Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
obrolan tengah malam


__ADS_3

Yuanna yang tertidur saat itu terlihat sedang bermimpi buruk.. keringat bercucuran membasahi baju tidurnya yang telah ia ganti setelah membersihkan diri... Air mata keluar membasahi pipinya.. berkali kali ia menggelengkan kepala merasa takut..


Yuanna,, dia bermimpi.. dalam mimpinya ia melihat ayah yang ia sayangi sedang mengacungkan pistol ke hadapan sahabatnya Vivia dan juga kakak Vivia,, Vian..


"Dooooor"... Yuanna bangun dari tidurnya . Nafas nya terus terengah engah.. dia ketakutan..malam itu dia mendengarkan jeritan Vivia seperti beberapa tahun yang lalu..


Dan Lagi.. pakaiannya sangat basah. Tubuhnya gemetaran.. dia masih mengira mendengarkan teriakan malam itu padahal malam itu sangatlah sepi..


"Shin.. Shinn.." ucap yuanna.. berkali kali.. kemudian dia tersadar saat itu Shin sedang ada bersamanya.. yuanna lari keluar dari kamarnya.. menuju kamar Shin... " Shin.. Shin" ucapnya sambil menangis.. tubuhnya lemas tak berdaya tapi dia terus berusaha melangkah kan kaki menuju kamar Shin..


"Shin" teriak Yuanna sembari membuka kamar Shin.. Shin yang tadinya telah selesai menerima panggilan dari Idris kemudian lompat seketika dari kasurnya dan menangkap tubuh yuanna yang hampir jatuh.


"Ada apa denganmu?" Tanya Shin sangat khawatir melihat tubuh basah yuanna yang dipenuhi dengan keringat.. dia mengangkat tubuh yuanna keatas kasurnya.. yuanna yang saat sedang ketakutan dengan cepat nya memeluk Shin setelah tiba diatas kasur.


"Ayahku... Ayah... Dia membunuh Vivia dan Vian.. " ucap yuanna masih dengan memeluk Shin .. dia tidak ingin melepaskan Shin malam itu.


"Benarkah!" Ucap Shin berpura pura terkejut.. sebenarnya Shin telah mengetahui hal tersebut dari ayah yuanna saat ia meminta penjelasan kepadanya atas apa yang ia lakukan kepada yuanna tentang menghilangkan ingatan orang sangat dicintainya itu sehari sebelum keberangkatannya kejerman.. ia tidak menyangka,, disaat hilang ingatan yang ia kenali adalah sien dan dia juga ternyata sangat menyukainya yang membuat Shin sangat menderita saat itu.


"Shin.. kau tidak terkejut" tanya Yuanna sembari mendongak melihat ke wajah Shin.. Shin tersenyum melepaskan pelukan yuanna saat itu..kemudian meletakkan kepala yuanna dikedua pahanya kakinya yang telah ia luruskan.. Shin mengusap rambut yuanna perlahan lahan seperti yang biasa ia lakukan selama ia tinggal bersama yuanna dulu,, bahkan dia lebih sering melakukannya dibandingkan Idris.


"Tentu saja Terkejut..." Ucapnya berbohong..


"Kau ini benar benar tidak bisa berbohong ya..."ucap yuanna kesal sembari menatap wajah Shin dari bawah.. "dulu ketika hilang ingatan.. aku bertanya tanya,,kenapa ada orang sehebatmu mau menolongku melepaskan diri dari Sien.. bodohnya aku saat itu.. tentu saja kau akan menyelamatkanku.. kau kan temanku.. terima kasih ya sob" ucap yuanna sembari tersenyum ceriah kepada Shin..


"Aku bukan temanmu" ucap Shin kesal.


"Sudahlah jangan sungkan begitu teman.." ucap yuanna lagi masih dengan senyum ceriahnya.


"Aku bukan temanmu" ucap Shin mulai serius.. yuanna yang menatap mata Shinpun takut seketika.


"Baiklah..baiklah.. kau adalah bosku.." ucap yuanna untuk menenangkan Shin sembari membalikan tubuhnya kesamping menghadap keperut Shin.. lalu menekan nekannya.."padahal dulu kau tidak sedingin ini,, sejak kapan sifat mu berubah.. kau juga berkata tidak akan pernah mencintaiku saat itu,, aku tahu kau menikahiku untuk menyelamatkanku waktu itu,, tetapi tetap saja aku ini kan sudah lama tinggal bersamamu,, tidak seharusnya kau seperti itu iya kan,, dan lagi kau sudah menikahiku.. kenapa harus menceraikanku,, kau tahu aku sangat kesal sekali hari itu" ucap yuanna mengadu..


"Meskipun begitu,, aku juga tidak akan menikah lagi" ucap Shin sembari tersenyum geli melihat yuanna..


"Benarkah!" Tanya Yuanna,, dia mengangkat kepalanya lalu menatap mata Shin untuk meminta keyakinan darinya .

__ADS_1


"Benar.. dan kau juga tidak boleh menikah lagi" ucapnya membenarkan sekalian memberi perintah.


