
Shin duduk diatas lantai sembari bersandar di dinding kamar tempat yuanna terbaring,, salah satu kakinya berselonjor dan kaki yang lain dilipatnya kedepan dengan Tangan yang bersandar diatasnya.. dia tertunduk lesu menunggu orang yang sangat dicintainya bangun dari tidur yang sudah berlangsung hampir selama Dua puluh empat jam,,
Wajah Shin sangat sedih,, dia bahkan belum memakan sesuap nasi dan meminum segelas air pun.. dia masih membayangkan kejadian saat yuanna meregang kesakitan .. dia memikirkan cara agar dapat menemukan kakek tua yang sedang dicarinya dan jikapun tidak bertemu.. saat itu juga dia berencana untuk kembali ke kota lalu mencari tahu tentang keadaan yang dialami oleh yuanna..
*******
Sehari sebelumnya..
Shin duduk diatas kasur,,, dia meletakan kepala yuanna dipahanya seperti biasa sembari menatap perih kewajah yuanna.. didepan Shin ,, seorang dokter telah bersiap siap untuk menjawab pertanyaan yang mungkin akan diajukan oleh Shin..
"Dari mana kau tahu bahwa itu adalah pencucian otak?" Tanya Shin kepada dokter tersebut dengan tatapan tajam..
"Aku sudah memeriksanya,, dia tidak memiliki luka Dikepala ,, itu tandanya dia belum pernah kecelakaan parah yang menyebabkan dia kehilangan ingatan sebelumnya,, lalu.. jika dia meminum obat penghilang ingatan,, dia tidak akan mungkin kesakitan setelah ingatannya terbuka.. dia hanya akan tertidur beberapa hari atau bulan saja.. dengan kata lain.. hanya ada satu kemungkinan dia menderita seperti ini,, itu adalah pencucian otak gagal.. sungguh.. orang yang melakukannya benar benar keji,, karena pencucian otaknya gagal dia bahkan harus mengkonsumsi Obat penghalang ingatan bertahun tahun yang menyebabkan dia terluka parah.. aku saran kan kepadamu untuk menghentikan penggunaan obat penghalang ingatan lagi kepadanya.. aku takut nyawanya dalam bahaya jika terus melanjutkannya" jelas dokter tersebut membuat hati Shin semakin piluh.. Shin hanya bisa menggertakkan giginya geram dengan orang yang memperlakukan yuanna sekeji itu.. dia menahan emosinya dengan mengepalkan salah satu tangan sampai tangan tersebut mengeluarkan tetesan darah.
"Baiklah kau boleh pergi" perintah Shin kemudian..
*******
Suara ponsel Shin berbunyi diatas meja dekat dengan Tempat terbaringnya yuanna.. dengan lemahnya Shin berdiri meraih ponsel tersebut kemudian mengangkat panggilan tersebut.
"Shin kau belum makan sedikitpun,, kau bahkan tidak mengizinkan kami masuk kekamar.. kalau kau seperti itu,, kau tidak akan mungkin bisa menjaga yuanna" ucap Idris didalam telpon,, dia tampak sangat mengkhawatirkan keadaan Shin saat itu...
"Shin...hiks...Shin" suara Yuanna membangunkan Shin dari kelemahannya.. dia lalu meletakan ponselnya yang belum dimatikan dan duduk disebelah yuanna..
"Yuanna..aku disini.. tenang saja aku tidak akan pergi kemana mana" ucap Shin sembari menggenggam salah satu tangan yuanna..
******
Yuanna..dia bermimpi.. dalam mimpinya ia melihat Seorang laki laki tua sedang berada dibelakangnya ketika dia masih kecil.. dia berlari ketakutan mencoba menjauhi laki laki tua tersebut..
"Bukk" yuanna terjatuh setelah menabrak seseorang.. "bibi.. bibi.. hiks.. tolong selamat kan aku bi" pinta yuanna sembari menangis..
Wanita itu hanya bisa memandang tajam kearah yuanna.. dia lalu memerintahkan seseorang mengangkat Yuanna dan mengembalikannya kepada laki laki yang berada dibelakang yuanna.. "jangan.. aku mohon lepaskan aku.. jangan biarkan aku bersamanya lagi" tangis yuanna memohon..
