
Selama hampir seminggu bekerja, akhirnya aku mendapat izin cuti seharian.. aku masih terbaring lemas diatas kasur nyamanku.. sangat nyaman.. Aku mulai berpikir Kalau Ansi sudah kembali dari luar negeri apa mungkin aku masih bisa tinggal disini.. walaupun Shin berkata tidak akan menceraikan ku dan juga menyatakan bahwa aku akan menjadi miliknya untuk selamanya.. tapi tetap saja orang yang disukai nya adalah Ansi.
Aku bangun dari baringan ku.. masih terasa malas untuk meninggalkan kasur nyamanku.. tetapi perutku sudah berbunyi.. aku pergi kekamar mandi menyikat gigiku dana membersihkan wajahku lalu bergegas ke ruang makan.. seperti biasa.. ketika aku bangun semua sarapan telah tersedia.. pelayan dirumah ini akan pergi setelah segala sesuatunya telah disiapkan.. selama bekerja aku jarang melihat Shin dirumah.. dia juga sepertinya tidak terlalu memperdulikanku.. selama tinggal disini Shin tidak pernah sekalipun membangunkan tidurku.. atau mengetuk pintu kamarku..
Aku selalu pergi sebelum Shin Bangun dari tidurnya.. dan pulang sebelum Shin sampai dirumah.. kadang jika Shin sudah sampai dirumah.. aku selalu meminta Go anya untuk mengantarku pulang.. Shin mengira bahwa aku selalu mengunjungi rumah ibu tirinya.. sejauh ini keadaanku masih baik baik saja..tapi untuk kedepan aku tidak tahu.. yang terpenting aku berusaha saja dulu untuk membantu.. jika aku ketahuan oleh Shin bagiku tidak masalah.. aku akan membuktikan keseriusanku kepadanya.
Setiap hari setelah berangkat kerja.. aku selalu mengunjungi apartemen Arra.. dia membantuku mewarnai rambut, me-make up wajahku dan meminjamkan baju untukku ... kalau aku sudah mendapatkan gaji .. aku berjanji untuk membagi separuh untuknya..lalu separuhnya lagi untuk membeli baju baru.. aku tidak ingin terlalu sering memakai uang shin.
Ruang tamu sangat sepi.. pelayan juga sudah pergi.. setiap hari aku hanya pergi membaca buku diruang kerja Shin.. biasanya aku menghabiskan waktu untuk bermain game..tapi kini aku sudah sangat bosan dengan game tersebut..
Setelah sarapan.. Aku memasuki ruang kerja Shin.. betapa kagetnya aku ketika melihat Shin yang saat ini berada didepan komputer.. dia memakai kacamata dan baju tidur berwarna biru.. sepertinya dia sedang sangat sibuk mengetik sesuatu.. dia tersenyum kepadaku ketika dia tahu aku memasuki ruangannya.. dia memang begitu.. aku mengambil beberapa buku lalu membacanya di Sofa.. sesekali aku melirik kearah Shin.. aku sangat menyukainya.. Naluri ku sebagai seorang wanita yang mudah jatuh cinta memang seperti ini.. ketika melihat laki laki tampan sedikit saja.. aku langsung menyukai mereka.. Sialannn... kenapa begini sih nasibku sebagai seorang wanita. Atau memang hanya aku saja yang memiliki insting sebagai wanita murahan.. tapi kalau dilihat lihat.. meskipun ada banyak laki laki tampan dikantorku .. aku sama sekali tidak tertarik.. apa karena ketampanan Shin telah membuat mataku hanya tertuju padanya.. sudahlah sudah .. jangan berpikir yang aneh aneh.. ahh.. aku benar benar tidak fokus membaca..aku ingin melihat Shin..ah iya .. dia sudah memiliki orang yang dia sukai.. apakah wanita sepertiku memang tidak pantas mendapatkan cinta sejati..
“ Yuanna.. masikah kau memain kan game Kesayanganmu Itu?” tanya Shin mengagetkan ku.. ah iya aku lupa masalah ini.. aku harus bertanggung jawab sampai akhir untuk membantu proyeknya kali ini.
__ADS_1
“Sudah tidak lagi.. Bukannya akun tersebut salah satu bagian penting dalam proyek perusahaan mu kali ini.. aku sudah memberikannya kepada bibi Ansi.. dia bilang dia akan mengurusnya.. oh iya dia meminta tolong kepadaku untuk menyampaikan bahwa dia membutuhkan bantuanmu untuk mempertemukannya dengan lian” kali ini aku akan mengurusnya sendiri.. walaupun aku sangat muak melihat lian.. tapi aku memiliki alasan tersendiri untuk bertemu dengannya..
“kelihatannya kau sangat dekat dengan Bibi Ansi.. ?” tanya nya kepadaku..tentu saja aku dekat.. dia adalah aku ..aku adalah dia untuk saat ini.. dan sebenarnya aku tidak terlalu dekat dengan Ansi yang asli. Aku juga tidak pernah bertemu dengannya.
“Benar.. lumayan dekat.. dia bahkan mengatakan kau berlaku kurang ajar kepadanya.. Shin.. dengarkan aku baik baik.. walaupun kau tidak mungkin menyukaiku.. tetap saja menyukai Bibi mu itu adalah hal yang salah” langsung saja aku mengatakannya..
