
“Shin.. aku mohon jangan mati,, aku akan menuruti semua perintahmu,, aku mohon shin bangunlah.. aku tidak akan melawanmu lagi .. aku akan dengarkan semua perkataanmu.. haaa ...hikss..haaa” tangis silly menjadi jadi di kerumunan orang orang yang melihat keadaan mereka.. Seorang penjaga keamanan mendatangi mereka untuk memberi bantuan tapi idris telah tiba tepat waktu untuk membawa Shin kembali pulang..
“Sudah.. dia baik baik saja. dia hanya pingsan” ucap idris menenangkan Silly sembari membawa Shin dibelakang punggungnya..
Nana yang telah berhasil mengejar melihat idris dan Silly yang berjalam beriiringan.. pandangannya laalu tertuju kepada silly yang menangis terisak isak karena khawatir dengan keadaan Shin.. Nana tersenyum lega lalu menghampiri mereka..
“Sudah.. shin baik baik saja..malahan ini baik untuknya,, ingatannya akan segera muncul kembali” ucap nana setelah mendekat dan berjalan bersama mereka.. dia mencoba menenangkan Silly lagi dengan Mengelus kepala wanita yang lebih pendek sedikit darinya itu..
“Benar dia hanya pingsan kan?” tanya silly memastikan..
“Hmm” angguk Nana “ dia hanya pingsan.. mungkin karena kelelahan” tambahnya lagi untuk menenangkan.. idris merasa sangat senang melihat orang yang dicintai selalu bersikap lembut kepada adiknya.. dia sangat bersyukur mendapatkan nana disisinya..
“kelelahan!” silly terkejut mendengar perkataan Nana kemudian mengingat kejadian malam saat mereka berdua melakukannya bersama..
“Hm” angguk nana meyakinkan..
“Apa karena kami melakukan itu... itu.. tadi malam “ ucap silly sembari menggaruk pipinya dengan jari telunjuk dan menunjuk lehernya yang tertutup kain kepada nana..
“Tentu saja bukan karena itu,, Sudah ku bilang,, ingatan shin akan segera kembali,, dia akan sangat baik kepadamu jika saat itu terjadi” jelas Nana menenangkan Silly lagi yang sedang merasa bersalah karena berpikir dialah penyebab shin menjadi kelelahan..
******
Shin telah kembali kerumah,, dia masih terbaring lelap diatas kasurnya.. Silly duduk disamping setelah nana dan idris berhasil menenangkannya dari tangisan tanpa henti karena mengkhawatirkan keadaan shin.
“Shin akan baik baik saja” ucap idris sembari mengelus kepala adiknya yang terduduk sedih memandang tubuh shin..
“Tenang saja silly,, kau tidak perlu khawatir..” tambah nana lagi yang saat itu berdiri disamping idris..
“karena sudah sampai dirumah,, yang mulia mu ini akan kembali keistana untuk menyelesaikan tugas negara.. jaga shin dan jangan tinggalkan dia ,, oke!” pinta idris memberi semangat kepada Silly yang lalu dianggukan wanita itu..
Idris lalu berjalan pergi keluar rumah diikuti oleh nana untuk menemui Alfa yang saat itu sedang berada didalam istana menghabiskan makanan yang dibuat oleh pelayan terbaik istana.. diikuti oleh nana yang mempersiapkan diri untuk menerima perintah dari atasan sekaligus kekasih yang ia cintai tersebut.
“Shin” teriak seorang wanita beberapa menit kemudian saat idris dan nana telah meninggalkan Rumah,, wanita itu telah masuk kedalam rumah menuju kamar diikuti oleh laki laki separuh baya disampingnya..
__ADS_1
Silly yang mendengar suara teriakan wanita memanggil nama laki laki yang dicintai pun menoleh kepintu kamar dan menemukan orang yang tak dikenal nya saat itu berdiri tanpa melangkahkan kaki masuk..
“Siapa!” silly berdiri memandang wanita yang tidak dikenalinya tersebut..
“Ibu shin,,” ucap wanita yang tak lain adalah co Ralla kepada silly,, ralla tersenyum senang melihat silly saat itu.. dia merasa lega orang yang dicintai anaknya telah kembali..
“Jaga putraku,, aku sedang sibuk.. jadi harus bergegas pergi.. lain kali aku akan berkunjung lagi” ucapnya sembari menarik tangan laki laki paruh baya yang ada disampinganya..
“Aneh sekali,, kenapa dia tidak melihat anaknya dan malah pergi begitu saja” gumam silly dalam hati melihat wanita itu menghilang dari pandangannya..
“Kenapa buru buru pulang?” tanya laki laki paruh baya yang tak lain adalah Lu leo.
Ralla tersenyum lembut memandang kearah depan “Wanita itu sudah sangat cukup untuk menemani putraku” jawabnya kepada laki laki yang sangat ia cintai itu..
“Hmm.. begitu ya” ucap laki laki tersebut sembari tersenyum menunduk kesamping memandang wanita yang ia cintai..
“Aku bertemu Lu narra,, dia datang kekantor T.N sun untuk meminta maaf kepadaku tiba tiba.. apa yang kau lakukan kepadanya sampai dia mau menjatuhkan harga dirinya.. kau bahkan sudah menceraikannya” Ralla mulai bermanja di lengan leo.. leo hanya bisa tersenyum lucu mengelus kepala wanita itu..
