Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
masa lalu


__ADS_3

Layla memutar mengangkat penanya keatas lagi “ suhoan kenapa kau mau pindah sekolah?,Aku muak sekali dengan sikap Yuanna yang selalu mendekatiku.. aku sangat tidak menyukainya”


“kau dengar suara itu,,aku tidak peduli sudah seminggu atau sebulan atau setahun.. aku hanya tidak sudi melihat wajah mu berada disekolah ini...bawa kemari barangnya” perintah layla kepada beberapa orang..


Laila dan beberapa temannya lalu melempar telur dan tepung ketubuh Yuanna.. Shin yang berdiri didepan pintu mencoba melangkah kan kaki untuk membantu tapi tiba tiba seorang murid perempuan masuk kedalam ruangan tersebut.


“Kalian mau lempar barang itu kepada ku juga?” Tanya wanita yang tak lain adalah Arra kepada layla dan teman temannya


“Kaa... kaak Arra... kenapa kau disini?” layla balik tanya


“Tidak bisakah kau lihat aku sedang membantu temanku.. kalian... Mulai dari sekarang.. dilarang menyentuh temanku.. kalian dengar” teriak Arra didalam ruangan tersebut.. Suaranya memenuhi ruangan.. membuat semua yang ada didalamnya merasa takut. “pergi dan bersihkanlah pakaian mu didanau.. kamar mandi adalah tempat yang paling bahaya untuk mu saat ini..aku takut bukan hanya orang ini saja yang akan membulimu.. aku masih ada urusan dengan orang orang ini” saran Arra dengan suara lembut kepada yuanna.. Yuanna pergi meninggalkan mereka melewati Shin.


Shin bergegas melangkahkan kaki mengikuti Yuanna.


“Heii..Shin mau kemana” teriak Joila..


Seminggu sebelum layla berusaha untuk mempermalukan yuanna.


“Aku sudah membereskan zidah lia untuk mu.. dia tidak akan mendekati yuanna lagi” layla datang mendekat ke royan.


“lalu rekamannya?” tanya Royan kepada layla


“Mau apakan barang ini?” layla balik tanya..


“ bawa masuk ..” perintah royan kebeberapa orang bawahannya.


Mereka membawa seorang murid laki laki yang tak lain adalah Suhoan yang pipinya membiru masuk kedalam ruangan.


“ aktive kan rekamannya dan katakan yang aku telah perintahkan” perintah royan.


“suhoan kenapa kau mau pindah sekolah?,” ucap layla sesuai perintah..


“Cuih..” suhoan membuang ludah kehadapan royan “kau kira aku akan mengatakannya,, kau jangan mimpi,, sampai matipun aku tidak akan mengatakannya” tolak suhoan..


“ bawa dia masuk” perintah royan lagi kebawahan yang lain..

__ADS_1


“Kakak...hiks kakak...mereka memukulku” tangis suara anak laki laki yang saat itu bersama dengan bawahan royan


“Pukul lagi dia”perintah royan lagi.


“Berhenti... baik lah baiklah akan kukatakan...cepat lakukan tugasmu wanita brengsek”bentak suhoan penuh amarah


“suhoan kenapa kau mau pindah sekolah?”


“Aku muak sekali dengan sikap Yuanna yang selalu mendekatiku.. aku sangat tidak menyukainya”


******


DiKantin sekolah Sien sedang mengambil beberapa roti untuk dimakannya.


“Hei..ayo lihat pertujukan menarik ..anak kelas Dua sedang bertengkar diruang kelas mereka” teriak seorang murid kepada temannya..


Sien bergegas berlari menjatuhkan rotinya..


“Sien.. “ teriak arra.. teriakan itu menghentikan langkah kaki Sien.. Arra datang mendekati Sien..


“Biar aku saja yang mengurusnya.. kalau Royan tahu..dia akan melaporkan mu kepada ayah atau kakek. Itu tidak hanya membahayakan mu tetapi juga Arra” saran Arra.. Sien masih berdiri dengan tidak percaya.. dia mengira bahwa yuanna akan baik baik saja.


