
Silly yang telah kembali dari supermarket memberikan secangkir kopi kepada Shin.. dia kemudian pergi untuk mengambil sapu dan tong sampah kembali bersiap siap untuk berakting saat itu...
Shin dengan santainya tanpa peduli Silly kepanasan meminum kopi yang telah dibeli silly.. sesekali dia melirik kearah silly yang memegang sapu dan tong sampah dengan menahan tawa geli diwajahnya..
"Bersiap siap" suara sutradara memberikan perintah.. silly dengan cepat mengambil posisi diatas tangga taman untuk menyapu pasir yang mengotori tangga tersebut..
"Action" suara sutradara yang terdengar di telinga silly membuatnya bergerak cepat menyapu anak tangga satu demi satu tanpa melihat kamera ,,
"Cut" meskipun sutradara telah mengakhiri Syuting silly tetap menyapu bawah pohon yang saat itu kotor dengan daun daunan yang berjatuhan..silly dia tidak mengetahui Makna kata pengakhir syuting karenanya dia terus menyapu tanpa sadar telah ditinggalkan lagi oleh semua orang saat itu..
Natto dengan senyum geli mengembang di wajahnya datang menghampiri silly yang masih serius menuang kumpulan dedaunan ditong sampah.. dia tidak menyangka bisa menyukai orang bodoh dihadapannya..
"Sudah selesai.. " ucap natto menghentikan kegiatan sapu menyapu silly..
"Kemana semua orang!' " tanya silly yang telah menyadari kepergian para para Crew syuting.
"Sudah selesai,, tentu saja pulang.."jelas natto lalu menarik tangan silly..
"Hari ini giliran aku" ucap Lian yang tiba tiba datang melepas tangan natto dari tangan silly..
"Giliran!" Tanya silly tidak paham..
"Iya.. giliran mentraktirmu makan bakso" jawab Lian sembari menganggukan kepala.. natto yang tidak ingin berkelahi terpaksa mengikhlaskan kepergian silly dengan Lian..
"Astaga..bahkan mentraktir baksopun harus bergantian.. keputusan menjadi artis Office boy ternyata sangatlah benar.. dengan berlelah lelah setelah menyapu.. mereka berdua memberikanku makanan secara gratis. "Gumam Silly sembari mengikuti langkah kaki Lian yang tersenyum senang membawa silly bersamanya.
__ADS_1
Shin yang memakai kacamata hitam masih santainya duduk dikursi menelonjorkan kaki dan menahan kepala dengan kedua tangannya,, dia melirik kearah silly dan Lian dari kejauhan.. senyuman kecut tersungging dibibir ketika ia merasakan sedikit sakit didalam hatinya..
Dua orang wanita berdiri memandang Kepergian silly yang ditarik oleh Lian.. mereka tidak percaya bahwa aktor berbakat yang baru saja muncul kembali setelah hampir tiga tahun menghilang memiliki hubungan spesial dengan seorang artis pendatang baru yang bahkan hanya berperan sebagai penyapu jalanan..
'" apa kau tidak merasa aneh!" Seorang darinya mulai membuka suara..
"Sepertinya wanita itu sangat spesial.. bukan hanya Lian,, Presdir Ou juga tampak perhatian kepadanya ditambah lagi.. managernya ... Bukankah dia adalah Presdir Sun Shin ya dari perusahaan T.n sun.. dia juga adalah raja bayangan negara ini" jelas wanita lainnya masih memandang silly yang telah masuk kedalam mobil Lian..
"Apa sebaiknya kita dekati saja dia.. mana tahu dengan begitu.. ada keberuntungan yang menimpa kita juga" saran wanita pertama yang membuka suara..
"Ide bagus" kedua wanita tersebut tersenyum nakal dengan rencana yang akan mereka lakukan kepada silly..
********
Idris berjalan masuk keruang kerjanya,, ia menemukan Nana terbaring menggigil diatas sofa .. dengan cepat Idris datang menghampirinya dan memeriksa kondisi tubuhnya.
Beberapa jam kemudian Nana telah membuka matanya.. ia mendapatkan sebuah handuk kecil berada di dahinya dan menemukan Idris tertidur di atas sofa.. Nana tersenyum senang saat itu.. dia tidak menyangka Idris mulai menyadari keadaannya setelah sekian lama dia selalu mengurus dirinya sendiri ketika ia sakit dan bekerja untuk Idris .
Nana berjalan menghampiri Idris dengan membawa selimut untuknya.. dia lalu melentangkan selimut tersebut ketubuh Idris yang saat itu tertidur miring..
"Ah" sebuah tangan telah menarik Nana jatuh.. Nana melepaskan selimut jatuh kelantai dari tangannya, dia terbaring diatas pelukan Idris yang saat itu sengaja menarik tangannya.. Idris tersenyum memandang wajah Nana yang masih terkejut dengan sikap yang Idris telah lakukan..
