
“Kau dimana?”
Suara shin terlihat gemetaran.
Apakah dia sangat mengkhawatirkan aku?
Aku tidak boleh cengeng.
Tidak boleh lemah dihadapan shin!
“Aku tidak tahu ini dimana, baru saja aku keluar dari apartemen lian lalu tanpa sadar sudah berjalan jauh” jawabku dengan tenang.
aku harus kuat, aku tidak boleh terlihat menyedihkan, aku akan bersihkan air mataku ini“ aku sudah mengaktifkan GPS , kau bisa tahukan dimana aku sekarang?”
aku masih berdiri menunggu shin setelah memutuskan panggilan,
Tidak berselang lama, mobil Shin sudah tiba, kali ini terlihat Shin yang mengendarainya dan aku tidak melihat joila sama sekali.
Aku tahu Shin tidak suka aku duduk didepan maka dari itu aku berinisiatif untuk duduk dibelakang, aku sadar sekali siapa aku ini.
kalau saja hari itu aku tidak mengenal sien, pasti tidak ada yang namanya label murahan didalam hidup ku.
“Maaf” maaf...
kenapa shin minta maaf, apa dia tahu apa yang terjadi padaku..?
“ maaf untuk apa,,?" tanyaku kebingungan " ah.. kalau masalah nyonya anya atau lu arra yang tadi tidak usah dipikirkan” ucapku menolak permintaan maafnya, mungkin dia memang meminta maaf karena masalah dihotel tadi.
“Bukan itu.. “ elak shin lalu mengambil sesuatu dikursi sebelahnya.
saat ini aku duduk dibelakangnya, dia berusaha memberikan itu kepadaku.
setelah ku raih benda itu ternyata..
“ es batu “ aku mengambil beberapa bongkah es, shin tidak lupa memberikan sapu tangannya kepada ku, aku meletakkan beberapa bongkah es batu ke sapu tangannya, lalu mengelus pipi ku secara perlahan “ouch” Sedikit sakit,
hari ini sepenuhnya nasib ku kurang beruntung, sudah dipukul lalu ditarik rambut ku, dipukul lagi oleh teman ku.
sudahlah, aku sudah melupakannya,
aku rasa berteman 3 tahun dengannya selama ini pun percuma.
“Sakit?? ..” tanya shin..
kalau tahu sakit kenapa tanya lagi.
ah iya, aku lupa..
__ADS_1
aku tidak boleh kasar kepada shin, satu satunya harapanku untuk bertemu kakakku adalah dia.
kalau aku kasar dengannya, bagaimana nasib kakak ku nanti..!
belum lagi biaya rumah sakit diluar negeri yang begitu mahal, untung saja Shin tidak mengatakan hal apapun atau menagih apapun kepadaku. Kejadian hari ini pun tidak akan cukup untuk membayar hutang jasa ku kepada nya,
beberapa saat kemudian Mobil shin berhenti, akhirnya kami sampai juga dirumah, Shin berbaik hati membuka kan pintu mobil, tentu saja aku turun, "terima kasih" ucapku kepadanya, sepertinya Shin sedang mengkhawatirkan keadaanku, hal itu tampak jelas dari wajahnya.
Aku berjalan meninggalkan shin dibelakang ku, aku lelah hari ini dan ingin menangis sepuas-puasnya didalam kamar.
aku sudah terbiasa.
selama ini, sien juga sering memukul wajah ku, tiap- tiap kali dipukul aku selalu memendamkan wajahku dibalik bantal, lalu menangis sekuat kuatnya.suara ku juga tidak akan terdengar sampai diluar.
hari ini aku juga akan melakukan hal yang sama.
Eh..
apa ini..
tiba tiba sebuah tangan menarik lengan ku, aku berbalik kebelakang dengan cepat dan hampir saja jatuh..
tiba tiba ada tangan yang menyentuh pinggangku, wajahku terjatuh didada bidang, dada besar yang mampu memenuhi seluruh wajahku.
Shin.
ini adalah dia.
aku menjatuhkan es yang sedari tadi aku tempelkan dipipiku.
“ menangislah.. " ucapnya kepadaku "aku akan meminjamkan dadaku kali ini, jadi jangan sia-sia kan “ ucapnya lembut hingga membuatku ingin menangis. tapi ini masih di halaman rumah, bagaimana kalau ada orang yang melihat. “Jangan khawatirkan apapun,cukup menangis saja" benar-benar shin, kenapa kau bisa begitu baik sekali kepadaku padahal semua orang selalu mengatakan bahwa aku adalah wanita murahan "jangan takut” katanya lagi meyakinkanku,
shin, dia seolah olah tahu apa yang saat ini sedang aku pikirkan,
aku tidak tahan lagi.
sungguh tidak tahan lagi.
aku tumpahkan semua tangisan ku didada nya yang bidang dan keras.