"Tentu saja.. siapa juga yang akan mau dengan wanita bekas orang ini" ucap yuanna kesal..


"Benar.. tidak akan ada yang mau denganmu lagi,, jadi jangan coba coba mendekati laki laki lain kalau tidak ingin dimanfaatkan" ucap Shin menakut nakuti..


"Kasihan sekali wanita sepertiku ini.. tidak bisa mendapatkan laki laki sejati lagi" gumam Yuanna sedih..


"Benar.. jika mereka tahu kalau kau tidak perawan lagi.. mereka pasti akan memanfaatkanmu lalu membuangmu.. maka dari itu,, tetaplah disisiku.. aku kan juga tidak perjaka lagi.. mana ada wanita yang mau denganku" ucap Shin membodohi yuanna.


"Benarkah.. aneh sekali,, tidak mungkin tidak ada yang mau dengan orang sepertimu walaupun sudah tidak perjaka lagi" ucap yuanna merasa aneh..


"Tentu saja benar.. percaya lah kepadaku.. kapan aku pernah berbohong kepadamu" ucap Shin meyakinkan..


"Hmmm... Kau bilang tidak pernah berbohong ,," ucap yuanna kesal lalu bangun dari baringannya.. " kau janji akan membawaku pergi kejerman..tapi kau pergi sendirian,, kau berjanji tidak akan meninggalkan ku.. tapi kau malah membiarkan Sien membawaku dan mengurungku selama itu.. kau yang saudaranya bahkan tidak pernah mengunjungiku sekalipun,, kau bilang tidak pernah berbohong..." Maki yuanna " kau tahu.. aku sangat menderita hari itu.. jika bukan karena Lian.. aku pasti akan sangat kesepian.. dia mengunciku didalam kamar setiap hari,, aku bahkan seperti seekor ternak.. diberi makan lalu diambil darah.. aku bahkan selalu dipukul dan ditampar dengan Sien jika aku melakukan kesalahan.. dan kau.. kau kemana..? Kau kan sudah sangat lama bersamaku... Hikss hikkss.. benar.. Lian lah yang menemaniku saat itu.. aku memohon mohon kepadanya untuk melepaskan aku dari Sien.. tapi karena mungkin dia tidak mampu melawannya dia tidak dapat melakukannya.. padahal dia sudah berjanji padaku untuk menyelamatkan ku.. tapi tidak pernah ada hasilnya". Adu yuanna dengan sedihnya sembari menangis terisak Isak dihadapan Shin.


"Bukankah kau sendri yang bilang tidak butuh diselamatkan" ucap Shin menatap serius kewajah yuanna.


"Omong kosong . .. kapan aku mengatakannya" sangkal yuanna.


"Itu... Pasti ulah Sien.. aku memang janjian dengannya malam itu.. karena terburu buru aku lupa membawa ponselku.. lalu aku menuju Kedinding belakang rumah.. tapi tidak menemukannya..hiks..haaaaaaaa ahikss" tangis yuanna memecahkan keheningan malam itu.. Shin yang tidak sanggup melihatnya kemudian memeluk yuanna..


"Karena kau katakan tidak membutuhkan bantuannya.. dia pergi saat itu juga.. kalau tahu kau akan datang.. dia pasti akan menunggumu" ucap Shin sedih mengingat malam itu.. dia menyesal karena tidak menunggu lebih lama.


"Kau tahu.. aku sudah melompat dari dinding.. karena dindingnya terlalu tinggi.. malam itu kaki ku terkilir dan tidak kuat berjalan.. akhirnya Sien menemukanku.. dia memarahiku habis habisan.. dua kali pukulan mendarat di pipiku... Kau tahu betapa menderitanya aku selama ini.. kau kemana Shin.. haaaa" adu yuanna lagi.. tubuh Shin gemetaran memeluk yuanna.. dia bahkan tidak kuat menahan air matanya untuk jatuh..dia mengetatkan pelukannya tidak ingin melepaskan yuanna malam itu juga .


"Maaf.. maafkan aku" ucap Shin sembari menangis .. saat itu mereka berdua menangis sepuas puasnya..


******


Yuanna telah melepaskan pelukannya dari Shin.. dia kembali berbaring dipaha lembut orang yang sangat dicintainya itu.. Shin kembali mengelus rambut panjang yuanna dengan lembut.. masih tersisa rasa sakit didalam hatinya .


"Kau sangat mengenal Lian ternyata" ucap yuanna kepada Shin..