“ kau cemburu?” Pertanyaan ini lagi.. terakhir aku mendengarkan pertanyaan seperti ini keluar dari mulut Sien si srigala itu..sekarang malah dari si brengsek ini.. kakak dan adik sama saja.
“Tentu saja.. kau menyuruh ku untuk menyukaimu.. tapi kau malah menyukai bibiku.. kau boleh menyukai orang lain tapi tidak boleh menyukai orang yang dekat denganku.. sudahlah berbicara denganmu juga hanya membuang buang waktu.. “ aku menutup buku ku lalu berdiri meletakkannya dilemari.. aku ingin pergi saja dari hadapannya.. kalau dipikir pikir ternyata cepat sekali bagiku untuk jatuh cinta kepadanya.
“Sudah” jawabku singkat.. kalau dipikir pikir memang aku sudah jatuh cinta kepadanya.. ahh bodoh sekali tentu saja mudah kalau hanya untuk jatuh cinta.. apalagi aku telah mengenalnya dimasa sekolah.
“Kemarilah..aku ingin membuktikannya sendiri!” ingin bukti apa sih laki laki brengsek ini.. aku bergerak menuju kearahnya dengan wajah kesal.. mungkin dia tahu alasan aku kesal seperti ini..
__ADS_1
"Yang benar saja!” kataku setelah mendekat.. geram sekali.. wajahnya yang tampan ..sekarang sangat dekat.. aduh kenapa pikiran ku jadi kotor begini.. tapi tetap saja dia suamiku.. masa aku tidak boleh menciumnya. Aku membungkukan tubuhku lalu mencium pipinya. Setelah aku melakukannya dia tersenyum sembari menutup wajahnya dengan satu telapak tangan. Malu sekali ... lalu aku bergegas ingin pergi.. tapi sebelum itu.. dia sudah meraih pinggangku.. aku terjatuh dipelukannya.. laki laki brengsek ini memang selalu begini..
jantungku berdetak sangat cepat sekali.. aku merasakan takut yang luar biasa.. pandangan ku tiba tiba gelap.. aku dengar .. aku mendengar suara ku sendiri.. suara ku ketika aku masih kecil.
*******
“Maafkan aku.. ma.. maaf kan aku.. aku tidak akan ulangi lagi” aku kecil berada di dalam sebuah gudang gelap.. aku sangat kelaparan .. hanya ada daging ayam rebus didalam gudang.. tiba tiba ibu ku masuk kedalam gudang .. lalu dia memasukan daging ayam yang hanya direbus kedalam mulutku.. “ uwekk.. udah ma.. aku tidak sanggup lagi..” aku muntah muntah.. mulutku penuh dengan daging ayam.. rasanya tidak enak..sangat tidak enak..
“ makan ini,, habiskan.. anak bodoh.. semua ayam peliharaan mati karena kebodohanmu, kau bilang kau ingin makan ayam sekarang makan ayam ini.. makan” ibu masih saja memasukkan ayam kemulutku.. aku kecil menangis.. tak kuat lagi.. aku jatuh pingsan..aku ingat hari itu kakak pergi berkemah untuk menyelesaikan tugas sekolahnya.. ibu menugaskan ku untuk menjaga ayam peliharaannya.. entah kenapa ayam itu tiba tiba mati mendadak.. aku memang sudah mendengar akhir akhir itu ada virus flu burung yang sedang menyerang..nasibku tidak beruntung sekali.
hari kedua kakak ku pergi ibu juga melakukan hal yang sama..kali ini daging ayam itu sudah mulai bau.. ibu seperti orang gila yang terus memaksa ku makan ayam tersebut.. perutku mual.. sangat mual.. ibu memberi ku minum air bekas rebusan ayam.. airnya sangat bau.. perutku sangat sakit.. kakak belum pulang juga. Aku terus muntah muntah.. ibu ku sangat ingin melihatku mati.. dia sangat membenci ku padahal aku sangat menyayanginya.. dia hanya mencintai kakakku.
di hari ketiga kakakku pergi.. ibu masih memberiku daging ayam.. kali itu dagingnya sangat bau..bau seperti daging busuk... sebelum daging masuk kedalam mulut aku sudah pingsan.. aku kira hari itu aku akan mati.. tapi ketika kesadaranku sedikit kembali..aku melihat kakak berteriak memanggil namaku.. terus memanggi nama..dia terlihat sangat ketakutan. Dihari berikutnya aku sudah berada dirumah sakit. Setiap aku melihat daging ayam aku merasa mual.. setelah kejadian itu aku dan kakak kembali tinggal bersama bibi.
__ADS_1
Aku selalu menyayangi mereka.. setiap aku menyayangi orang..orang selalu membenciku.. aku menyayangi ibuku dan merasa kasian kepadanya, tapi dia selalu kejam kepadaku.. aku menyayangi ayahku tapi dia juga kejam kepadaku.. aku menyukai suhoan tapi berakhir dengan pembulian .. terakhir ini aku menyukai Sien ya.. tapi berakhir dengan penderitaan. apa aku masih sanggup untuk menyukai Shin ya.