Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
pemimpin boneka


__ADS_3

Idris berdiri di balik jendela kaca menatap sedih kearah seorang wanita gila yang ada didalam salah satu ruangan rumah sakit jiwa didesa Ann..


Sekali kali dia menghela nafas mengingat apa yang telah ibunya lakukan kepada yuanna karena kegilaannya,, Idris benci mengakui bahwa setelah ibunya sadar,, ia tidak juga mau untuk melihat yuanna dan bahkan membencinya.. walaupun begitu didalam hati Idris masih memiliki rasa sayang terhadap ibunya.


Nana menatap kasihan kearah Idris dari kejauhan.. dia tidak menyangka bahwa orang yang dia rasa kejam selama itu ternyata memiliki kepahitan yang mungkin Nana sendiri tidak akan sanggup untuk menjalaninya.


"Sudah,,, ayo kita pergi" ajak Idris kepada bibinya yang telah di hampiri setelah melihat keadaan ibunya..


"Baiklah.. " jawab bibinya sembari menggenggam tangan Nana mengajak nya ikut pergi juga..


"Alah.. alah bibi iis,, datang kemari untuk melihat bibi iris ya?" Tanya seorang dokter muda kejiwaan ketika dia keluar dari sebuah ruangan yang akan dilewati mereka.


"Benar,,, aku datang kemari menemani Idris menemui ibunya" jawab Iis sembari tersenyum melihat dokter wanita muda yang ada dihadapannya..


"Astaga...ini Idris ya..wahh... Wajahnya tampan sekali,, pantas saja dari tadi banyak perawat yang bergosip mengatakan bahwa Ada laki laki muda yang sangat tampan datang mengunjungi rumah sakit,, tidak menyangka bahwa orang itu adalah Idris kecil yang sudah berubah jadi Pria dewasa tampan rupawan" puji dokter wanita muda tersebut sembari memperbaiki kacamatanya lalu mendongak kewajah Idris dengan serius.. wajahnya semakin didekatkan kewajah Idris,, Idris yang merasa aneh mencoba menjauhkan wajahnya dari wajah dokter perempuan yang tersenyum nakal kearahnya.. karena mengetahui maksud tersembunyi dari dokter wanita muda kenalannya tersebut.. iis mendorong Nana jatuh kepelukan idris.


"Bibi" ucap Nana dan Idris bersamaan.


"Alah.. alah... Siapa wanita ini?" Tanya dokter wanita muda yang kemudian mulai menjauhkan wajahnya dari Idris.


"Aduh.. masa dokter tidak bisa menebak.. tentu saja dia adalah tunangan Idris" jawab Iis mengejutkan Idris dan Nana . Iis lalu memberikan isyarat dengan matanya keidris untuk mengikuti rencananya.


"Benarkah!" Tanya dokter wanita muda itu serius.. Idris yang sudah memeluk nana pun membalikan tubuh nana kesamping tubuhnya.. kemudian memeluk pinggang Nana dan mengetatkannya untuk memberi isyarat bahwa Nana harus berpura pura menjadi tunangannya


"Benar..ahha hha.. aku ini tunangannya" ucap Nana sembari memaksa tersenyum.


"Hmm... kalian sedang bertengkar ya,, kenapa tidak menggunakan cincin tunangan" ucap dokter tersebut mulai curiga..


"Haha.. itu.. cincinku tiba tiba jatuh ,, jadi kamu belum membeli yang baru,, tapi tenang saja.. Idris sudah memesankan cincin baru.. jika cincinnya telah selesai,, dia pasti akan memberikannya padaku.. iya kan sayang!" Jelas Nana sembari melingkarkan salah satu tangannya keleher Idris dan menjatuhkan kepalanya kedadanya,.


"Ehmm" dehem Idris.. dia merasa tidak nyaman dengan sikap Nana..


"Loh.. kok Idris tidak menjawabnya,, " ucap dokter itu lagi semakin curiga..


" Tentu saja benar.. "ucap Idris dengan tetap membiarkan kepala Nana bersandar didadanya..


"Ahh... Sudah bertunangan ya! " Ucap dokter tersebut kecewa.. dia tidak menyangka teman masa kecil yang sudah lama ia tidak temui itu sudah memiliki tunangan..