Pagi telah tiba,, Silly masih lemas terduduk disebelah Shin yang tak kunjung bangun dari tidurnya.. nana yang menemani tidur silly telah kembali keistana untuk bekerja.. tanpa sadar silly meneteskan air mata,, hatinya terasa sangat sesak melihat tubuh laki laki yang ia cintai hanya terbaring menutup mata..
“Shin”
“shin” panggil dua orang suara wanita masuk kedalam rumah menuju kamar.. mereka tampak sangat ketakutan mendengar kabar Shin tak sadar diri.. mereka teringat kejadian 2 tahun yang lalu saat shin menderita karena kehilangan orang yang dicinta.
“Yuanna” suara wanita tua mengejutkan silly yang dianggap nya sebagai yuanna..
“Aku bukan yuanna nenek” ucap silly membenarkan.. silly melihat seorang wanita tua dan seorang wanita separuh baya anggun berambut silver datang menghampirinya..
“Hm” wanita yang tak lain adalah diahu itu menggelengkan kepala sembari mengelus kepala silly setelah mendekat,, dia tampak merasa lega melihat wanita yang berdiri dihadapannya begitu juga dengan wanita berambut silver yang tak lain adalah Anya.. anya tersenyum lembut memandang kewajah Silly,, dia sangat bersyukur karena penderitaan anak yang meskipun bukan lahir dari rahimnya akan segera berakhir..
“Siapapun itu,, Kau lah orang yang sangat dicintai cucuku” ucap Diahu sembari menatap lembut kearah silly yang menatap bingung wanita tua itu..
“Tapi aku.. “
__ADS_1
“Percayalah kau adalah orang yang dicintai anakku,, meskipun dia bukan berasal dari rahimku.. aku sangat mengenal shin layaknya anakku sendiri” ucap anya meyakinkan Silly yang menundukan kepalanya seketika.
“Jangan pernah tinggalkan Shin seperti shin yang tidak pernah meninggalkanmu” diahu mengambil tangannya dari kepala Silly “ayo kita kembali” ajak nya kepada anya yang lalu dianggukan oleh wanita anggun itu.
“Kenapa cepat sekali kembalinya!” tanya silly yang merasa aneh dengan tamu tamu yang telah berkunjung ke rumahnya,, ia teringat dengan ralla yang juga pergi tanpa melihat keadaan shin lebih dalam.
Diahu tersenyum lembut menatap Silly “ hanya kau lah orang yang paling dibutuhkannya saat ini” tambahnya kemudian lalu pergi meninggalkan silly diikuti oleh anya.
“Benarkah aku orang yang sangat penting untuknya!” gumam silly dalam hati sembari memandang kearah shin yang masih belum terbangun juga dari tidurnya..
********
SHin berjalan masuk menuju ruangan idris setelah beberapa jam yang lalu ia bangun dari tidur panjangnya.. Ia menghela kan nafas lalu tersenyum lucu mengingat silly yang tidak henti hentinya menangis memeluknya saat ia bangun..Shin sengaja bergegas pergi menuju istana saat Silly telah tertidur lelap untuk mengatakan hal penting kepada idris.
“Kau sudah bangun?” tanya idris yang saat itu sedang duduk diatas kursi kerjanya sembari membolak balik beberapa dokumen untuk ia tanda tangani..
Tanpa menjawab pertanyaan idris.. shin mengambil kursi biasa untuk duduk berhadapan dengan idris yang telah menghentikan kegiatannya untuk berbicara serius kepada Shin. “berapa lama lagi ingatanku akan muncul?” tanya nya mengejutkan idris ,, dan juga nana serta joila yang berada diruangan tersebut tak jauh dari idris.
“Ingatanmu belum kembali?” tanya idris penasaran dengan shin..
“Sepertinya kasus ini hampir sama dengan Yuanna yang dulu pingsan tapi belum mengingat apapun” jelas joila yang tadinya duduk sembari membaca dokumen diatas lantai dibawah lemari buku menghampiri Shin dan idris..
“Seminggu lagi.. mungkin haaaaumm” suara alfa dan uapan kantuknya terdengar dari depan pintu kamar ruang kerja Idris.. alfa yang terbiasa memakai kamar idris tidak sengaja mendengar suara cucunya berada didalam ruangan.
“idris.. adakan konferensi.. “ pinta shin tiba tiba “aku ingin mengumumkan kepada masyarakat negara bahwa silly adalah istriku” lanjutnya lagi membuat idris tersenyum senang..
“Kau yakin dengan keputusanmu?” tanya idris memastikan .. dia tidak ingin shin menyesali keputusannya nanti.
“Meskipun ingatanku belum Kembali,, tapi aku yakin dengan sangat pasti bahwa Wanita itu adalah Yuanna,, istriku” jawabnya meyakinkan idris yang kemudian memerintahkan nana untuk mempersiapkan semuanya..
“Lima hari lagi.. bagaimana?” tanya nana yang telah mengecek jadwal kerja idris..
“Baiklah” shin berdiri meninggalkan Ruangan tersebut sembari melirik ke alfa sekilas yang sedang memakan donat di atas sofa. Alfa telah mengambilnya dari meja idris setelah ia keluar dari kamarnya.
__ADS_1