Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
hitungan kemenangan


__ADS_3

“gaple” ajak Idris sembari memperlihatkan kartu gaple ditangannya..


“Permisi.. sampai kapan aku tidak diizinkan masuk” ucap royan yang masih berjongkok di depan pintu.


“masuklah ,, “ teriak idris dari jauh.. mendengar keributan.. joila yang sedang membereskan barang barangnya lalu keluar dari kamar.. dia terkejut melihat keramaian yang ada diruang tamu.. idris tampak sedang membagi kartu gaple kepada Shin,, Sien,, natto dan royan..


“Aku ikut” ucap Joila merasa tertantang.. sebenarnya dia masih sangat penasaran kapan orang orang yang dia lihat itu datang.


“Minggir.. aku juga ikut” ucap yuanna tidak mau kalah dari depan pintu kamarnya lalu ia segera bergerak menuju sekumpulan laki laki yang membuat keributan di ruangannya tersebut,, sementara itu nana yang tidak memahami permainan itu hanya bisa memgikuti yuanna dari belakang dan menyaksikan pertandingan kartu tersebut.


“Okelah kalau begitu tunggu sebentar..aku akan ambil beberapa kartu lagi sebagai tambahan” ucap idris lalu berdiri dari duduknya dan pergi menuju kamarnya.. saat itu semua orang telah duduk berkeliling dibawah lantai ruang tamu yuanna dengan memegang beberapa buah kartu ditangan mereka masing masing.


******


Beberapa jam kemudian.


“Ahh ngantuk sekali ,, aku keluar dari permainan” ucap joila berbohong.. dia sudah tidak tahan lagi dengan kekalahan berturut turut yang ia dapatkan..


“Aku juga,, ngantukku sudah tidak tertahan lagi” ucap natto yang juga berbohong,, dia juga telah mendapatkan banyak kekalahan tanpa kemenengan sekalipun..”biarkan aku ikut tidur denganmu dikamar,," ucap natto untuk menghindari tempat pertandingan,, joila paham dengan maksud Natto lalu menganggukan kepala dan mengajaknya masuk kamar..


“Ah.. sepertinya aku juga ngantuk.. pinjam sofamu untuk tidur sejenak” ucap royan yang sudah sangat bosan dengan kekalahan yang diterima.

__ADS_1


“Sial.. kenapa aku tidak bisa mengalahkan orang tiga ini” gumam yuanna dalam hati.. kemudian membanting kartunya” aku keluar.. kalian bertiga sudah bermain kotor sehingga aku tidak bisa menang sekalipun.. makan itu kartu” ucap yuanna kesal lalu berdiri dari tempat tersebut.. tapi ucapannya diabaikan begitu saja oleh ketiga orang yang masih serius bermain kartu itu.


“yuanna.. benar kau mau keluar”ucap nana yang merasa khawatir dengan ketiga orang tampak sedang bertaruh serius memperebutkan sesuatu..


“kesal.. kenapa mereka bertiga begitu serius hanya karena gaple.. “ucap yuanna dalam hati.. dengan kesal yuanna menghancurkan susunan Kartu gaple yang mereka sedang mainkan diatas lantai..


“Hentikan” bentak ketiga orang tersebut secara bersamaan.. mereka tidak senang di ganggu ketika sedang bermain serius.. mendengar teriakan mereka.. yuanna yang tadinya merasa kesal berubah menjadi takut seketika.


“Ahhh... lihat lah” peringat nana sembari menuju kearah jam “ ini sudah jam 1 malam,, kenapa kalian masih bertanding” jelasnya kemudian..


“Kau sudah kalah 3kali denganku,,” ucap Sien sombong..


“Hah.. aku bahkan sudah mengalahkanmu sebanyak 5kali” ucap shin balik menyombongkan diri.


