
Yuanna membuka matanya dan menemukan Shin tertidur disebelahnya dengan memeluk tubuhnya.
“Kau bilang tidak akan memakanku lagi mesum” teriak yuanna sembari memukul kepala Shin dengan batal dari kepalanya.
“Ahh..kau sudah bangun” ucap Shin sembari menghentikan pukulan yuanna..lalu menarik tangannya untuk menjatuhkan tubuh yuanna kedalam pelukannya..dia merasa sangat merindukan yuanna karena telah bermimpi tentang masa lalunya..
“Lepaskan “ ucap yuanna mencoba mendorong Shin tapi tidak kuat.. Shin mulai tersenyum nakal lalu mulai mendekatkan kepalanya keleher yuanna untuk kemudian membuat bekas merah disana.
“Sudah kubuktikan kata kata mu bahwa aku adalah orang yang mesum” ucap shin seenaknya lalu melepaskan yuanna..yuanna terkejut dengan sikap Shin kemudian bergegas menjauhinya dengan berdiri dari kasur semabari memegangi leher bekas kecupan Shin.
“Kau... kau.. memang benar benar tidak sopan” ucap yuanna sembari menunjuk wajah Shin dengan salah satu tangannya.. untuk kemudian pergi meninggalkan shin yang saat itu sedang memegang dahi kepalanya masih tidak percaya dengan dirinya sendiri yang bisa berbuat senakal itu kepada yuanna.
Yuannna pergi keluar dari ruangan shin sembari membawa jas kerja di lengannya dan mengenggam ponsel di tangan lainnya.. dia pergi bukan karena kesal dengan sikap shin.. saat itu dia merasa jantungnya tidak terkendali.. jika dia terus bersama Shin,, dia khawatir bahwa dia juga tidak bisa mengendalikan diri untuk tetap berada disisi Shin dan menuruti semua yang Shin inginkan darinya.
“dia sudah keluar” ucap salah seorang karyawan Yang tidak sengaja terdengar yuanna.
“Gimana penampilanku .. kira kira bisa berhasil tidak menggoda Presdir” ucap karyawan lainnya..membuat yuanna mulai memperlambat langkah kakinya..
“Oke.. sekarang cepat masuklah” bisik karyawan pertama.
“Tidak bisa.. aku tidak bisa membiarkannya menggoda shin” gumam Yuanna didalam hati.. kemudian membalikkan tubuhnya untuk kembali keruangan Shin.
Didalam ruangan seorang wanita yang tak lain adalah salah satu manager penting perusahaan tersebut sedang duduk menunggu shin keluar dari kamar nya.. yuanna dan shin masuk kedalam ruangan tersebut secara bersamaan. yuanna datang dari luar ruangan sementara shin datang dari dalam kamar.. melihat Shin yang sedang melepaskan dasi yuanna mengahampirinya lalu memelukanya..
“Honeyy... sudah kubilang jangan lepaskan dasi didepan wanita lain” ucap Yuanna sembari mengambil dasi Shin dan memasang nya kembali kekerah kemeja shin.. tingkah yuanna membuat shin kebingungan lalu matanya tidak sengaja melihat ke sosok wanita yang sedang duduk diatas sofa ruangannya tanpa di sadari senyuman nakalnya mulai mengembang lagi..
“tidak lihat kami sedang sibuk ya” ucap yuanna kepada wanita yang sudah menunggu shin lama tersebut.
“Tapi saya ada perlu dengan presdir” ucapnya tidak terima diusir yuanna.. Shin hanya bisa menahan geli mendengarkan percakapan mereka berdua.
__ADS_1
“Tidak lihat presdir sedang sibuk ya” ucap ulang yuanna .. dia merasa kesal dengan shin yang tidak kunjung mengusir karyawan nya tersebut. Dia lalu mengetatkan tali dasi Shin untuk memberikan sebuah isyarat.
“kalau mau aku mengusirnya.. kau harus mencium bibirku dulu” bisik Shin mulai nakal... yuanna tidak dapat menahan diri lagi.. ia yang sedari tadi ingin mencium Shin lalu mengabulkan keinginan hatinya dan mulai mendekatkan bibirnya kebibir shin.. Shin yang masih belum berhasil mengendalikan diri terpaksa harus menutup mulut yuanna saat itu juga.
“pergilah.. besok aku akan suruh assisten Ou mendatangimu.. sekarang aku sedang sibuk” perintah Shin masih dengan menutup mulut yuanna..
“Shin brengsek.. dia bilang ingin dicium tapi malah menutup mulut orang” gumam yuanna tidak terima diperlakukan seperti itu kepada shin.
