
Disuatu halaman rumah yang luas.. terlihat oleh Shin beberapa pelayan sedang menyapu halaman.. dia masuk kehalaman tersebut.. dia memakai baju layaknya seorang pelayan dan memakai kacamata..
Shin merasa sudah tidak sanggup menahan rasa rindunya kepada yuanna.. setelah beberapa saat berjalan.. Shin masuk kedalam rumah Sien.. dilihatnya seluruh ruangan..dia belum berhasil melihat yuanna.
“Kau pelayan yang dipilih nyonya ralla untuk sementara waktu ya?” tanya roger, kepala pembantu keluarga co yang sedang bertugas dirumah Sien..
“Aku tidak mau” terdengar suara seseorang yang sangat dirindukan Shin dari atas.. tubuh Shin bergemataran mendengar suaranya.. dia merasa ingin sekali melihat wajahnya
“Benar ,,” jawab Shin singkat.. roger mengantar Shin menuju kekamarnya lalu memberitahu tugas tugasnya..
******
sehari setelah itu, Shin berjalan membawa makanan untuk yuanna untuk pertama kalinya.. ada perasaan bahagia didalam hatinya saat ia menuju kearah kamar yuanna..
“Keluar... “ teriak yuanna didalam kamarnya..
“Kau berani mengusirku!” bentak sien kepada yuanna.. Shin yang mendengar itu merasa sangat marah.. tiba tiba pintu terbuka.. . Pandangan wajah Shin seketika berubah melihat sesosok wanita yang sangat dirindukanya berdiri didepan pintu..
“Keluar sien.. aku sangat pusing...mengertilah..” mohon yuanna ..yuanna terlihat sangat pucat saat itu..
“selesaikan dulu tugas mu.. aku membutuhkan nya saat ini” paksa sien.. yuanna meletakkan tangannya kedahi tanda dia sangat pusing.
“Datanglah malam ini..aku akan berikan..tolong beri aku waktu” pinta yuanna kepada sien.. tanpa menjawab sien melangkah kaki meninggalkan yuanna.. Shin melihat seorang wanita yang tak lain adalah Arra menunggu dibawah tangga.. lalu pandangannya dialihkan menuju yuanna yang saat itu menahan marah melihat kepergian sien dan arra..
“Nona .. saya mengantar makan siang untuk anda “ucap shin sopan..tubuh shin gemetaran..dia sangat ingin memeluk yuanna yang saat itu sedang tidak berdaya..
“ ahhh.. sini... aku harus makan...akhir akhir ini aku merasa pusing.. mereka sudah banyak menghabiskan darahku...entah untuk apapun aku tidak tahu hehehe” ucap yuanna masih bisa menghibur diri...Shin tidak memberikan Makan siangnya ketangan yuanna..dia berjalan melangkah kaki masuk kedalam kamar yuanna..
“Hei.. biarkan aku saja yang membawanya” ucap yuanna.. shin hanya terus berjalan dan tidak menjawab.
“Kau masih disini?” ucap yuanna sambil memakan makanannya.. salah satu tangannya sedang memegang smartphone memainkan sebuah game.
“Aku menunggu piringnya kosong” jawab Shin ,,
__ADS_1
“hm baiklah” yuanna mengangguk kepala merasa aneh dengan sikap Shin..Shin hanya terus menantap yuanna.. dia merasa senang akhirnya bisa melihat wanita yang dicintainya lagi dan merasa sedih melihat keadaan wanita itu.
Ketika malam telah tiba sesuai janji, Sien datang bersama arra, mereka masuk kedalam rumah.. dia membuka kunci kamar yuanna.. yuanna yang sudah lama menunggu dibalik pintu akhirnya melempar dokumen yang dibutuhkan Sien.
“Bisakah kau sopan” bentak Sien sambil memukul wajah Yuanna..
“Ini yang ke 57 kalinya kau menamparku” kata yuanna sambil memegang pipinya merasakan sakit..
“Kau pantas mendapatkannya..” ucap sien menyakiti hati Yuanna..
Arra datang menaiki tangga menghampiri mereka lalu mengajak sien pergi... Shin menatap mereka dengan menahan emosi..tangannya mengepal kencang.. tiba tiba Yuanna terjatuh tak sadar diri..shin bergegas naik ketangga untuk menolong yuanna..
