
"Hey kau" panggil silly menghentikan langkah kaki Shin..
Shin yang kesal diganggu lalu membalikan tubuh untuk memaki sipenganggu waktunya itu..
"Ka.." ia menghentikan ucapannya karena menatap silly yang sedang terduduk diatas lantai semen perusahaan Ou Entertainment. Shin dia terdiam tiba tiba saat melihat mata wanita itu.
Untuk kesekian kalinya pandangan mereka beradu.. Lagi... Desiran nyeri keluar dari dalam hati mereka masing masing.. Shin terus menatap mata silly yang juga menatap matanya..
Air mata Silly untuk kedua kalinya terjatuh... Bahkan kali itu lebih banyak... Air matanya mengalir deras membuat silly terpaksa bernafas dengan menggunakan mulutnya.. melihat keadaan silly , Shin yang tanpa sadar juga menitihkan air mata...
Mereka bertatapan lama,, bahkan tidak mendengar suara orang sekitar yang merasa aneh dengan pemandangan mereka berdua.. tubuh Shin mencoba bergerak dengan sendirinya menuju ke silly tapi Shin menahannya..
"A...a..apak..ah a... Hmm" silly menggelengkan kepala lalu melanjutkan perkataannya "apakah aku dan kau pernah berselingkuh?' " pertanyaan Silly membangunkan Shin dari lamunan kosongnya yang menatap silly hampir 15 menit yang lalu .
"Ha...." Shin mengeluarkan suara tanda tidak mengerti perkataan Silly.. silly kemudian berdiri dari duduknya. "kau bicara apa!.. hanya karena aku memelukmu dipesawat 2 hari yang lalu.. sekarang kau sudah berani mengaku ngaku sebagai selingkuhan ku.. tidak tahu malu sekali" ucap Shin merasa kesal dengan pertanyaan Silly..
"Bukan begitu... Aku sudah mendengar semua kisah cerita cinta kita berdua dari mantan karyawan mu sebelumnya... dan aku merasa dia berkata benar" jelas silly yang sedang menepuk nepuk pakaian kotornya.
"Apa maksudmu!" Shin semakin tidak paham dengan ucapan silly..
"Hatiku... Hatiku ini benar benar sangat sakit ketika melihatmu.. jantungku juga berdetak sangat kencang,, sepertinya dulu kau dan aku memiliki hubungan percintaan yang sangat dalam.. " jelas silly memandang kewajah Shin setelah merasa pakaiannya telah bersih.. dia mengusap air mata yang berada dipipinya saat itu.. "lihatlah.. kau bahkan menitihkan air mata ketika melihatku.. itu berarti benar.. kau adalah selingkuhanku..dan aku adalah selingkuhanmu.. " ucapnya lagi..
__ADS_1
"Omong kosong...mana mungkin aku mau dengan wanita tidak tahu malu seperti mu" ucap Shin kesal dia mencoba untuk pergi meninggalkan silly tapi hatinya menolak untuk melakukannya.. Shin dengan segenap hati tetap berdiri dihadapan silly.
"Hmm.. aku tahu.. kau mungkin sangat membenciku karena membuatmu bercerai dengan yuanna.. tapi.. karena kalian sudah bercerai.. Aku Silly,, akan menggantikan yuanna untuk bersanding denganmu . Jadi aku mohon..ikhlaskan lah Yuanna untuk Sienku yang baik hati..kau telah menyakiti yuanna,, dan aku juga telah menyakitinya.. ayo kita berdua tanggung dosa atas apa yang telah kita kerjakan... "Jelas silly membuat Shin tercengang seketika. "Sekarang,, beritahu aku dimana yuanna.. aku ingin membawanya pergi ke Indonesia untuk menemui Sienku yang baik hati" pinta Silly semakin membuat Shin tercengang.. Shin menghela nafas dalam dalam sembari menutup matanya.. ia merasa sangat kesal dengan ucapan yang telah dilontarkan silly... Dia melangkahkan kaki menghampiri silly lalu meletakan jari telunjuknya kedahi silly setelah menyentuh..ia kemudian mendorong kepalanya kebelakang..
