Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
silly ditemukan


__ADS_3

“Kau wanita tukang tidur ya!” suara Shin dari ruang tamu membuat suasana hati Silly yang baru bangun dari tidutnya menjadi merasa sangat kesal... dia yang telah terbangun terpaksa harus tidur kembali karena ulah shin yang tidak ingin melepaskannya pergi saat itu.


“Kau memeluk aku erat bagaiamana mungkin aku bisa bangun” keluh silly tidak terima dengan ucapan Shin,, shin yang tidur miring diatas sofa sembari menahan kepala diatas tangan dan melirik kearah silly yang berjalan menuju dapur untuk mengambil air mineral dilemari es mengembangkan senyum nakalnya.


“hanya karena aku memelukmu,, bukan berarti kau harus tidur lagi kan tukang tidur” ledek Shin dengan senyuman nakal yang masih mengembang dibibir melihat wajah kesal silly yang tak bisa disembunyikannya.


“diam shin,, kau tahu,, kau ini sangat menyebalkan ,, aku tukaang tidur aku tukang tidur.. sudah puas” suara keras silly terdengar lucu ditelinga Shin yang saat itu sudah mengambil posisi duduk dan menyalakan Televisi untuk melihat serial One piece yang akan tayang sebentar lagi..


“Aku lapar!” Ucap shin yang langsung disadari oleh Silly karena ia terbiasa memasak untuknya..


“Tidak ada bahan apa apa lagi dilemari es,, pesan saja lewat online... hmmm.. aku akan pesan bakso.. tunggu dulu” silly menutup lemari es lalu bergegas Kekamar mengambil ponselnya..


“Tidak ada orang jual bakso dipagi hari bodoh... beli telur sana.. “ shin kesal kepada silly yang selalu memesan bakso hampir setiap hari.. dia bahkan sampai bosan hanya untuk melihat makanan itu.


“Telur lagi” ucap Silly patah semangat karena ia tidak terlalu menyukai telur..


“Pergilah beli” perintah Shin yang langsung dilaksanakan Silly. “Ingat,, belinya diwarung dekat rumah saja tidak perlu pergi jauh jauh sampai kerumah kepala desa” shin memperingatkan silly mengingat kejadian beberapa hari lalu yang membuat hatinya panik dan khawatir akan kepergian Silly.


Silly berjalan keluar rumah dengan perasaan sangat kecewa karena harus memakan telur yang ia tidak terlalu suka dipagi hari..


*******


Jauh diindonesia,, Sami masuk kedalam Rumahnya setelah kepergiannya mencari yuanna yang tidak kunjung ia temui setelah hampir sebulan lamanya.. ia memandang wajah biru istrinya akibat pukulan kasar dari Sien yang membencinya karena telah Membuat Yuanna pergi..


“Kita harus pindah.. kita harus menjauh dari sien,, selagi dia pergi..Aku mohon sami.. aku tidak ingin mengancam yuanna dengan keberadaan kita disisinya” pinta Iris sangat berharap kepada Sami yang telah duduk disampingnya..


“Maaf iris.. kau perlu obat Itu ,, dan lagi.. setelah obat yang yuanna bawa habis.. dia juga pasti akan kembali ke sien.. “ tolak sami mengecewakan iris .. iris sangat membenci sifat egois suaminya itu..


“sami,, Kau diam saja ketika aku dipukul sien.. kau juga pasti diam saja kan ketika yuanna dipukuli yuan.. ayah macam apa kau ini... bukan hanya diam saja anak mu tersiksa kau bahkan memisahkannya dengan orang yang dia cintai.. aku lebih baik gila atau mati daripada melihat yuanna berpisah dengan Shin lagi” maki iris dengan kerasnya .. dia lalu berdiri dan pergi meninggalkan Sami yang merasa sangat marah kepada dirinya sendiri.. sami berkali kali menarik nafas untuk menenangkan hatinya kemudian menunduk menahan dahi dengan kepalan kedua tangannya.

__ADS_1


*******


Silly berjalan masuk kedalam rumah dengan membawa beberapa butir telur dikantung plastik dan seekor kucing lusuh ditangannya. Ia menuju kedapur untuk meletakan Telur yang ia beli dan berencana memberikan ikan kaleng yang telah ia beli untuk kucing yang telah dibawanya..


“Keluarkan kucing itu” suara Shin mengejutkan Silly.. shin yang melihat silly lewat membawa kucing lusuh menghampiri silly yang berjongkok dekat meja dapur


“Tapi... tapi kucing ini kelaparan shin.. Tunggu dia makan dulu lalu....”


“Kau mau sakit ya.. keluar kubilang”perintah Shin yang ragu ragu dilaksanakan Silly..


“Tapi shin..”


“Keluar.. kau tidak dengar ya” bentak shin membuat silly tertegun.. ia bergegas lari membawa ikan kaleng bersamanya meninggalkan shin yang masih sangat emosi dengan wanita itu.