"Pertama kali kami bertemu saat kakeknya dan kakekku bertengkar didepan plaza Sun kota A.. saat itu kakek mengajakku pergi ketime Zone untuk bermain..lalu tanpa sengaja melihat kakek Lian yang sedang membawa Lian masuk kedalam,, kakekku berteriak mengatakan bahwa kakek Lian pengecut.. mendengar teriakan kakekku,, kakek Lian menghampirinya dan mengatakan bahwa kakekku pengkhianat... Dia juga mengatakan bahwa kakekku tidak pantas menjadi teman seseorang yang telah kulupakan namanya.. aku dan Lian yang melihat hal tersebut mencoba menghentikan pertengkaran mereka berdua,, tapi karena kami masih kecil.. kami tidak sanggup melakukannya.. saat itu kami terhempas jatuh bersamaan.. lalu beberapa bulan kemudian kami bertemu lagi di sekolah dasar,, Lian saat itu adalah teman sekelas ku.. dan akhirnya kami mulai dekat.. sejak hari itu dia menjadi temanku" jelas Shin tentang masa kecilnya kepada yuanna.

__ADS_1


"Hmm pantas saja kau tahu bahwa game itu adalah game kesayanganku,, kau ingat saat pertama kali aku bertengkar dengan Lian dan memutuskan Untuk berhenti bermain game Lord Of royal kingdom..kau mengatakan kepadaku tentang keyakinan ku untuk berhenti bermain game tersebut.. sebenarnya hari itu aku sedikit terkejut.. bagaimana mungkin kau bisa mengetahui bahwa game tersebut adalah game kesayanganku.. kau kan juga tahu.. game yang kumainkan banyak.. Lord of mm Bile..Mobil Gegen.. dan banyak lagi... Aku kira hari itu kau hanya menebak hahah" ucapnya sembari tertawa memandang wajah Shin yang tersenyum pahit.


"Hahaha aku kan teman Lian.. wajar saja aku tahu.. karena kau pernah mengatakannya kepada Lian .. ya kan?'" ucap Shin berbohong .


"Benar.. . Tapi kalau dilihat lihat.. mengapa aku merasa Lian didalam Game dengan Lian asli sedikit berbeda.. memang sama sama terlalu percaya diri tapi tetap saja ..Lian didalam game Lebih lembut dari pada Lian aslinya.. dan lagi saat dipertemuan pernikahan Sien.. dia telah menghinaku dan aku telah berbuat kasar kepadanya tapi dia tetap memaksa tidak ingin menceraikanku" ucap yuanna merasa aneh..


"Tentu saja ,, aku yang membujuk Lian mati matian agar tidak bercerai denganmu didalam game.. untungnya dia mau melakukannya.. dan aku juga yang sengaja mempertemukan kalian berdua saat itu..tujuanku sebenarnya hanya ingin tetap bermain bersamamu." Gumam Shin didalam hati ketika mengingat kejadian tersebut.


******


"Hah.. kenapa juga aku harus mempertahankannya" ucap Lian kepada Shin..


"Kau bodoh sekali... Walaupun aku tidak bisa bermain game ini.. aku cukup pandai dalam hal strategi game... Lihatlah.. dia memiliki wilayah luas.. tidak ada yang sehebat dia dalam bermain. Sayang sekali kalau harus bercerai.. karena dia adalah istriku.. aku bisa membantumu meminta maaf masalah yang kau buat kepadanya dua bulan yang lalu.. tenang saja.. aku yakin istriku itu pemaaf" bujuk Shin kepada Lian..


"Baiklah.. kalau begitu urus saja pertemuan kami" jawab Lian..


*******


"Benarkah!" Tanya Shin berpura pura.


"Benar.. tapi itu dulu.. akhir akhir ini entah mengapa sikap Lian jadi berubah.. dia sangat lembut kepadaku.. aku jadi merasa aneh" ucap Yuanna menjengkelkan hati Shin seketika..


"Bodoh... Jangan tertipu olehnya.. dia hanya berpura pura lembut karena kau telah membantunya menjadi Presdir Zin.. jangan dianggap serius kebaikannya" larang Shin .. tatapannya berubah seketika menjadi marah . .Dia merasa kesal karena Lian telah mengingkari janjinya untuk tidak menyukai Yuanna.


"Baiklah Kalau begitu .. tapi malam ini aku mohon biarkan aku tidur disini" pinta yuanna mengejutkan Shin seketika..


"Kenapa tidur disini.. kau tidak takut aku makan ya" tolak Shin..


"Kenapa takut! Dulu aku juga sering tidur bersama denganmu.. tapi kau tidak pernah berbuat mesum kepadaku.. akhir akhir ini. .aku kira kau sengaja melakukan hal mesum karena aku sedang hilang ingatan.." ucap yuanna tanpa merasa khawatir sedikitpun..


"Tentu saja aku telah menahannya selama ini. .. saat ini bagaimana aku bisa menahanya lagi" gumam Shin dalam hati sangat khawatir


********


Shin duduk diatas sofa ruang tamu sembari memijat mijat dahinya yang pusing akibat kurang tidur malam itu.. Yuanna yang telah terbangun lalu membuka pintu kamar Shin dan melihat Shin berada disofa dengan sangat lesu.. kemudian yuanna datang menghampirinya.

__ADS_1


"Ada apa denganmu.. kenapa Matamu menghitam" ucap yuanna dengan bodohnya.. Shin hanya bisa kesal mendengar ucapan yuanna kemudian menjatuhkan tubuhnya miring keatas sofa.


__ADS_2