
Yuanna sedang duduk bersila dipinggir danau dengan memegang pancing dikedua tangannya.. dibelakangnya Nana sedang bermain main dengan ikan yang telah didapatkan Yuanna ketika memancing.
"Kau hebat sekali,, baru beberapa menit saja sudah dapat sepuluh" ucap Nana sembari menghitung jumlah ikan didalam ember yang berisi air..
"Jangan dihitung nanti hilang satu" larang yuanna kepada Nana sembari menarik kait pancingnya..
"Hahaha.. bodoh sekali..mana mungkin itu bisa terjadi" ucap Nana merasa dibodohi oleh yuanna..
"Kau ini.. kalau hilang satu awas saja" ancam yuanna yang telah mendapatkan satu ikan lagi dipancingnya..
"Luar biasa.. ikannya besar sekali" puji Nana yang saat itu sedang terpesona melihat ikan yang sedang dipegang yuanna..
"Ini namanya ikan Lele" jelas Yuanna sembari membuka mulut ikan untuk mengeluarkan pancingnya..
"Kalau ini?" Tanya Nana sembari mengeluarkan Ikan kecil dari ember.
"Itu namanya ikan Wader" jawab Yuanna sembari memasukan ikan yang ia dapatkan kedalam ember.. lalu mengaitkan cacing kepancingnya.
"Wah.. bahkan nama ikanpun kau tahu" puji Nana lagi..
"Kan sudah kubilang.. aku sudah biasa memancing" jelas Yuanna lagi..
"Buaya... Itu buayaa..." Teriak Fan RI yang saat itu berada di sebrang danau..
"Buaya.. "ucap yuanna seketika..
"Bukan bodoh itu hanya batang.. lihat lihatlah baik baik" ucap Wan Zi yang sudah mendekat kebatang yang dikira fan RI adalah buaya..
"Buaya.." ucap yuanna sembari berdiri dari posisi duduk.. matanya memerah seketika.. "buaya..hiks...hiks... " Ucapnya sembari mengeluarkan banyak air mata.
"Yuanna... Hei kenapa kau menangis" ucap Nana merasa khawatir.. ia kemudian melepaskan pancing yang digenggam yuanna..
"Buaya....ahhhhh...sakit sekali" teriak yuanna sembari memegang kepalanya membuat Nana,, fan RI dan Wan Zi terkejut seketika.. " sakit sekali.. sakit sekali" teriak yuanna Sembari memegang kepalanya dengan kedua tangannya.. dia lalu jatuh terbaring diatas tanah merasa kesakitan luar biasa..
__ADS_1
"Yuanna yuanna" panggil Nana sangat khawatir.. karena melihat keadaan yuanna fan RI lalu berlari menuju tenda kemah untuk menemukan Idris..
"Sakit sekali... Buaya.. sakit sekali kepala ku sakit sekali" teriak yuanna...
"Yuanna..yuanna.." ucap Shin yang saat itu telah tiba dipinggir danau .. mata Shin memerah seketika khawatir melihat keadaan orang yang dicintai.. dia menghampiri yuanna dan mengangkatnya kemudian membawanya menuju kapal mereka yang masih berlabuh dipinggir pantai..
"Kenapa dia bisa menjadi seperti itu!?" Tanya Idris yang juga tiba di pinggir danau kepada Nana.
"Tidak tahu.. buaya.. benar.. dia tiba tiba berkata buaya.. lalu menangis tiba tiba dan jadi seperti itu" jelas Nana yang saat itu sangat takut disalahkan.. Idris yang merasa khawatir lalu meninggalkan Nana mengikuti langkah kaki Shin yang sangat khawatir saat itu..
"Sakit sekali... Sakit sekali.. tolong aku" teriak yuanna yang saat itu berada di pelukan Shin yang duduk diruang kapal pesiar
"Dokter.. panggil dokter...cepat" bentak shin dengan sangat emosi..
"Yuanna" panggil Idris yang saat itu mencoba mendekat..
"Menyingkir " bentak Shin "menyingkir kubilang" bentaknya lagi membuat Idris menghentikan langkah kakinya untuk mendekat "kau.. kalau bukan karena kau yang memisahkan kami.. mungkin yuanna tidak akan pernah seperti ini" ucap Shin memaki sembari menatap Idris dengan penuh kebencian.. Idris hanya bisa terdiam mendengarkan Makian Shin.. dia tahu bahwa dia telah melakukan kesalahan yang sangat besar.. Lian datang memasuki ruangan kapal saat itu..dia sangat khawatir kepada Yuanna yang terduduk dipangkuan Shin sembari memegangi kepalanya dan berteriak kesakitan..
"Menyingkir brengsek.." maki Shin kepada Lian yang mencoba mendekat.. Shin tidak mengizinkan satu orangpun mendekati yuanna saat itu.. "dokter mana.." tanya Shin kepada natto yang saat itu sedang sibuk menghubungi seseorang untuk membawa dokter ketempat tersebut..