__ADS_1
Mimpinya kemudian bergeser lagi kesebuah tempat.. yuanna .. dia melihat dirinya sendiri yang masih kecil ,, terluka lemas dengan diangkat sebelah tangan oleh seorang laki laki tua.. wajah membiru dengan darah di bibirnya .
"Aku bersumpah.. atas nama diriku sendiri.. atas nama klan yang mengalir ditubuhku.. suatu hari nanti.. aku akan balas perbuatan mu kepada Yuanna biadab.. kau akan mati ditanganku" maki Idris kecil yang sedang mencoba melepaskan diri dari seorang laki laki yang memegang kedua tangannya kebelakang..
"Kau mulai berani melawanku" tantang laki laki tua yang sedang membawa tubuh lemas yuanna.
"Hahahaha.. kau akan lihat nanti.. aku akan buat kau mati perlahan lahan ditanganmu.. aku akan hidup demi adikku.. bahkan setelah aku Yang akan kau jadikan penguasa mutlak ini pun.. akan mengejarmu sampai keneraka.. kau akan mati sungguh sungguh mati ditanganku" ancam Idris sembari membuang ludah kearah laki laki tua yang tidak jauh darinya..
Mimpi yuanna kemudian bergeser ditempat yang lain..
"Tuan Idris.. semua orang menunggu kedatangan tuan muda" ucap salah seorang pelayan memberi hormat kepada Idris.. tatapan mata Idris saat itu penuh kebencian.. dia mencari cari adiknya yang saat itu tidak ia temukan..
"Idris sayang..kemarilah.. dekat dengan bibi..sungguh bibimu ini sangat menyayangimu"ucap seorang wanita kepada Idris yang saat itu menatapnya penuh kebencian..
"Yuanna.. dimana yuanna" tanya Idris dengan serius.. tapi wanita tersebut tidak menjawab " dimana" bentak Idris lagi.. kemudian dia berlari mencari yuanna sampai ia menemukan ibu nya yang telah gila keluar dari gudang ditemani oleh salah seorang pelayan..
"Yuanna yuanna..."panggil Idris kepada Yuanna yang saat itu sedang tidak sadarkan diri.. Disekitarnya tercecer rebusan daging ayam yang sudah berbau busuk.. " yuanna...." Teriak Idris memeluk adiknya yang sudah tidak sadarkan diri lagi.. "brengsek.. kalian semua biadab.. tunggu aku..tunggu aku.. kalian pasti mati semua ditanganku" maki Idris sembari menggendong adiknya dari belakang.
********
"Kau sudah bangun" ucap Shin lalu duduk diatas kasur,, yuanna yang saat itu terbaring mencoba untuk duduk dibantu oleh Shin.. dia kemudian memeluk tubuh Shin dengan sigapnya..
"Shin..aku mohon jangan tinggalkan aku lagi.. " pinta yuanna sembari menangis dipelukan Shin..
"Aku tidak akan meninggalkanmu.. percayalah padaku" ucap Shin menenangkan hati yuanna..
"Shin.. aku tidak punya siapa siapa lagi selainmu.. kakak...kakak ..semua orang sangat menyayangi kakak.. bahkan dulu tidak ada satu orang pun yang menyayangiku kecuali kakakku.. tapi.. tapi.. semua orang melarang ku mendekati kakakku.. aku bahkan.. hiks.. bahkan hiks hanya bisa melihat kakakku dari jauh.. Shin...Shin.. aku mohon jangan tinggalkan aku" pinta yuanna masih dengan memeluk Shin membuat perih ulu hati Shin yang paling dalam..
"Iya iya.. aku tidak akan meninggalkanmu lagi" ucap Shin lagi sembari mengangkat tubuh yuanna dan mendudukan diatas pahanya. kemudian membiarkan yuanna memeluk tubuhnya dan menangis puas didada bidangnya. Shin membalas pelukan yuanna dengan lembut saat itu..
"shin ayo ikut aku.. aku tahu orang yang kita cari.. aku benar benar kenal siapa dia..." Ajak Yuanna yang mengejutkan Shin seketika.. Shin melepaskan pelukan yuanna lalu mengambil ponselnya yang masih terhubung dengan Idris.
"Siapkan makanan" perintahnya kepada orang yang ada didalam telpon.. "kita makan dulu baru pergi'" ajak Shin lembut yang kemudian dianggukan oleh yuanna.
