Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
ditemukan


__ADS_3

Shin dan yuanna berdiri terpaku menatap rumah kosong yang dipenuhi rumput Liar dihalamannya. Warna cat rumah terlihat semakin memudar dengan Atap yang mulai berkarat..


"Ini benar villa besar itu kan?" Tanya Yuanna sembari menunjuk kearah rumah kosong tersebut..


"Benar,, " jawab Shin singkat


"Sayang sekali jadi seperti ini.. kau benar benar pemilik rumah ini kan?" Tanya Yuanna lagi..


"Benar" jawab Shin lagi.


"Kenapa kau tidak mengurusnya, lihat.. rumah yang dulunya bagus malah jadi rusak seperti ini" ucap Yuanna sembari jatuh duduk bersila.. Shin yang melihatnya pun melakukan hal yang sama dengan yuanna.


"Aku tidak punya waktu ,,, tiga tahun yang lalu,, setelah menjemputmu pulang dari sekolah dihari perpisahanmu,, sebenarnya aku tidak tidur dirumah temanku.. saat itu aku sedang mengurus rumah ini yang baru dibeli nenek untukku.. aku berharap suatu hari setelah kita kembali dari Jerman ,, kita bisa tinggal untuk liburan di rumah ini sekali kali.. tapi kemudian kau malah pergi dan tinggal bersama sien" jelas Shin menatap sedih kearah Rumah tersebut..


"Bodoh sekali aku ini.. bahkan bisa kehilangan ingatan,, padahal aku tidak hanya mengingat Sien saja hari itu.. aku juga mengingatmu tapi ketika kita masih DiSmp.. hahaha kau ingat kau pernah kalah bermain catur dariku,, pasti saat itu kau sengaja melakukannya ya,," tanya Yuanna merasa tidak senang.


"Tentu saja tidak" jawab Shin berbohong..


"Benarkah,, tapi kenapa saat di SMA aku tidak pernah bisa mengalahkanmu?'" tanya Yuanna mulai curiga.


"Itu karena waktu di SmP aku sedang sakit!'" jawab Shin berbohong lagi.


"Aneh sekali.. kau bahkan tidak terlihat sakit hari itu" ucap yuanna semakin curiga..


"Jadi kau tidak percaya padaku!" Ucap Shin sembari menatapnya serius.


"Baiklah baiklah aku percaya.." ucap yuanna mengalah.


"Kedua saudara,, " suara wanita tiba tiba mengejutkan Shin dan yuanna yang sedang duduk menghadap kerumah kosong.. Mereka berdiri lalu membalikan tubuh.. betapa terkejutnya mereka saat itu ketika melihat seorang wanita separuh Baya dan Seorang wanita muda sedang berada dipinggir jalan sambil berdiri memperhatikan Shin dan yuanna..


"Vivia " panggil Yuanna, kedua wanita tersebut kemudian mendekati yuanna.. Shin yang tiba tiba merasa takut dengan kedatangan dua wanita tersebut pun menggenggam erat tangan yuanna.. dia khawatir mereka mungkin adalah salah seorang dari suruhan Kelompok yang mengincar yuanna saat itu.


"Yuanna,,, itu kau bukan?" Tanya wanita separuh baya yang tidak terlalu dikenal yuanna .


"Benar.. dia Vivia bukan?" Tanya Yuanna sembari menunjuk kearah wanita muda dihadapannya.


"Bukan.. aku adalah Viu. " Jawab wanita muda itu kemudian..


"Ahhh.. yuanna.. dia ini benar Vivia.. hanya saja beberapa tahun yang lalu dia kecelakaan lalu hilang ingatan.. kemudian orang tuanya mengganti namanya menjadi Viu.. "jelas wanita paruh baya itu kemudian mengejutkan yuanna.. yuanna masih ingat dengan jelas kejadian tiga tahun yang lalu ketika ayahnya membunuh Vivia dan Vian saat itu. "Kau ingat aku?" Tanya wanita paruh baya itu kemudian..


"Kau siapa.. kami tidak mengenalmu!" Tanya Shin tiba tiba dengan nada kasar tidak senang..


"Kau Shin bukan,, kenapa kedua saudara ini lupa kepadaku.. aku ini,, pemilik katering langganan kalian dulu.. " jelasnya lagi kemudian..


"Ahh... Bibi Yiya!" Ucap Yuanna ingat tiba tiba..


"Iya.. aku Yiya.. teman ayahmu juga.. padahal aku yang mengurus makanan kalian ketika Ayahmu pergi.. kalian malah melupakan bibi yang sudah mulai menua ini" ucapnya dengan sedih hati.

