Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
menikah


__ADS_3

Aku Xu Yuanna.


begitulah Nama yang tertera diKTP ku. aku harus ikut Klan ayah ku dinegara ini. KTP ini dibuat oleh Sien, aku bahkan tidak ikut pergi dalam pembuatannya yang harusnya langung memerlukan sidik jari dan tanda tanganku.


Sudahlah!


Lupakan saja sien.


Hari ini, diusia ku yang ke 21 tahun akhirnya aku menikah. selama hidupku, yang kuingat. Aku selalu saja memiliki masalah dan melalui rintangan demi rintangan, penderitaan demi penderitaan. Hingga akhirnya aku jatuhkan sisa hidupku selamanya berada ditangan laki laki tertampan di negeriku. menurutku sih begitu.


Aku pukul lagi wajahku. sekarang aku cubit lagi lengan tanganku. Lalu aku lihat lagi wajah ku di depan kaca.


Hmmm cantik juga..


ahahahaha aku tertawa kecil.


Astaga, aku benar-benar akan menikah ya? Dan ini Bukan mimpi.


Yang lebih hebatnya, aku akan menikah dengan pria kaya dan tampan.


Huh.


tapi sangat disayangkan, pria itu tidak akan pernah mencintaiku.


“aku tidak menyangka. mempelai pria dipesta pernikahan ini benar-benar CO shin ya iya kan? Dia adalah cucu kedua pemilik perusahaan co loh” Tiba tiba terdengar suara dari balik pintu ruangan rias ini.


Haha benarkan?


aku tidak sedang bermimpi. dalam hati ku sedikit ada rasa bahagia. kalian pasti iri kalau tahu bahwa akunnadalah calon mempelai wanitanya!.


Dengan gaun pengantin putih yang aku kenakan. Setelah selesai dirias dan menunggu acara pernikahanku dimulai. aku mendekati pintu kamar. Menguping pembicaraan mereka, dan berharap mendengar lebih jelas lagi obrolan mereka tentang Shin.


“benar! Dia Shin loh, tetapi siapa ya mempelai wanitanya? Aku tidak pernah mendengar kabar bahwa tuan muda shin berhubungan dengan wanita lain selain lu arra. tapi lu arra ternyata adalah pacar sepupunya sien, jadi wajar saja kalau mereka dekat.”


HEi.. disini memepelai wanitanya


Aku.


akulah mempelai wanitanya. kalian tidak mau masuk ya untuk melihat kecantikanku yang sudah dirias ini?


Haha lucu sekali.


Aah tapi tetap saja, mendengar nama sien dan arra cukup mengiris hatiku. sangat sedih, bahkan swdih sekali.


Dulu, aku berusahakeras meninggalkan sien setelah tamat SMP tetapi tetap saja bisa bertemu. Kenapa bisa dia menemukanku? Dan kakak, kenaoa sih dia malah menyetujui hubunganku bahkan terus-terusan menyodorkan aku kepada sien.


Padahal Sien pengkhianat! dan aku berakhir dalam penderitaan bersama dengannya.


sepertinya sien mengejarku hanya untuk membantu perusahaannya. Dia sama sekali tidak menyukaiku sepeeti kata kakakku!.


Kakak cepatlah sadar. Lihatlah adikmu ini akan segera menikah.


Ehhh yang lebih lucunya. AYAH...

__ADS_1


Dia bahkan mungkin tidak akan datang melihat pernikahan putrinya ini. Dia kan berpihak kepada Sien!


Kalau tahu aku disini!pasti dia akan menarikku dan membawaku kepada laki-laki itu.


“ Benarkah, ternyata Sien dan Arra memiliki hubungan tersembunyi ya dibelakang media? aku kaget sekali. pantas saja 2 bulan yang lalu Sien membatalkan pernikahannya dengan shi kariean? mau dilihat bagaimanapun dan darimanapun Lu arra jauh lebih unggul dibandingkan Shi kariean” oh..


Benarkah?


Su.. su.. sudah 2 bulan.


aku sungguh sangat terkejut.


2 bulan lebih telah berlalu!


dan aku tidak salah dengar ya.


2 bulan yang lalu !!!


Bukankah baru 4 hari yang lalu.?