“Yuanna..besok kau harus kerja.. masuklah kekamar mu”perintah Shin sembari mulai berdiri,, nana yang mengetahui kekesalan yang ada didalam hati Shin lalu menarik tangan yuanna pergi menuju kekamar mereka.. sementara itu ..setelah semua orang telah memasuki kamar.. Sien yang masih tidak ingin meninggalkan tempat tersebut mengambil posisi tidur di sofa lain yang belum digunakan oleh royan.


******


Lian yang sudah bangun sejak pagi buta karena tidur terlalu cepat malam itu,,dan ia pergi membelikan sarapan untuk yuanna seperti biasanya..


saat itu dia sedang berdiri didepan pintu apartemen yuanna untuk memberikan makanan yang ia telah beli,, segera ia menekan bel pintu kemudian terkejut melihat joila membuka yang membuka pintu tersebut.

__ADS_1


“Kenapa kau bisa ada disini?” tanya Lian tidak percaya.. dia juga sangat tidak senang melihat joila berada di tempat yuanna..


“Aku tinggal disini,, “ ucap joila seenaknya membuat kesal Lian.. Lian yang sudah terbiasa berkunjung ketempat yuanna kemudian melangkahkan kaki masuk kedalam.. dia semakin dibuat terkejut ketika melihat sien dan royan sedang berdiri diruang tamu yuanna .. mereka berdua berjalan kearah pintu melewati Lian tanpa mengatakan sepatah katapun untuk kemudian keluar ruangan tersebut.. Joila yang saat itu telah membuka pintu bergegas pergi meninggalkan Lian untuk segera mempersiapkan diri pergi kekantornya.


Lian yang masih merasa aneh dengan pemandangan yang dilihatnya tiba tiba kembali dikejutkan lagi ketika melihat Shin yang keluar dari sebuah kamar dan berjalan menuju kekamar Yuanna,, dia melihat Shin mengetuk kamarnya dan sesaat kemudian ia melihat yuanna keluar kamar dengan telah mengenakan pakaian kerjanya.


“Pakaikan” perintah Shin seenaknya sembari memberikan sebuah dasi kepada yuanna.. Yuanna yang saat itu tidak ingin berdebat terpaksa menuruti keinginan Shin.. Setelah selesai memakaikan dasi untuk Shin.. yuanna bersiap siap segera pergi kekantor agar Shin tidak menganggunya lagi.. tapi seketika itu matanya melihat kearah Lian yang duduk kesal di sofa ruangannya..


“Kau datang...” ucap yuanna yang masih berada dihadapan Shin..


“Yuanna...kenapa mereka semua ada ditempatmu?” Tanya Lian sangat penasaran..


“Ayo pergi “ ucap Shin setelah selesai memakai jas kerjanya,, dia juga sudah memakai sepatu sebelum menuju kekamar yuanna..Shin menarik pergelangan tangan sekertarisnya itu keluar ruangan.. dia tidak membiarkan Yuanna untuk melakukan pembicaraan pada Lian pagi itu.. hal itu membuat yuanna dan Lian kesal tapi tidak dapat melakukan apa apa.


“Natto..” tanya yuanna menyuruh Shin menunggu natto untuk berangkat bersama.. tapi Shin menghiraukannya..dia tetap menarik tangan yuanna.


“sepatuku” ucap yuanna lagi,, mendengar ucapan Yuanna.. Shin lalu menuju ke rak sepatu yang ada dibalik pintu apartemennya dan mengambil sepasang sepatu untuk kemudian di bawa dengan tangan lainnya.


“Berikan padaku.. aku akan pakai?” pinta yuanna kepada Shin.


“Pakai didalam mobil” perintah shin seenaknya

__ADS_1


“Hah... kau menyuruhku beralas kaki keluar dari apartemen”ucap yuanna tidak terima.. tapi Tetap saja Shin tidak peduli.


“bos bastard” gumam yuanna dalam hati sembari mengepalkan salah satu telapak tangannya.


__ADS_2