Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
dia, yuanna


__ADS_3

"siapa juga yang mau muncul dihadapan mu,, brengsek" maki Silly saat sedang berjalan menuju istana.. Silly baru saja selesai makan malam bersama Idris disebuah restoran Sun paling terkenal dikota C.. dia yang diperintahkan oleh Idris untuk mengunjungi istana terpaksa harus jalan kaki karena mobil yang membawanya pergi tiba tiba mogok..


Dengan bermodalkan peta jalan menuju istana.. Silly memberanikan diri untuk menuju istana yang bangunannya telah terlihat dari jauh... Bangunan yang terbuat dari Kayu jati megah dibalut dengan keramik kaca di sisi bagian lainnya membinarkan mata yang memandangnya..


Kesenian Tangan Lu dan kecanggihan teknologi klan CO telah membuat istana raja tidak tampak seperti istana pada umumnya..


"Nona.. jalan ditutup.. lima ekor buaya telah terlepas dari kandangnya . Silahkan pilih jalan yang lain" seorang laki laki ditengah jalan melarang silly untuk melewati jalan tersebut.. dengan terpaksa Silly melihat petanya lagi.. dia membalikan tubuh untuk kembali kesimpang awal tempat mobilnya turun..


"Kau... " Seorang laki laki berdiri dipinggir jalan tempat mobil yang ditumpangi silly tadi berhenti.. mobil tersebut sudah tidak ada lagi disana..


"Hmm... Sial sekali.. kenapa juga harus bertemu dia" gumam Silly dalam hati yang saat itu tanpa sengaja melihat Shin dengan tatapan tajam memandang kearahnya .. silly yang tidak ingin menanggapi Shin terus berjalan kearah kirinya untuk mencari jalur lain menuju istana meninggalkan Shin yang masih berdiri..


"Nona.. jalan ini sedang dibangun jembatan.. anda tidak bisa melewatinya"seorang laki laki lagi lagi melarang silly untuk melalui jalan yang ia telah dapatkan dengan susah payah melalui peta..


"Benarkah! " Tanya silly merasa aneh.. sudah dua jalur ia lewati tapi tetap saja tidak bisa masuk menuju istana..


"Benar nona.. silahkan cari jalan lainnya" ucap Laki laki tersebut .. dengan terpaksa Silly harus berbalik arah lagi.


Beberapa saat kemudian.

__ADS_1


"Kau mengikuti" Shin berdiri di ujung jalan yang ia lewati pertama kali.. matanya tetap tajam memandang silly.. dengan malasnya silly melewati Shin menuju jalur lainnya.. tapi tangan Shin menghentikan langkah kaki silly.. Silly menghempaskan tangannya kemudian berjalan lagi..


Silly masuk kejalur ketiga.. dia dengan kesalnya harus menerima tuduhan mengikuti orang yang tidak ia senangi.. lagi dan lagi.. sebuah tali kuning menghalangi jalan tersebut..


"Nona,, disini telah terjadi pembunuhan.. polisi sedang sibuk mencari bukti.. jadi silahkan cari jalan lainnya" dengan segenap hati dan jiwanya ,, silly terpaksa pergi meninggalkan jalur tersebut untuk kembali ketempat awal dia turun dari mobil.. dia melihat petanya lagi dan menemukan 1 jalur yang masih tersisa.. jalur tersebut sangat jauh dari istana.. jalur memutar menuju belakang istana kerajaan.


Silly yang saat itu merasa lelah terpaksa melangkahkan kakinya berjalan melalui jalur satu satunya yang tidak terhalangi.. . Tiba tiba dari belakang seseorang melewatinya..silly melihat punggung seorang laki laki yang telah ia kenali..


"Dia lagi" geram silly dalam hati.. tiba tiba jalanan ramai penuh orang yang tidak dikenal menutupi jalur yang akan dilalui Shin didepan Silly... Orang orang tersebut tampak seperti sebuah rombongan sirkus.


Silly menghentikan langkah kakinya tepat disebelah Shin yang melihat aneh pemandangan tersebut.. semua orang mengerubungi Silly dan Shin.. membuat keseimbangan Silly lemah dan terjatuh seketika.. Shin yang melihat Silly terjatuh mencoba mengulurkan tangannya tapi silly menolaknya..


