
Hujan deras mengguyur disemua tempat wilayah barat.. sesekali suara gemuruh menggelega memecah keheningan dimalam itu,, cahaya kilatan petir kadang terlihat di beberapa fentilasi rumah yang terbuat dari papan kayu diwilayah barat..
“Aku sudah tidak bisa menahannya lagi” suara shin yang tiba tiba terdengar ditelinga Silly.. membuat wanita yang sedari tadi berada dipelukan laki laki itu merasa kebingungan..
“Baiklah,, aku akan temani kau ke kamar mandi.. tenang saja aku tidak akan mengintipmu yang sedang buang air” wanita itu menanggapi berbeda dengan apa yang dipikirkan shin saat itu,, Shin hanya tersenyum geli dengan kebodohan yang selalu dipikirkan wanita yang ia cintai itu..
“Bukan itu,, hujan sangat deras.. tubuhku sangat kedinginan,, aku ingin melakukannya bersamamu untuk menghangatkan tubuh yang mengigil ini” pinta Shin berharap wanita bodoh yang ada dihadapannya mengerti dengan maksud yang ia inginkan..
“Hmmm... aku juga ingin melakukannya dengan mu karena aku juga kedinginan.. tapi apa ada tempat untuk membuat api unggun dirumah.. bagaimana kalau kompor didapur kita turunkan saja kebawah.. lalu kita berdua bisa menghangatkan tubuh kita bersama” lagi.. ucapannya membuat hati shin kesal karena harus menahan lama keinginan didalam hatinya.. dengan sangat geram tanpa pikir panjang,, ia mengambil bibir wanita itu untuk dilumat secara liar dengan bibir mungilnya..“Hei.. apa yang kau lakukan! Tu tuu...tunggu dulu jangan menyentuh bagian bawah ku” pinta silly saat shin telah melepaskan ciumannya,, wanita itu dikejutkan dengan tangan Shin yang telah merayap kebagian paling sensitif silly yang mencoba menahan tangannya..
“Kau harus melayaniku malam ini,, kau mau ya di gantung ditiang bendera.. dan lagi kita juga sudah sering melakukan hal ini..mungkin sudah hampir dua puluhan kali... “ ucapan shin mengejutkan Silly,, silly yang salah paham menganggap dia adalah selingkuhan shin tidak bisa menyangkal apa yang diucapkan laki laki yang ia cintai itu karena ia tidak mengingat apapun..
“Aku tidak mau digantung ditiang bendera.. baiklah aku akan melayanimu untuk yang kedua puluh satu kalinya.. tapi kenapa harus dibawah kasur..” silly merasa sangat tidak nyaman melihat tempat sempit untuk melakukan hubungan yang mereka akan lakukan..
“Tenang saja.. aku akan melakukannya disini untuk permulaan.. setelah itu aku akan membawamu dikamar mandi,, sudut ruangan.. aku juga akan melakukannya dari depan,, samping dan belakang..” jelas shin sembari mulai memainkan jari jari tangannya dibagian tubuh bawah silly.
“Ah.. ahh... pelan pelan..emmm” shin mengambil bibir wanita itu dan melumatnya sebelum dia memohon kepadanya..
“Brengsek,, bahkan setelah berhubungan selama 2 jam tanpa henti laki laki itu tetap saja tidak membiarkan aku untuk tidur diatas kasurnya.. “ Silly yang telah terbangun dari tidurnya pagi hari itu dengan hanya memakai selimut merasa kesal dengan sikap shin yang sudah keluar kamar tanpa memperdulikan wanita yang telah ia pakai malam itu.. Silly yang merasa sangat lelah telah bekerja semalaman demi memuaskan keinginan laki laki yang ia cintai menutup kembali matanya untuk melanjutkan tidur panjangnya.
******
Seorang laki laki bertubuh tinggi dengan memakai kemeja putih dan mengantongi tangan di celananya berjalan menuju pintu rumah tempat shin dan Silly tinggal saat itu..
Laki laki dengan rambut silver yang membuat banyak mata wanita tidak henti hentinya memandang kearahnya berjalan dengan wajah marah dan tatapan tajam mengingat wanita yang ia cintai tinggal dan hidup bersama dengan laki laki lain yang bahkan sangat ia benci..
“Bukkkk” pintu rumah tertendang rusak oleh kaki panjang laki laki berambut silver tersebut “keluar kau pencuri tunangan orang” teriaknya kepada salah satu pengisi rumah yang saat itu sedang berdiri diatas lemari es didekat pintu dapur,, shin yang tadinya ingin mengambil bahan bahan makanan untuk dimasak tersenyum kecut melihat kehadiran orang yang tidak disangka sangka..
__ADS_1
“Bukan kan seharusnya aku yang mengatakan itu pencuri istri orang!” shin berjalan memgantongi kedua tangannya menghadap kearah laki laki yang berdiri didepan pintu rumah.. laki laki itu tak lain adalah Sien..
“Ini rumah kakekku,, kau lah yang harusnya keluar” usir sien tidak menyenangi melihat wajah shin.
“Dia juga kakekku.. dan lagi , dia sendiri yang memberikan rumah ini kepadaku” balas Shin dengan senyuman puas mengembang dibibirnya.
