Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
shin yuanna X idris nana


__ADS_3

Shin menggendong yuanna dari belakang menuju Ketempat Yiu tinggal.. Shin terlihat sangat kesal bercampur khawatir.. dia ingin membiarkan yuanna berisitirahat tapi ia juga tidak sanggup meninggalkan yuanna sendirian dikapal.. karena permintaan keras Yuanna.. Shin terpaksa membawanya saat itu.


Shin dan Idris saling bertemu diatas pintu diwaktu yang sama saat itu,, mereka berdua sama sama menggendong wanita dipunggung mereka... Nana yang berada dipunggung Shin sangat terkejut ketika melihat keadaan Shin dan yuanna.


"Kau apakan adikku?'" tanya Idris kesal ketika melihat yuanna telah turun dari punggung Shin dengan tanda merah yang menutupi seluruh lehernya sampai kedadanya..bahkan warna putih kulitnya pun hampir tidak terlihat di leher yuanna..


"Hmm.. kau masih bertanya.. apa kau tidak lihat tanda merah dileherku ini.. atau mau kuperlihatkan juga luka cakaran dipunggunggku" jelas Shin dengan senyum nakalnya.. membuat Idris geram. Idris kesal karena melihat yuanna kesulitan bergerak saat itu..


"Kakak.. kau apakan Nana,, jangan jangan tadi malam kalian melakukan hal yang sama dengan yang kami lakukan" ucapan yuanna membuat kesal Nana yang lalu turun dari punggung Idris..


"Omong kosong.. " ucap Nana dan Idris secara bersamaan.. dengan geramnya Idris menjauhi Nana..


"Mana mungkin aku mau dengannya " idris pergi mendekati yuanna lalu melihat keadaan adik yang ia sayangi itu.. membuat kesal hati Shin yang melihatnya..


"Kau kira aku mau denganmu!" Ucap Nana masih menahan sakit Dibetis kakinya.. "tidak bisa kau lihat ini.. ini.." dia menunjukan Luka dan balutan kain dibetisnya kepada Yuanna..


"Itu... Memang itu apa! Apa mungkin kakakku menggigitmu sampai kebetis kaki.. " ucap yuanna merasa aneh dengan balutan kaki Nana " Shin kenapa kau tidak melakukannya dibetisku juga" ucap yuanna membuat kesal Idris dan Nana.. Shin yang mendengar itu tersenyum geli.


"Kau mau aku mengigit betismu juga ya" tanya Shin nakal kemudian lalu menarik yuanna kepelukannya..


"Kenapa tidak.. kakak dan Nana saja melakukan hal tersebut" ucap yuanna dengan polosnya semakin menambah kekesalan Nana dan Idris.

__ADS_1


"Bodoh" pukul Idris kekepala yuanna.. Idris tidak tahan lagi dengan sikap yuanna " itu luka tembakan bukan gigitan.. dan lagi kenapa juga luka gigitan harus ditutupi,, " maki Idris geram melihat wajah Yuanna.. Shin hanya bisa tertawa kecil melihat kekesalan Idris.


"Shin bilang ... Setelah sampai di tempat kakek Yiu.. aku harus menutupi leher bekas gigitan Shin ini..." Jelas Yuanna kemudian melanjutkan kata katanya.. " Shin,, tampaknya aku tidak harus menutupi leherku ini" ucap yuanna sembari mendongak kewajah Shin yang saat itu masih tertawa kecil dengan gumpalan sebelah tangannya..


"Bodoh tentu saja kau harus menutupinya" pukul Idris lagi dikepala yuanna.. Idris sangat kesal dengan kebodohan adiknya itu.. dia lalu merobek lengan baju nya lagi.. kemudian diikat kan keleher yuanna. "Sudah kubilang.. kaki Nana itu tertembak bukan digigit.. sudah lah cepat panggil kakek Yiu" ucap Idris sembari mengangkat adiknya itu.. Shin yang tidak menyenangi Idris mengangkat wanita yang dicintainya lalu dengan paksa mengambil Yuanna..


"Gendong saja wanita yang kau bawa" ucap Shin menatap tajam kearah idris.. Idris hanya bisa menahan kesal,, untuk mendekat adiknya sendiri bahkan ia tidak memiliki kesempatan.. saat itu dia tidak menyalahkan Shin.. dia malah menyalahkan dirinya sendiri yang tidak pernah bisa melindungi adik yang ia sayangi itu..


"Kau ,,, jalan saja sendiri" ucap Idris ke Nana tanpa menatap wajahnya.. Idris lalu mengantongi kedua tangannya kecelana..


******


Beberapa saat kemudian pintu telah terbuka.. semua orang yang saat itu merasa sangat khawatir telah dibuat lega dengan kedatangan orang yang mereka telah nanti kedatangannya..


"Shin" Lian menatap tajam kearah Shin yang telah menurunkan Yuanna setelah masuk kedalam ruangan tersebut.. Lian sangat benci dengan perilaku Shin kepada yuanna saat melihat banyaknya tanda merah dileher dan dada yuanna.. Shin yang menerima tatapan tajam Lian hanya bisa tersenyum mengejek.. lalu meninggalkan yuanna menuju sofa lalu dengan santainya dia berbaring miring dengan satu tangan dibawah kepala sembari memasukan permen lollipop yang ia telah ambil dan buka bungkusnya diatas meja.. Shin menatap nakal kearah yuanna saat itu.