Lagi.. hati Shin sangat sakit sampai ia harus menutup matanya beberapa saat.. dia teringat pertengkarannya dengan Idris beberapa jam yang lalu di ruangan kantor kerjanya.


******


Beberapa jam yang lalu .


"Aku bilang dia yuanna brengsek" Idris memukul wajah Shin dengan Kepalan tangan kanannya membuat Shin jatuh terduduk diatas lantai.. dia terlihat sangat membenci Shin yang saat itu menolak percaya bahwa Silly adalah istrinya..

__ADS_1


"Kau kira aku bodoh,,, 5 tahun yang lalu aku ingat,, kau yang telah memisahkan aku dengan yuanna.. dan sekarang kau mau aku menganggap wanita murahan itu sebagai yuanna.. hentikan omong kosong mu brengsek" Shin yang telah berdiri kemudian mencoba membalas pukulan Idris yang saat itu sedang ditahan oleh Lian.. tapi tangan natto terlebih dahulu menghentikan Shin mendekati Idris.. "yuanna sudah mati keparat,, aku melihatnya sendiri didepan mataku dia tertembak puluhan peluru karena ulah bejat kakek bajinganmu itu" Shin mencoba melepaskan diri dari natto,, dengan sekuat tenaga natto menghalangi niat Shin..


"Yuanna masih selamat *****.. harusnya waktu itu.. kau saja yang mati,, karena kebodohanmu yang tidak bisa menerima yuanna menjadi gila ,, aku.. aku terpaksa menderita selama ini untuk mengurusmu dan negara sialan ini.. kau kira aku mau jadi raja... Kau... Kau laki laki pengecut yang melepaskan adikku begitu saja untuk Sien... Mati lah kau .. mati saja kau sana" maki Idris tidak terima dengan perkataan Shin tentang kematian yuanna.. Idris mencoba melepaskan diri dari Lian saat itu juga tapi Lian dengan sekuat tenaga menahan Idris yang sangat kuat.. dengan bantuan Joila.. Lian akhirnya bisa tetap menjaga Idris agar tidak memukul Shin yang saat itu sudah terkena 2 kali pukulan darinya.


"Dia Yuanna... Percayalah kepada hatimu sendiri Shin" Joila mulai membuka suara.. dia baru saja masuk keruangan tersebut setelah mendengar kedatangan yuanna kembali..


"Lepas" Shin memaksa natto untuk melepaskannya.. dengan terpaksa natto melepaskan Shin,, dia tidak memiliki banyak tenaga lagi untuk menahannya.. Shin memperbaiki jasnya yang berantakan lalu pergi meninggalkan Idris.


"Kau... Suatu hari nanti kau akan menyesal dengan keputusanmu brengsek...pergi saja kau sana.. biar aku yang mengurus yuanna sendiri... Mati saja kau sana brengsek" maki Idris dari kejauhan.. Shin masih belum mempercayai silly sebagai yuanna saat itu.. dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa wanita yang dia cintai adalah orang ***** dan tidak tahu malu seperti silly yang bahkan mengakuinya sebagai selingkuhan Shin.


********


"Hei... Mau apa kau..lepaskan aku brengsek.. " maki silly sembari memukuli punggung Shin yang telah mengangkat silly keatas bahunya..


"Kau tidak bisa tenang sedikit ya.. " ucap Shin geram melihat silly yang banyak bergerak membuat dia kesulitan menggendongnya..


"Aku tidak suka dengan caramu ini... Lepaskan aku brengsek" maki Silly masih dengan memukuli punggung Shin.. dengan menahan kesabaran Shin menurun kan Silly.. sesaat kemudian mengangkatnya lagi dari depan..


"Begini sudah bisa tenangkan" Shin memandang wajah silly yang saat itu masih merasa terkejut dengan perilaku seenaknya Shin..

__ADS_1


"Ka...kau bilang aku tidak boleh muncul dihadapan mu lagi.. ka..kalau kau menggendongku seperti ini.. wajahku akan muncul terus dihadapanmu " ucap silly ragu ragu..dia berharap Shin menurunkannya.. Shin yang saat itu berhenti lalu melangkahkan kakinya menatap kearah depan tanpa memperdulikan ucapan silly yang saat itu sudah berada diatas kedua tangannya..


__ADS_2