__ADS_1


"Hahaha.. maaf bibi maaf.. benar sudah sangat lama tidak berjumpa.. tentu saja kami lupa" ucap yuanna menyesal..


"Bibi,, sepertinya aku sedang jatuh cinta" ucap wanita muda yang tak lain adalah Viu tersebut kemudian sembari menatap penuh cinta kewajah Shin.. mendengar tersebut.. yuanna yang tidak menyenanginya kemudian memeluk erat lengan Shin..


"Ah.. bibi,, kau tahu tidak kalau kami sudah menikah" ucap yuanna kemudian mengejutkan wanita paruh baya tersebut.. Shin yang mengetahui hal tersebutpun kemudian melepaskan pelukan tangan Yuanna lalu menarik pinggangnya untuk menempel erat ketubuh Shin.


"Alah .. kalian bersaudara tapi menikah.. kelakuan anak muda akhir akhir ini aneh aneh saja. Bahkan saudara sendiripun dinikahi" sindir wanita paruh baya tersebut..


"Mau bagaimana lagi.. ini namanya cinta.. cinta itu tidak mengenal apapun" ucap yuanna sembari menarik tangan Shin pergi meninggalkan kedua wanita tersebut.


"Kalian sudah mau pergi?" Tanya wanita paruh baya itu saat melihat yuanna telah melewatinya.


"Benar,, aku tidak senang suamiku dipandangi oleh wanita lain.. jadi sudah dulu ya bibi.. kapan kapan kita mengobrol lagi" ucap yuanna menyindir membuat Shin tersenyum geli.. Shin hanya diam dan mengikuti apapun yang dilakukan yuanna..


******


Kariean berjalan masuk kesebuah Bar untuk menemui Sien.. Sebelumnya Zilan telah menghubungi Kariean untuk memberitahukannya bahwa saat itu Sien sedang mencarinya untuk menanyakan sesuatu kepadanya..


"Kau mencari ku?" Tanya Kariean kemudian setelah masuk keruang Vip yang telah dipesan Oleh Sien..


"Dimana adikmu?" Tanya Sien langsung tanpa basa basi


"Aku tidak tahu,, akhir akhir ini aku sangat sibuk menjadi model dari berbagai produk. Jadi belum bertemu dengannya" jawab Kariean kemudian duduk disebelah Sien..


"Menjauhlah.. aku tidak senang dengan sikapmu" larang Sien kepada kariean yang saat itu mencoba mendekatinya.


"Baiklah.. kalau begitu tunggu aku" jawab Kariean lalu keluar dari ruang VIP tersebut untuk menghubungi adiknya.


Beberapa saat kemudian, kariean kembali menemui sien setelah selesai menghubungi adiknya.


"Adikku saat ini berada di desa Zin wilayah timur" ucap Kariean sembari menghampiri Sien,, dia mencoba mendekatinya lagi.


"Haruskah aku ulangi kata kataku lagi" ucap Sien sembari memandang tajam kewajah Kariean yang membuatnya tertegun seketika.. Kariean tahu Sien adalah orang yang sangat dingin.. tapi dia baru mengetahui bahwa selain sifat dingin.. Sien ternyata orang yang sangat menakutkan.. dengan sigap dia pergi menjauhi Sien..


"Dengan siapa adikmu pergi ke wilayah timur?" Tanya Sien lagi sembari menatap serius kearah depan.


"Fan ri saat ini bersama Lian.. dia bilang ada urusan kantor mendadak yang harus diselesaikannya didesa Zin" jelas Kariean dari jauh..


"Tanyakan lagi kepadanya tentang keberadaan yuanna sekarang" perintah Sien lagi membuat Kariean bergegas menghubungi Fan RI saat itu juga.


"Yuanna.. didesa Xu" jawab Kariean saat ia telah menyelesaikan panggilan dengan adiknya.


******


Idris yang telah diperintahkan Shin untuk kembali kedesa Xu ,,hari itu telah bersiap siap untuk melakukan perjalanannya kembali dengan Nana..


sebelum pergi Iis menarik tangan Nana kemudian memberi sebuah pesan untuknya.

__ADS_1


"Berjanjilah kepada bibi untuk menjaga Idris , walaupun dia sekasar itu.. tapi sebenarnya dia sangatlah lembut.. memang dia terlihat kuat.. tapi sebenarnya dia adalah orang yang sangat lemah.. apalagi hal itu menyangkut tentang adiknya.." pinta Iis kepada Nana saat itu.. Nana yang merasa tidak enak untuk menolaknya kemudian menganggukan kepalanya tanda dia menyetujui permintaan bibi Idris.