*****
Yuanna masuk kedalam ruang rumah sakit.. perawat memasang tabung nafas kepada yuanna..
“obat.. obatnya mana” tanya dokter pribadi yuanna.. Shin yang tahu bahwa yuanna selalu meminum obat telah mempersiapkan obatnya dan memberikan kepada dokter tersebut..
“ bagaimana? “ tanya Shin khawatir..tubuhnya gemetaran dan kakinya mulai lemas..
“Titiitiiiiiiitiiiiiiiiit”
*********
“hah.... hah...hah...” suara ponsel membangunkan tidur Shin.. dilihat jam telah menunjukan angka 12 malam..dia mengangkat panggilannya.
“Shin yuanna..yuanna dirumah sakit” suara takut Lian didalam ponsel.. Shin terkejut mendengarkannya.. tanpa pikir panjang ia mengambil jaketnya pergi menuju kerumah sakit..
Shin berlari menuju ruangan Yuanna..dilihatnya yuanna terbaring mengenakan perban dikepala diatas kasur..
“Bangsat... “ shin mendatangi Lian dan memukul wajahnya.. lian pasrah dengan apa yang dilakukan Shin
“Shin....shin” ucap yuanna, matanya masih terpejam.. Saat itu juga shin menuju kearah yuanna dan mengenggam tangan kanan yuana dengan kedua telapak tangannya.. tubuh shin gemetaran.. kakinya merasa lemas seketika..
__ADS_1
“Panggil dokter” teriak Shin Ketakutan..
“Anda tidak perlu khawatir..Dia baik baik saja..hanya saja kepalanya sedikit terluka ..” kata dokter setelah memeriksa keadaan yuanna.
“Tapi dia belum bangun juga ..ini sudah berapa lama” ucap shin tidak percaya.. Lian hanya terdiam melihat kekhawatiran Shin..dia tidak menyangka bisa melihat sikap shin yang seperti itu..
“Dia butuh istirahat..biarkan dia tidur dulu” ucap dokter tersebut menenangkan Shin..Shin duduk disamping tubuh yuanna masih memegang tangannya.. untuk kesekian kalinya dia melihat kondisi yuanna yang seperti itu..
“ Kau bilang kau tidak mencintainya” lian mulai membuka pembicaraan.
“Aku hanya takut mereka akan mengincarnya kalau mereka tahu aku mencintainya..”jelas shin kepada Lian..
“Aku mengerti perasaan mu.. aku hanya merasa aneh.. tiba tiba rem mobil ku tidak berfungsi.. aku yakin ..setelah aku mengatakan ingin masuk keperusahaan Zin,, kejadian seperti ini terjadi.. tidak mungkin ini sebuah kebetulan” tebak Lian..
“Sepertinya memang sudah direncanakan.. tapi aku merasa lega kalian baik baik saja”
“Aku merasa sangat berterima kasih pada istrimu.. kalau bukan karenanya mungkin saat ini aku sedang berbaring sepertinya..dia menghalangi tubuhku ketika mobil menabrak pohon..”
“dia memang selalu bodoh seperti itu”
“Sepertinya..dia sangat mencintaimu,, dari tadi dia memanggil namamu... sebenarnya aku belum mau memberitahumu malam ini..tapi pasti dia membutuhkanmu.”
“mungkin sekarang aku sudah dibutuhkannya.. “
“baru kali ini aku melihatmu ketakutan ..aku sudah lumayan lama mengenalmu tap belum pernah sebelumnya melihat mu sekhawatir ini”
“Aku menyukainya sudah sangat lama.. hanya saja dulu dia menyukai Sien..dan aku tidak ada harapan.. sekarang dia bilang dia mencintaiku.. hahahah kau tahu rasanya bahagia saat pertama kali mendengarnya menyatakan cinta.. sungguh.. aku hanya ingin waktu berhenti pada waktu itu”
“Aku tidak menyangka kau menyukai wanita licik seperti dia..hahahaha kalau aku...mungkin tidak akan pernah”
“Baguslah.. kau harus ingat kata katamu itu”. Ucap shin memperingatikan lian.
Hari itu Shin tidak ingin ada orang lain yang mencintai yuanna kecuali hanya dirinya sendiri.
__ADS_1