Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
bagian tenggara


__ADS_3

Ditempat lain di wilayah tenggara,, Natto dan Wan Zi telah berhasil bertemu dengan ketua klan Ou,, saat itu mereka sedang berada didalam ruang tamu milik ketua klan Ou..


natto dan Wan Zi duduk bersebelahan di alas tikar sederhana dihadapan mereka ketua klan duduk dengan ditemani seorang wanita seusia dengan natto yang tak lain adalah cucu kesayangannya.


"Jadi maksud kalian,, Cucu dari Shin Ga ingin mengumpulkan seluruh ketua klan murni untuk membuat kerajaan seperti rencana ketua klan Xu dulu?" Tanya ketua klan memastikan.. sesekali dia menganggukan kepalanya tanda tidak percaya hal ini akan terulang lagi seperti sebelumnya.. dan yang paling membuat dia terkejut adalah orang yang ingin mempertemukan seluruh klan murni bukan berasal dari klan Xu melainkan berasal dari klan Sun..


"Benar Kakek.. dia ingin melanjutkan impian dari Kakek Xu" jawab natto meyakinkan..


"Bukan aku tidak mau,, hanya saja aku sudah terlalu kecewa dengan kejadian dimasa lalu" ucap Ketua klan sedih.


******


Idris masih terduduk memandang kearah depan sembari mendengarkan cerita tentang kedua orang tuanya melalui bibinya.. hatinya perih dan perasaannya piluh.. dia tidak menyangka bahwa kakeknya bisa melakukan hal sekejam itu pada keluarganya sendiri..


"Bibi..saat ini aku tidak tahu kakekku dimana? Bisakah kau beri tahu aku.. siapa musuh kakekku sebenarnya,, bukankah kau bilang tadi ayahku terpaksa bekerja sama dengan musuh kakekku demi obat terakhir" pinta Idris memelas.. dia merasa harus mencari tahu lebih dalam masalah tersebut.


"Nero diahu,, musuh kakekmu adalah Nero diahu.. ayah mu bekerja sama dengan wanita asal Jerman yang sangat mencintai kakekmu untuk mendapatkannya." jawab Iis.. walaupun Idris mengetahui ayahnya telah bekerja sama dengan nenek Shin.. tetap saja dia masih merasa terkejut mendengarkannya..


"Setelah bekerja sama cukup lama.. akhirnya dia berhasil membuat kakekmu hidup bersama Diahu,, tapi sangat disayangkan,, saat itu kakekmu telah hilang ingatan dan tidak bisa membuat obat terakhir lagi..

__ADS_1


Suatu hari, dia mendengar dari salah satu bawahan terpercaya kakekmu,, Co Tien ya bahwa masih ada sisa obat terakhir yang dibuat oleh kakekmu,, obat tersebut berada ditangan Ketua klan Sun.. Sun Shin Ga.. "jelasnya lagi.. membuat Idris semakin penasaran.


"Entah alasan apa yang menyebabkan Diahu juga menginginkan obat terakhir,, dia memerintahkan putra satu satunya,, sun Sihan.. untuk bekerja sama dengan ayahmu mengambil obat terakhir kembali dari tangan Shin ga.. dengan bantuan Lu Leo.. mereka akhirnya berhasil memasuki ruangan obat yang berada di kekuasann Shin ga.. tapi sayangnya.. mereka tidak berhasil menemukan obat terakhir..


Tidak menyerah sampai disitu,, mereka berusaha untuk memasuki ruang tersembunyi dibawah tanah milik Shin ga.. tapi sayang rencana mereka ketahuan,, mereka gagal,, yang lebih parahnya lagi Shin ga memaksa Sihan untuk menikahi putri keluarga Co,, ralla yang saat itu sedang hamil anak dari Lu leo dengan ancaman membunuh orang yang sangat dicintai Sihan.. go anya. jika Sihan ingin kembali dengan anya.. dia harus melahirkan cucu Dari Ralla untuk ketua Sun...


Sihan terpaksa mematuhi perintah ayahnya,,, untuk berjaga jaga agar Sihan tidak berkhianat,, ayahnya lalu menikahkan Anya kepada putra satu satunya keluarga Co,,Co Dean.. Dean yang mencintai Anya pun dengan senang hati menikahinya.. lalu akhirnya memiliki anak dengannya.


karena Rencana mereka berantakan.. Leo yang tidak terima karena telah dikhianati oleh Sihan dan Ralla mencoba membunuh dirinya sendiri..namun saat itu dia telah berhasil diselamatkan oleh lu narra.. Shin ga memberikan Leo obat kedua.. obat penghilang ingatan dan penghalang ingatan.. lalu menikahkan mereka..


Suatu hari,, ayahmu dengan bantuan nenekmu, tidak tahu bagaimana caranya ayahmu berhasil mencelakakan Shin ga dan istrinya.. tapi sayang hanya istrinya yang meninggal,, namun karena kejadian tersebut, membuat Anya dan Sihan akhirnya bisa kembali bersama.


Ayahmu sangat kecewa dengan keputusan Sihan.. akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dengan Shin ga demi mendapatkan Obat terakhir.. Shin ga mau memberikan obat terakhir dengan syarat Ayahmu harus mengajarkan cucu kesayangannya bahasa khusus klan Xu dan membuat lagi beberapa obat obatan klan xu..