"Cepatlah.. kau lama sekali" panggil Idris dari pinggir jalan tempat mobil diparkirkan..


"Iya iya.. sabar" ucap Nana kemudian memeluk Iis lalu pergi menghampiri Idris..


"Ingat .. hati hati dijalan.. Idris.. jangan biarkan Nana menyetir mobil.. awas saja kalau bibimu ini mengetahuinya" teriak Iis dari depan pintu mengancam Idris yang saat itu hanya bisa pasrah menuruti perintahnya .


"Baiklah bibi...tunggu aku.. Aku akan usahakan berkunjung dilain waktu" balas Idris kemudian.


*********


Yuanna berdiri dipinggir pelabuhan sembari menunggu sebuah kapal pesiar pribadi milik Shin berlabuh. Sekali kali dia memandang ke ombak laut yang saat itu tidak terlalu tinggi.. Disisinya berdiri Shin dan Lian yang saat itu juga sedang menunggu kedatangan kapal pesiar.


"Wah.. kapalnya besar sekali" ucap yuanna ketika melihat kapal mendekat..


"Sepertinya ini pertama kali kau menaiki kapal?" Tebak Lian yang saat itu menundukan kepala memandang kearah Yuanna yang lebih pendek darinya beberapa centimeter.


"Kau tahu,, hahaha benar.. ini pertama kalinya aku naik kapal seperti ini,, tapi dulu aku pernah naik sampan kecil dengan Shin dan kakak ketika sedang liburan sekolah,, " jelas yuanna mengejutkan Lian ,, sebelumnya Lian tidak pernah tahu bahwa Shin pernah tinggal didesa Xu "kau ingat kan Shin!" Tanya Yuanna kepada Shin kemudian yang berada disisinya sembari mendongak kearah wajah Shin yang lebih tinggi darinya.


"Ingat .. Ingat... Kau bahkan sampai memuntahkan semua isi perutmu" ucap Shin sembari mengantongi Kedua telapak tangannya.


"Itu karena aku belum terbiasa" ucap yuanna sedih..


"Kalian pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Lian mulai penasaran ..


"Hmm.. bukan bertemu.. tapi bersama" ucap Yuanna


"Iya..bersama.. bahkan tak terpisahkan" ucap Shin menegaskan sembari mengeluarkan salah satu tangannya dan memeluk pinggang yuanna mendekatkannya ketubuh shin yang membuat Lian tidak menyukainya.


"Bukan kah lebih baik kau melepaskannya!" Ucap Lian kesal tidak menerima kelakuan Shin yang memeluk pinggang yuanna..


"Kenapa harus ku lepaskan..dulu kami biasa melakukan hal seperti ini,, iyakan?" Jelas shin kemudian meminta Yuanna meyakinkan Lian..


"Hmm."yuanna menganggukan kepalanya beberapa kali " benar.. bahkan akhir akhir ini kami juga telah melakukan salam rindu karena sudah lama tidak bertemu" jelas yuanna kemudian..


"Salam rindu!" Tanya Lian merasa aneh "Hmm bukan kah kita juga sudah lama tidak bertemu.. kenapa tidak kita coba saja salam rindu yang kau maksud tadi" pinta Lian kemudian..


"Disini,, siang siang begini" tanya Yuanna..


"Hentikan bodoh..." Maki Shin sembari menarik tangan yuanna menjauhi lian. "kan sudah kubilang kau hanya boleh melakukannya denganku" perintah Shin kemudian..


"Hah... Memang siapa kau berani mengatur yuanna!" Tanya Lian kemudian memulai pertengkaran..


"Bukan kah sudah kau dengar tadi,, aku pernah tinggal bersamanya,, jadi wajar saja kalau aku mengaturnya" jelas Shin sembari membalikan tubuhnya menghadap Lian.. Begitu pula dengan Lian.


"Aish... Kalian berdua kenapa tiba tiba menjadi marah seperti ini sih" tanya Yuanna yang saat itu berjalan menuju pertengahan Shin dan Lian.. Idris yang saat itu berada dibelakang mereka pun terpaksa harus turun tangan.

__ADS_1


"Kalian berdua.. Belajarlah sedikit dewasa.. "ucap Idris sembari menepuk nepuk salah satu bahu Shin dan Lian secara bersamaan.. Idris saat itu berdiri tepat dibelakang yuanna. "Yuanna,,sudah hampir dua hari kita tidak bertemu,, kau tidak rindu dengan kakakmu ini ya,, ayo kita pergi bersama" ajak Idris kemudian agar yuanna meninggalkan Shin dan Lian yang saat itu sedang beradu mata saling bermusuhan.


__ADS_2