"Aku menyukaimu" ucap Idris lalu memeluk tubuh Nana mendekap ketubuhnya . Nana tersenyum bahagia mendengar pernyataan cinta dari raja yang saat itu memimpin negara..
"Aku juga menyukaimu" jawabnya kemudian sembari menyandarkan kepala didada bidang Idris.
__ADS_1
******
Idris berjalan masuk kekamar Silly yang ia berikan didalam istana... Matanya penuh kehangatan memandang silly yang sudah menunggunya duduk diatas sofa antik kesenian buatan klan Lu..
Silly membalas senyuman Idris ragu ragu tanpa membalas tatapannya.. Idris mengira bahwa mungkin Silly masih merasa bersalah karena kesalah pahaman yang ntah bagaimana baginya itu bisa terjadi.
"Aku ingin kau tinggal dirumah yuanna yang dulu" Idris duduk disebelah silly dengan menggenggam tangannya,, Nana masuk kedalam kamar Silly tiba tiba untuk memberikan kunci rumah.
Dia menghampiri silly yang masih bingung mendengar perintah rajanya untuk tinggal dirumah adik yang telah dikhianati silly beberapa tahun yang lalu..
"Kenapa aku harus tinggal dirumahnya?" Tanya silly penasaran.. dia merasa bahwa sang raja sedang merencanakan sesuatu.
"Karena kau harus mendapatkan yuanna sebelum Shin menemukannya,, saat ini kau telah masuk kedalam televisi,, aku yakin cepat atau lambat yuanna akan mencarimu,, dia pasti akan kembali kerumah dan saat itu kau yang ada dirumahnya dapat berjumpa dengan yuanna secara langsung... Kau juga tidak boleh menjauh dari Shin.. yuanna sangat mencintai Shin.. aku yakin ,, dia akan mencari Shin juga,, jangan mau kalah dengan Shin, silly... " Jelas Nana berbohong agar Silly tidak mencurigai rencana mereka untuk mengembalikan ingatan Shin secepat mungkin.. saat itu mereka merasa khawatir dengan sifat angkuh Shin yang menolak kebenaran didepan matanya.
"Baiklah... Aku akan tinggal disana!'" silly menyetujui perintah raja yang masih menggenggam tangannya.. Idris tidak ingin melepaskan silly hari itu... Ntah mengapa ,, rasa rindu dihatinya sangat berat,, dia ingin sekali melihat silly yang masih menjadi yuanna dimasa lalu.. dia berpikir jika yang ada dihadapannya adalah yuanna,, dia pasti akan sangat senang melihat Idris telah menjadi seorang raja yang memimpin negara.. Dia juga akan meminta banyak hal kepadanya.. dengan sigapnya Idris lalu memeluk tubuh silly .. saat itu silly mengira bahwa rajanya mungkin sangat merindukan yuanna,, dia membalas pelukan Idris untuk menenangkan hatinya.
"Silly,, Shin sangat mencintaimu,, kejarlah dia lagi seperti sebelum kau kehilangan ingatanmu" pinta Nana ketika Idris telah melepaskan pelukan kepada adik yang ia sayangi..
"Hmm" angguk Idris" Shin sungguh sangat mencintaimu silly,,, kau harus berjuang untuk mendapatkannya kembali" tambah Idris meyakinkan Silly yang saat itu sudah menyerah untuk bersanding dengan Shin karena ucapan Shin yang selalu menghinanya.
"HM" silly menggelengkan kepalanya "dia tidak suka kepadaku,, bahkan sudah berkali kali menghina ku... sebelumnya ,,aku juga sudah mengatakan bahwa aku memiliki perasaan kepadanya didepan kantor Natto,, tapi dia menolak ku,, kalau sudah ditolak kenapa harus masih berjuang... Sungguh yang mulia,, aku tidak ingin memaksakan perasaan orang terhadapku" jelas Silly sembari tersenyum kecut menunduk.. ia mengetahui dengan pasti perasaannya kepada Shin,, silly sejak pertama kali melihat Shin telah merasakan Cinta yang sangat dalam.
"Kalau begitu buktikan silly,, buktikan dengan matamu sendiri bahwa Shin sangat mencintaimu!" Pinta Nana dengan sangat berharap.. dia melepaskan tangan Idris yang menggenggam tangannya lalu mendorong Idris agak menjauh.. dia lalu duduk ditengah tengah Idris dan Silly... Matanya penuh dengan harapan.. Nana ingin memberikan Silly sebuah rencana untuk membuktikan perasaan cinta Shin kepadanya..
"Baiklah.. " ucap Silly singkat lalu berdiri dengan melepaskan tangan Nana .
__ADS_1
"Eh .. " Nana tercengang melihat silly tiba tiba berdiri "aku belum memberitahukanmu renacanya" ucapnya kemudian.. silly yang mendengarkan ucapan tersebut tersenyum lucu melihat wajah kebingungan Nana..