
4 tahun yang lalu
Diperpustakaan desa..
“Wah... hebat sekali,, aku bahkan bisa lebih mudah paham dengan apa yang kau ajarkan,, kalau begini aku pasti lulus ujian sekolah dan bisa masuk keuniversitas hamburg” ucap yuanna semangat sembari mengambil obat ditasnya,, dan mencoba untuk meminumnya tapi tangan Shin menghalangi yuanna..lalu membuang obat tersebut.
“Mulai sekarang berhentilah minum obat ini,, kau paham?” ucap shin tegas. Shin tahu bahwa obat itu adalah obat penghalang ingatan.. sebelumnya shin telah menyaksikan yuanna jatuh sakit akibat mengkonsumsi obat tersebut yang membuatnya merasa bersalah membiarkan yuanna untuk terus menerus meminumnya.. yuanna yang telah mendengarkan perintah shin hanya bisa menganggukan kepalanya tanda bahwa dia telah paham..tanpa ia sadari sebenarnya hampir semua perintah shin akan selalu dipatuhi oleh Yuanna.
Beberapa jam kemudian Yuanna membuka matanya,, saat itu dia dan Shin tidak sengaja tertidur diperpustakaan,, dia menatap kewajah tidur shin diatas meja.. tiba tiba mata shin membuka lalu tertutup kembali,, shin tampaknya sedang bermimpi lalu tanpa sadar membuka matanya dan tertidur lagi.
“Shin,, aku menyukai mu” ucap Yuanna yang saat itu mengira Shin sudah terbangun.. “kau dengar aku tidak sih” maki yuanna sambil memukul buku kekepala shin..
“Kau bilang apa?” tanya shin terbangun seketika mendengar teriakan Shin.
“Sudahlah.. aku anggap kau menolak” ucap yuanna kesal dan mengira bahwa Shin menolak cintanya,, saat itu shin berpikir bahwa yuanna mungkin meminta dia untuk menggendong yuanna pulang kerumah seperti biasanya..
“Tentu saja aku menolaknya..itu melelahkan” jawab shin membuat yuanna sakit hati.
*******
Yuanna membuka matanya,, dia melihat Shin masih bekerja dihadapan komputer tapi tidak melihat natto lagi ditempat itu.. kemudian dia mengangkat kepalanya dari atas meja dan menemukan sebuah selimut yang tadinya menutupi punggungnya terjatuh kelantai.
“Kau yang menyelimutiku ya?” tanya yuanna penasaran.. sembari mengambil selimut yang jatuh itu.
“Ah..itu kakak mu yang melakukannya” jawab shin mengecewakan yuanna.. ketika yuanna tertidur ,, shin sengaja meminta tolong kepada idris yang sedang lewat mengambilkan selimut untuk yuanna,, saat Shin meminta selimut itu dari tangan idris.. idris sudah terlebih dahulu menyelimuti Yuanna.
__ADS_1
“Ah..iya..mana mungkin dia mau melakukan itu,, bodoh sekali aku ini” gumam yuanna didalam hati,, “padahal sudah berkali kali mencoba dan berusaha tapi tetap saja tidak bisa.. shin,, kenapa susah sekali menggapaimu” lanjut gumamannya dalam hati saat itu..
*********
Disebuah diskotik besar,, seseorang sedang berlari masuk kedalam ruangan.. dia menemukan atasannya sedang duduk sembari Memeluk dua orang wanita bayaran,, sesekali kedua wanita tersebut menyentuh dada laki laki yang duduk tersebut untuk kemudian mengambil segelas wine untuk diberikan kepada bos mereka.
“bos shen,, aku sudah menemukannya.. anak perempuan yang kau cari selama hampir 16 tahun belakangan ini” ucap laki laki yang baru saja masuk keruangan tersebut.. mendengar ucapan tersebut.. atasan laki laki itu langsung terduduk serius sembari melepaskan pelukan dari wanita wanita bayarannya.
“Dimana dia sekarang?” tanya Laki laki yang disebut bos shen itu.