Itu artinya aku sudah tidur selama 2 bulan dan shin sudah mengurusiku selama itu.


aneh sekali,


kenapa aku bisa tidur sampa selama itu? jangan jangan ini karena obat itu. Ahh aku ingat, obat itu memang selalu aku minum setiap malam. jika sehari saja aku tidak meminumnya. aku akan merasa sangat pusing dan mataku sulit sekali untuk ku buka.


apa jangan jangan obat itu juga yang diberikan sien untuk kakakku? brengsek kau sien? tunggu saja pembalasan dari ku. Aku pasti akan membalasmu jika ada kesempatan.


Dan Shin.


shin .


Terima kasih sudah menyelamatkanku berulang kali. kau memang penyelamatku. tenang saja, suatu hari, aku pasti akan membalas seluruh kebaikanmu.


Sudah ya! Suara mereka tidak lagi terdengar.


Loh! kok diam? mereka kemana ? apa aku terlalu banyak melamun sehingga tidak sadar mereka telah berlalu.


******


Aku berjalan diatas karpet merah.


Jantung ku bergetar lagi Ketika melihat shin berdiri menungguku.


aku tidak punya wali untuk menikah, maka dari itu joila yang menjadi pendampingku dihotel ini. tentu saja aku tidak ingin ayahku mengetahui pernikahanku.


Sebenarnya, dia sudah kuanggap mati, selama 3 tahun berlalu, seenaknya saja dia menjualku kepada sien. dan yang lebih parahnya, dia sama sekali tidak pernah menjenguk ku.


Ayah seperti apa dia itu?


kalau saja aku dinikahi sien, itu tidak masalah. tapi ternyata aku malah dikurung didalam kamar. semua orang orang disekitarku bena- benar keterlaluan.


kakak aku sangat merindukan mu apalagi disaat saat seperti ini. Aku sangat ingin kau melihatku mengenakan gaun ini.

__ADS_1


Saat ini, Joila sedang menuntun ku menuju shin. hari ini joila bertindak sebagai wali ku.


luar biasa.


Aku jadi ingat ketika dulu dia berada satu tingkat diatas ku. mungkin umurnya 1 atau 2 tahun lebih tua dari ku.


tapi tetap saja aku kagum kepadanya, diusianya yang belum matang begini sudah sanggup membantu shin menjalankan usaha milik ayah Shin, Keluarga Sun.


aku yakin pasti ayah Shin juga ikut membantunya,


Karpet merah,


Aku terus berjalan diatas karpet merah.


banyak sekali tamu yang datang. aku melihat ada pria paru baya dan wanita paru baya duduk diposisi paling depan. wajah wanita itu hampir mirip dengan sien. Astaga... warna rambutnya juga sama. Benar, dia adalah ibu Sien yang menikah dengan ayah Shin.


Asataga, aneh sekali keluarga mereka.


dan wajah pria yang duduk disampingnya itu. iya itu pasti ayah Shin.


“apakah kau bersedia?” suara ini benar benar membangunkan ku dari lamunanku


“Bersedia” jawabku dengan cepat.


Menikah..


Huuu. Akhirnya masa lajangku telah berakhir. Setelah saling melingkarkan cincin. shin mulai melingkarkan sallah satu tangannya ke pinggangku.


Kemudian tangan yang lain membelai pipiku,


Emmm.


dan dia benar-benar mencium ku. ciuman pertamaku berakhir dihari pernikahan ku dan pria tampan yang ada dihadapanku benar-benar menciumku. aku pejamkan mataku yang serasa mati rasa.


Tahan lah. Kenapa jantungku selalu bergejolak ketika aku bersama Shin. Hanya ketika aku bersama Shin.


“Kurang ajar, Shin... pengkhianat”


Suara teriakan seseorang menghentikan ciuman shin, melepaskan bibirnya dari bibirku.


Teriakannnya terdengar sangat marah.


aku mengenal suaranya,haaa...


suara yang tidak asing lagi.


Sien, dia menemukanku.


“Kau datang juga ya? Tapi sayang, terlambat” ucap shin dengan sunggingan kecil di bibirnya, senyuman liciknya terlihat jelas. Shin bahkan tidak melepaskan tangannya dari pinggang ku.


dia mulai memelukku erat dengan salah satu tangannya, menjatuh kan wajah ku kedalam dekapannya.


Shin. Dia menyembunyikan wajahku untuk tidak melihat sien!

__ADS_1


Sebenarnya apa yang dia rencanakan????


__ADS_2