
"Terlambat.... " Ucap Alfa mengejutkan semua orang. tercengang,
tubuh orang-orang yang berada diruangan tersebut sontak gemetaran ketika melihat yuanna telah bangun terduduk dari tidurnya.
"Yuanna.." panggil shin "kenapa dia sudah sadar...?" tanya laki-laki tersebut tampak begitu khawatir "harusnya ini belum waktunya....?" Shin bergegas menuju yuanna yang duduk diam dengan tatapan kosong, memeluk wanita yang dicintai begitu menyedihkan ketia ia telah sampai menghampirinya.
"Shin,, " panggil Alfa "tampaknya yuanna tidak hanya meminum obat ketiga, " lanjut laki-laki tua itu lagi "aku yakin dia telah meminum obat keempat sebelum dia menerima luka tembakan" penjelasan alfa membuat semua orang terkejut.
air mata Shin tak berhenti mengalir, terus mengalir dengan tubuhnt yang gemetaran memeluk yuanna.
"aku mohon.." pintanya menangis memeluk istrinya "sadarlah yuanna.. " lanjutnya meminta "aku.." dia melepaskan pelukannya "aku Shin.. " ucapnya lagi "kau bilang kau mencintaiku bukan..?" raut laki-laki itu tampak begitu menyedihkan. "kau ingin kita berpisah ya yuanna... ?" dia mulai mengancam disela-sela kesedihannya "Sadarlah..." pintanya lagi dan lagi teramat memohon "aku, ini aku shin" dia mulai menggoyang-goyang tubuh yuanna yang tak bergeming " aku tidak akan meninggalkanmu, akan kupenuhi janjiku.. " menangis susunggukan begit menyakitkan.
"Siapa..?" suara seseorang terdengar marah "siapa yang memberikannya obat keempat.. ?" bentak suara tersebut yang tak lain adalah Idris, laki-laki itu mulai mendatangi Nana yang duduk didepan pintu, ia menarik kerah baju kemeja wanita itu untuk membuatnya berdiri.
"Aku sungguh tidak tahu,aku benar benar tidak tahu... " Jawab nana dengan suara gemetaran "ibumu.. "dia teringat sesuatu "aku ingat ibumu memberi yuanna nutributt saat mengunjungi Rumah dan yuanna meminum nutributt yang telah diminum ibumu sebelumnya. " jelas Nana menegukan semua orang.
mendengarkan hal itu, Idris dengan segera menghempaskan tubuh Nana keatas lantai, dia bergegas berlari mencari ayahnya yang telah mendapatkan obat terakhir untuk menyembuhkan ibunya.
"Joila, cepat pergi temui kakekku" bentak Shin memerintah dan langsung dilaksanakan temannya.
Joila bergegas pergi mencari Shin ga untuk meminta obat keempat.
Idris yang terus berlari, tidak menyadari bahwa saat itu telah melewati Sien yang berjalan dengan senyum kepuasaan tersungging dibibirnya.
Sien, dia berjalan masuk kedalam puskesmas pagi itu.
"Shin,, berikan yuanna kepadaku" suara sien yang sangat dikenal Shin mengejutkannya. ia yang saat itu sedang memeluk tubuh yuanna, membelalak mata lebar melihat Sien yang sedang memegang sebuah buku kecil ditangannya dan menunjukan kepada Shin lembaran buku yang telah dibuka tersebut
"Sien" ucap Shin geram memandang Sien yang telah berdiri didepan pintu, Lian bersiaga untuk menghalangi Sien mendekati yuanna,begitu juga natto dan Nana.
__ADS_1
"Resep obat terakhir,," Sien mulai membakar buku kecil itu dengan sebuah sebuah korek api yang ia bawa " telah terbakar hangus" ucapnya lagi dengan nada kepuasan.
Sien mulai mengambil ponselnya dan memutar sebuah video yang kemudian ditunjukannya kepada Shin.
wajah Shin semakin pucat, dia melihat kakeknya Shin ga tergeletak tak berdaya penuh dengan simpahan darah diatas lantai "kakekmu telah mati ditanganku, kedua kotak Pandora telah aku miliki, paman Xu telah pergi keluar negeri dan satu satunya yang bisa menyelamatkan yuanna" laki-laki tersebut tersenyum begitu licik " adalah aku... " ucapnya memperpiluh hati Shin.
Sien mulai berjalan mendekati yuanna Lian mencoba menghalanginya tapi Sien berhasil memukul wajahnya.
Shin tubuhnya lemas seketika, dia tidak kuat menahan rasa sakit didalam hatinya. hari itu, Shin telah kehilangan anaknya, dia juga kehilangan kakek yang di sayangi, dan hari itu juga dia akan kehilangan wanita yang selama ini ia cintai.
"Aku mohon Sien.." pinta Shin teramat memelas "Berikan obat itu untukku." lanjutnya meminta begitu memohon "aku.. hiks aku akan berikan harta klan untukmu, kau boleh menjadi penguasa mutlak negara ini.. "ucapnya memberi penawaran disela-sela isak tangisnya. tapi sayang, sien tidak memperdulikannya permohonannya.
Sien, dia mulai mengangkat tubuh yuanna yang saat itu telah menjadi gila saat itu.
Shin mencoba menahannya tapi Sien berhasil melepaskan tangan Shin.
