Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
pengkhianatan natto


__ADS_3

Sien berjalan menelusuri koridor rumah sakit diikuti oleh natto dan ayah Lian.. mereka sedang mencari cari ruangan tempat yuanna sedang dirawat. Setelah menemukan dan memasuki ruangan tersebut mereka melihat Lian duduk disebelah yuanna yang masih terbaring sakit diatas kasur.. mereka tampak sedang membicarakan sesuatu.


“Kau gila? Kau mau menipu orang dengan menggunakan kelemahanmu? Kau mau cari mati ha..?” Bentak Sien tiba tiba setelah dekat dengan yuanna.. Lian yang mendengarkan makian sien kemudian berdiri dan menghadap kearahnya.


“Apa maksudmu baru saja datang kau sudah marah marah?” tanya lian tidak terima.


“kau menyingkirlah dari hadapanku.. aku perlu berbicara dengan wanita tak tahu malu ini”maki sien sudah tidak sabar lagi.. sien adalah teman baik zilan.. dia sangat tidak terima teman baiknya dituduh oleh yuanna..


“ kau mau apa.. kau tidak lihat orang sedang sakit” ucap yuannna kesal melihat sien..


“Kau penipu.. aku tahu siapa kau sebenarnya.. kau sengaja makan daging ayam agar orang mengira kau keracunan kan padahal kau hanya tidak bisa memakannya bukan?” tunding Sien kepada yuanna.. mendengar perkataannya membuat yuanna mengembangkan senyum kecut dibibirnya.. dia bahkan tidak menyangka bahwa Sien akan membawa Ayah Lian bersama dengannya.


“waktu itu kau bilang kau tidak bisa makan daging ayam... aku akan putar rekaman suaramu” sambung natto lalu mengeluarkan Sebuah pena rekaman yang didalam kantung celananya.. Suara yuanna terdengar dari dalam pena tersebut..” hmm ...hanya tidak berani melihat daging ayam saja.. kalau aku makan tanpa tahu bahwa itu daging ayam itu tidak masalah denganku..Kenapa bisa begitu..Ahhh... badanku tiba tiba gemetaran dan perut ku mual kalau harus mengingat aku akan memakan daging ayam.. sudahlah kapan kapan aku ceritakan.. sekarang ada tamu.. ayok masuk dari pintu belakang..aku mau mandi dulu.” Isi dari rekaman itu membuat ayah Lian berubah seketika.. dia merasa sangat tertipu oleh yuanna dan lian.. saat itu yuanna menarik nafas dalam dalam.. dia semakin tidak menyangka bahwa natto,, orang yang selama ini dia kenal dekat bahkan mengkhianatinya demi Zilan.. dan lagi ternyata perkataannya selama ini selalu direkam oleh Natto. dia tersenyum sinis memandang kearah natto yang juga saat itu sedang memandangnya.


“Kau masih mau menyangkal nya lagi” ucap sien merasa sangat puas mendengar isi rekaman tersebut.


“ayah.. kau lebih percaya kepada mereka dibandingkan anakmu sendiri.. dan bukankah buktinya sudah jelas?” ucap Lian tidak terima..


“Ayah juga merasa bingung... pagi ini mereka berdua mendatangi ayah lalu meminta ayah datang kemari untuk membuktikan bahwa Zilan tidak bersalah, dan lagi bukannya bukti rekaman itu sudah jelas.. Lian apa mungkin kau dipengaruhi oleh wanita ini makanya kau memfitnah kakakmu sendiri?” tuduh Ayah lian yang masih berdiri,, dia sangat penasaran dengan apa yang terjadi. yuanna dan Lian terdiam memikirkan cara agar rencana mereka tidak ketahuan.

__ADS_1


"hahaha.. bodoh.. aku berkata bohong begitu saja sampai kau rekam.. natto.. baiklah.. sekarang kita buktikan saja.. berikan daging ayam kepadaku" perintah yuanna membuat Lian tertegun tidak berdaya mendengarkan perkataan yuanna.. disatu sisi dia tidak ingin yuanna memakannya,, tapi dia juga tidak ingin rencana mereka ketahuan.


“Bawa kemari” perintah sien kepada seorang bawahannya dari dalam ponsel. Beberapa saat kemudian seorang wanita datang membawa sekotak daging ayam goreng yang dia beli dari luar rumah sakit.. “makan” perintah sien lagi ,, kali itu perintahnya ditujukan untuk yuanna.. Lian memejam kan mata sejenak lalu kemudian berusaha mengambil kotak tersebut.. tapi yuanna sudah lebih dulu mengambilnya.. Lian hanya bisa terdiam tanpa bisa melakukan apapun ketika melihat tubuh yuanna gemetaran memakan daging ayam goreng tersebut.