"Jangan mimpi " ucapnya kemudian membuat silly tercengang seketika.. dia mengerutkan dahinya tanda tidak menerima perlakuan kasar Shin..
"Kurang ajar.. aku sudah berbaik hati memberikan diriku ini sebagai pengganti mantan istrimu.. kau malah mendorong kepalaku dengan jarimu" bentak silly sembari menghempaskan tangan Shin keudara.
Shin mendekatkan wajahnya ke wajah silly yang ada dibawahnya..
"Aku dan yuanna belum bercerai,, jadi jangan mimpi bisa bersanding denganku atau memberi yuanna kepada sienmu yang baik hati itu" bisiknya menjengkelkan hati silly..shin lalu mengambil kembali kepalanya menjauhi Silly.. Shin membalikan tubuh berniat untuk meninggalkan silly ..
Seorang laki laki dengan rambut terikat berdiri menatap silly dengan tatapan kerinduan yang mendalam.. air mata jatuh mengalir deras dipipinya.. tanpa sadar ia menjatuhkan barang yang biasanya ia bawa kemanapun ia pergi.. dia tersenyum bahagia.. dia yang awalnya ingin menagih gaji nya yang masih tersisa diperusahaan Ou dikejutkan dengan kehadiran orang yang sangat ia cintai itu..
"Yuanna" ucapnya dengan penuh kerinduan
******
Sebuah Ruangan luas dengan bunyi suara rekaman seorang wanita dan suasana gelap lampu yang sengaja dimatikan menambah kesedihan seorang laki laki yang terbaring miring lemas di sebuah sofa.. ia mendengarkan rekaman tersebut dengan penuh keperihan,,
2 tahun yang lalu, laki laki itu selalu merekam percakapannya dengan seorang wanita yang saat itu telah mengisi ruang hatinya yang paling dalam.
__ADS_1
"Aku kan tidak meminta mu untuk menyelamatkanku hari itu ..!
Baiklah.. sini adik peluk" rekaman percakapan itu selalu diputarnya berulang kali, kadang ia mengganti rekaman kata lainnya dengan suara wanita yang sama selama seharian penuh.. laki laki itu tersenyum mengingat kejadian dimana ia berhasil membantu orang yang dia cintai mengambil aktor berbakat perusahaannya untuk diberikan kepada perusahaan Sun..
Natto,, dialah laki laki lemah itu,, selain pena rekam,, dia juga memegang sebuah foto terpotong seorang wanita yang duduk di kursi ruang VIP sebuah restoran ,, Natto sengaja memotong foto laki laki yang saat itu berada dihadapan wanita tersebut..
Natto telah memandangi foto wanita itu selama berjam jam.. sekali kali dia tertawa geli mengingat kekonyolan dan otak licik wanita yang fotonya ia pandangi itu..
Nada dering ponselnya tiba tiba berbunyi membangunkan dia dari lamunannya tentang masa lalunya lebih dari dua tahun yang lalu.. dengan masih malas.. dia meraih ponselnya diatas meja...
"Shin sudah sampai!" Suara laki laki yang sangat familiar ditelinga natto menganggunya mengingat masa masa bahagia bersama orang yang ia cintai.
"Belum" jawabnya singkat masih dengan berbaring diatas sofa..
"Sudah sangat lama masih belum sampai juga... " Laki laki yang tak lain adalah Idris mulai khawatir karena tidak mendengar kabar dari adik iparnya itu..
Mendengar suara khawatirnya Idris.. natto bergegas melihat keluar jendela untuk mencari Shin yang mungkin berada di bawah kantornya..
Dengan kemalasan tingkat tinggi.. natto berjalan menuju jendela kantornya.. dia membuka tirai yang menutup jendela.. dan saat itu juga matanya memerah.. air mata mengalir tanpa ia sadari.. dia melihat seorang wanita sedang berdiri menangis berhadapan dengan seorang laki laki yang ia kenali.
"Yuanna... "
__ADS_1