pengembangan bisnis" dia mulai menjelaskan kemabli. "aku tahu, kau sering membantu Sienku dalam usaha bisnisnya,bukan....?" lagi-lagi membahas Sien "jadi bagian ini akan sangat cocok untukmu” benar sekali, memang bagian itu sangat cocok bagiku.


kalau dipikir-pikir lagi, wanita dihadapanku ini adalah ibu sien, mungkin dia tahu banyak tentangku dari sien, pantas saja dia begitu memahamiku.


Ditengah perbincangan kami, Seseorang wanita berjalan masuk kedalam ruangan.


dia mengenakan baju berwarna kuning dan rok selutut kaki, terus berjalan menghampiri kami dan langsung duduk disebelah ibu sien.


ahh..bodohnya aku.


wajah ini, orang ini, aku tahu jelas siapa dia.

__ADS_1


“Aku pikir kau sudah mati?” ucapku dengan nada cuek, aku tidak mau memandang wajahnya.


aku ambil teh lalu kuhirup pelan-pelan.


“Hahaha.. "tawanya menyebalkan "kau sudah menyelamatkanku bagaimana mungkin aku bisa mati.. ?" sangat menyebalkan mendengar ucapannya "tapi percuma saja, rencana itu sudah gagal," kenapa juga mengatakan kegagalan rencanamu kepadaku "orang tak dikenal sudah menghancurkan usaha kerasku” aku tahu jelas dan pasti siapa orang itu, hm, kasihan sekali wahai kau wanita Licik.


“kau pura pura jatuh ketika melihat ku setelah kariean memegang tas mu, bukan! Aku bisa lihat apa yang terjadi dari jauh” tentu saja aku berbohong kali ini, aku bisa berbicara seperti ini, itu karena aku telah melihat hasil Cctv, jadi aku tahu apa yang wanita licik ini lakukan malam itu. “ tidak ada jaminan bahwa aku akan menyelamatkanmu, tapi tetap saja kau nekat menjatuhkan dirimu ke air padahal kau tidak bisa berenang” tambahku lagi.


“ Hmm benar sekali," dia terlihat tersenyum kecut, aku lirik sejenak lalu tidak mempedulikannya lagi "tapi buktinya kau menyelamatkan ku," sungguh, aku sangat menyesal menyelamatkanmu malam itu "sebenarnya aku sedang menunggu seseorang keluar untuk menghirup udara dipesta itu, kebetulan sekali ternyata dirimu dan lebih tidak disangka lagi, kau malah difitnah oleh kariean" begitu senangkah dirimu melihat penderitaanku. "wanita itu memang lawan yang tangguh” kau juga sama.


“ sudahlah lupakan saja " aku tidak ingin mengingat masa sulitku "suamiku yang baik hati telah menyelesaikan masalah itu, aku tidak tahu dengan cara apa dan bagaimana dia melakukannya tapi pada akhirnya polisi tidak datang menemuiku, dan pemilik pesta tidak mempermasalahkan hal itu,jadi..."tersenyum Remah, biarkan saja dia menerimanya " aku tidak butuh kau sebagai saksi untuk menyelamatkanku” tegasku masih melontarkan senyuman remeh Khasku.


“Maaf maaf.. "ucapanmu sungguh sudah terlambat "sebagai gantinya aku akan membantu rencanamu, bukankah kau senang?”


“Ahhh" keluhku, tidak mempercayainya " kau itu kan musuh dalam selimut, tentu saja aku sangat senang bisa bekerjasama dan dekat dengan musuhku sendiri" aku harus berhati-hati.


“Mau bagaimana lagi, aku tidak punya pilihan." tidak punya pilihan apanya, dasar wanita Licik "Cintaku sudah gila mau ditinggalkanpun aku tidak akan sanggup," ah iya iya, ambilah sien untukmu saja sana "aku juga sangat mendukung rencanamu, akhirnya kau bisa pergi dari hadapan sien dan jika kau menyamar, dia pasti tidak akan mudah menemukanmu." hah, benarkan, wanita Licik ini memang ada maunya "aku harap mulai saat ini, kau pergi jauh-jauhlah dari hadapannya." tidak perlu kau usir sekalipun aku tetap akan pergi "dan aku juga sangat senang akhirnya kau bisa menikah, menikah dengan orang yang sangat hebat lagi” aku juga sangat senang dengan pernikahanku.


“Benarkah! Aku juga sangat senang kau mau membantu menjauhkan pasanganmu dariku," sindirku, aku harap dia merasa tersindir meskipun sedikit saja " aku sudah sangat muak berhadapan dengannya, " Ungkapku sepenuh hati, sepenuh hati "ahh benar " aku ingatkan satu hal padamu "hari itu, kau tidak seharusnya menyalahkanku, kau yang bodoh, sudah tahu Sien adalah pacarmu tetapi masih bisa-bisanya kau dorong dia untuk mendekati temanmu ini" ucapku mengingatkan sekalian menyindirnya."temanmu yang polos ini mana tahu apa apa!”


“Aku tidak pernah menyalahkan mu." dia menjawab cepat "sudahku bilang, cintaku sudah gila, aku sudah cinta mati." dasar bodoh "mau ditipu kekasihpun tak masalah asal aku tetap bisa bersamanya” Waaahh dia memang gila.


“ baiklah," jawabku tanpa basa-basi lagi "aku melindungi orang yang ingin aku lindungi dan kau melindungi orang yang ingin kau lindungi." membuat kesepakatan "mulai sekarang kau adalah musuh sekaligus teman seperjuanganku." lanjutku menjelaskan kesepakatan "tentu saja sebagai gantinya aku akan menghindari kekasihmu dan kau juga harus menjauhkan aku dari kekasihmu." membuat perjanjian. "bagaimana?” aku harap ini berhasil.


aku mengangkat tanganku kehadapan Arra, dia mengapai tanganku, lalu kami berdua saling berjabat tangan.


mulai hari ini, Arra akan menjadi stylish make up ku. agar aku bisa menyamar masuk keperusahaan Shin. hari itu semua kami persiapkan.


Arra juga mengajakku ke apartemennya dan memberitahu kode sandi nya, sepertinya dia mulai mempercayaiku namun sayang sekali, aku sungguh tidak akan mempercayainya kembali.

__ADS_1


aku akan memanfaatkan dia untuk mencari informasi tentang Sien, yang pasti tujuanku bukanlah untuk hidup bersama kembali.


__ADS_2