“Kembalikan tunanganku” pinta nya dengan tatapan tajam..
“Hm. konyol sekali.. Sejak kapan orang yang sudah menikah bisa bertunangan dengan orang lain.. pergilah.. kau hanya buang buang waktumu saja” usir Shin membalas tatapan tajam laki laki itu..
“Silly,, keluarlah.. aku datang menjemputmu” teriak sien lagi membangunkan Silly dari tidurnya dibawah kasur.
“Sudah kubilang.. percuma saja.. walau aku tidak ingat apapun.. aku bisa mengetahui dengan jelas bahwa dia adalah istriku,, jadi jangan coba coba untuk mencurinya lagi”shin menggertak giginya karena sangat geram dengan laki laki yang telah membawa silly sehari yang lalu pergi.. ditambah lagi saat itu dia telah merusakan pintu rumah miliknya..
“Sien!” silly yang telah memakai pakaiannya kembali keluar kamar ketika mendengar suara Sien berteriak memanggil namanya..
“Silly”sien menggertakan giginya geram sembari mengeluarkan kedua tangan dari kantong celana melihat tanda merah memenuhi leher wanita yang ia cintai itu.. “tanda merah itu,,, apa yang sudah kau lakukan silly?” bentak sien sangat emosi sampai Matanya membesar tidak dapat menerima apa yang ia lihat didepan matanya., ia mencoba berjalan menghampiri silly yang saat itu berdiri ketakutan didepan pintu kamar sembari mengengam pergelangan tangannya didepan dada tapi terhalang oleh Shin yang tidak menyukai sien untuk mendekati istrinya..
“Hmm.. aku juga digigit nyamuk” shin memotong pembicaraan silly dengan menunjukan Tanda merah dilehernya kepada sien “ini” tambahnya lagi “bahkan aku juga tahu jenis kelamin nyamuk yang menggigitku” lanjutnya memanasi laki laki yang ada didepannya membuat sien semakin geram.
“Brengsek kau shin” sien mencoba memukul Shin tapi tangannya sudah ditangkap terlebih dahulu oleh idris yang tiba tiba datang.. idris mengetahui kedatangan sien dari beberapa pengawas yang ia telah tugaskan untuk menjaga Silly..
“ayo berpesta” ucapan idris mengejutkan semua orang yang berada didalam rumah.. dengan senyuman licik.. ia lalu menghempaskan tangan sien keudara..
“Pweeeeeet pweeeeet... “ suara terompet terdengar dari luar rumah..
“Waktunya pesta” teriak natto yang telah membunyikan terompet dari mulutnya.
__ADS_1
“Pesta.. pagi pagi begini” silly merasa aneh dengan pesta yang tiba tiba diadakan..
“Hmm..pesta selamat karena Istri Wan zi telah hamil 1 bulan” ucap idris yang mendengar ucapan silly..
“Pesta dirumah kayu papan jelek seperti ini!” tanya silly membuat idris menghela kan nafas.. dia berpikir tentang perubahan adiknya yang mulai memandang status sosial..
“Karena kami ingin berpesta.. tamu yang tidak diundang,, silakan pergi” ucap Lian sembari menggenggam bahu Sien dari belakang..
“Siapa yang mengizinkan kalian berpesta dirumah kakekku,, pergilah “ usir sien sembari menyingkirkan tangan Lian dari bahunya..
“Rumah ini sudah kukembalikan ke keluarga Xu,, pemilik aslinya” suara yang terdengar familiar ditelinga Sien mengejutnya.. ia lalu membalikan tubuh kesumber suara..
“Kakek” ucap sien terkejut melihat Alfa berdiri sembari membawa sekotak donat ditangannya..alfa lalu masuk kedalam rumah melewati sien untuk duduk menikmati makanan yang telah ia dapatkan dari istana.
“Menyerahlah sien” ucap Alfa saat telah berpas pasan dengan cucunya tersebut..
“Hm” sien tersenyum kecut mendengar perkataan alfa “ sampai matipun aku tidak akan menyerah “ ucapnya sembari memasukan salah satu tangan kekantung celana dan pergi meninggalkan rumah tersebut dengan perasaan benci yang telah terukir didalam hatinya.
“Itu yuanna” sora memandang silly yang terlihat dari depan pintu..
“Hm” angguk joila.. “ kau kenal?” tanya nya lagi kepada kekasihnya..
“Dulu saat usianya kurang dari 5 tahun,, tidak disangka dia telah berubah menjadi wanita yang sangat cantik” sora tersenyum lembut melihat silly yang telah bergabung dengan nana,, arra,, natto,, idris,, shin dan Lian yang berkumpul duduk diatas lantai sembari tersenyum bahagia.
“Ayo bergabung” ajak joila menarik tangan kekasih hatinya itu..
“Hmm” angguk sora ..
__ADS_1
“Selamat” teriak mereka bersamaan dengan menaburkan kertas warna warni dan kue ditangan nana saat Wan Zi dan Ansi telah masuk kedalam rumah diikuti fan ri yang telah menjadi supir pasangan suami istri itu.
“Donatku habis” alfa tampak sangat sedih ketika melihat kotak kosong ditangannya.