
"Ah... Siang siang begini berbuat hal mesum dirumah orang" ucap seorang yang tiba tiba masuk kedalam Rumah yuanna.. mendengar hal tersebut yuanna dan Shin bangun dari baringannya seketika..
"Hahahaha... Kakek sudah datang" tawa Shin kemudian menaikan poni rambutnya keatas..
"Kakek siapa.. kenapa masuk kerumah ku tiba tiba?" Ucap yuanna yang saat itu berdiri memandang kearah laki laki tua yang berdiri di depan pintu..
"Shin..kau tidak memberitahukan istrimu ini ya?" Tanya laki laki tua itu kemudian menghampiri Shin..
"Hahaha.. tidak sempat" tawa Shin berbohong sembari melirik kearah Yuanna.
"Shin kau mengenalnya.. dan .. dan.. kau tahu dia juga akan datang?" Tanya Yuanna kemudian duduk disofa yang berbeda..
"Kau istri Shin ya, siapa namamu?" Tanya laki laki tua itu sembari mendekatkan wajahnya ke wajah yuanna " ahh... Kenapa aku merasa sangat familiar melihat wajahmu ini ya?" Tanya laki laki tua itu kepada dirinya sendiri..
"Aku aku.. aku bu..."
"Iya.. dia istriku,, " ucap Shin sebelum yuanna menyelesaikan kata katanya,, Shin kemudian memainkan matanya kepada yuanna untuk memberi isyarat bahwa Yuanna harus mengikuti rencananya..
"Benar.. aku istrinya,, kakek bahkan mengganggu kami tiba tiba" ucap yuanna pelan kemudian malu Malu.
"Hahahahahah" tawa Shin dan laki laki tua itu bersamaan..
"Sejak kapan kau senakal ini Shin?" Tanya laki laki tua itu kepada Shin sembari menyindirnya. Dia tidak menyangka Cucu yang dikenal dingin dan tidak pernah senang didekati wanita lain saat itu berubah menjadi nakal.
"Aku juga tidak tahu" jawab Shin sembari tersenyum bahagia..
"Shin.. ada apa ini.. kenapa kalian dekat sekali.. dan kenapa kakek ini seenaknya masuk kerumah orang?" Tanya Yuanna kesal melihat kelakuan dua orang yang ada dihadapannya..
"Rumahmu? " Tanya laki laki itu tampak tidak terima.
"Benar ,, ini rumahku!" Jawab yuanna tegas.
__ADS_1
"Apakah kau putri dari Xu sami? Pantas saja wajahmu terlihat familiar" Tanya Laki laki tua tersebut mulai serius..
"Benar.. kenapa kakek bisa tahu nama ayahku!" Tanya Yuanna mulai penasaran..
"Tiga tahun yang lalu,, sami mengirim kunci rumah ini kepadaku,, dan tentu saja rumah ini adalah rumahku yang sebelumnya ditempati Sami,, "jelas Laki laki tua tersebut..
"Jadi.. selama ini.. aku tinggal dirumah orang ya!,, Kenapa aku baru tahu.. " tanya Yuanna kepada dirinya sendiri..
"Rumah ini adalah bekas rumah kakekmu yang sudah diberikan kepadaku enam belas tahun yang lalu.. karena ada hal yang harus kulakukan tujuh tahun yang lalu,, aku meninggalkan rumahku kepada sami.." jelas laki laki tua itu lagi..
"Aku kira ini rumahku,, jadi aku bahkan tidak punya rumah sendiri untuk tempat pulang" ucap yuanna sedih kemudian.. melihat hal itu,, Shin dan laki laki tua itu terpaku seketika..
"Hahahaha.. tentu saja ini juga rumahmu,, tenang saja,, kau kan cucu iparku juga" ucap laki laki tua itu menenangkan yuanna.
"Cucu ipar? Aku? Kakek sebenarnya siapa?" Tanya Yuanna kemudian.
"Aku.. kau bahkan tidak kenal laki laki tua ini?" Tanya laki laki itu kesal.. " enam belas tahun yang lalu aku bahkan pernah mengurusimu" ucapnya lagi kecewa..
"Mengurusnya?" Tanya Shin yang kemudian penasaran..
"Maksudnya kakek mengenal kakekku?" Tanya yuanna semakin penuh dengan rasa penasaran..
"Iya.. kami bahkan sangat dekat,, sampai sampai dia memberikan rumah ini kepadaku" jawab nya lagi..
"Kakek bisa sangat dekat dengan kakekku yang Aku bahkan tidak mengenalnya sama sekali" ucap yuanna bersedih kembali..
"Hmm.. " laki laki itu mulai menggelengkan kepala "dulu kau bahkan lebih dekat dengannya,, mungkin saat itu kau tidak mengingatnya,, tapi suatu hari kau pasti akan mengingatnya kembali,, " ucapnya menenangkan sembari menepuk nepuk punggung yuanna yang saat itu berada disebelahnya.
