Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
tak pernah mengingkari janji


__ADS_3

"Mana mungkin.. kau dan Lord Zin memiliki sifat yang sama... Aku juga sangat yakin kau adalah lord Zin.. kau juga yang menerima hadiah pertandingan game.. Lian,, jangan coba coba membohongiku" yuanna masih tidak ingin mempercayai ucapan Lian.. dia melepaskan tangannya dari genggaman Lian . Lian yang tidak senang dengan itu.. mengambil kembali tangan yuanna.. dia tidak ingin menyia nyia kan kesempatan terakhir untuk lebih dekat dengan yuanna..


"Dengarkan dulu" Lian mengambil tangan yuanna dari udara.. dia menggenggam nya erat.. membuat yuanna merasa sangat aneh dengan sikapnya.. yuanna memang merasa ada yang berubah dengan sikap Lian selama ia dekat dengannya beberapa bulan yang lalu,, dia merasa Lian sangat perhatian kepadanya " Shin,, dia adalah temanmu didalam game itu" ucapan Lian membuat mata yuanna memerah lagi.. matanya berkaca kaca.. tanpa ia sadari air matanya jatuh kepipi "Shin ,, selama ini tidak pernah meninggalkanmu yuanna.. dia sangat mencintaimu,, sebelum aku memiliki istri digame.. dia menyarankan aku untuk memilih Akun heroin yuanna untuk dijadikan pendampingku.. karena aku sibuk berakting.. aku lalu memperkerjakan orang ahli game untuk memainkan akunku.. saat itu aku belum mengetahui bahwa Orang yang memainkan gameku adalah Shin sampai dia sendiri yang mengatakannya secara langsung kepadaku,, Shin,, dia lah Tuan dan kaisarmu yuanna.. dia melakukan semua itu karena dia sangat mencintaimu.. dia bahkan mencari tahu tentangku lebih dalam agar dia bisa membohongimu dan berpura pura menjadi aku.. Yuanna.. Shin lah yang menunggumu dibalik dinding untuk menyelamatkanmu dari Kurungan Sien.. saat itu, aku sangat bodoh tidak peduli dengan permintaanmu,, aku minta maaf.. karena telah mengambil semua hadiah pertandingan tapi tidak memenuhi janji untuk menyelamatkan mu.. dan aku malah menghina serta menyirammu dengan segelas jus jeruk.. maaf yuanna" jelasnya lagi.. mata yuanna tidak berhenti mengeluarkan air mata.. yuanna tertunduk menangis.. saat itu dia ingin sekali bertemu dengan orang yang dia cintai.. orang yang selama lebih dari sebulan tidak ia dengar suaranya.. yuanna,, perasaannya untuk Shin semakin dalam.. dia tidak menyadari bahwa Shin selalu dekat dengannya.. dia bahkan menuduh Shin telah meninggalkannya.. yang lebih menyakitkan.. dia tidak bisa mengingat bahwa Shin adalah orang yang sangat dekat dengannya saat dipertemuan pernikahan Sien dan Kariean hampir satu tahun yang lalu..


Lian tersenyum sedih melihat yuanna yang tidak berhenti menangis. Dia ingin memeluk yuanna lagi tapi menghentikan niatnya.. Lian.. dia merasa tidak pantas untuk melakukan hal itu karena perbuatannya dimasa lalu yang sangat dia benci.. Dia kemudian berdiri untuk segera pergi.. tapi belum melangkahkan kakinya.. Lian telah menemukan Joila berdiri tersenyum kepada Lian yang saat itu ingin menangis.. Lian membalas senyuman Joila.. dia lalu bergegas pergi untuk melewati Joila.. kemudian memegang bahu Joila ketika mereka telah berpas Pasan.. dia tahu bahwa saat itu Joila juga akan menyampaikan hal tentang Shin kepada yuanna yang masih menangis merindukan Shin..

__ADS_1


Lian telah keluar dari rumah.. air matanya jatuh seketika.. dia bergegas pergi menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari rumah yuanna.. sesekali ia menghela nafas dengan mulutnya Karena hidung yang tersumbat.. Lian.. dia menangis sejadi jadinya saat telah masuk kedalam mobilnya.. dia menyesali perbuatan kejamnya kepada Yuanna saat itu.


"Kenapa kau menangis sampai segitunya bos,, " ucap Joila mencoba menenangkan yuanna..Joila tersenyum lucu mengingat ketika yuanna menginginkannya untuk menjadi pengikutnya beberapa bulan yang lalu dipulau selatan..joila tersenyum sedih karena yuanna tetap menangis. "Hey boss berhentilah menangis.. Shin masih hidup dan bahkan sangat sehat" tambahnya lagi untuk menenangkan yuanna yang tak kunjung menghentikan tangisannya,, Joila saat itu berdiri dihadapan yuanna yang tertunduk menangis di atas sofa.. Nana dan Arra dari kejauhan juga ikut menambah suasana sedih diruangan tersebut.. mereka berdua menangis tertahan. "aaahhh.. kalau kau tetap menangis seperti ini,, aku akan mengurungkan niatku untuk memberitahukan hal tentang Shin kepadamu,," ucapnya lagi membuat Yuanna mendongak kewajahnya dengan mata merah dan air mata yang membasahi wajahnya,, yuanna menghapus tangisannya agar Joila memberitahukan hal tentang Shin kepadanya.


"Aku sudah tidak menangis lagi" ucap yuanna kepada Joila yang masih berdiri memandang wajah Yuanna.. Joila tersenyum kecil melihat wajah jelek yuanna saat itu... Dia lalu duduk agak jauh dari yuanna , disofa yang sama..

__ADS_1


"Haaaaaaa... Hiks...."yuanna menangis sejadi jadinya.. dia tidak tahan mendengar ucapan Joila lagi.. padahal saat itu Joila masih belum selesai berbicara.. Joila berpikir bahwa apa yang ia bicarakan sudah cukup saat itu.. dia membiarkan yuanna menangis. .Joila berpikir bahwa yuanna.. dia pasti sangat ingin bertemu shin.


"Bersiaplah.. malam ini Shin ingin kau menemuinya.. dia ingin mengatakan semua perasaannya kepadamu.. aku akan menjemputmu.. berdadan lah yang cantik.. dan... Hentikan tangisan yang akan membuat wajahmu semakin jelek itu" Joila lalu berdiri dari duduknya.. sejenak ia menatap orang yang sangat dicintai sepupunya tersebut.. dia tahu selama ini mereka berdua saling mencintai..


"Benarkah!" Tanya Yuanna masih dengan tangisannya.

__ADS_1


"Hmm...tunggulah aku" Joila lalu melangkahkan kakinya pergi meninggalkan yuanna yang masih menangis.. dia menghentikan sejenak langkahnya untuk melihat yuanna lagi ketika telah sampai didepan pintu.. saat itu Nana dan Arra sudah berada didekat yuanna.. mereka bertiga menangis bersama.. Joila tersenyum bahagia..dia mengingat beberapa bulan yang lalu yuanna masih belum memiliki teman dekat,, saat itu dia merasa lega melihat ada orang yang menangis bersamanya.


__ADS_2