"Kenapa lama sekali.. bergegaslah panggil dokter" ucap Shin lagi dengan penuh emosi , air matanya jatuh seketika.. dia terlihat sangat kesakitan ketika melihat yuanna..
"Sakit sekali... Buaya.. sakit sekali" ucap yuanna..
******
Yuanna didalam ingatannya dia melihat seorang Laki laki tua menatap murka kewajahnya "kakek.. aku mohon jangan pukul yuanna lagi,, kakek aku mohon jangan tendang yuanna lagi" pinta Idris kecil saat itu sedang berada disebelah laki laki tua itu..
"Kenapa aku.. kenapa aku yang di pukuli.. kakak yang mengajakku pergi.. aku tidak tahu apa apa" teriak yuanna kecil yang saat itu sudah terbaring lemah..
Ditempat yang berbeda.. yuanna didalam ingatannya ia melihat Laki laki tua sedang memegang katrol sementara yuanna kecil berada diatas katrol yang digunakan laki laki tua itu..
"Hahaha..masukan saja aku kekolam buaya.. aku sudah tidak takut mati.. aku tidak mau..tidak mau menjadi pembunuh.. aku muak dengan kau laki laki tua"maki yuanna kecil penuh tatapan benci kelaki laki tua itu..
__ADS_1
Ditempat lain .. yuanna melihat beberapa orang terikat ketat dengan tali .. disebelahnya laki laki tua yang ia telah lihat beberapa kali itu memberikan pistol keyuanna kecil..
"Tembak " perintahnya
"Dooor..dorrr..door"
"Kakek... Kenapa kau suruh aku membunuh orang" ucap yuanna kecil saat itu..dia terlihat sudah terbiasa melakukannya..
"Kau.. harus melindungi kakakmu.. karena itu jadilah orang yang kejam" jawab laki laki tua itu dengan tatapan tajam.
Ditempat lain..
"Yuanna.. yuanna...aku mohon kakek.. lepaskan yuanna.. jangan lakukan itu kakek" tangis Idris ketika melihat adiknya sedang diinjak injak oleh laki laki tua yang ada didalam ingatan Yuanna saat itu.. "makan.. makan sepatu ini" ucap laki laki tua itu sembari menyodorkan sepatunya kemulut yuanna kecil yang sedang ditutupnya.. mata yuanna kecil tampak sangat merah.. saat itu dia tidak menangis sama sekali.. dia tersenyum kecut menatap laki laki tua yang berdiri menginjak injak tubuhnya itu..
Ditempat lain..
"Kalau kau sudah bisa keluar dari sini.. cari saja kakek.. terima kasih sudah menyelamatkan kakek ya yuanna kecil" ucap laki laki tua lain kepada Yuanna diatas pagar dinding .. yuanna hanya bisa diam dengan pandangan kosong menatap laki laki tua itu melompati pagar..
Ditempat lain..
"Kau anak tidak tahu diri..berani beraninya kau melepas kan orang tanpa seizin ku" maki laki laki tua itu sembari menendang keras kepala yuanna kecil. yuanna kecil yang tidak menangis itu hanya bisa menahan rasa sakit sembari tersenyum kecut.
Ditempat lain.
"Kenapa kenapa kau perlihatkan hal kejam ini kepadaku.." ucap yuanna kecil sembari memandang kearah seseorang dilempar kekolam buaya hidup hidup oleh beberapa laki laki..
"Ahhhhh...selamatkan aku..." Teriak orang yang telah dilempar tersebut didalam kolam yang terisi puluhan buaya.
"Sakitt.. sakit sekali kepala ku,, sangat sakit" teriak yuanna yang saat itu masih berada di pelukan Shin..
"Dokter sudah datang.. tahan sebentar ..tahan sebentar" ucap shin sembari memeluk yuanna.. air mata Shin tidak berhenti mengalir.. matanya merah penuh dengan kesakitan.. semua orang hanya bisa memandang khawatir Yuanna yang sedang kesakitan dari jauh..mereka tidak berani mendekati yuanna karena Shin melarang keras.. Dokter yang telah datang mendekat kemudian memberikan obat penenang kepada Yuanna..beberapa saat kemudian akhirnya yuanna bisa tenang kembali..
"Sakit sekali..hiks hiks.. hiks... Dia jahat sekali " ucap yuanna lemas lalu tertidur seketika dipelukan Shin yang menatapnya penuh keperihan.. Shin mengangkat tubuh yuanna kedalam kamar kapalnya diikuti oleh dokter yang telah di ajaknya masuk.
__ADS_1
"Jelaskan padaku" perintah Shin dengan tatapan tajam kearah dokter yang saat itu tertegun melihat Kengerian wajah Shin..
"Ingatannya yang hilang karena pencucian otak, telah sedikit terbuka" ucapnya mengejutkan Shin setengah mati.. dia yang mengira bahwa Yuanna selama ini hanya meminum obat penghilang ingatan seketika terperanjat tidak percaya mendengar ucapan dokter tersebut.