Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
ditaman wisata


__ADS_3

Sebuah taman wisata tampak sangat ramai diakhir pekan. setelah pesta selesai semua orang memutuskan untuk pergi ketaman tersebut yang terletak dikota C,, idris yang telah berhasil dengan bantuan arra akhirnya bisa bebas tanpa ada orang yang mengenalnya sebagai raja negara saat itu..


“Apa benar tidak masalah tahanan seperti aku keluar rumah!” tanya silly yang saat itu sedang berjalan beriiringan dengan Shin..


“Hm” angguk shin,,”tenang saja.. ada aku yang mengawasimu.. kau tidak mungkin bisa kabur” jelasnya lagi membuat silly yang merasa bersalah lega seketika.


“Ayo masuk kerumah hantu” ajak Silly semangat menarik tangan shin ,, laki laki itu terpaksa mengikuti langkah kaki silly meninggalkan kumpulan orang yang sedang sibuk dengan urusan mereka masing masing..


“kau tidak mengikuti adikmu?” tanya nana yang mengenggam tangan idris..


“Hmm” geleng idris.. “ aku memang pernah berjanji membawanya ke sini,, tapi melihat dia bersemangat dengan shin disisinya,, sudah cukup puas bagiku hanya untuk melihatnya.. dan lagi.. sekarang aku memilikimu disisiku,, “ senyum lembut idris tunduk melihat wajah nana yang lebih pendek dari wajahnya...


“Tentu saja.. aku ini selamanya milikmu” ucap nana dengan bangganya sembari menarik tangan idris pergi “ayo kita kerumah hantu” ajak nya kemudian yang diikuti oleh idris..


*******


Lian dan Natto yang merasa bosan karena tidak memiliki pasangan hanya bisa duduk dikursi taman.. sementara Arra saat itu tidak ikut pergi ketaman wisata karena urusan pekerjaan yang tidak bisa ia tinggalkan..


“Lian” seorang wanita berdiri didepan lian yang duduk melentangkan tangan dibangku taman..


“ziDah lia,, kenapa kau bisa mengenaliku?” tanya lian yang saat itu telah menyamar dengan bantuan arra, ia lalu memperbaiki posisi duduknya, natto yang sedang bermain game tidak peduli dengan kedatangan wanita itu.


“Tentu saja,, aku inikan sepupumu” ucap wanita itu dengan bangganya “ Dia?” zidah lia mulai melirik kearah natto yang terlihat sangat mempesona dimatanya..


“lebih baik jangan mengenalnya.. dia itu tsundere” ucap lian membingungkan ziDah lia.. natto yang kesal dengan sebutan itu lalu menutup permainan gamenya dan berdiri dihadapan zidah lia.


“Ou natto,, dan aku bukan tsundere,,” ucap natto lalu pergi meninggalkan Lian yang tertawa geli melihat kemarahan temannya..


“Apa yang kau lakukan disini!” tanya lian kepada zidah lia yang masih memandang kagum punggung natto..

__ADS_1


“Ahh.. aku menemani kakek dan nenekk.. kau mau ber...”


“Tidak usah,, sebentar lagi ibu pasti menghubungiku untuk bergabung makan malam.. aku akan menemui kakek disana saja”ucap lian memotong pembicaraan zidah lia,, dia mengetahui bahwa akan ada masalah jika kakek yang mengaguminya bertemu dengannya dikeramaian.


“Temanmu.. maksudku natto ... apa dia sud...”


“Ada orang yang dicintainya,,tapi sama sepertiku,, cintanya bertepuk sebelah tangan” jelas lian lagi memotong pertanyaan dahlia karena telah melihat wajah kagum dahlia ketika memandang natto.. “jadilah assisstenku,, jika ingin mengejarnya,, dia bos ku ditempat kerja” lian menawarkan pekerjaan kepada ziDah lia,, karena merasa tidak cocok dengan assisstennya saat itu,, dia juga mengetahui dengan pasti bahwa tidak akan mudah bagi orang lain untuk dekat dengan natto..


“Sungguh” ucap zidah lia mulai bersemangat ,, lian tersenyum lucu melihat ekspresi wajah senang Dahlia.


“Hm” angguknya menambah rasa senang didalam hati wanita itu..


******


Seorang laki laki separuh baya berjalan kesal mendorong sepasang kekasih keluar dari tempat ia bekerja..