__ADS_1


"Ya sudah. Kami memiliki urusan lain.. harus segera pergi..kalau begitu selamat tinggal ya dokter Ann Sora" ucap Iis mengejutkan Idris seketika.. dia tidak menyangka bahwa dokter muda itu adalah teman lamanya..


"Sora" panggil Idris lalu mulai melangkah mendekatinya.. Nana yang terkejut melihat perubahan sikap Idris pun melepaskan pelukannya..


Dengan Sigap Iis menarik tangan Idris menjauhi Sora. Sora hanya bisa tersenyum memandang kepergian Idris..


"Bibi,, dia Sora.. tunggu dulu. Aku harus menyapanya" pinta Idris sembari mencoba melepaskan tangan iis dari lengannya.


"Kau tidak ingat apa yang bibi katakan tadi malam ya! Kau benar benar ingin mewujudkan impian kakekmu tidak sih?'" ancam Iis kemudian..


"Iya tetap saja..aku hanya ingin menyapanya" ucap Idris menyela.


"dia adalah cucu dari ketua Ann.. kalau tahu cucunya menginginkanmu.. kau tidak akan bisa melepaskan diri dari mereka.. dan rencanamu juga akan gagal... Kau tidak lihat dia sangat tertarik kepadamu " jelas Iis lagi kepada Idris yang membuatnya tidak bisa menyangkalnya lagi.


"Iya... Tapi kenapa juga harus berpura pura menjadi tunangannya" ucap Idris kesal.


"Hey.. siapa juga yang mau jadi tunanganmu.. bukannya tadi kau yang memaksaku untuk berpura pura menjadi tunanganmu" ucap Nana tidak terima dengan sikap Idris.


"Siapa juga yang memaksa" ucap Idris yang kemudian menghentikan langkah kakinya menghadap Nana "apa kau tidak lihat kelakuan tidak tahu malumu yang memeluk orang sembarang ,, kau kira tubuhku ini tempat sembarang yang bisa kau gunakan untuk menyandarkan kepala" jelas Idris tidak terima dengan sikap nana.


"Bisa tidak kau berpura pura baik,, saat ini kita berada diluar rumah.. jika ada orang yang melihat tingkah kalian,, rencanamu tidak akan berjalan dengan baik.. salahkan dirimu sendiri yang memiliki wajah tampan sehingga banyak wanita didesa menginginkanmu.. seharusnya kau berterima kasih kepada Nana yang telah menolongmu.. bukan menyalahkannya" maki Iis kepada Idris.. Idris yang tidak bisa melawan bibinya itupun terpaksa menggertakkan giginya menahan rasa kesal.. Nana yang melihat kekesalan Idris lalu tersenyum nakal mengejek untuk menambah kekesalannya..


"Bibi. Ayo kita jalan duluan,, tinggalkan saja dia" ajak Nana kemudian memeluk lengan Iis..


"Benar.. tinggalkan saja laki laki tidak tahu balas Budi ini" ucap Iis menyindir lalu membalas pelukan tangan Nana,, melihat hal itu , Idris berkali kali menghela nafas untuk menghilangkan rasa marahnya lalu melangkah mengikuti mereka.


******


Setelah berjalan beberapa menit kemudian,, mereka akhirnya sampai didepan rumah besar berwarna abu abu dengan pohon rambutan dan mangga didepannya.. Iis yang masih memeluk lengan Nana kemudian menariknya berjalan menuju pintu rumah ketua klan.. dia sepertinya sangat menyukai Nana.. dibelakang mereka.. Idris tampak begitu kesal dengan kedekatan Nana dan bibinya.


"Kau sudah datang!" Sambut seorang wanita tua yang tak lain adalah istri dari ketua klan Ann.... Pagi itu,, sebelum pergi kerumah sakit jiwa.. Iis telah menghubungi Istri ketua klan Ann bahwa ia dan putranya akan datang mengunjungi mereka.


"Selamat pagi menjelang siang nyonya sakura.. "sapa Iis kepada istri ketua klan tersebut.. ia kemudian mengembangkan senyum ramahnya kewajah sakura.. begitupula dengan Nana dan Idris yang ikut tersenyum.


"Pagi .. ini Idris ya! Sudah besar sekali .. padahal dulu dia masih kecil,, anak baik ini tumbuh sangat tampan rupawan ternyata" puji sakura ke Idris.


