Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
mengecoh


__ADS_3

Kami memasuki sebuah restoran,,Sepertinya restoran ini adalah restoran milik keluarga Co, tapi yang benar saja , haruskah kami masuk melewati pintu belakang.


aku betanya tanya bagaimana dengan orang yang saat ini sedang membantuku.. apa dia bisa tahu diruangan mana kami makan nanti... yang penting sekarang aku percaya saja pandanya..


aku tahu alasan Sien tidak membawaku dari pintu depan, dia hanya tidak ingin publik mengetahui bahwa dia sedang membawa seorang wanita bersamanya..


aku sudah tahu sejak lama karena itu dia tidak pernah sekalipun membawa ku keluar rumah.


“Cepat pesan jangan buang buang waktu” perintah Sien kepadaku saat kami sedang berada diruang Vip.. walau bagaimanapun hasilnya.. aku harus tetap berusaha..sien tidak pernah berubah, selalu saja dengan kasar memerintah.


Aku sengaja memesan banyak makanan,, karena yang membayar juga bukan aku.


Beberapa menit kemudian, makanan telah tersaji.. aku sungguh sangat terkejut. Tempat ini lebih cepat menyajikan makanan dibandingkan dengan warung biasa aku makan mie ayam bersama natto.


“ Cepatlah selesaikan makanannya..aku sudah meluangkan terlalu banyak waktu untukmu” aku tahu... kesombongan laki laki satu ini benar benar diluar batas... dari dulu hingga sekarang tidak pernah berubah.


“Uhuk uhuk.. “ aku menepuk nepuk dadaku.. tentu saja ini semua bagian dari rencana.. Sien tampak khawatir kepadaku lalu dengan segera duduk disampingku dan membantu menepuk punggungku.


“ makan pun kau tidak bisa berhati hati ,, kau mau mati tersedak ya didepanku” sabar.. sabar...kalau aku lawan..rencanaku bisa berantakkan ..walaupun aku belum bisa memastikan rencana ini juga akan berhasil.


“Kau suruh cepat cepat makan mana mungkin bisa bepikir untuk berhati hati” kataku dengan nada pelan.. aku harus baik baik saat ini kepadanya.


“Lihat..caramu makan sungguh sangat kotor” Sien mengelap saus spagetti yang .. tentu saja aku dengan sengaja menempelkannya kepipi wajahku..

__ADS_1


“ Maaf maaf..”kataku dengan nada lembut lagi


“Kenapa kau bisa tiba tiba berubah jadi lembut seperti ini..apa kau tidak betah tinggal bersama Shin?” Ahhh..pertanyaan seperti ini sungguh sangat malas aku untuk menjawabnya


“tentu saja betah..hanya saja akhir akhir ini aku merindukanmu.. kadang aku rindu ketika kau membelai rambutku..juga rindu ketika kau mencium dahiku” aku hanya berbohong.. mana mungkin aku bisa merindukan orang sepertimu.


“ oh...begitu” Sien benar benar melakukannya..dia mencium dahi dan Mengelus rambutku..aku jadi tidak merasa nyaman.. sudahlah.. aku putuskan sampai disini saja rencana ku. Aku akan berpura pura pergi kekamar mandi.


“Sien ..sungguh aku sangat malu.. aku ingin pergi kekamar mandi dulu.. aku mau perbaiki make up wajahku.. aku tidak terlalu senang berpenampilan buruk dihadapanmu” sebenarnya aku tidak akan pergi kekamar mandi..aku hanya mencoba untuk kabur dari sini..


“Ya sudah pergilah” izin Sien.. aku berjalan menuju kekamar mandi membawa tas ku..aku melihat seseorang yang kukenal berada dibalik dinding dengan memakai baju pelayan..benar...aku tidak menyadarinya ketika dia mengantar dan menyediakan makanan tadi. Dia memang sungguh bisa diandalkan..


Dia dan aku diam diam pergi bersama kekamar mandi..aku menunggunya mengganti pakaian.. setelah selesai lalu kami langsung pergi begitu saja meninggalkan Sien melalui tangga darurat.