Silly dengan sedih berada diluar rumah dengan melepaskan kucing yang telah ia berikan ikan dipinggir jalan..


“Maafkan aku ya kucing.. bahkan memberikan tempat layak untuk kau makan saja tidak bisa.. “ ucap nya kepada kucing yang saat itu masih memakan ikan kaleng sembari meengelus bulu halusnya..”entah mengapa,, aku benar benar tidak berani untuk melawannya.. hatiku ini selalu saja ingin menuruti apapun yang ia katakan.. “ lanjutnya lagi kali itu memandang kearah depan.. melihat aktivitas jalanan desa yang tidak banyak dilalui kendaraan.. hanya segelintir orang saja yang kadang kadang lewat..


“Sien” ucapnya sembari berdiri memandang sien yang berjalan cepat menghampirinya..


“Kemana saja kau selama ini” bentak sien setelah mendekati silly dan menarik tangannya pergi..


“sien tunggu dulu.. “ silly mencoba menahan tangan sien yang menarik tangannya..


“kenapa lagi silly.. ayo kita segera pulang... kau tidak khawatir dengan ibumu yang sedang sakit parah ya” ucap sien Bohong sembari terus mencoba menarik tangan silly yang telah berhenti berjalan..


“Tapi aku belum menemukan yuanna ,, “ silly menolak untuk melangkah .. dengan menahan kesabaran Sien membalikan tubuhnya lalu memeluk silly..


“Aku sudah bertemu yuanna,, dia sengaja datang keindonesia untuk memberikan selamat karena kita akan segera menikah.. ayo kita pulang.. yuanna sedang menunggu kita” sien berusaha meyakinkan Silly agar dia kembali bersamanya.. dia tidak memiliki banyak waktu lagi,, ia tahu cepat atau lambat idris akan menemukannya..

__ADS_1


“Benarkah” tanya silly mulai senang dengan kabar bohong yang diucapkan sien..


“Hmm” angguk sien sembari melepaskan pelukannya dari silly “ ayo pulang” ajak laki laki itu lagi tapi silly tidak kunjung melangkah kan kaki..


“Aku harus pamit dulu kepada yang mulia dan Shin.. aku juga harus mengambil barang barangku.. “ pinta silly membuat kesabaran sien habis seketika karena mendengar nama orang yang sangat ia benci..


“Kau bertemu shin” bentak sien mengejutkan Silly.. silly belum pernah melihat wajah Sien marah setelah ia kehilangan ingatan sebelumnya..


“Hm” angguk silly ragu ragu dengan rasa takut dihatinya..


“Apa yang telah kalian berdua perbuat?” Tanya nya kasar sembari menggenggam erat bahu silly yang mengerang kesakitan..


“Ka ka kami ti...d”


“Yang jelas Silly.. apa yang kau perbuat dengannya?” emosi Sien mulai meluap luap saat itu juga..


“Kamu sungguh tidak berbuat macam macam sien.. aku tidak menciumnya.. hanya. Hanya dia yang menciumku..saa...”


“Brengsek” maki sien sembari mengangkat tubuh silly keatas bahunya untuk segera membawa wanita itu kedalam mobil..


“Sien turunkan aku” pinta silly tapi dihiraukan oleh laki laki itu. “sien..”


“Keluar” perintah sien kepada supirnya setelah membawa masuk silly dan membaringkan tubuh wanita itu diatas kursi mobil..


“Sien.. apa yang kau lakukan” silly mencoba menutup tubuhnya karena pakaian yang ia kenakan telah dirobek oleh Sien.. sien dengan emosi yang tidak terbendung mengarahkan wajahnya keleher silly dan menggenggam kedua pergelangan tangan silly keatas kepala wanita itu.. “ sien.. jangan lakukan ini kepadaku.. aku mohon” pinta silly memelas saat tangan sien mulai menyentuh bagian dada wanita itu.. “aku mohon sien.. aku mohon.. aku akan pergi bersamamu” ucap silly lagi dengan isak tangis diwajahnya.. dengan menahan rasa emosi.. sien yang tidak sanggup melihat tangisan Silly terpaksa mengurungkan niatnya untuk bercinta dengan wanita yang ia cintai itu.


“baiklah.. aku tidak akan melakukannya kali ini” sien kembali keposisi duduknya dan memerintahkan supirnya untuk segera pergi meninggalkan tempat itu..


“pakaian ku” silly menggenggam pakaiannya yang telah robek karena sien.. dia menutupi bagian yang rusak dengan genggaman tangannya.

__ADS_1


“Aku akan membelikan yang baru untukmu” sien menarik pinggang silly untuk memeluk wanita yang ia cintai itu “ maafkan aku” ucapnya lembut kemudian mencium kepala silly.. silly hanya bisa diam dengan menahan rasa takut dan tubuhnya yang gemetaran.


__ADS_2