" hiks... hiks.. ha......
menangis sepuas-puasnya.
**********
Shin menuntun ku masuk kedalam rumah, dia masih memelukku, lalu mengangkat tubuhku,
__ADS_1
shin sangatlah lembut, hatiku benar benar tersentuh oleh kebaikannya. dia meletakkan ku duduk disofa..
“ berbaringlah disini” perintahnya, shin benar benar mengejutkan ku,
seingatku! selain kakakku, aku tidak pernah berbaring dengan meminjam paha orang lain.
Tapi tetap saja aku harus mematuhi perintah shin, aku tidak mau dia kecewa karena telah menyelamatkan ku.
aku mulai berbaring, shin mengangkat kepalaku keatas paha nya. paha kakinya sangat nyaman dari sini aku bisa memandang wajah shin dengan jelas.
Tapi kenapa sepertinya aku telah terbiasa berbaring seperti ini sebelumnya?
maksudku,
ini benar-benar terasa tidak asing lagi bagiku.
“ Lian menelpon ku " Shin mulai mengelus rambutku "dia bilang, dia minta maaf karena telah memukulmu, dia sangat menyesal." aahh kenapa harus dia yang dibahas "dan lagi dia sangat mencintai kariean lebih dari dirinya sendiri jadi ketika orang berbicara kasar Kepada kariean, dia tidak bisa mengontrol emosinya” ucap Shin menjelaskan masih dengan mengelus, rambutku, sama seperti kakak.
aku merasakan ada diri kakakku didalam tubuh Shin.
“aku minta maaf karena telah membuatmu dalam situasi seperti itu, kalau aku tahu.." wajah Shin tampak begitu sedih " harusnya aku tidak memenuhi permintaan Lian. Walaupun dia memohon mohon untuk bertemu dengan mu " aku sungguh tidak sanggup melihatnya seperti ini "dan aku juga minta maaf karena menyerahkan mu begitu saja kepadanya “lanjutnya lagi, Shin benar benar terlihat sangat menyesal.
“Emm” aku menggelengkan kepala ku, sebagai tanda bahwa aku tidak mempersalahkan hal itu lagi “aku hanya kesal, kariean datang tiba tiba lalu menampar wajah ku dia juga menarik rambutku” adu ku kepadanya, shin tampaknya sangat terkejut.
aku kira dia tahu kejadian ini juga, shin kelihatan menahan rasa marah, wajar saja dia marah. aku kan istrinya, mana boleh diperlakukan semena mena oleh orang lain.
walaupun aku sadar aku ini bekas simpanan orang. tapi aku juga masih bagus dan berguna.
untung saja selama 3 tahun bersama sien. tidak pernah terpikir olehnya sekalipun untuk tidur denganku.
yang sebenarnya terjadi hanyalah, Sien benar'benar tidak pernah tertarik sedikitpun denganku,
dia hanya memanfaatkanku saja.
Sudah kuputuskan,aku akan berhenti bermain game.. aku bangun dari baringanku lalu mengambil ponselku. Melihat gerak gerikku, Shin penasaran lalu kepalanya menyentuh kepala ku dan melihat apa yang ku kulakukan.
biar sajalah dia melihatnya..
setelah aku buka akun game ku, benar saja aku telah dicerai kan oleh Lian.
ah aku lupa akun kedua ku masih berada ditangannya, aku ketuk ponselku.. lalu aku uninstal game tersebut dari dalamnya.
“Kau yakin menghapusnya? “ tanya Shin kepadaku, Mungkin Shin tidak menyangka aku akan menghapus game ini. dia pasti tahu game ini yang telah menemani ku selama beberapa tahun yang lalu belakangan ini.
“ ini akan baik baik saja" ucapku kepadanya " aku hanya perlu belajar untuk mendapatkan kepercayaan darimu" lanjutku lagi "aku tidak mau berhubungan dengan hal hal tidak penting seperti ini lagi” aku tersenyum kepadanya, lalu menatap mata nya. wajahku dan wajah Shin sangat dekat saat ini.
aku malu sekali.
__ADS_1
“Ngomong ngomong, apakah kau sudah mulai menyukai ku?” apa yang dia katakan disaat saat seperti ini.
aku malu sekali, aku mencoba menjauhkan wajah ku darinya, namun dia berhasil menggapai punggungku dan lagi, bibirnya munyentuh bibirku.