
Apartemen yuanna telah direnovasi menjadi lebih besar dan luas..renovasi itu dilakukan lebih cepat dari perkiraan sehingga malam itu mereka bisa beristirahat dengan tenang tanpa kekurangan kamar lagi,, masing masing dari mereka telah mendapatkan kamar masing masing.
Malam itu,, nana yang telah memiliki kamar sendiri berjalan bolak balik didalam kamarnya dengan memikirkan suatu rencana untuk mengubah hidupnya yang saat itu sedang dalam keadaan sulit.
“Haruskah aku lakukan..haruskah aku lakukan?” ucapnya pada dirinya sendiri masih dengan berjalan bolak balik.. kemudian dia duduk dikasurnya dan berpikir lagi.. “aku harus melakukannya” jawabnya lagi pada dirinya sendiri kemudian dia pergi menuju kamar yuanna untuk membicarakan sesuatu.
“Aii nana.. kenapa kau selalu mengangguku sih” ucap yuanna merasa kesal ketika nana mengetuk pintunya dan meminta bantuannya.
“Aku akan mengatakan yang sebenarnya.. sebagai gantinya tolonglah aku kali ini” pinta Nana pada yuanna.. yuanna merasa aneh dengan perkataan nana tersebut.. dia bahkan tidak menanyakan sesuatu untuk dijawab oleh nana.
“Katakan yang sebenarnya? Apa itu?” tanya yuanna mulai penasaran dengan perkataan nana.
“Aku sangat dekat dengan Arra..dia memberitahu semuanya tentangmu,, sementara Natto ingin mengetahui banyak hal tentangmu.. jadi aku membantunya menjalankan rencananya untuk mendekati mu,, aku tahu dari arra bahwa kau pandai berenang dan memberitahu natto tentang hal itu.. aku juga tahu bahwa saat itu kau sedang menyamar sebagai bibi shin .. aku mohon maafkan lah aku..” jelas nana membuat kesal yuanna.. mendengar hal itu yuanna lalu memukul kepala nana dengan sengaja..
“Sakit sekali” keluh nana sembari mengelus elus kepalanya.
“Jadi pacar natto sebenarnya tidak ada? Kalung itu dan tangisanya bagaimana?” tanya yuanna semakin kesal.
“Ahh wanita itu.. waktu itu wanita itu kecelakaan dan diselamatkan oleh kakekku,, lalu kalung itu sengaja diambil Natto untuk meyakinkanmu .. tangisannya sudah dapat dipastikan itu adalah tipuan” jelas nana lagi sembari tersenyum menyeringai kearah yuanna membuat yuanna mendorong wajah nana menjauh dengan sebelah telapak tangannya.
__ADS_1
“Baiklah aku maafkan.. kau mau apa dariku?” tanya yuanna mengalihkan pembicaraan yang membuatnya kesal..dia berpikir mungkin natto adalah salah satu mata mata ketua ou yang menginginkan darah darinya.
“Aku menyukai kakakmu.” Ucap nana bohong mengejutkan yuanna seketika.. dia tidak menyangka bahwa Nana begitu mudah pindah kelain hati.. mendengar ucapan nana tentu saja membuat yuanna tersenyum senang karena saingan cintanya telah akan segera hilang.
“Mau aku bantu?” ucap yuanna dengan tanpa basa basi lalu mulai mengeluarkan senyum liciknya yang membuat hati nana bergetar takut.
“bagaimana kalau malam ini membiarkan aku masuk kedalam kamar kakak mu” saran nana sembari berbisik ditelinga yuanna.. dengan sigapnya yuanna menjauhkan diri dari nana lalu mengacungkan jempol kehadapannya.
*****
Beberapa menit kemudian.
“Serahkan saja padaku,, laki laki mana yang tidak tertarik dengan tubuh wanita ketika sudah ada dihadapannya” jawab yuanna licik.. kemudian memakaikan baju kepada nana “ nanti setelah aku keluar kamar kakakku,, kau buka saja baju ini,, dia pasti akan terpesona” tambahnya lagi mulai nakal.. “hihihi..biarkan saja mereka seru seruan.. yang pasti dia tidak akan mendekati shin lagi” gumam yuanna dalam hati.. “ setelah ini aku yakin dia akan menikahimu.., tenang saja tenang... aku akan paksa dia menikahimu jika dia menolak” ucap yuanna menjanjikan..
