Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
ayah mereka


__ADS_3

Pagi yang cerah ,, suasana hutan yang tenang menenangkan hati yang berada didalamnya.. semua orang telah bersiap siap untuk kembali kekota.. Mereka membawa beberapa kenangan ketika tinggal beberapa hari di tempat tersebut..


Yuanna berkali kali memandang kearah hutan saat mereka telah keluar dari sana,, dia merasa bahagia,, ditempat tersebut dia bisa mengatakan perasaannya terhadap Shin dengan jelas.. di tempat itu juga ,, dia mengetahui fakta bahwa dia masih menyandang status istri dari Shin..


Ombak lautan bergelombang membawa percikan air kebibir pantai.. . Semua barang telah di masukan kedalam kapal..


Sebuah kapal tiba tiba berlabuh ditepi pantai,, semua orang memandangnya dengan rasa khawatir....


Beberapa orang yang tidak disangka kedatangannya telah tiba..


"Paman" ucap Shin yang saat itu berdiri disamping yuanna.. dengan sigapnya Shin menggenggam tangan yuanna.. dia merasa takut paman yang ia telah kenal sejak kecil itu akan mengambil Yuanna dari sisinya seperti tiga tahun yang lalu.. Shin telah mendengar kejadian tiga tahun yang lalu dari mulut Idris.


"Shin.. " sami mendekat kearah Shin diikuti oleh tiga orang laki laki dibelakangnya..


"Ayah,, kenapa kau kemari?" Tanya Lian yang dikejutkan oleh kedatangan Zidan..


"Lian,," ucap Zidan sembari memandang kearah anaknya itu "ada yang harus ayah lakukan disini" Zidan tersenyum melihat anak kesayangannya yang sudah lama tidak ia temui..


"Ayah... Kenapa kau juga kemari" tanya Shin ketika melihat ayahnya mendekat..

__ADS_1


"Shin.. berikan yuanna" pinta Sihan kepada Shin membuat semua orang tercengang seketika... Mereka tidak menyangka bahwa kedatangan orang orang itu kepulaun kecil tengah laut untuk membawa Yuanna.


"Paman sanni,, kau bahkan mengikuti perintah ayahku,, kukatakan pada kalian.. menyerahlah" ucap Idris tidak senang dengan kedatangan semua orang yang memuakkan pemandangannya tersebut.. Idris masih kesal dengan sikap ayahnya yang memaksa memberi yuanna obat penghalang ingatan...


"Idris.. aku sudah memberi perusahaan Xu kepadamu kenapa kau malah berkeliaran dan tidak melaksanakan tugasmu sebagai Presdir Xu! Kembalilah segera ,, yuanna,, biar kami yang mengurusnya" perintah Sanni membuat Idris semakin muak dengan kedatangan mereka..


"Hahahahahah.... Keterlaluan,, kakak... Jangan dengar kata pengkhianat ini,, aku mengenalnya... Dia lah yang telah mencuci otakku" jelas Yuanna menatap tajam kearah Sami.. tatapan yuanna penuh dengan kebencian saat itu.. Shin dan semua orang yang mengikutinya terkejut dengan apa yang telah yuanna katakan..


"Jadi itu kau?'' bentak Idris seketika..


"Iya.. itu dia.. laki laki pengkhianat.. setelah kita membuat Yuan terkunci mati didekapan Diahu,, dia seenaknya saja membawa kita keluar negeri lalu mencuci otak kita tanpa kita sadari" jelas Yuanna penuh dengan emosi.. dia mengepalkan sebelah telapak tangannya.. telapak tangan lainnya menggenggam erat tangan Shin.. Shin menyadari saat itu yuanna sedang dalam emosi yang sangat tinggi. "Kenapa kau membunuh Sahabatku dan kakaknya brengsek" bentak yuanna dengan geramnya...


"Omong kosong apa yang kau ucapkan,, kalau kau datang hanya ingin memisahkan aku dengan Shin lagi.. pergilah.. sebelum aku berubah menjadi gila" ucap yuanna.. "ah..benar.. sungguh,, dulu aku sangat bodoh tidak mendengarkan kata kata Shin untuk menghentikan meminum obat gila itu dari mu... Kalau saja aku menurutinya.. mungkin saat ini,, harta klan sudah berada di depanku.. " lanjutnya lagi masih memandang sami dengan kebencian yang menggebu gebu.


"Jadi kau tidak menghentikan obatnya saat itu!" Tanya Shin mulai marah ...


"Karena dia... Dia mengancam akan membuatmu pergi dari rumah...Shin dia itu sangatlah jahat.. dia bahkan tidak setia dengan tuannya.. Shin cepatlah pergi dari sini.. aku muak melihatnya" pinta yuanna,, yuanna mendongakkan wajahnya memelas menatap Shin..


