Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
bagian timur


__ADS_3

"Kau sudah sampai?" Tanya Shin kepada Idris yang saat itu sedang menghubunginya.


"Aku sudah sampai sekitar jam sembilan malam tadi.. bagaimana denganmu?" Tanya Idris balik kepada Shin yang saat itu sedang duduk menyandar didinding tempat tidurnya sembari membuka lembaran buku bahasa Jerman .


"Kau tahu..desa xu tidak begitu jauh,, apalagi jalan tol saat itu tidak terlalu ramai. aku sudah sampai dari jam 6 sore tadi. " jelas Shin kepada Idris..


"Ada yang ingin kusampaikan kepadamu.. maaf tiba tiba ..tapi aku harus mengatakannya malam ini juga". Ucap Idris kepada Shin.


"Baiklah..aku akan mendengarkanmu" jawab shin mengizinkan.


*****


Shin yang masih terduduk diatas kasurnya mendengarkan dengan baik cerita Idris tentang masa lalu ayahnya..


Sesekali dia menghelakan nafas tidak percaya,, dan perasaannya bercampur aduk antara sedih melihat keadaan keluarga yuanna dan kecewa karena kelakuan kakek dan ayahnya.


"Kau sudah mendengarkan semuanya?" Tanya Idris kepada Shin setelah menyelesaikan ceritanya..


"Sudah" jawab Shin singkat..


"Jadi kau pasti sudah tahu apa permintaanku bukan?" Tanya Idris memastikan..


"Belum" jawab Shin lagi singkat.


"Shin" bentak Idris kesal karena Shin berpura pura tidak mengetahui.


"Pahamilah aku" pinta Shin memelas.. saat itu dia sangat kesakitan..


"Aku memahamimu,, tapi kau juga harus memahamiku,, aku mohon Shin.. jangan beritahu yuanna tentang perasaanmu kepadanya sampai tujuan kita tercapai" pinta Idris kepada Shin memaksa.


"Idris..aku mohon" ucap Shin masih meminta..


"Kau mau mengkhianatiku seperti ayahmu mengkhianati ayahku,, kalau kau tetap melakukannya,, akan kupastikan... Yuanna tidak akan pernah bersamamu lagi selamanya" ancam Idris kepada Shin membuat hati Shin perih seketika.. dia tidak sanggup mendengar ucapan itu lagi.. Shin menarik nafas perlahan lahan..

__ADS_1


"Baiklah.. tapi berjanjilah padaku,, kau tidak akan membiarkan satu laki lakipun mendapatkan yuanna" pinta Shin membuat janji.


"Aku janji.. tenang saja Shin.. aku janji kepadamu,, aku akan menjaga yuanna untukmu." ucap Idris meyakinkan.


******


Diwilayah Timur.. tempat dimana desa Zin berada...


12 jam perjalanan telah di lalui oleh Lian dan fan ri.. rasa lelah dan letih sudah tidak dapat terukirkan lagi dibenak mereka..


Lian menghela nafas lega setelah mobil mereka memasuki sebuah desa kuno yang rumahnya dibangun dengan sejenis kayu jati dengan bertiangkan kayu dibawah lantainya.. rumah itu sering disebut dengan rumah panggung.. hanya saja rumah tersebut hampir sama di seluruh desa..


walaupun hanya terbuat dari kayu,, rumah rumah didesa tersebut tampak begitu elegan dan mewah dengan warna merah tua yang membinarkan mata ketika memandangnya..


Siang itu setelah beristirahat semalaman dikota kecil perbatasan timur dan tenggara,, mereka melanjutkan perjalanan menuju desa dengan membawa banyak makanan yang dibeli dikota tempat mereka beristirahat..


Sebelumnya,, sewaktu kecil Lian pernah dibawa kakeknya pergi kedesa tersebut beberapa kali,, dia memiliki banyak sanak saudara disana.. bahkan ketua klan Zin juga adalah adik dari Kakek Lian..


Fan ri menghentikan mobilnya tepat disalah satu rumah yang didepannya terdapat pohon nangka yang wanginya menggiurkan selera.. di pinggir jalan rumah tersebut berdiri jejeran pohon pisang yang berbuah banyak namun belum matang..


"Ahhhhhhhhh"


"Itu Lian ...."


"Ahhhh...Lian.. benar Lian."


"Itu benar Lian" teriakan puluhan orang yang berlarian menuju kemobil Lian membuat Lian harus masuk kembali ke dalam mobilnya.


"Gimana bos!" Tanya fan ri yang belum berani beranjak keluar mobil.. kerumunan orang mendatangi mobil Lian dan mengintip di jendelanya untuk menemukan orang yang mereka cari..


"Ahh" teriak fan RI terkejut ketika melihat wajah jelek seseorang sedang terjepit diantara kaca jendela mobil Lian dan orang orang dibelakangnya.


"Bos" panggil fan ri lagi sembari memandang takut kearah Lian yang ada disampingnya.. tiba tiba seorang kakek tua masuk didalam keramain, berdesak desakan dengan orang orang yang ada disana.

