Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
kembali berebut


__ADS_3

"Minggir" perintah Shin kemudian menyuruh Nana dan Arra pergi dari tenda tersebut..


"Ha.. jadi kami mau tidur dimana?" ucap Nana kesal dengan tingkah Shin.. yuanna yang mengetahui kesalahannya hanya bisa pasrah dengan sikap Shin.. dia tahu bahwa saat itu Shin sedang mengkhawatirkannya..


"Bukan urusanku.. cepatlah minggir" bentak Shin kemudian membuat Arra dan Nana terpaksa keluar tenda .


"Kalian bisa tidur disana!" Ucap Lian yang saat itu sedang mendekati Tenda mencoba masuk kedalamnya.


"Ha... Jadi aku mau tidur dimana?'' tanya Joila langsung merasa kesal dengan keputusan seenaknya Lian yang saat itu tidur bersamanya..


"Bukan urusan ku.. minggir" ucap Nana kemudian masuk kedalam tenda diikuti Arra.. Joila yang merasa kesal akhirnya menuju ketenda Idris..


"Kau mau apa?" Tanya Shin tidak senang sembari menatap tajam Kearah lian yang telah masuk kedalam tenda..


"Tentu saja tidur disini.. aku khawatir kau akan berbuat sesuatu keji kepada Yuanna" jawab Lian lalu berbaring disebelah yuanna yang saat itu sedang berbaring,, yuanna telah berada ditengah tengah Shin dan Lian.. hatinya sangat resah saat Shin dan Lian saling tarik menarik Tangannya untuk mendekat ke mereka..


"Lepaskan tangannya" perintah Shin keras.


"Kau juga lepaskan" perintah Lian balik.. mereka berdua kemudian terduduk saling menatap tajam membuat yuanna yang tadinya berbaring ikut duduk ditengah tengah mereka..


"Hei.. hei.. kalian ini kenapa.. ya sudah aku tidur saja ditenda lain.. kalian bisa tinggal disini" ucap yuanna kemudian bergegas pergi tapi tangan Shin dan Lian berhasil meraih kedua tangan yuanna dan mendudukannya kembali..


"Tetap tinggal" perintah Shin membuat yuanna takut seketika..


"Kalian ini.. selalu saja" ucap Idris yang kemudian masuk kedalam tenda.. "ayo kita tidur..sudah sangat malam" ajaknya kemudian sembari berbaring didalam tenda tersebut.. "yuanna..kau tidur di sudut sana.. biar aku tidur disebelahmu.. kalian berdua.. berhentilah bertengkar" perintah Idris kemudian..


*******


"Sempit sekali" ucap yuanna kesal sembari bangun dari baringannya..


"Ayo kita pindah" ajak Idris lalu membawa yuanna pergi dari tenda tersebut.

__ADS_1


"Joila kau tidur dengan Shin dan Lian" perintah Idris membangunkan Joila yang sudah hampir tertidur..


"Kesal sekali.. malam malam begini pun harus repot" gumam Joila sangat kesal lalu keluar dari Tendanya..


Shin yang kesal karena Idris mengajak pergi Yuanna pun bergegas pergi menuju tenda yang mereka ganti..


"Kau. Kenapa malah kemari?" Tanya Idris mulai sedikit kesal..


"Kau mau main main denganku" ancam Shin membuat Idris tidak bisa menolaknya lalu membiarkan Shin tidur ditenda mereka..


"Kau kenapa malah kemari juga?" Tanya Idris kepada Lian yang baru saja masuk kedalam tenda mereka.


"Kau mengizinkannya tetapi tidak mengizinkan ku tidur disini.. apa kau merasa tidak pilih kasih" ucap Lian membuat Idris merasa sangat kesal.. yuanna hanya bisa terdiam kesal tidak bisa berbuat apa apa..


"Keluarlah" perintah Shin kepada Lian..


"Kau yang keluar" perintah Lian balik.. dengan kesalnya Idris mengambil tikar lalu membentangkannya keluar tenda..


"Yuanna.. kita tidur diluar tenda malam ini.. menatap langit penuh bintang lebih baik daripada bersempit sempitan didalam tenda" ajak Idris kepada Yuanna yang sudah tidak memiliki kesabaran lagi kepada kedua orang laki laki yang sedang bertengkar saat itu.


"Cepatlah" perintah Idris lagi membuat Yuanna terpaksa mengambil selimut dan bantal lalu menghampiri Idris yang sudah terbaring diatas tikar..


*******


Malam telah berlalu, pagi yang cerah mengisi hari-hari indah ditengah hutan belantara.


"ayo memancing" teriak yuanna sembari mengepalkan Tangan keatas langit.. Nana dan Arra yang ada disebelahnya hanya bisa tercengang melihat tingkah kekanak Kanakan yuanna pagi itu.


"Apa kau yakin dia dan adikku memiliki usia yang sama?'" tanya Nana kepada Arra yang saat itu sedang memandang kepergian yuanna dengan membawa pancing dibahunya..


"Ntahlah... Dan lagi Kenapa Shin bisa mencintai orang seperti dia? Aku bahkan mungkin lebih baik" ucap Arra kepada Nana yang membuat Nana kesal seketika..

__ADS_1


"Benar benar kau ini.. rasa percaya dirimu terlalu tinggi makanya dia lebih baik darimu" ucap Nana lalu pergi meninggalkan Arra dengan kesalnya mengikuti Yuanna yang sedang pergi kedanau didalam hutan bersama Fan RI dan Wan Zi.


