
"Shin" tanya iris bingung kepada Nana .
"Shin adalah suami yuanna.. orang yang sangat mencintai yuanna dan juga sangat dicintai yuanna" jelas Nana kepada iris dengan senyum lembutnya..
"Bukankah Yuanna bertunangan dengan Sien?'' tanya iris lagi.. ia merasa terkejut mendengar bahwa Yuanna telah menikah.. Suaminya, sami memberitahu kepada iris bahwa orang yang dicintai yuanna adalah Sien.. dia belum pernah mendengar nama Shin sebelumnya..
"HM.. omong kosong.. yuanna bahkan disiksa habis habisan dengan Sien.. nyonya.. Sien itu bukanlah orang yang baik.. percayalah kepadaku,,..yuanna sangat mencintai Shin.. Shin adalah orang yang paling baik kepada Yuanna.. bahkan yuanna sendiri tidak ingin lepas darinya.. Yuanna juga lebih menyayangi Shin dibanding kakaknya" jelas Nana membuat iris bertambah terkejut.. Iris hari itu terlihat sangat kesal dengan kebohongan yang dilontarkan suaminya .
"Aku pamit pulang . Ada urusan yang harus keselesaikan tiba tiba" Iris kemudian berdiri tanpa menganggu yuanna yang saat itu tampak sangat bahagia menatap seorang laki laki tampan yang berada diatas podium didalam televisi.. Iris tersenyum melihatnya,, dia tidak menyangka akan ada laki laki luar biasa yang mencintai anaknya .
"Baiklah" ucap Nana sembari menganggukan kepalanya..
Yuanna berkali kali menghapus air matanya karena telah melihat Shin walau hanya didalam televisi.. yuanna,, dia sangat merindukan Shin..
"Kau lihat.. suamimu sudah menjadi presiden dinegara ini... Dia bekerja keras selama dua bulan ini untuk menyatukan seluruh perusahaan besar dengan bantuan Idris,, natto,, Lian,, Joila dan lainnya.. " jelas Arra yang saat itu mengambil beberapa tisue diatas mejanya,, dia memberikan kepada yuanna untuk menghapus air mata yuanna yang terus menerus mengalir.. "aku dengar dari ayahku,, "
__ADS_1
"Ayahmu!'" tanya Yuanna seketika sembari menoleh ke hadapan Arra.. yuanna selama ini mengetahui bahwa Lu Leo telah lama tak sadarkan diri dan dikurung didalam Rumah sakit Go,, yuanna terkejut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Arra saat itu.. "bukannya ayahmu masih berada dirumah sakit GO?" Tanya Yuanna lagi merasa sangat penasaran..
"Ayahku sudah keluar beberapa bulan yang lalu bahkan sebelum kita pergi kepulau selatan.. kakekku telah bekerja sama dengan kakek Shin Ga untuk melepaskan ayahku dari tangan kakek Tien..aish... Kau ini.. kita bahas tentang Shin saja lah" ucap Arra sembari meniru gaya yuanna yang pernah ia lihat saat meminta natto dan Joila untuk menjadi pengikutnya beberapa bulan yang lalu di pulau selatan..
"Baiklah.. lanjutkan cerita mu" yuanna menolehkan wajahnya lagi kearah televisi untuk melihat orang yang dia cintai yang saat itu telah memutuskan tali pita tanda dia adalah presiden dinegara itu.
"Aku dengar dari ayahku.. Shin telah menggabungkan seluruh perusahaan besar negara untuk menjadi seorang presiden.. dia bahkan berhasil membawa ketua klan Xu,, Xu Yuan yang saat itu berpura pura gila untuk membuat nyawa kakek Shin ga terancam karena harus terus menerus diserang oleh nenek Diahu yang akhirnya membuat kakek Shin ga bersembunyi di ruang bawah tanah milik kakek Tien,, kakek Tien bahkan mencoba untuk mengendalikan kakek Shin Shin ga.. kakek Shin ga yang mengetahu rencana busuk kakek Tien,, selama ini hanya berpura pura tidak tahu.. dia merencanakan segala sesuatunya matang matang untuk membuat Shin menjadi pemimpin mutlak negara. Shin telah mengurung kakek yuan di dalam penjara bawah tanah milik Klan Sun.. dia telah bergabung menjadi anggota kelompok pencari peta lalu mengambil remote kontrol klan dari tangan Kakek Shin ga.. Idris juga telah berhasil mengambil Remote kontrol klan Xu dari tangan Kakek Yuan dan remote kontrol klan Ann dari tangan ketua klan Ann entah bagaimana caranya.. di tambah Lian juga berhasil mengambil remote kontrol klan Zin dari tangan ketua klan Zin,, Natto lebih hebat lagi,, meskipun ayahnya bukan ketua klan Ou.. tapi dia berhasil mendapatkan Remote kontrol Klan Ou.. dan entah bagaimana caranya juga akupun tidak tahu.. kakek Shin Ga berhasil mendapatkan Remote kontrol dari tangan ketua klan Shen,, dia mengancam untuk tidak memberikan obat terakhir sehingga ketua klan Shen tidak punya pilihan selain memberikan remote kontrol mereka kepada kakek Shin ga yang kemudian diberikan kepada Shin.. mereka semua menggabungkan remote kontrol 6 Klan untuk dipegang oleh Shin.. sehingga sudah bisa dipastikan Shin hampir menjadi pemimpin mutlak negara ini... Kau tahu yuanna.. dia melakukannya demi mu,, agar kau tidak bertindak ceroboh untuk membalas dendam kepada kekek yuan.. sungguh yuanna.. Shin itu sangat mencintaimu.. percayalah kepadaku" Arra masih ingin melanjutkan perkataannya tapi seorang laki laki telah masuk kerumah yuanna..