__ADS_1


"Cucuku i love you full" teriak laki laki tua tersebut setelah mendekati kaca mobil Lian dengan moncong mulut yang menempel dijendela..


"Bos" tanya fan ri lagi tidak mempercayai apa yang dilihatnya sementara Lian hanya bisa menarik nafas tanda dia tidak tahu cara untuk menyelesaikan masalah yang terjadi saat itu..


Tidak henti hentinya laki laki tua tersebut mengetuk ngetuk jendela kaca dengan telapak tangannya sembari terjepit oleh beberapa orang yang ingin mengintip Lian.. dengan sigapnya Lian membuka pintu menyebabkan mereka yang bersandar terjatuh ketanah..


"Ahh..cucuku" ucap laki laki tua itu yang kemudian berdiri lalu memeluk Lian.. semua orang yang mencoba mendekati Lian di lirik tajam olehnya,, membuat siapapun yang melihat menelan ludah karena takut akan menyebabkan bahaya jika melanggar maksud dari lirikan laki laki tua tersebut.


"Kakek... Kenapa kau masih saja seperti ini..aku kan sudah besar" ucap Lian tidak terima diperlakukan seperti anak kecil oleh kakeknya.


"Kau ini adalah cucu kebanggaan ku,, bagaimana mungkin aku tidak memperlakukanmu seperti ini,, aku tidak akan membiarkan satu orangpun mendekatimu" ucap laki laki tua tersebut..


"Baiklah baiklah.. jadi kapan kau bawa aku masuk.. lihatlah banyak orang yang ingin memakanku saat ini" ucap Lian mencoba melepaskan diri dari pelukan kakeknya..


Beberapa saat kemudian,, Lian duduk dilantai rumah panggung milik adik dari kakeknya tersebut.. dia adalah ketua klan Zin,, disebelah Lian ,, ketua klan Zin masih memeluk lengan cucunya sekali kali sambil mengelus Elus lengan Lian dengan pipinya..karena sudah biasa diperlakukan seperti itu,, Lian hanya bisa pasrah dan membiarkan tingkah kakeknya itu..


Dihadapan Lian terduduk seorang wanita tua yang tak lain adalah Istri dari Kakek disebelahnya.. disamping wanita tersebut, , terduduk seorang wanita muda cantik lainnya..


"Bagaimana kabarmu Dalia?" Tanya Lian kepada sepupunya tersebut..sebelumnya Dalia pernah dirawat kerumah sakit akibat trauma yang dia dapat ketika SMP... Dia berkali kali muntah darah ketika melihat kerumunan orang mendekatinya..


"Aku baik baik saja sekarang.. hanya masih belum berani melihat banyak orang berkumpul mendekatiku" jelasnya lagi..


"Bagaimana bisa menjadi separah itu,, mereka benar benar brengsek.. hanya karena tuan mereka dikhianati,, mereka malah melampiaskan emosi separah itu kepadamu" ucap Lian merasa kesal.


"Emm" Dalia menggelengkan kepala "akulah yang salah,, tidak seharusnya aku mengkhianati temanku waktu itu,, ketika dia dibuli ,, aku hanya duduk terdiam dan tidak menolongnya,, suatu hari giliran aku yang dibuli,, karena aku dan dia tidak dekat lagi,, dan tidak sekelas lagi,, mana mungkin dia mau menolongku" ucap Dalia merasa sedih..


"Siapa sebenarnya teman brengsek mu itu?" Ucap Lian kesal..


"Lian.. dia tidak salah,, dia bahkan mungkin tidak mengetahui kalau aku telah dibuli oleh orang orangnya,, aku tidak tahu,, kenapa tiba tiba dia bisa menjadi seterkenal itu dulu,," ucap Dalia lagi membela..


"Kau bilang marganya Ann bukan?' tanya Lian..


"Benar.. marganya Ann,, jika suatu hari kau menemukannya,, bisa kah kau memberitahukan itu padaku? aku ingin sekali bertemu dan meminta maaf kepadanya. Bagaimanapun.. kau kan aktor terkenal..mungkin saat ini dia juga adalah salah satu bagian dari penggemarmu" pinta Dalia kepada Lian..

__ADS_1


"Tentu saja pasti dia adalah penggemarku,, " ucap Lian sombong.. fan ri yang tadinya pergi kekamar mandi ,, berjalan memasuki keruang tamu tersebut..dia lalu duduk disebelah Lian. Sementara laki laki tua tersebut masih semangat memeluk cucunya.


" Kakek,, nenek dia adalah temanku,, shi fan ri.. dia akan menemaniku untuk pergi kedesa co yang dekat dengan desa ini,, dan kakek aku memiliki satu permintaan padamu!?'" ucap Lian,, mendengar ucapan Lian.. kakeknya tiba tiba berubah menjadi serius.. dia tidak menyangka bahwa cucunya akan berurusan dengan klan Co.. dia tampak tidak menyenanginya.


__ADS_2