
“Kau tidak menceraikannya?” tanya idris yang masih merasa lucu melihat Shin.
“ Bagaimana mungkin aku menceraikan orang yang sudah susah payah ku dapatkan” jawab Shin kepada idris yang saat itu sedang duduk dihadapannya.
“Lalu kenapa kau tidak mengejarnya?”
“aku tahu dia pasti akan menghubungi lian,, untuk saat ini aku tidak boleh membiarkannya tahu bahwa kami sebenarnya tidak bercerai” jelas Shin sambil menyandarkan punggungnya dikursi.
“Benar,, saat ini,, akan sangat bahaya jika dia mengetahuinya,, biarkan saja dia dulu,, kita akan menjaganya bersama sama” ucap Idris membenarkan.
“Benar,, aku juga sangat membutuhkan bantuanmu untuk menjaganya.. aku tidak akan sanggup melakukannya sendiri” ucap Shin membenarkan juga.
“Jadi bagaimana?” tanya idris lagi kali ini mengalihkan topik pembicaraan.
*******
Yuanna berjalan keluar dari restoran dengan rasa sakit didalam hatinya.. dia merasa sangat marah kepada Shin.. dia ingin menangis tapi tetap ditahannya. Langkah kakinya terus bergerak hingga sampai ke sebuah taman ditengah kota .. dia mengambil ponselnya lalu mencoba menelpon Lian.. dia tidak punya siapa siapa yang akrab dengannya selain Lian,, dia ingin menghubungi idris tapi dia masih sangat marah dengan kakaknya.
“Hallo yuanna,,” ucap Lian dari dalam ponsel.
“Aku tidak ada uang.. tolong jemput aku di taman kota” pinta yuanna saat itu..
“Baiklah.. tunggu aku” ucap lian lalu mematikan ponselnya.. yuanna duduk termenung dikursi taman menunggu kedatangan Lian.. hatinya masih sangat sakit.. tiba tiba seseorang mendatanginya dengan keadaan marah.
“Kau.. leher mu” ucap orang tersebut lalu memegang bahu yuanna untuk menyuruhnya berdiri..dia membuka sedikit baju atas yuanna dan terkejut melihat nya memerah.. tanda bahwa yuanna telah melakukan hubungan tidak biasa.
“Sial sekali hari ini” ucap yuanna setelah melihat orang yang ada dihadapannya.. orang itu adalah sien.. Sien yang tadinya akan pergi kesuatu tempat tidak sengaja melihat yuanna duduk ditaman kota lalu mendatanginya.. dia sangat terkejut dan tidak dapat menerima keadaan yuanna saat itu.
“Sial kau bilang,, “ucap Sien sambil menampar wajah yuanna lalu membanting tubuhnya ketanah. “aku menjaga mu selama tiga tahun dan tidak pernah menyentuhmu sekalipun kau malah semudah itu memberikannya kepada orang lain” maki Sien tidak terima.. hatinya sangat panas,, kemarahannya tidak tertahan lagi.
“ahhh.. apa urusannya denganmu?” bentak Yuanna tidak terima dengan perlakuan Sien,, yuanna mencoba berdiri dengan memegang pipi yang telah ditampar Sien,,
__ADS_1
“ Urusan denganku kau bilang apa? Kau tidak sadar aku tunanganmu” maki sien lagi juga tidak terima.
“Aduh Sien.. aku ini wanita yang sudah menikah wajar saja aku melakukannya dengan suamiku, dan kenapa juga kau harus mengaku ngaku sebagai tunanganku” maki balik yuanna.
“Yuanna,, kau... “ sien mencoba memukul Yuanna lagi tapi tangannya dihentikan Lian yang telah tiba..
“Kau mau apa lagi?” ucap Lian tidak senang dengan perilaku Sien.. lalu dia melemparkan tangan Sien keudara..
“Kau lihat dia.. wanita murahan ini menjual dirinya kepada shin” ucap Sien masih sangat kecewa dengan yuanna.
“Kau gila.. mana ada orang menjual diri pada suami sendiri” ucap yuanna tidak terima.. Lian yang saat itu memalingkan pandangannya kearah yuanna merasa terkejut melihat bagian tubuhnya bertanda merah.
“kau sudah melakukannya dengan Shin?” ucap Lian yang juga tidak menyangka.
“ iya.. iya iya.. benar kalian mau apa.. setelah melakukannya dia menceraikanku.. kalian puas” bentak yuanna sambil mengeluarkan air mata yang telah ia tahan sejak dari tadi..
“Menceraikanmu?” ucap sien semakin tidak terima.. dia lalu menarik tangan yuanna pergi Tapi sebelum melangkah kan kaki lebih lanjut,, Lian telah menarik tangan yuanna,, dia tidak membiarkan yuanna dibawa pergi oleh sien.. yuanna yang masih berdiri tidak berdaya hanya bisa pasrah tangannya ditarik oleh Sien dan Lian secara berlawanan.. dia tidak tahu lagi harus bagaimana.. pikirannya mulai kosong.
“Kau mau menantangku?” ucap Sien mulai tak terima.
“Lepaskan?” perintah Lian kepada Sien.
“Kau yang lepaskan” sien balik memerintah.
“Aku temannya”
“Aku tunangannya”
“Apa kau gila..sejak kapan orang yang sudah menikah masih punya tunangan” ucap Lian tidak senang.
“Bukankah kau lihat dia sudah bercerai..dia harus kembali ketunangannya lagi” ucap Sien juga tidak senang..
__ADS_1
“Apa kau gila?” bentak lian tidak tahan lagi.. lalu menguatkan tarikannya sehingga tangan yuanna lepas dari genggaman sien..kemudian yuanna jatuh kedalam pelukan Lian.