"Yuanna" Suara laki laki itu sangat dikenal yuanna..
Lian,, dia telah menyadari bahwa selama ini dia sangat mencintai yuanna.. dia mengingat pertemuan pertama kali dia dengan yuanna di acara pertemuan pernikahan Sien dan Kariean.. dia juga mengingat saat pertama kali ia memukul yuanna diapartemennya,, dia merasa benci kepada dirinya sendiri saat itu.. Lian juga mengingat saat pertama kali yuanna menyelamatkannya didalam kecelakaan mobil dan juga membantunya menjadi Presdir Zin dengan memaksakan diri memakan daging ayam yang ia tidak bisa makan..
Lian, dia benar benar harus merelakan yuanna untuk bersanding selamanya dengan Shin.. dia tersenyum kecut lalu membuka pintu rumah tersebut.. dia melihat orang yang dia cintai sedang duduk diatas sofa depan televisi melihat saingan cintanya sedang berpidato dihadapan khalayak masyarakat..
"Yuanna" panggilnya kepada wanita itu ,, yuanna,, dia menolehkan kepalanya menghadap kepintu.
__ADS_1
"Lian.. lama kali tidak bertemu..kemana saja kau ini" ucap yuanna sembari berdiri lalu menghampiri Lian.. Lian terkejut memandang wajah pucat yuanna.. dia mengira saat itu pasti yuanna sedang stress memikirkan Shin yang tidak kunjung memberi kabar.. Lian mendekati yuanna yang saat itu berdiri menghadapnya.. dengan sangat berani ia memeluk yuanna untuk yang terakhir kalinya.. Lian tahu bahwa setelah Shin menyelesaikan tugasnya dan menemui yuanna,, dia tidak akan memiliki sedikitpun kesempatan untuk memeluk yuanna.. Shin didalam pikiran Lian adalah orang yang sangat Ketat.. dia tidak ingin siapapun untuk menyentuh yuanna termasuk kakak yuanna itu sendiri. "Lian" yuanna hari itu sangat terkejut dengan kedatangan Lian yang tiba tiba memeluk erat tubuhnya itu..
"Ada yang ingin aku katakan kepadamu tentang Shin" Ucapnya masih dengan memeluk yuanna.. Lian terlihat tidak ingin melepaskan pelukannya saat itu..dia benar benar ingin membawa yuanna lari bersamanya tapi dia tahu bahwa Yuanna hanya mencintai Shin.. tidak ada tempat kosong sedikitpun dihati yuanna untuk Lian..
"Benarkah" yuanna semakin dibuat terkejut dengan perkataan Lian yang ingin membicarakan tentang Shin kepadanya..
"Benar" Lian lalu melepaskan pelukannya keyuanna.. dia menatap lembut kemata Yuanna.. perih.. itulah yang dirasakan Lian saat itu.. sebenarnya dia tidak ingin membicarakannya.. tapi Shin,, dia ingin yuanna mengetahui kebenarannya langsung dari mulut Lian... "Duduklah" perintah Lian sembari menggenggam tangan yuanna..
"Minggir" perintah Yuanna kepada Arra yang masih tercengang melihat perlakuan Lian.. Arra dengan senyum kecutnya lalu pergi dari sofa depan televisi menuju Nana yang saat itu sedang duduk memandang sedih Lian dari kejauhan.. Nana mengetahui dengan pasti bahwa Lian memiliki perasaan terhadap yuanna.. dia tersenyum pahit merasakan kesedihan yang tertanam didalam hati Lian saat itu..
"Yuanna.. dengar aku.. dan jangan lah marah.. bisakah kau berjanji untuk itu!'" pinta Lian saat telah duduk disofa bersama yuanna yang menghadap kearahnya..
"Hmm.."angguk yuanna kemudian.. Lian masih menggenggam kedua tangan yuanna dengan kedua tangannya.. dia menutup matanya sesaat dan mengambil nafas sebelum menceritakan semuanya kepada Yuanna.. beberapa saat kemudian dia mulai berbicara..
"Aku bukanlah teman yang menemanimu selama tiga tahun kau terkurung dirumah Sien" ucapan Lian membuat yuanna tercengang tidak percaya.. yuanna tidak menyangka selama ini dia telah tertipu.. tapi tetap saja dia masih tidak percaya.. Dia bisa sedekat itu dengan lian karena Lian seperti temannya didalam game.
__ADS_1
"Mana mungkin.. kau dan Lord Zin memiliki sifat yang sama... Aku juga sangat yakin kau adalah lord Zin.. kau juga yang menerima hadiah pertandingan game.. Lian,, jangan coba coba membohongiku" yuanna masih tidak ingin mempercayai ucapan Lian.. dia melepaskan tangannya dari genggaman Lian . Lian yang tidak senang dengan itu.. mengambil kembali tangan yuanna.. dia tidak ingin menyia nyia kan kesempatan terakhir untuk lebih dekat dengan yuanna..