“Kau hebat sekali..aku bahkan tidak mengenalimu..” puji ku sangat senang kepadanya.


“ omong kosong. ..aku sudah mengeluarkan biaya banyak untuk hidupmu akhir akhir ini,, ini adalah balasan atas rasa terima kasihmu kepadaku” aku menjauhkan pipinya yang mulai mendekatiku wajahku dengan telapak tangan.


“ cepat simpan ini ditas mu,, kita akan edit lagi setelah sampai dirumah” perintahnya kepadaku.. dia meletakkan kedua telapak tangannya dikantung jaket abu abu yang ia kenakan saat ini.


Setelah keluar dari pintu keluar aku terkejut melihat seseorang berada didepanku dengan bersandar di pintu mobil... Dia pasti menyadari bahwa aku telah meninggalkannya tanpa izin setelah menghabiskan makananku.


“Sudah makan langsung ingin pergi begitu saja” ucapnya secara langsung..

__ADS_1


“Mau bagaimana lagi..aku kan sudah kenyang” aku jawab cuek saja.. pandangan Sien kini tertuju pada orang disebelahku.


“Natto, itu kau? jangan bilang kau membantunya merencanakan sesuatu terhadapku” Sien mengenali natto.. aku tidak tahu ternyata mereka saling mengenal.


“Bukti apa yang bisa kau perlihatkan kepadaku atas tuduhan mu itu” Natto mulai melawannya.. waah..aku tidak menyangka natto sangat pemberani ..tidak hanya Shin..sien pun berani dilawannya.


“Natto.. kau mau cari mati ya” kali ini Sien mulai mengancam.. dia memang selalu suka mengancam.


“Kau mana mungkin bisa mencelakakanku.. aku adalah pewaris satu satunya keluarga Ou, ibuku sudah didiagnosa tidak bisa melahirkan anak lagi.. akhir akhir ini kakakku membuat masalah diperusahaan, apa kau kira ayahku akan diam saja, pewaris satu satunya dalam bahaya” jawaban Natto sungguh luar biasa..Mulut natto memang sangat tajam tapi dia tidak sembarangan dalam berbicara.


“Heh... Mungkin aku tidak bisa membunuhmu, tapi kau juga tidak akan mudah lepas dari Shin” ahh..benar sekali...Shin juga mengincar keluarga Ou.


“Hahaha tenang saja,, Selama ada wanita ini yang melindungiku..dia tidak akan berani macam macam,,” yang benar saja apa yang kau bilang.. melindungi diriku sendiri saja masih susah apalagi masih harus melindungi orang lain.


“Jangan banyak berbohong.. aku tidak bisa melindungimu. melihat Shin saja membuatku takut apalagi melindungimu..” aku pergi meninggalkannya..aku tidak mau bersusah payah menjaga orang ... hidupku sendiri saja sudah susah.


“Hei tunggu dulu..aku bercanda..jangan tinggalkan aku” teriaknya lalu bergegas mengejarku.


Tiba tiba sebuah tangan menarikku... aku tahu Laki laki ini pasti tidak terima aku tinggalkan begitu saja.


“Kau datang baik baik memintaku untuk membawamu makan, sekarang kau malah seenaknya pergi begitu saja” ucapnya kepadaku.. pasti saat ini dia sedang kesal..


Natto mengambil tangan Sien yang menggenggam lenganku lalu melemparkannya ke udara.

__ADS_1


“Kau tidak lihat ini dimana? .. apa kau tidak takut dilihat orang banyak, bisa bisa nama baik mu akan hancur jika kau bertingkah seperti ini” ucap natto mulai memperingati Sien.


“Benar.. kau tidak malu ya dilihat orang.. aku kan tadi hanya meminta traktir makan bukan harus menemanimu..makanan sudah habis tentu saja aku sudah harus pulang.. ayo natto kita pulang” aku membuang muka ku dari Sien yang terlihat masih menahan emosi.. dia memandang kepergian sembari menendang sebuah kaleng yang ada dihadapannya. Kutolehkan kepalaku kepadanya lalu kukeluarkan senyuman licikku untuk menambahkan rasa kesal didalam hatinya.


__ADS_2