"Terima kasih nenek atas pujiannya" ucap Idris sembari tersenyum lagi,,

__ADS_1


"Alah.. wanita cantik ini pasti tunangan Idris ya?" Tanya penasaran sakura seketika saat melihat wajah Nana..


"Benar.. ini calon istri Idris" jawab Iis seenaknya membuat Nana dan Idris memandang terkejut kehadapan Iis seketika.. mereka tidak menyukai keputusan seenaknya Iis tersebut.


"Idris sudah dewasa.. sudah sewajarnya akan menikah.. mari masuk masuk.. Kakek Ann sudah menunggu" ajak sakura kepada mereka.


*******


"Hmm.. begitu rupanya..kakek senang mendengarkan alasanmu untuk menggantikan impian kakekmu,, tidak menyangka kau akan tumbuh begitu kuat untuk mengemban impian berat laki laki tua itu" ucap ketua klan Ann sembari menganggukan kepala setelah mendengar maksud dan tujuan Idris datang ketempatnya..


"Tapi kakek,, bukan hanya aku yang memiliki tujuan tersebut.. Suami yuanna saat ini juga sedang berusaha untuk mewujudkan Impian kakekku,, aku atau dia.. aku berharap kakek memberi dukungan kepada kami" pinta Idris kemudian..


"Yuanna sudah menikah?" Tanya semua orang yang ada disekitar tempat tersebut..mereka tidak menyangka bahwa Yuanna akan menikah lebih dulu dibandingkan Idris..


"Benar.. suami nya berasal dari klan Sun" jawab Iis kemudian..


"Wahh.. klan Sun ya!,, Sedikit mengecewakan,,, dulu klan Sun bahkan hampir berhasil memimpin negara.. tapi ntah mengapa Shin ga memutuskan untuk menolak menjadi pemimpin negara,," jelas ketua klan sembari mengelus elus janggut di dagunya.


"Kakek kenal kakek Shin ga?" Tanya Idris mulai penasaran.


"Siapa yang tidak kenal dengan sahabat kakekmu,, Shin ga. Yang saat ini juga adalah ketua klan Sun.. dia benar benar mendominasi.. bahkan saat ini klan Sun sangat berkembang dan semakin maju dibandingkan klan klan lainnya.." jelas ketua klan sembari mengangguk anggukan kepala sekali kali..


"Kakek.. suami yuanna yang tadi aku katakan adalah Cucu dari Kakek Shin ga.. demi yuanna,, dia rela berusaha untuk mewujudkan impian kakekku" jelas Idris lagi.


"Benarkah? Sepertinya memang sudah ditakdirkan mereka akan bersama!" Ucap ketua klan lagi..


"Maksud kakek bagaimana?" Tanya Idris tidak memahami..


"Kau sudah tahu cerita negara ini?" Tanya ketua klan Ann kemudian. Idris hanya menggelengkan kepala karena memang dia belum mengetahui cerita asli negara yang ia tinggali itu.. beberapa saat kemudian ketua klan Ann menceritakan kisah tentang terbentuknya negara dan klan asli yang mendiami negara tersebut..


"Tanpa obat obatan klan Xu ,, kita semua pasti tidak ada,, . Tanpa makanan siap saji klan Sun.. kita juga tidak bisa bertahan hidup..dan tanpa perlindungan klan Shen,,, semua makanan dan obat obatan tidak akan mungkin sampai kepada seluruh klan dengan mudah" jelas ketua klan lagi menutup cerita... Idris dan Nana yang tidak menyangka akan hal itu hanya bisa terpaku membisu.. mereka sangat terkejut karena negara yang mereka tinggali ternyata tidak begitu aman ketika mendengar masalah bom bawah tanah.


"Kakek,,, aku juga harus meyakinkan ketua klan Shen saat ini,, maukah kakek memberi saran kepadaku agar dia bisa menerima aku atau Suami yuanna menjadi pemimpin negara.. kau tahukan anggota klan Shen saat ini adalah pemimpin negara kita!" Pinta Idris kepada ketua klan Ann.


"Pemimpin boneka.. maksudnya!" Ucap ketua klan sembari tersenyum kecut.


"Pemimpin boneka? Apa maksud dari perkataan kakek ini?" Tanya Idris mulai penasaran.

__ADS_1


__ADS_2