“Benar.. tidak masalah harus menikahi kakaknya.. yang terpenting saham keluargaku kembali” gumam nana dalam hati.
Yuanna dan nana berjalan beriringan menuju kekamar idris.. yuanna telah merencanakan untuk mengunci mereka dari luar kamar agar rencananya berjalan dengan baik.
“Kak” panggil yuanna sembari mengetuk pintu kamar idris..idris yang tadinya mulai mencoba untuk tidur terpaksa bangun dari baringannya dan menuju kearah pintu ketika mendengar panggilan dari adiknya..
__ADS_1
“Yuanna.. ada apa.. ini sudah malam?”ucap idris dengan nada lembut yang membuat nana tidak percaya mendengarkannya.. dia tidak menyangka bahwa ada sisi lembut didalam diri idris..
“Shampo... tiba tiba aku kehabisan shampo.. aku ingin mandi sebelum tidur.. “ ucap yuanna berbohong.. mendengar ucapan adiknya,, idris lalu pergi kekamar mandi untuk mengambil shampo,, yuanna tidak membuang buang kesempatan lagi lalu menyuruh nana masuk kekamar idris ,, dia mengambil kunci dari balik pintu kemudian menutup kembali pintu dan menguncinya dari luar.. “ semangat” teriak yuanna kepada nana yang sudah ada didalam kamar..
Yuanna yang saat itu merasa senang karena saingan cintanya akan segera lenyap berjalan menuju kamarnya untuk membiarkan kakaknya dan nana bersenang senang.. sesampainya didalam kamar.. dia tidak sengaja melihat bra milik Nana yang terlihat cantik dan membuka bajunya untuk mencoba memakainya.. tiba tiba suara pintu terbuka.. awalnya dia mengira bahwa mungkin itu nana yang gagal dalam menjalankan misinya.. ketika dia menoleh ke balik pintu dia terkejut melihat Shin berdiri didepan pintu terpaku menatap Yuanna..
“ahhh Mesum” teriak yuanna sembari melempar bra milik nana kewajah shin lalu menutup pintunya..
“Aku tidak sengaja.. aku datang hanya ingin bilang bahwa besok pagi ada rapat dadakan” jelas Shin dari depan pintu sembari menutup wajah malunya dengan sebelah tangan karena telah melakukan kesalahan.. sementara yuanna terduduk dibalik pintu sembari memeluk dadanya.
Disisi lain,, Nana yang telah bersiap siap menunggu kedatangan idris keluar dari kamar mandi membuka baju sesuai dengan rencana yang mereka sepakati.. idris yang tiba tiba muncul merasa terkejut melihat tubuh nana yang hanya menggunakan Bra dan celana dalam.. wajahnya merah membara.. dia terlihat kesal karena sedang dikerjai oleh nana dan adiknya..
“Keluar” teriak idris sembari memalingkan wajahnya..
“Kenapa.. kau bilang aku bisa membayar saham yang kau ambil dengan tubuhku” ucap nana kesal dengan penolakan idris.
“Apa kau gila.. aku tidak akan memberikan saham itu meski kau mati sekalipun” ucap idris lagi kali ini dengan mendatangi nana dan menarik tangannya untuk mengeluarkan nana dari kamarnya.. tapi sayang ..pintu nya tidak dapat terbuka.. idris tahu bahwa semua itu adalah ulah adiknya.. dengan kesalnya idris menendang pintu kamarnya sendiri lalu melempar nana keluar kamar untuk kemudian berjalan menuju kasurnya..
“Kau..kenapa tidak pakai baju?” Tanya joila yang tiba tiba lewat dari arah dapur.. dengan malunya nana menutup tubuhnya.. tidak beberapa lama kemudian selimut terlempar ketubuh nana..sebelumnya idris sengaja kembali kekasurnya untuk mengambil selimut dan melemparkannya ke tubuh nana..
__ADS_1
“Aku bisa gila kalau terus tinggal dengan wanita ini” ucap idris sembari berjalan menuju kamar joila “malam ini aku tidur denganmu...pintuku rusak..aku takut wanita ini memanjat kekasurku ketika aku tertidur” tuduh idris membuat kesal hati nana.