Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
dimana yuanna


__ADS_3

Api unggun berkobar ditengah tengah Orang orang yang saat itu sedang berkemah ditengah hutan.. Yuanna duduk melipat lutut kedepan diatas tanah sembari mengenakan selimut diseluruh tubuhnya di sampingnya Nana sedang duduk bersila memakan cemilan yang dia ambil dari kapal pesiar sebelum memasuki hutan..


"Kenapa kau ada disini?" Tanya Yuanna kesal melihat Arra yang saat itu ikut duduk berselonjor kaki disebelahnya dengan meminum sebotol minuman kaleng..


"Tentu saja aku disini.. kau mau aku dalam bahaya ya tidur dikapal... !" Jawab Arra sembari meneguk botol kalengnya..


"Bahaya apanya,, bukankah lebih nyaman tidur dikapal dari pada disini... Hah.. kau ini merasa sok cantik makanya berpikiran jelek terus kepada orang" sindir Nana kemudian tak jauh darinya.


"Kalian ini kejam sekali denganku. ." Ungkap Arra merasa kesal dengan sikap yuanna dan Nana..


"Kau bahkan lebih kejam terhadapku!" Ungkap yuanna membalas.


"Aku kejam bagaimana! Aku bahkan telah menolongmu ketika kau dibuli teman sekelasmu DiSmp dulu" ucap Arra membela diri..


"Hah... Omong kosong,, kau sengaja melakukannya demi Sien kan?" Tanya Yuanna memastikan..


"Saat itu memang benar demi Sien.. tapi bukan untuk mendekatinya.. aku melakukannya agar Sien menjauhiku" jelas Arra sembari mulai melipat kakinya.


"Hahaha.. omong kosong .. sampai sekarangpun kau bahkan masih mengejarnya" ucap Nana sembari memasukan cemilan kemulutnya..


"Kalian ini benar benar berpikiran jelek sekali terhadapku,, walaupun begini aku tidak pernah merugikan orang" ucap Arra tidak terima..


"Heh Arra,, kau kira aku tidak tahu ya kau sengaja mendekatkan aku dengan Sien untuk mengancam kakakku " tuduh yuanna sembari membalikan tubuh menghadap Arra..


"Haa dari mana kau tahu? Kau ini,, kalau hanya dengar dari orang lebih baik jangan percaya.. kadang perkataan orang tidak sesuai dengan kejadian aslinya.. kau tahu ,, saat itu Sien sedang melindungimu dari gangguan Royan..dia yang meminta aku untuk melindungimu saat itu,, aku juga yang mengatur suhoan untuk menjagamu... " Jelas Arra sedikit kesal kemudian berdiri meninggalkan Nana dan Yuanna menuju Tenda kemah.

__ADS_1


"Apa kau pikir dia berkata benar?" Tanya Yuanna kepada nana dengan membalikan tubuhnya.


"Sepertinya benar" jawab Nana ragu ragu masih dengan memasukan cemilan kedalam mulutnya.


*******


Wan Zi terbangun dari tidurnya karena saat itu sedang merasa ingin buang air .. dia yang tidur bersama dengan natto dan Fan RI mencoba membangunkan salah satu dari mereka untuk menemaninya pergi.


"Natto.. natto... Temani aku sebentar" pinta Wan Zi dengan menggoyangkan tubuh natto,, natto yang sangat kesal diganggu tidurnya pun menutup wajahnya dengan bantal.. merasa bahwa natto tidak bisa Dimintai pertolongan.. Wan Zi kemudian beralih kepada Fan RI yang saat itu tidur disebelah Natto yang berada ditengah tengah mereka..


"Fan ri,,, temani aku" pinta Wan Zi kemudian tapi sayang.. setelah mencoba membangunkan,, Fan RI bahkan tidak bangun sedikitpun . Dia terlihat sangat lelap dengan tidurnya..


Merasa bahwa Sudah tidak dapat menahan lagi.. Wan Zi dengan rasa takutnya pun keluar dari dalam tenda.. Dia mencoba membangunkan siapa saja yang saat itu berada ditenda yang berbeda....


"Haah mimpi itu lagi ya! Akhir akhir ini kenapa aku terus terusan bermimpi Vivia.. aneh sekali ,, aku bahkan ingat dengan jelas dia telah meninggal saat itu" gumam Yuanna dalam hati ketika telah membuka matanya memandang atap tenda.. Dia yang telah bangun lalu melihat seseorang sedang mengendap endap diluar tendanya.. dengan rasa penasaran yang sangat tinggi,, yuanna mencoba memberanikan diri untuk mengintip keluar..