“Baiklah,, aku pergi”


Disisi lain,


Shin sedang mempercepat langkah kakinya untuk mengejar Yuanna.. tiba tiba dia menghentikan langkah kakinya ketika melihat Sien turun dari pohon.. dia berdiri memandang Yuana yang tampak sangat menyedihkan.. badannya dipenuhi telur pecah..


******


Lapangan bola adalah tempat biasa Shin dan Sien bertemu.. itu adalah tempat yang mereka anggap Aman untuk berbicara.


Bagi mereka. Disanalah tempat mereka bisa menahan diri jika salah satu dari mereka terbawa emosi karena nama baik keluarga akan bermasalah jika terjadi pertengkaran terlihat mata.


"kau memanggilku?" tanya Sien yang masih mengenakan seragam Smp nya ketika baru saja tiba.

__ADS_1


"kau bilang,, kau hanya menyukai Arra.. kenapa kau mendekati Yuanna?" tanya Shin yang saat itu sedang berdiri dihadapan Sien.


"aku baru tahu dia adalah anak paman Xu..aku akan melindunginya sesuai dengan harapan Paman.. " jawab Sien tegas.


"kau akan membuatnya jatuh dalam bahaya... jangan dekati dia.." Larang Shin


"Aku hanya akan menemuinya Didanau saja.. tidak akan ada yang melihat kami" ucap Sien meyakinkan Shin.


"Aku menemukannya lebih dulu Sien.. jauhi dia.. aku yang akan melindunginya mulai dari sekarang" larang Shin lagi.. wajah Shin berubah menjadi Serius.


"hahahh Kau ingin bertarung melawanku?" Sien mulai mengancam.


"baiklah..kita lihat siapa yang akan kalah" jawab Shin..lalu melangkahkan kaki pergi meninggalkan Sien..


"Kau..akan kupastikan pergi dari Negara ini " teriak Sien dari kejauhan.


*******


Yuanna duduk dikursi nyaman milik Shin diruang presdir.. dia menggerakaan kursi tersebut kekiri dan kekanan,, kepalanya bersandar pada paha kaki Shin yang Duduk Disudut meja sambil mempelajari dokumen penting.. tidak berapa lama kemudian pintu Ruangan terbuka..


“Kau menipuku?” Mendengar suara tersebut seketika itu juga Yuanna langsung berdiri.


“Kenapa kau tiba tiba datang langsung marah?” Tanya Yuanna ke joila yang masih sangat marah..


“ kau bilang..siapa? Ansi? Bibi Shin... kau telah membodohiku” jawab Joila.. joila datang mendekati mereka, menggeser kursi shin yang tadinya sedang dipakai Yuanna lalu duduk diatasnya. Shin masih tidak memperdulikan mereka.


“Ahhh.. itu kursiku” ucap Yuanna memelas.


“Kursimu apanya.. sudah lah kau berdiri saja” perintah Joila..


“Kau sudah datang?” Shin meletakan dokumennya lalu membalikan tubuh Yuanna kemudian mengangkat dan mendudukan dia disampingnya.


“Pantas saja aku merasa sangat aneh melihat tingkah lakunya malam itu.. ternyata dia penipu” sindir Joila kepada Yuanna..Yuanna yang kini telah duduk disebelah Shin mulai menundukkan kepala.


“ memangnya kenapa kalau dia penipu” Shin memegang pinggul Yuanna lalu menariknya untuk lebih mendekat.. kemudian mencium pipinya..membuat yuanna sangat malu.

__ADS_1


“Ahh..pantas saja malam itu kau tidak pulang kerumah.. kau pasti sudah tahu bahwa istrimu ada didalam kantor” Sindir joila lagi.. Shin tersenyum tipis.


“Omong kosong.... mana mungkin itu terjadi.. Shin adalah orang yang sangat sibuk..tentu saja,, sewaktu waktu dia akan tinggal dikantor” ucap yuanna..dia turun dari atas meja lalu melangkah pergi keluar ruangan dengan sangat malu. “ Ahh..jaket itu.. masih ada bersamaku.. besok aku akan mengembalikannya melalui Shin” seru Yuanna agak jauh.


__ADS_2