“Aku belum tahu pasti..ini adalah foto yang tidak sengaja aku dapatkan dari bawahan ku ketika dia sedang bekerja dengan ketua Sun.. saat itu terjadi keributan di Kantor ketua sun yang baru saja diresmikan beberapa hari yang lalu.” Jelas laki laki itu..
“Apa kau yakin dia orangnya?” tanya bos shen meminta kepastian..
********
Bos shen berjalan menelusuri koridor kantor menuju keruangan Shin diikuti oleh Puluhan bawahannya yang membuat seisi kantor menjadi ricuh.. sesampainya didalam ruang dia terkejut karena yang ia temukan bukanlah orang yang di cari.
“Shen Shi zin “ ucap laki laki separuh baya tersebut yang tak lain adalah Ayah Shin...Sihan duduk dimeja Shin sembari menatap tajam kearah Shi Zin..disebelah kanan belakangnya berdiri seorang laki laki yang menyandarkan tubuh didinding sembari tersenyum kecut dan disebelah kirinya juga berdiri seorang laki laki lainya yang saat itu sedang menyandarkan tubuhnya di atas meja sembari melipat tangannya kedepan dan salah satu kakinya menyilang.
“Hahaha..sejak kapan kalian mulai berkumpul.. ? Dimana Cucu Xu kalian sembunyikan lagi?” tanya shin Zin mulai serius..
“Kau kira kau bisa mendapatkan putriku dengan mudah.. sombong sekali dirimu..tidak sadarkah kau sudah gagal 16 tahun yang lalu” ucap laki laki yang berada dibelakang Sihan meremehkan.
“hahahaha.. apa kau kira kali ini aku akan gagal lagi seperti sebelumnya,, sami jangan terlalu meremehkan” ucap shi zhin tidak terima diremehkan..
__ADS_1
“apa kau tidak lihat aku! Orang yang akan dengan sangat mudah memblokir semua kartu Atm yang akan kau gunakan untuk membayar bawahanmu,, percayalah.. kau tidak akan sanggup mendapatkan orang yang dicintai putraku” ucap laki laki yang berada didepan sihan meremehkan lagi.
“Zin Zidan” ucap shi zhin tak senang sembari mengenggam kedua telapak tangannya..
******
3 tahun yang lalu.
“Apa dia sudah tidur?” tanya sien kepada roger.. kepala pelayan keluarga Co.
“Sepertinya sudah tuan.. tapi dia terus saja menginggau memanggil nama tuan muda kedua” jawab roger.. mendengarkan jawaban tersebut Sien yang tadinya akan mengunjungi yuanna mulai mengepal kan kedua tangannya dan meninggalkan roger tanpa mengunjungi kamar yuanna.
*******
Sien berjalan menuju kelift mengunjungi tempat tinggal yuanna.. dia tidak sabar untuk memberikan beberapa kue yang dia beli ketika pulang dari tempat kerjanya.. sesampainya didepan pintu ,, dia mulai menekan bel pintu..tapi tidak ada jawaban.. berkali kali dia tekan masih tetap tidak ada jawaban.. dia mengira mungkin saat itu yuanna sedang bekerja dikantornya. Tiba tiba nada dering ponselnya berbunyi.
“Shi zhin menemukan yuanna” ucap seseorang yang tidak lain adalah Zilan tersebut..
“Apa dia sudah berhasil mendapatkannya?” tanya sien mulai khawatir..
“Belum.. ayahku menemukannya masuk menerobos ruangan kantor shin.. sepertinya saat ini dia sedang mencari cari keberadaan yuanna” jelas zilan membuat lega sementara hati sien..
“Baiklah.. terus awasi keadaan.. sepertinya keluarga shen dan Lu mulai bertindak.. aku takut tidak bisa menghentikan kakekku untuk bekerja sama dengan mereka” perintah sien kepada zilan lalu menutup panggilannya.
“Karena semua berkumpul,, saatnya membagi tugas.. “ ucap Idris membuka pertemuan.. saat itu mereka sudah bertemu disebuah halaman rumah milik Shin yang sebelumnya menjadi tempat tinggal shin dan yuanna ketika baru saja menjadi pasangan suami istri.
__ADS_1