"Temani aku . Aku mohon.. aku ingin buang air" pinta Wan Zi kepada Yuanna..


"Kau mau kembali kekapal?" Tanya Yuanna yang saat itu telah keluar dari tendanya..


"Apa tidak terlalu jauh?" Tanya balik Wan Zi..


"Jadi kau mau buang air ditengah hutan malam malam begini ya?" Tanya Yuanna lagi...


"Aku sudah tidak bisa menahannya lagi" ucap Wan Zi memelas..

__ADS_1


"Baiklah.. ayo aku temani" jawab Yuanna sembari melangkahkan kaki mengikuti langkah Wan Zi keluar tempat perkemahan..


Di tenda lain,, Shin yang saat itu tidur bersama Idris disebelahnya terlihat sangat gelisah,, keringat bercucuran membasahi seluruh tubuhnya. Shin dia bermimpi,, dalam mimpinya,, ia melihat sosok wanita yang sangat ia cintai sedang berdiri menatap keseorang laki laki tua yang sedang terbaring di bawahnya, sebelah tangannya memegang pistol yang ia acungkan kekepala laki laki tua didalam mimpi Shin tersebut,, sebelah kaki wanita itu diletakan tepat diatas tubuh laki laki tua itu,, sesekali dia menendang tubuh laki laki tua tegap yang terlihat masih sangat sehat lalu mengarahkan sepatu hak tinggi yang ia kenakan kewajahnya .


"Hahahaha.. aku ini sudah gila.. sudah gila.. kau yang buat aku gila.. hahahhaa" ucap Yuanna sembari meneteskan air mata,,lalu mengusap nya dengan lengan tangannya "hahaha... Kau kira aku takut denganmu.. aku gila.. kenapa harus takut lagi,, aku menderita.. kesakitan.. kau yang buat.. jadi terima ini terima ini.. hahahhaahhah.. makan ini semua...dulu kau yang memaksaku memakan sepatu mu bukan.. ini.ini makan sepatu ku" maki yuanna sembari menyodorkan sepatunya kemulut laki laki tua itu memaksa untuk memakannya.. didalam mimpi Shin.


"Yuanna" panggil Shin didalam mimpinya.. ia berdiri menatap perih dan piluh kepada Yuanna.. bukan takut yang ia rasakan saat itu,, dia merasa sangat membenci,, membenci orang yang telah membuat wanita yang dia cintai menjadi seperti itu. Yuanna tersenyum menatap kearah Shin ketika mendengar panggilannya.. mata yuanna memerah.. air mata jatuh membasahi seluruh wajahnya..


"Shin.. hiks... Hiks.. Shin.. kau lihat aku,, aku benar benar sudah gila.. Shin.. hiks.. kau pasti tidak ingin bersamaku lagi.. Shin .. hahhaa." Tawanya seketika disertai tangis.. "lebih baik aku mati daripada tidak bisa hidup bersama mu lagi" ucapnya kemudian sembari menodongkan pistol dikepala dan menarik pelatuknya.


"Dooooor"


"Yuanna" Shin terbangun langsung dari tidurnya,, dia yang saat itu sangat ketakutan segera bergegas pergi menuju tenda dimana yuanna tidur.. tubuhnya masih berkeringat.. tangannya gemetaran.. bahkan kakinya sampai hampir tidak kuat untuk berjalan..


"Yuanna.. yuanna.."panggil Shin didepan tenda yuanna..


"Yuanna." Teriak Shin lagi ketika tidak mendengar seruan dari orang yang dia cari..


"Shin" panggil Nana kemudian setelah membuka tenda kemah..


"Yuanna.. dimana yuanna?" Tanya Shin ketika tidak menemukan yuanna didalam tenda.


"Aku tidak tahu.. " ucap Nana khawatir.. Arra yang terbangun karena teriakan Shin pun terkejut karena tidak melihat yuanna disisinya.


"Brengsek.. menjaganya pun kalian tidak bisa" maki Shin sembari menendang rusak tenda milik mereka.. dia bergegas lari mencari yuanna keluar perkemahan..

__ADS_1


"Ada apa!" Ucap Idris yang terbangun mendengar keributan.. saat itu semua orang terbangun karena mendengar makian Shin..


"Yuanna menghilang" ucap Nana khawatir lalu berlari keluar perkemahan mencari keberadaan yuanna..


__ADS_2