Karena hasil kerja keras ayahmu membuahkan hasil Akhirnya Shin ga memberikan obat tersebut,, suatu hari ,, ibumu akhirnya bisa normal kembali,, ayahmu membawanya kedesa Xu,, tapi sayang,, dia sangat benci ketika melihat yuanna.. karena hal itu membuat ayahmu membawa kembali ibumu ke desa Ann,, ayahmu memaksaku mengatakan pada yuanna bahwa ibumu saat itu sedang depresi agar yuanna tidak membencinya karena dia tidak ingin melihat yuanna,,


Ayahmu meminta tolong kepada sanni untuk mengurus yuanna sementara waktu dikota,, kemudian memintamu untuk menjaga yuanna bukan? Makanya kau juga ikut tinggal bersama pamanmu? " Tanya Iis kepada Idris saat itu..


"Benar" jawab Idris sembari menghela nafas dalam dalam.. dia masih tidak menyangka mendengar cerita tentang ayahnya yang sangat mengerikan.. dia teringat sesuatu hal dimana ia pernah melihat ayah dan kakeknya membunuh banyak orang dari klan Xu..

__ADS_1


"Suatu hari tiba tiba Shin ga meminta ayahmu untuk membuat obat keempat,, yang merupakan obat paling terlarang untuk dibuat,, dia menyuruhmu menggantikannya membuat obat tersebut dijepang sekalian menyekolahkanmu disana,, lalu setelah yuanna tamat SMP dia membawa yuanna kembali ke desa Xu karena alasan tertentu,, sekali kali dia pergi menemui ibumu didesa Ann.. walaupun ibumu benci melihat yuanna,, tapi didalam hatinya dia sayang kepada yuanna.. dia mengizinkan Ayahmu memberikan waktu lebih banyak untuk yuanna dibandingkan dirinya sendiri.. tapi entah mengapa tiga tahun yang lalu ayahmu mendadak memberikanku banyak uang kepada ku ,, dia memintaku untuk membangun rumah sakit jiwa didesa Ann dan menjaga ibumu jika aku tidak dapat menemukannya lagi.. benar,, sampai sekarang aku belum melihat ayahmu lagi, dan ibumu .. sudahlah.. tidak usah dibahas lagi" jelas Iis membuat Idris sedih saat itu..


"Bibi.. besok tolong bawa aku bertemu ibuku? Dan.. bisakah bibi menolongku untuk menemui ketua klan Ann?" Pinta Idris


"Untuk apa kau ingin bertemu ketua klan?" Tanya Iis penasaran..


"Melanjutkan impian kakekku" jawab idris.. jawaban Idris mengejutkan Iis seketika.. dia tidak menyangka bahwa anak angkatnya berniat untuk membebani diri sendiri dengan mewujudkan impian sulit kakeknya..


"Tidak,, jangan lakukan itu" larang Iis,, dia menatap serius kearah anak angkatnya. "Pulanglah kalau kau tetap bersikeras melakukannya" usirnya kemudian


"Bibi,, aku melakukannya demi yuanna" ucap Idris sembari memegang telapak tangan Iis.


"Demi yuanna?" Tanya Iis mulai penasaran..


"Ayahku,, selama ini ayahku menyembunyikan Yuanna dari sesuatu hal,, dia mengganti nama marga yuanna ketika dikota,, lalu menyembunyikan Yuanna didesa Xu,, kemudian... Dia bunuh diri dan menyuruhku melakukan hal yang sama,, "


"Maksudnya,, kalau kau bunuh diri,, jadi siapa yang aku lihat sekarang,, ? Hantumu begitu?" Tanya Iis tidak mengerti..


"Bibi..aku akan jelaskan itu nanti,, pokoknya setelah ayahku bunuh diri,, dia menyembunyikan Yuanna rapat rapat selama tiga tahun bersama keluarga Co tanpa mengizinkannya keluar sedikitpun,, aku belum tahu alasannya,, yang pasti.. saat ini ,,yuanna dalam bahaya" jelas Idris lagi.. membuat Iis terdiam sejenak.. tubuh Iis mulai gemetaran..dia merasa takut jika harus mendengar kematian lagi didalam keluarganya.

__ADS_1


"Baiklah.. bibi akan bantu,, tapi dengarkan satu saran dari bibi jika kau tetap bersikeras untuk melanjutkan impian kakekmu,, kau tidak boleh mencintai wanita lain..dan jika hal itu saat ini sudah terjadi.. jangan biarkan wanita itu mengetahui bahwa kau mencintainya.. atau rencanamu akan gagal seperti ayahmu dan Sihan dimasa lalu" saran Iis kepada Idris yang kemudian menganggukan kepala tanda ia memahaminya.. "sekarang bawa dia masuk kedalam kamar" perintah Iis kemudian membuat Idris terkejut.. tanpa dia sadari Nana telah tertidur pulas dibahu bibinya, yang paling membuat geram Idris adalah karena ia terpaksa harus menggendongnya masuk kedalam kamar tamu atas perintah bibinya.


__ADS_2