"Kakek.. sepertinya kau juga sangat mengenal istriku,, bisakah kau ceritakan kepada kami tentang masa lalunya,, seperti yang kau lihat,, dia tidak mengingat apapun tentang masa lalunya" pinta Shin kemudian..
"Hmm.. kau bahkan tidak tahu masa lalunya.. aku kira saat ini kau sengaja menikahinya untuk menggunakan ingatannya sebagai jalan menuju tujuan yang telah kau ceritakan kepadaku!'" ungkap Laki laki tersebut lagi..
__ADS_1
"Apa maksudnya ini Shin?" Tanya Yuanna yang tidak mengerti.. dia mengira Saat ini sedang melakukan tugas dari perusahaan Shin.
"Yuanna.. dengarkan Aku,, saat ini aku sedang berusaha keras untuk melanjutkan impian kakekmu,, dia adalah ayah dari ibuku Anya .. Go Alfa.. tujuanku datang kedesa ini juga untuk menemuinya... Untuk menanyakan tentang masa lalu kakekmu" jelas Shin kepada yuanna yang saat itu terkejut.. dia tidak menyangka bahwa saat itu dia telah dibohongi Shin.. karena tidak ingin bertengkar dengan Shin,, yuanna hanya bisa memendam rasa kesalnya..
"Hahahahaha sepertinya istrimu ini sangat kesal karena kau telah menyembunyikan segalanya kepadanya" Sindir Go Alfa saat itu..
"Yuanna.. jangan marah,, mengertilah" pinta Shin kemudian..
"Aku tahu,, aku tidak marah" ucap yuanna kesal "aku tidak punya hak untuk marah,, " gumamnya dalam hati kemudian.
"Jadi saat ini kau masih memberikannya obat penghalang ingatan ya!" Tanya Alfa kemudian setelah melihat yuanna mulai merasa baikan.
"Tidak.. aku tidak pernah memberinya obat penghalang ingatan,, saat ini dia tidak lagi meminum obat itu" jawab Shin sembari menggenggam kedua telapak tangan kedepan dadanya.
"Kau bahkan tidak tahu seberapa pentingnya istrimu ini ! Jika mereka,, kelompok kelompok serakah dari klan Sun,,Xu dan Shen menemukan istrimu,, kau sendiri bahkan tidak akan sanggup untuk melindunginya.. "jelas Alfa sembari menggelengkan kepala membuat yuanna dan Shin terkejut seketika.. tubuh Shin tiba tiba gemetaran,, tangannya menggigil seketika ketika mendengar ucapan Alfa.. dia merasa sangat ketakutan apabila harus kehilangan yuanna untuk kedua kalinya.. dia tidak pernah menyangka bahwa orang yang dia cintai selama ini sedang diincar keberadaanya.. begitu juga yuanna. Dia mulai berkeringat.. tubuhnya tiba tiba melemas.. dia merasa sangat takut jika harus berpisah lagi dengan Shin.. dengan sigapnya Shin duduk tegap sembari menghela nafas.
"Kakek,, ceritakan kepadaku kenapa istriku menjadi incaran agar aku bisa melindunginya dengan sekuat tenagaku" pinta Shin kemudian membuat mata yuanna berkaca kaca. Tadinya yuanna mengira bahwa Shin akan melepaskannya karena tidak sanggup untuk melindunginya. Tapi dia tidak menyangka bukan hanya tidak melepaskan yuanna,, Shin bahkan mengatakan ingin melindunginya yang membuat yuanna merasa lega seketika.. rasa cinta yang terbangun diantara mereka saat itu semakin menguat.
******
Nana berlari keluar kamar ketika mendengar percakapan Idris dan Iis yang akan pergi kesuatu tempat tanpa mengajaknya pagi itu.
"Aku ikut,, jangan tinggalkan aku sendiri" teriak Nana yang saat itu masih mengenakan pakaian tidurnya.. nafasnya terengah engah karena lelah berlari menuruni tangga rumah iis.
"Ikut.. kau benar ingin ikut ya!" Tanya Iis memastikan..
"Benar.. aku tidak mau tinggal dirumah sendirian" jawab Nana yang saat itu merasa tidak enak harus menetap dirumah Iis..
"Kau dirumah saja,, kalau kau ikut pasti akan sangat merepotkan" ucap Idris sembari menyindir.. dia terlihat tidak senang dengan Nana.
"Hush... Jangan bilang begitu" larang Iis kepada anaknya.. dia tidak senang dengan sikap kurang ramah Idris tersebut . "Baiklah... Sekarang mandilah dulu,, kami akan menunggumu" ucapnya kemudian kepada Nana,, dengan senang Nana lalu naik keatas tangga untuk membersihkan diri.
__ADS_1
"Bibi,, kenapa harus repot repot menungguinya,, sungguh aku tidak senang dengan dia" ucap Idris kesal karena harus menunggu yuanna.
"Kau mulai menentang bibi mu ini ya" ancam Iis seketika membuat Idris terdiam tidak bisa melawan.