******
“Kau tidak lihat ruangan ini sedang direnovasi” ucap idris ketika melihat nana masih dengan santainya duduk diatas sofa sembari menonton televisi dan memakan cemilan. Nana yang tidak senang melihat kedatangan dan ucapan idris lalu mengambil earphonenya dan meletakannya ditelinga untuk kemudian berbaring diatas sofa sembari memejamkan mata berpura pura untuk tidak mendengar.
“Keluar” ucap idris sembari menarik tangan nana keluar ruangan apartemen .. tapi Nana menarik tangannya kembali untuk kemudian memeluk bantal agar Idris tidak bisa meraih tangannya lagi.
*******
“Dimana presdir nero?” Tanya Yuan kepada andi yang sedang tersenyum licik memandang kedatangan yuan.
“apakah kau sudah berhasil mengumpulkan seluruh ketua klan dinegara ini? Jika belum kau lakukan maka tidak ada alasan bagiku untuk mempertemukanmu dengan presdir nero” jelas Andi masih dengan sombongnya.. lalu dia memanggil seseorang masuk keruangan itu.
“Siapa dia?” Tanya yuan merasa tidak senang dengan Andi yang selalu mengawasinya.
“Mulai sekarang Co tien ya akan menjadi pengawas barumu” ucap Andi seenaknya.. setelah mengetahui pengawas sebelumnya berkhianat.
1 bulan telah berlalu semenjak Tien menjadi pengawas yuan.
“Kau benar tidak mau bekerja sama denganku, ?” ucap Yuan kepada tien yang saat itu berdiri disebelahnya.
“Maaf” jawab singkat tien
__ADS_1
“Kalau begitu,, ikuti aku,, aku akan tunjukan sesuatu yang akan merubah pikiranmu!” ucap Yuan lagi sembari mengembangkan senyum liciknya.
“Siapa dia?” Tanya yuan merasa tidak senang dengan Andi yang selalu mengawasinya.
“Mulai sekarang Co tien ya akan menjadi pengawas barumu” ucap Andi seenaknya.. setelah mengetahui pengawas sebelumnya berkhianat., ?” ucap Yuan kepada tien yang saat itu berdiri disebelahnya.
“Maaf” jawab singkat tien
“Kalau begitu,, ikuti aku,, aku akan tunjukan sesuatu yang akan merubah pikiranmu!” ucap Yuan lagi sembari mengembangkan senyum liciknya.
******
Yuan berjalan menuju sebuah rumah besar diikuti oleh tien.. dia menarik dasi nya lepas untuk kemudian dibuangnya kehalaman rumah tersebut.. beberapa orang bawahannya menyambut kedatangan Yuan dengan sangat hormat di depan pintu.. saat itu tien tidak menyangka bahwa orang seperti yuan mengapa bisa dengan mudah dikendalikan ketika dia memiliki kekuatan besar seperti yang dia lihat..
“Bagaimana?” tanya yuan setelah datang mendekati seorang laki laki yang dihadapannya terduduk laki laki separuh baya dengan ikatan tali ditubuhnya.
“Baru mau dimulai” jawab laki laki yang tidak lain teman yuan tersebut,, dia adalah Go Alfa.
“Kalian .. apa yang kalian inginkan sebenarnya” teriak laki laki separuh baya tersebut.
“Bawa masuk”perintah alfa kepada bawahannya yang kemudian membawa seorang wanita paruh baya,,dua orang anak laki laki ,,dan satu orang anak perempuan..
“Berikan perusahaan industrimu kepadaku.. “pinta yuan secara paksa..
“Hahhaha..kau kira dengan membunuh mereka... aku akan memberikannya padamu” ucap laki laki tersebut..
“Lakukan” perintah alfa kepada bawahannya.. salah seorang bawahan tiba tiba menyuntikan sesuatu kedalam kulit wanita paruh baya tersebut,, tidak beberapa lama kemudian Bawahan yang lain menembakkan pistol tepat di dada wanita tersebut dan dia terjatuh kelantai.. darahnya mengalir tapi tiba tiba terhenti dengan sendirinya.. wanita tersebut masih hidup,, dia masih bernafas,, kemudian bawahan alfa meletakan tubuh wanita tersebut disebelah laki laki yang terikat itu.
“Tunggu sampai besok.. jika kau tetap tidak memberikan perusahaanmu... aku juga akan melakukan hal seperti ini kepadamu “ ancam alfa kepada laki laki itu untuk menambah rasa takut dalam hatinya,, tapi dia tetap tidak berniat memberikan perusahaannya meskipun dia akan mati sekalipun.
__ADS_1