Yuanna sedang berjongkok sembari mencongkel tanah menggunakan pisau yang sengaja dibawah olehnya untuk mencari cacing yang akan digunakan sebagai umpan ikan.. di belakangnya Nana sedang merukuk melihat Tangan yuanna yang dengan sigapnya mengambil cacing dari dalam tanah..


"Wiii... Kau tidak takut ya?' " tanya Nana yang saat itu merasa geli melihat cacing tanah berada ditangan yuanna..


"Ha.. begini sudah biasa.." ucap yuanna lalu memasukan kepala cacing kedalam pancing yang berada disampingnya..


"Benarkah .. sepertinya kau sudah sering memancing ikan" ucap Nana sembari berjongkok disebelah yuanna yang masih mengaitkan cacing..


"Iya.. aku sudah sering melakukannya bersama Shin dulu,, tapi sekarang Shin sudah sangat berbeda.. dia bahkan jauh lebih menakutkan makanya aku tidak berani mengajaknya lagi" jelas Yuanna lalu berdiri setelah selesai mengaitkan cacing.


"Kau dekat sekali dengannya,, aku saja sampai iri melihat keakraban kalian!" Ucap Nana sembari tersenyum kecut dan tidak menyukai sifatnya sendiri..


"Dekat ya.. lebih tepatnya aku yang mengejarnya.. dari dulu aku selalu mengatakan Suka suka .. tapi dia tidak pernah menanggapinya.. aku berusaha keras sampai ketitik dimana aku bisa dekat seperti ini.. mungkin saat ini dia sudah menyayangiku seperti adiknya sendiri.. tapi tidak masalah bagiku.. asalkan aku bisa tetap bersamanya" jelas Yuanna membuat Nana tercengang seketika..


"Dia ini bodoh atau bagaimana.. sudah jelas Shin sangat mencintainya sebagai seorang wanita malah dianggap berbeda.." gumam Nana dalam hati sembari menghela nafas tanda tidak percaya .. "apa kau tidak merasa Shin itu sangat mencintaimu?" Tanya Nana yang saat itu sedang mengikuti langkah kaki Yuanna menuju kedanau tempat fan RI dan Wan Zi memancing..


"Hah.. kau ini.. kalau Shin benar benar mencintaiku.. aku akan sangat senang.. membayangkan nya saja aku tidak bisa.. kau tahu.. bahkan Shin sendiri yang bilang dia tidak akan pernah mungkin mencintaiku.. dia menyuruhku untuk berhenti berharap.. tentu saja aku tidak akan menyerah.. selama belum ada wanita yang dicintainya,, aku akan terus mengejarnya.. bahkan kalau dia mati masuk keneraka...aku juga akan mengikutinya" jelas Yuanna masih berjalan dengan pancing dibahunya dan mangkuk berisi cacing tanah yang telah ia kumpulkan.


"Kau benar benar mencintainya ya?" Tanya Nana dengan senyum pahit mengembang dipipinya.. dia merasa sangat gagal telah mencintai Shin selama ini.. Nana telah mengenal Shin sejak Sekolah Dasar.. dan dia juga telah menyukainya selama itu,, tapi Shin tidak pernah menanggapinya.. setelah ia tamat Sekolah dasar..keluarganya mengirimnya pergi untuk bersekolah keluar negeri.. mulai hari itu dia tidak lagi bertemu dengan Shin.. sampai setahun yang lalu dia akhirnya menemukan Shin sudah menjadi Presdir Perusahaan Sun dan mulai mengejarnya lagi.. tapi dia telah terlambat.. Shin telah mencintai yuanna.


"HM HM " angguk yuanna "sangat sangat mencintainya.. kalau bukan karena Shin,, aku mungkin tidak sanggup tinggal sendirian didesa.. kakakku bersekolah dijepang,, jadi jarang pulang kerumah,, ayahku..ntah bagaimana dia sering Sekali keluar dan jarang tinggal dirumah.. Shin yang saat itu sedang belajar membuat obat dengan ayahkulah yang selalu menjagaku,, dia bahkan bersekolah ditempat yang sama denganku,, aku bahkan menjadi Perisai yang melindunginya dari kejaran wanita lain.. hmm... Kalau kau tanya cinta! Tentu saja akulah orang yang paling mencintainya.. kalau aku punya banyak harta,, aku akan berikan semuanya untuk Shin.. nyawaku ini saja bahkan aku berani untuk memberikannya kepada Shin..hmm ... Kau tidak akan tahu rasanya jadi aku yang selalu mencintainya.. aku bahkan menyingkirkan temanku sendiri yang mencoba mendekatinya" jelas Yuanna dengan menceritakan masa lalunya kepada Nana..


"Hahaha... Aku tahu aku tahu.. aku tidak akan mendekati Shin lagi.. tenang saja" ucap nana seketika..


"Benarkah!" Tanya Yuanna sangat senang dengan ucapan nana.


"Benar.. aku janji" ucap Nana lagi "aku sudah kalah,, mendekatinya pun bahkan aku tidak akan mungkin bisa" gumamnya kemudian dalam hati..


"Hahaha senang sekali.. aku berharap kau benar benar menjadi kakakku suatu hari nanti" ucap yuanna membuat kesal Nana seketika.. Nana tahu bahwa Yuanna saat itu sedang menjodohkan dirinya dengan kakaknya..

__ADS_1


"Sekarang saja aku sudah menjadi kakakmu.. jadi tidak perlu pakai nanti nanti" ucap Nana kemudian sembari memeluk bahu yuanna dengan sebelah tangannya.


"Iya iya.. kakak " ucap yuanna sembari tersenyum menolehkan kepala kearah Nana yang sedikit lebih tinggi darinya.


__ADS_2