"Astaga.. yuanna.. " ucap Arra mendekati yuanna sembari melihat tanda lehernya.. Lian terlihat khawatir dengan yuanna yang saat itu susah bergerak.. dia memandang kearah Idris.


"Mau bagaimana lagi.. sudah terjadi" ucap Idris sembari menuju sofa dan menjatuhkan tubuh diatasnya sambil mengambil bantal untuk menutupi kepalanya. Ia tidak ingin membayangkan apa yang telah dilakukan Shin dan adiknya..


"Yuanna.. kau benar benar melakukannya! Kau dan Shin kan sudah bercerai" tanya Nana yang saat itu sudah turun dari punggung Joila dan berada dekat dengan yuanna..

__ADS_1


"Hmm.. mau bagaimana lagi..sudah terjadi..." Ucap yuanna dengan santainya.. "kalian berdua.." dia melanjutkan kata katanya sembari memandang kearah Nana dan Arra yang berada disampingnya saat itu.. "meskipun aku lebih muda dari kalian.. aku ini adalah senior kalian.. aku lebih berpengalaman.. lihat saja tanda ini" ucapnya kemudian menunjukan tanda dileher yang belum tertutup kain.. ia lalu bergerak pincang menuju kamar yang ia telah gunakan saat tinggal di ruangan Yiu.. Yiu tampaknya tidak berada ditempat tersebut..


"Dia pasti akan hamil" tebak Arra kemudian..


"Benar.. itu sudah pasti" tambah Nana kemudian ..mereka berdua memandang punggung yuanna yang berjalan pincang pergi meninggalkan mereka.. Lian tampak geram saat itu.. tapi dia tidak bisa berbuat apa apa..


"Aku jadi rindu istriku" ucap Wan Zi yang saat itu duduk disofa kecil sembari memandang Kelangit langit ruangan tersebut.


"Sepertinya aku harus cepat cepat menikah" gumam Fan RI yang saat itu sedang berdiri lalu menuju ke tangga untuk duduk Di atas anak tangganya..


Natto tampak dengan santainya membaca buku sedari tadi.. dia tidak peduli dengan situasi yang saat itu terjadi..


Sementara Joila hanya bisa menggeleng kepala melihat tingah laku Shin yang saat itu telah berbaring menatap langit langit ruangan tersebut sembari meletakan salah satu tangan dibawah kepalanya.. dia memainkan permen lolipop di mulutnya sembari memikirkan yuanna.


*****


Natto dengan mengenakan baju kemeja lengan pendek berwarna Biru tua berjalan menelusuri ruang bawah tanah menuju kekamar yang saat itu ditempati oleh yuanna.. pandangannya tajam mengarah kesebuah pintu kamar.. dia menaikan poni rambutnya keatas sebelum mengetuk pintu kamar tersebut,, beberapa saat kemudian setelah Yuanna membuka pintu kamarnya,, ia melihat wanita yang ia cari itu sedang berdiri dihadapannya dengan menggigit sepotong roti yang dia dapatkan dari dapur ruangan milik Yiu..


"Kenapa" tanya Yuanna yang sudah berdiri didepan natto dengan menelan roti yang ia telah lahap.


"Shin ,, dia membawa masuk Joila kekamarnya.. sepertinya Orang yang ingin kau jadikan pengikut itu akan berada dalam masalah besar" senyum geli natto dikembangkannya ketika melihat yuanna yang tercengang karena perkataan natto... setelah mengatakan hal tersebut natto kemudian membalikkan tubuhnya dan meninggalkan yuanna,, natto tersenyum lucu melihat tingkah yuanna.. hati nya merasa senang saat melihat wanita yang mungkin ada didalam hatinya tersebut.. walau natto sendiri menyadari bahwa tidak akan ada kesempatan untuk mendapatkannya. Tapi dia tetap menerima apa yang ia rasakan saat itu. Natto selama ini hanya mengikuti perintah ayahnya sebelum bertemu yuanna,, dia berusaha keras agar menjadi anak yang diakui dan dibanggakan.. tidak sekalipun dalam pikirannya untuk menyukai seorang wanita sampai saat dia bertemu dengan yuanna dan menghabiskan waktu bersamanya.. natto berpikir bahwa Yuanna adalah orang yang cerdik yang hanya menuruti kemauan hatinya.. natto saat itu berpikir bahwa dia akan melakukan hal yang sama seperti yuanna dan memutuskan untuk tidak selalu menuruti perintah ayahnya yang kadang kadang membuat ia tertekan.

__ADS_1


"Ha... Merepotkan sekali" ucap yuanna saat itu berada didalam kamar sendirian.. potongan roti yang dia pegang lalu diletakkannya kepiring dekat meja kasur... yuanna yang saat itu menggulung rambutnya kebelakang lalu melepaskan ikatan rambut dan membuang pita rambut tersebut keatas kasur untuk kemudian memperbaiki rambut panjangnya yang telah terurai.


__ADS_2