“Kenapa kau menendang mereka sampai pingsan!” keluh Silly kesal dengan perbuatan shin yang menendang beberapa orang karyawan yang bekerja di rumah hantu


“Salah mereka sendiri membuatmu ketakutan” ucap shin dengan santainya sembari memasukan tangan kekantong tanpa merasa bersalah sedikitpun..


“Kenapa hari ini sial sekali mendapatkan dua pasangan pelanggan gila” suara yang tak asing terdengar di telinga silly dan Shin.. mereka kemudian menoleh kesumber suara.


“Kenapa kau menendang mereka sampai pingsan!” maki nana kepada idris yang baru saja dikeluarkan secara paksa oleh pemilik rumah hantu..


“Salah mereka sendiri membuatmu berteriak ketakutan” ucap idris merasa bersalah..kemudian mereka menoleh kearah silly dan Shin yang berpura pura tidak terjadi masalah..


“Menyeramkan sekali ... untung saja kita bisa menyelesaikannya sampai akhir dan tidak diusir,, iya kan shin” sindir silly sembari menarik lengan Shin pergi menjauhi pasangan idris dan nana..


“Benar.. aku bahkan tidak henti hentinya berteriak karena merasa takut” shin mengikuti langkah kaki silly tanpa memperdulikan Idris dan nana yang melihat mereka..

__ADS_1


“bukankah tadi pemilik rumah hantu berkata dua pasangan gila?” tanya nana kepada idris yang juga berpikir sama..


“Hahahahaha... lucu sekali” tawa idris tak terbendung melihat Shin dan Silly yang mencoba menyembunyikan kesalahan mereka.. nanna hanya bisa tersenyum geli memandang punggung kedua orang yang sudah menjauh dari mereka tersebut.


*****


Silly terduduk lemas diatas bangku taman karena perutnya yang mual setelah bermain wahana tornado.. Shin duduk sembari memegang botol minuman sembari sesekali menepuk pelan punggung Silly jika silly mulai memuntahkan isi perutnya..


“Kakak... jangan tembak aku” suara anak kecil mengalihkan pandangan shin dari silly ke arah seorang anak laki laki yaang mengejar seorang anak perempuan..


“Druduk drududkk.. hahah drududk duruduk” ucap anak laki laki itu sembari mengarahkan pistol air ke adik perempuannya yang terus berlari menuju tempat permainan mobil mobilan yang tidak jauh dari sana.. Shin berdiri tiba tiba.. matanya tak tertahankan.. rasa kantuk tiba tiba menghampirinya saat itu.. Silly yang melihat shin memegang kepala dan menggelengkannya beberapa kali terpaksa berdiri untuk menanyakan keadaanya..


“Shin.. kau baik baik saja!” tanya silly yang berdiri disamping shin yang masih menahan matanya untuk tertutup..


“Drududk druddukk..” suara tembakam terdengar ditelinga shin


“shin..” suara seorang wanita juga terdengar bersamaan dengan suara tembakan tersebut,, suara wanita itu sangat familiar ditelinga shin.


“Shin .. shin.. kau baik baik saja kan” silly bergerak kedepan shin untuk melihat wajahnya yang tertunduk menahan kantuk berat yang ia rasakan..


“Yuaannaa” ucap shin sembari memeluk silly ,,


“Shin.. kau kenapa” panggil silly berkali kali tapi shin tidak bergerak juga.. Shin telah tertidur dipelukan Silly membuat silly ketakutan setengah mati.. Dia yang tidak sanggup menahan tubuh laki laki itu.. terduduk dilantai dengan membaringkan tubuh shin di paha kaki nya yang ia lipat..”shin.. jangan mati..haaa..hikss..”semua orang berkumpul mendengar tangisan silly yang keras.. dengan cepat silly lalu menghubungi idris.


“Yang mulia,, shin.. hiks.. shin mati” ucap silly setelah panggilannya diterima oleh idris..


“Mati” idris terkejut setengah mati mendengar ucapan silly lalu berlari menuju ke tempat silly berada atas petunjuk yang diberikan adik nya itu.


“Mati” nana yang melihat idris tiba tiba lari setelah mengucapkan kata tersebut kemudian segera bergegas berlari mengikuti idris yang sudah agak jauh darinya..

__ADS_1


__ADS_2