Shin terjatuh terduduk menopang tubuh dengan lipatan kaki, hanya memandang kepergian yuanna karena tubuhnya tak kuat lagi menahan kepedihan, saat yuanna telah menghilang dari pandangannya, Ia mulai jatuh telungkup menangis, "Aku mohon... Jangan bawa yuanna pergi lagi dariku..haa...hiks" pintanya dengan begitu lemah. "aku mohon, jangan yuanna.." Shin menangis dengan sisa tenaga yang ia telah miliki.
Lian jatuh terduduk menyandar Kedinding, natto hanya bisa berdiri menangis memandang kepergian Sien yang telah membawa Yuanna sementara Nana menangis berdiri memegang dadanya yang sangat sakit.
" Kau, Sungguh brengsek Sien" ucap Alfa yang saat itu akan masuk kedalam ruangan ketika melihat Sien membawa yuanna, Sien memandang Alfa dengan memberikan senyuman licik untuknya, sangat puas atas kemenangan yang ia dapatkan.
*********
Idris geram ketika mengetahui kepergian kedua orangtua nya keluar negeri, dia berlari masuk kedalam puskesmas dan tidak menemukan yuanna lagi.
terkejut ketika menemukan Shin telah terbaring diatas kasur dengan tabung udara dimulutnya dan infus ditangannya. "Shin... Dia benar benar menderita, kakeknya meninggal dibunuh oleh Sien, Yuanna.." suara wanita sontak mengejutkan Laki-laki tersebut "dia hiks... ha.. dia dibawah pergi oleh sien" jelas Nana kepada Idris yang baru saja tiba,
Dengan segera Idris pergi keluar puskesmas, dia berlari sekencang - kencangnya menabrak siapapun tidak sengaja. terus berlari menuju mobilnya untuk pergi ke bandara.
__ADS_1
"Wiiiiingssss" suara pesawat terbang berbunyi diatas Idris yang saat itu akan masuk kedalam mobilnya. dari jauh Joila berjalan menghampiri Idris dengan wajah pucat.
"Sien, telah pergi membawa yuanna ke Spanyol " ungkap Joila yang telah mencari tahu keberadaan mereka.
Joila yang telah menemukan kakek Shin meninggal lalu pergi menuju keayahnya yang telah mengeluarkan Yuan dari penjara bawah tanah klan Sun, telah mengetahui dengan pasti bahwa kejadian yang saat itu sedang berlangsung adalah rencana yang dibuat ayahnya untuk membunuh Shin.
ia menghajar ayahnya, Shin Zu, habis habisan saat itu, laki-laki itu juga telah mendengar rencana Sien yang sebelumnya gagal karena ibu yuanna tidak melukai Yuanna saat ia telah meminum nutributt yang berisi obat keempat.
Idris jatuh terduduk dengan tangisan yang tidak tertahan kan lagi ketika mendengar ucapan Joila. dia menangis sejadi jadinya karena tidak bisa melindungi sahabat dan adiknya .
"Ahhh..haaaa hikkss... Maafkan aku Shin..maafkan aku Shin..." Ucapnya sembari memegang dadanya yang sangat sakit... "Maaf... "
******
Idris berdiri diatap gedung perusahaan Xu malam itu, hatinya sangat sakit.
dia berjalan perlahan-lahan menuju ujung atap.
Idris, dia merasa sangat tidak berguna, dia juga merasa sangat bersalah karena telah memisahkan yuanna dan Shin untuk kedua kalinya.
Dia berpikir seandainya saja dia tidak membiarkan ibunya menemui yuanna, mungkin Yuanna masih berada disisi Shin saat itu.
dengan air mata yang terus mengalir dipipinya ia telah sampai ditempat yang ia tuju, ditepi atap gedung, mulai menutup matanya untuk melompat dari sana.
"Aku mohon, Terima lah dosamu" teriakan Nana yang baru saja keluar dari pintu atap, mengejutkannya '"kalau bukan kau, hiks hiks kalau bukan kau, siapa lagi yang akan melindungi Shin, saat ini shin bahkam sedang tidak berdaya.." jelas nana menangis begitu piluhnya "bertanggung jawablah atas dosa mu bodoh.." maki wanita itu dari kejauhan.. "percayalah, percayalah kepada Yuanna, dia pasti .." tangisannya semakin menjadi-jadi "yuanna pasti akan mencari shin saat dia telah terbangun nanti" lanjut wanita itu menegunkan Idris "Idris, aku mohon jaga Shin untuk yuanna, Jagalah orang yang sangat dicintai adikmu, Idris...tolong...ha...hikss..." Nana jatuh terduduk menahan rasa sakit didadanya.. dia terus menangis tanpa henti malam itu.. "aku mohon .. aku mohon... Idris..."
"Bantulah aku... " suara idris terdengar dekat "Aku tidak bisa melakukannya sendiri" laki-laki itu telah berdiri dihadapan Nana yang saat itu tertunduk menangis merasakan sakit yang teramat dalam dan ketakutan jika harus membayangkan kematian idris.
"Hmm"angguk Nana mendongak wajah ke arah idris. "Ayo kita temukan yuanna,ayo kita tunggu dia,ayo kita lindungi Shin bersama-sama" ucapnya lagi sembari memaksakan diri untuk tersenyum.
__ADS_1