“ Kau?” Sien mulai menunjuk kearah lian lalu mencoba mendatanginya untuk memukulnya tapi penjaga taman telah muncul.. dia telah melihat pertengkaran mereka setelah beberapa pengunjung taman melapor kepadanya tentang perkelahian antara mereka berdua... tidak menyia nyiakan kesempatan lagi,, Lian yang saat itu melihat Sien yang sedang dihadang Penjaga taman lalu menggendong yuanna yang masih diam tidak berdaya mengingat Shin didalam pikirannya.
*******
Aku sudah mengingatnya.. perlahan lahan ingatan ku tiba tiba muncul.. aku mengingat hari terakhirku bertemu dengan Shin.. Aku benar benar tidak menyangka selama ini aku melupakan keberadaannya.. keberadaan orang yang sebenarnya sudah lama aku cintai,, sebelumnya aku merasa aneh pada diriku sendiri.. mengapa begitu mudahnya hatiku mencintai Shin,, ternyata bukan mudah,, tapi memang dari awal aku sudah menyukainya..
Hari itu,, aku berjalan beriringan dengan Shin setelah melihatnya menunggu kepulanganku dihari kelulusan sekolahku di sebuah jembatan tempat biasa kami memancing ikan..Benar.. dia menungguku menungguku menyelesaikan pendidikan SMA untuk mengajakku pergi berkuliah kejerman bersama dia..
“Kau lama sekali “ ucap Shin saat itu kelihatan kesal melihatku yang lama kembali dari sekolahku.
“Maaf maaf,, ada banyak hal yang harus aku selesaikan” ucapku untuk menenangkan hati Shin yang masih kesal.. hari itu aku sangat senang melihatnya.. aku sudah menunggu dalam waktu yang lama untuk mencoba mengatakan perasaanku padanya. Aku tahu mungkin dia tidak akan menerima pernyataanku,, hanya saja jika tidak ku ungkapkan. Aku merasa masih memiliki sesuatu yang mengganjal didalam benakku.
“besok malam,, untuk mengenang kepergian kita meninggalkan desa,, kita harus pergi kebukit tempat biasa kita bertemu,, bagaimana?,, kau juga sudah janji padaku untuk ikut bersamaku pergi kejerman.” Ajaknya waktu itu,, aku ingat itu adalah ajakan terakhirnya padaku,, hatiku senang sekali,, aku mengurungkan niat ku untuk mengutarakan perasaan ku sore itu dan akan melakukannya ditempat perjanjian kami bertemu.
“baik lah” jawab ku semangat.
“Malam ini aku tidak pulang kerumah,, aku akan menginap kerumah temanku” katanya padaku.. aku sungguh kecewa ,, karena dia tidak dirumah malam itu..tapi mau bagaimana lagi..aku tidak mungkin melarangnya pergi.
“Baiklah,, aku akan bilang ke ayah” ucapku padanya,, setelah mengantarku pulang,, shin lalu pergi meninggalkanku.. hari itu aku merasa Shin tidak akan kembali lagi padaku,, aku ingin menghentikannya tapi tidak kulakukan,, aku sungguh sangat menyesal karena kebodohan ku hari itu.
Malam itu setelah Shin pergi berkunjung kerumah temannya,, aku tidak bisa tidur,, aku mencoba menutup mataku tapi tidak bisa kulakukan,, aku ingat ayah bilang bahwa kakak akan segera pulang dari jepang,, karena itu aku yang tidak bisa tidur pergi kedapur membuat persiapan untuk kedatangan kakakku.. tidak beberapa lama kemudian saat aku sedang mengupas bawang,, tiba tiba terdengar suara teriakan orang minta tolong dari belakang rumah,, sebenarnya jika bukan karena malam yang sepi,, aku tidak mungkin bisa mendengar suara teriakan dari jauh yang sangat kecil itu.
Aku yang mulai khawatir lalu mencari ayahku dikamarnya tapi aku tidak menemukannya.. karena suaranya semakin menjauh,,, aku keluar dari rumah lalu pergi menuju ke sumber suara.. setelah beberapa menit berjalan,, aku melihat Ayah ku berdiri dengan sebuah pistol ditangannya.. lalu aku mendatanginya dan terkejut melihat dua orang yang berada dihadapan ayahku sedang terbaring dengan tubuh terikat.. aku mengenal mereka.. salah satunya adalah sahabat dekat ku Vivia.. dan satunya lagi adalah kakaknya Vian.. tidak beberapa lama kemudian aku dengar suara tembakan.
“Dooor” ayah ku menarik pelatuknya lalu menembak tepat dikepala mereka berdua..
“Ayah....” ucapku pelan tapi sayang ayah telah menyadarinya,, ayah terkejut melihat keberadaanku..
“Kenapa kau membunuh mereka” ucapku saat itu.. air mataku mengalir jatuh ke pipiku.. tubuhku gemetaran.. aku berbalik lalu berlari meninggalkan ayahku.. saat itu yang terpikirkan oleh ku adalah Shin.
__ADS_1
“ shin tolong aku,, tolong aku” ucapku yang saat itu sedang dikejar ayah.. namun sayang ,, belum sempat aku bertemu Shin,, ayah berhasil mengejarku.. lalu memukulku hingga tak sadar diri,, keesokan harinya aku terbangun dan yang ku ingat hanyalah masa masa Smp ku.. aku benar benar melupakan Shin.. saat itu kakakku duduk disebelahku menunggu aku bangun,, dia mengatakan banyak kebohongan padaku dan akhirnya aku jatuh ketangan Sien.