__ADS_1
Shin telah keluar dari kamar Yuanna ,, dia meninggalkan yuanna yang sedang makan ditemani oleh Nana dan Lian.. dibelakangnya Idris berjalan mengikuti langkah kaki Shin menuju kekamar lainnya untuk membicarakan sesuatu hal penting dengannya..
"Kau ingat masa kecilmu?" Tanya Shin setelah masuk dan duduk dikursi kamar.
"Ingat.." tanya Idris yang memang saat itu mengingat sedikit tentang masa kecilnya .
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Shin lagi membuat Idris semakin penasaran.
"Belajar.. yang aku ingat aku belajar" jawab Idris kemudian mencoba mencari cari ingatan lain tapi tapi tidak menemukan apa apa..
"Bagaimana dengan yuanna.. apa kau mengingatnya.. ?' " tanya shin mulai mengejutkan Idris.. dia baru sadar bahwa dia tidak memiliki ingatan tentang adiknya dimasa kecil..
"Benar. . Kenapa aku bisa melupakan adikku ketika aku kecil?" Tanya Idris balik yang tidak menyangka hal itu terjadi kepada dirinya..
"Kau tahu bahwa Yuanna telah menerima percobaan pencucian otak.. dan yang lebih parahnya percobaan itu gagal.. yang membuat ingatannya kadang muncul kembali... Untuk mencegah hal itu.. seseorang memerintahkannya untuk meminum Obat penghalang ingatan selama bertahun tahun. ,, " Jelas Shin mengejutkan Idris seketika.. Idris terperanjat tidak dapat mempercayai apa yang ia dengar saat itu "dan kau mungkin adalah salah satu korban dari percobaan pencucian otak.. tapi mereka berhasil melakukannya kepadamu sehingga ingatanmu tidak muncul kembali dan kau tidak perlu meminum obat penghalang ingatan" jelas Shin menyimpulkan.. Idris hanya bisa terdiam dan mencoba mengingat kembali masa masa kecilnya.. dia tahu bahwa Yuanna meminum obat penghalang ingatan selama ini tapi tidak tahu alasan sebenarnya yuanna harus meminumnya.. Idris tampak merasa sangat bersalah karena membiarkan yuanna meminum obat tersebut selama bertahun tahun..
"Shin,, bagaimana keadaan yuanna?" Tanya Idris yang mulai mengkhawatirkan keadaan adiknya lagi.
"Idris.. maaf.. mulai sekarang aku tidak bisa lagi berbagi yuanna kepadamu" ucap Shin membuat piluh hati Idris seketika..
"Shin.. apa maksudmu!" Tanya Idris yang masih tidak ingin memahami maksud dari perkataan Shin..
"Aku adalah suaminya.. aku bahkan belum menceraikannya.. yuanna, kau tidak punya hak lagi untuk membawanya atau mengatur kehidupannya.. Idris.. kau sudah gagal sebagai kakak... Jadi jangan buat dirimu gagal lagi sebagai teman" jelas Shin lalu berdiri dari duduknya dan meninggalkan Idris yang masih terduduk lemas tidak berdaya..
Yuanna tersenyum saat melihat Shin telah memasuki kamar.. didepannya Lian sedang memegang gelas untuk diberikan kepadanya dan disampingnya Nana sedang memandang kearah Shin yang baru masuk..mereka bertiga sebelumnya telah berbincang bincang..
"Kau belum makan?.. mereka bilang kau bahkan belum minum atau makan apapun.. " ucap Yuanna kepada Shin yang tersenyum lega melihat keadaannya..
"Kau mau aku makan? Apa yang bisa aku makan.. apa kau mau aku untuk memakanmu'" ucap Shin mulai meringankan ketegangan hatinya dengan berbuat nakal kepada Yuanna.
"Kau mesum sekali" ucap Nana tidak senang dengan ucapan Shin.
"Shin berhentilah bercanda.. kau bahkan harus makan untuk menambah tenagamu" ucap Lian yang saat itu mulai memandang kearah Shin..
__ADS_1
"Baiklah.. aku akan makan" ucap Shin lalu mengambil Piring yang telah terisi Nasi dan beberapa lauk dimeja kamar tersebut.