“Sudah lihat! Aku sudah makan dua potong daging ayam.. mau berapa banyak lagi kau suruh aku makan,, apanya yang tidak bisa makan... hahaha lucu sekali kalian.. aku memang keracunan.. tanya saja sana kepada dokter.. ?”ucap yuanna,, sien dan natto tidak menyangka bahwa yuanna sanggup menahan makan daging ayam tersebut sampai menghabiskan dua potong. tidak menyia nyiakan kesempatan lagi.. Lian langsung menghadap ayahnya untuk segera membuatnya pergi. Lian tahu bahwa saat itu yuanna pasti sedang menahan rasa sakit.


“Ayah.. sudah lihat.. sekarang Assistenku sedang sakit.. tidak baik untuknya terlalu makan banyak daging ayam seperti ini,, dan lagi dia perlu banyak istirahat untuk memulihkan diri" ucap Lian kepada ayahnya yang saat itu sudah mulai mempercayai mereka..


“Benar, ini juga sudah terbukti benar kalau assisten mu keracunan." ucap ayah lian lalu membungkukan tubuhnya. . "assissten Go.. maaf kan saya mencurigaimu.. “ ucap Ayah lian meminta maaf.


“Tidak masalah tuan.. aku baik baik saja selama tuan lian baik baik saja” ucap yuanna membuat Ayah Lian tersenyum bahagia.. dia tidak menyangka masih ada seseorang yang akan mengorbankan nyawanya demi anaknya.


“Kenapa kalian belum pergi juga.. bre**s*k” ucap Lian tidak senang melihat dua laki laki yang masih berdiri di ruangan tersebut..


“Kau gila! Kau mau membunuh dirimu sendiri dengan hal seperti itu” ucap natto merasa bersalah.. tapi dia tidak punya pilihan lain.. dia tidak ingin melihat Zilan keluar dari perusahaan Zin..


“Kau sebegitu inginnya Lian menjadi presdir Zin.. sampai sampai harus berkorban sekeras itu Yuanna.. “bentak Sien tidak menyangka dengan apa yang dilihatnya.. dia memandang Jijik kearah yuanna yang saat itu masih muntah muntah.


“Pergilah.. tidak ada urusan lagi kalian disini.. “ ucap Lian .. dia tidak ingin berbicara banyak kepada Mereka..kemungkianan besar saat itu mereka sedang merekam pembicaraan, jika dia bicara salah sedikit saja,,itu akan sangat berbahaya bagi rencana mereka.

__ADS_1


“Yuanna...” natto berniat meminta maaf.. tapi sebelum mengatakannya Yuanna sudah mengusirnya lebih dahulu.


“Pergi..” teriak yuanna masih dengan menahan rasa sakit... teriakan yuanna membuat natto terpaksa meninggal kan ruangan itu.. Sien yang merasa jijik melihat yuanna akhirnya pergi mengikuti langkah kaki Natto.


“Aku mohon padamu.. jangan biarkan Shin tahu masalah ini” pinta yuanna pada lian yang saat ini sedang memeluk punggungnya. Yuanna menyandarkan kepalanya yang masih pusing dibahu Lian.. dan Lian membantu membersihkan mulut yuanna dengan beberapa tisue.. perasaan khawatir menyelimuti hati lian saat itu.


"baiklah" ucap Lian menenangkan yuanna.


*****


Shin keluar dari ruang rapat.. tiba tiba seseorang datang menemuinya dan memintanya untuk datang kekediaman Co untuk bertemu dengan ketua Co.. Shin sudah menduga hal itu akan terjadi setelah dia mengambil saham milik ibunya.


Beberapa jam perjalanan.. Akhirnya Shin sampai kekediamn Co.. dia masuk kesebuah tempat biasa ketua Co berada.


“Kakek.. kau memanggilku?” ucap Shin,, dia sudah menduga bahwa ketua co sedang menunggunya.


“ ada yang ingin bertemu dengan mu,, aku akan membawa mu kepadanya” ucap Ketua Co setelah melihat Shin masuk dan mendekat.. Shin merasa sangat aneh melihat ketua co yang tidak memarahinya dan juga bertanya tanya siapa orang yang ingin bertemu dengannya.. dia berjalan mengikuti langkah kaki ketua co.. ketua co memasuki sebuah lift turun kebawah,, lift tersebut menuju keruang bawah tanah.. setelah lift terbuka.. ketua co membawa shin masuk kedalam sebuah ruangan besar.. ruangan yang berisi barang barang mewah yang terbuat dari bahan bahan langkah dan bahkan pintunyapun terbuat dari emas.. Shin berpikir bahwa ketua Co bisa sekaya itu kenapa harus sangat repot untuk membantu Royan mengambil alih perusahaan Sun.. setelah memasuki ruangan tersebut.. Shin melihat seorang laki laki tua sedang mengambil sebuah buku dilemari.. dia tersenyum bahagia melihat Shin.. sementara shin sangat terkejut melihatnya... dia menghentikan langkah kakinya .. air mata jatuh kepipinya ,, dia tidak menyangka bahwa dia akan bertemu dengan seseorang yang sangat ia rindukan selama ini.


“Kakek....

__ADS_1


__ADS_2