'"kau sudah ingat semuanya.. " Sami ingin memastikan semuanya.. dia tidak menyangka hari yang dikhawatirkannya akan tiba saat itu...

__ADS_1


"Hahahaha... Tentu saja aku ingat.. aku ingat seberapa besar kebencianku kepadamu dan Yuan,, " yuanna mengalihkan pandangannya kewajah Shin.. matanya mulai merah memandang orang yang ia cintai itu.. dia sangat takut Shin akan membiarkannya pergi saat itu.. "Shin,, aku mohon,, biarkan aku berbicara berdua dengannya,, dengarkanlah kami agar kau tahu siapa yang benar dan siapa yang salah... Shin... Aku takut kau akan melepaskan aku" pinta yuanna mengeluarkan air mata yang kemudian jatuh dipipinya.. Shin membesarkan mata seketika menatap kesedihan yang tertanam Dimata wanita yang ia cintai itu.. dia tersenyum lembut kemudian untuk mengurangi rasa khawatir Yuanna..


"Tenanglah.. aku tidak akan meninggalkanmu,, kau boleh bicara semaumu.. apapun itu aku akan berada disisimu" ucap Shin sembari menyingkirkan rambut panjang yuanna di pipinya.. Shin merapikan rambut yuanna kebelakang telinganya.. dia membelai lembut kepala wanita itu..yuanna tersenyum menatap Shin.. beberapa saat kemudian.. ia mengalihkan pandangannya menuju Sami.. tatapannya berubah,,


"Hei.. pengkhianat.. pergilah dari sini.. aku tidak akan pernah ikut dengan mu lagi selama sisa umurku" yuanna menatap sami yang terlihat sangat khawatir saat itu..


"Yuanna,, kau itu iblis... Tidak seharusnya ingatanmu kembali" balas tatap sami tajam kearah yuanna... "Sien,, dia lah tempatmu seharusnya tinggal" lanjutnya lagi membuat Shin semakin geram.. Shin menahan rasa geramnya dengan mengepalkan sebelah tangannya.. Idris yang saat itu berada disamping Shin mulai menatap emosi kewajah ayahnya. Lian.. dia lagi lagi merasa sangat tidak berguna saat itu,, natto dan Joila terlihat sedang bersiap siap dengan kemungkinan yang akan terjadi.. Arra dan Nana tampak sangat khawatir dengan keadaan yang terjadi..mereka berdua berdiri dibelakang idris dan Shin.. sementara Wan Zi dan Fan RI pergi masuk kedalam kapal karena takut dengan situasi yang saat itu mereka anggap sangat berbahaya.


******


Hembusan angin laut membawa terbang rambut panjang yuanna yang tak terikat.. tangan yang menggenggam erat tidak ingin terlepas.. yuanna.. dia masih berdiri disebelah Shin yang saat itu menatap emosi kewajah seorang laki laki dewasa.


"Iblis! Kau bahkan menyebut aku ini sebagai iblis.. iblis yang telah kau ciptakan bukan,,, kau lah yang membuat aku dan kakakku menjadi seperti iblis" ucapan yuanna mengejutkan Idris saat itu.. Idris bahkan tidak menyangka yuanna menyebut dia sebagai iblis.. saat itu Idris berusaha mengingat kembali masa kecilnya yang terlupakan.


"Aku salah.. aku minta maaf... Tapi kembalilah sekarang ke Sien yuanna... Mengalahlah.. Idris saat ini sudah bersama Shin.. dan kau harus bersama Sien,, ini adalah keputusan terbaik.. " sami melembutkan suaranya agar tidak melakukan perdebatan dengan yuanna..


"Ha... Haaa... Hiks... Dari dulu semuanya diberikan untuk kakakku... Aku bahkan tidak pernah bisa mendapatkan yang aku mau..sekarang,, setelah aku mulai berhasil memiliki Shin.. kau juga mau mengambilnya dari aku.. bahkan memberikannya lagi kepada kakakku.. omong kosong... Pergilah kau brengsek.. aku tidak mau pergi dari Shin.. sekali ini.. sekali ini saja... Biarkan aku mendapatkan apa yang ku mau..hiks... Haaaaaa...hiks" suara tangis yuanna mengeras... Dia tidak tahan lagi dengan sikap Sami.. Yuanna mengusap air matanya dengan pergelangan tangannya.. Shin sudah tidak dapat lagi menahan kesabarannya.. dia melangkahkan kaki menuju Sami.. sebelum itu terjadi.. Idris terlebih dahulu berjalan melewati Shin.. Idris.. dia sangat membenci ayahnya hari itu.


"Buuuukkk.... "

__ADS_1


__ADS_2