Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
rayuan


__ADS_3

Waktu Makan siang telah berakhir,, kami memutuskan untuk kembali ke ruangan.. sebelum aku berdiri dan mengembalikan piring makan ku.. aku melihat sekertaris in berjalan menuju kearahku.. dia tersenyum padaku.


“ Nona Go , presdir memanggil anda keruangannya.. dan bawalah berkas berkas rapat yang telah disetujui.. presdir mengatakan bahwa dia ingin membahas hasil rapat dengan anda secara langsung.” Aku menganggukkan kepala tanda setuju.. tapi tetap saja ini aneh..walaupun aku yang mempunyai ide ini. . Nam lah yang harus bertanggung jawab untuk menjelaskan hasil ini kepada Shin.. aku kan hanya karyawan biasa.. apa diperusahaan ini, semua karyawan bisa begitu dengan mudah dekat dengan atasannya.. senang sih senang bisa dekat dengan Shin..tapi ntah mengapa rasanya dadaku panas sekali dan aku jadi kesal..sudahlah.. jangan dipikirkan lagi..


******


Aku mulai masuk kedalam ruangan shin.. aku melihat Shin masih sibuk menulis sesuatu,, untuk pertama kalinya aku melihat Shin mengenakan kacamata.. wah.. dia tampak seperti orang yang jenius. Aku tidak melihat joila saat ini.. senang sekali akhirnya aku bisa berduaan dengan suamiku..


Shin telah menyuruhku masuk saat aku mengetuk pintu.. tapi setelah itu dia malah melanjutkan kesibukannya..


Aku duduk disofa menunggu Shin menyelesaikan urusannya.. aku memperhatikan sekeliling ruang ini.. tidak kusangka ruangan ini terdapat kamar .. selama menikah, sebelum bekerja di perusahaan, Shin tidak pernah mengajakku pwrgi kekantornya .. dia mungkin masih belum mempercayaiku.


“maaf membuat mu lama menunggu” Shin berjalan kearah ku sambil merenggangkan dasinya.. dia sudah melepas kacamatanya.. tampan sekali..itulah yang ada diotakku saat ini.


“ Tidak masalah “ jawabku..aku tersenyum kepadanya.. sebenarnya aku begitu karena sangat senang bisa melihat Shin. Shin duduk disebelahku.. kakinya dilipat.


“ Mana berkasnya..coba jelaskan kepadaku lagi.. ada beberapa bagian penting yang ingin aku tambahkan” Shin mengangkat tangannya tanda dia meminta berkas dari ku.. aku memberikannya.. lalu aku menjelaskan hasil rapat mulai dari peta yang telah kutandai.


“ mana.. aku tidak bisa melihat” aneh sekali.. masa tanda sebesar ini dia tidak melihat.. aku menggeser diriku untuk lebih dekat dengannya.


“ Bibi,, jangan terlalu dekat .. aku sudah punya istri” apa apaan dia ini.. tadi katanya tidak bisa melihat.. sekarang aku dekat malah tidak boleh.. jadi bagaimana aku menjelaskannya..aku menggeser tubuh ku menjauh..


“Bibi kalau kau menjauh seperti itu.. tandanya tidak terlihat jelas” kesal sekali.. mau dia apa sih... aku meletakkan tandanya di meja depan sofa.. lalu turun dari sofa dan duduk dilantai. Lututku kulipat kebelakang.. aku geser peta tersebut dimeja tepat dihadapannya.. lalu aku mulai memberitahu tandanya.


“Ini..sudah bisa lihat atau belum?” aku menunjukkan tandanya lagi..menekan penaku agar dia bisa melihat dengan jelas.

__ADS_1


“Bibi.. kalau ada yang lihat bibi duduk seperti itu.. istri ku bisa salah paham” memangnya cara duduk seperti ini bermasalah ya.. kesal sekali


“jadi aku harus bagaimana menjelaskannya?, ini dan itu salah.. kalau begitu tunggu sebentar ..aku akan ambil proyektor” ucapku marah.. aku kesal sekali .. dan lagi aku juga istrinya.. untuk apa aku cemburu pada diriku sendiri.. aku berdiri dari dudukku.. lalu mulai melangkah kan kaki.. tiba tiba sebuah tangan menarik pergelangan tanganku.. aku terjatuh.. aku terjatuh tepat di pangkuan Shin. Dia memeluk ku dari belakang.. aduh.. malu sekali. Bagaimana ini..bagaimana kalau dia tahu aku adalah istrinya.


“ Bibi.. kali ini aku biarkan kau dekat dengan ku” dia berbisik ditelingaku.. ada apa dengan nya.


“ Presdir..apa maksudnya ini..mohon lepaskan aku. apa anda tidak takut seseorang akan melihat kita dan salah paham?” aku mencoba melepaskan tangan shin..tapi dia terlalu kuat..dia mulai mencium tengkuk leherku.. rasanya aneh sekali.. waaah.. jantungku berdetak kencang.. wajahku mulai panas


“ Siapa yang akan salah paham.. bibi kan adalah bibiku..jadi jangan khawatir” Shin mulai meletakan kepalanya di bahuku.. lalu mengetatkan pelukannya.. aku takut sekali.


“Le... paskan presdir.. bagaimana caranya aku menjelaskan hasil rapat kalau anda tidak melepaskan ku” aku mulai bergeliat mencoba melepaskan tubuhku dari nya.


“ Bibi...kau harum sekali.. baumu sama seperti bau istriku” bahaya sekali .. aku harus cepat cepat lepas.. kalau tidak takutnya dia bisa mengenaliku.


“Bibi.. sejak kapan kau secerdas ini... kau juga jadi semakin sombong padahal dulu kau sangat bodoh dan cengeng” ucapnya lagi.. aku baru tahu Ansi adalah orang yang cengeng..


“ Tentu saja sekarang aku cerdas .. kau tahu kan aku sekolah diluar negeri.. dan lagi aku sudah berubah .. dulu dan sekarang tentu harus berbeda” jelasku lantang.. aku masih mencoba melepaskan pelukan shin


“Bibi aku menyukaimu,, aku jatuh cinta padamu.. bagaimana kalau kita mulai pacaran ” apa apaan laki laki ini...aku baru tahu ada sisi brengsek seperti ini didalam dirinya.


“ kau gila ya.. kau sudah punya istri..dan lagi aku adalah bibi mu.. lepaskan..sepertinya aku hanya buang buang waktu berada disini” aku mencoba berdiri.. sangat kesal.. dihadapan istrinya sendiri ..bisa bisa nya dia berkata seperti ini.. aku tahu kalau aku adalah alat baginya. Tapi tetap saja ini menyakitkan.


“Hahahaha baiklah aku lepaskan.. “ dia melepaskan kan ku.. aku marah padanya..aku ambil semua berkasku lalu mulai berjalan keluar ruangan.


“Bibi .. tunggu dulu,, jangan pergi.. sekarang kita bahas masalah rapat tadi,, tenang saja,, aku janji kali ini aku tidak akan melakukan hal hal aneh lagi” aku melirik kearah nya.. lalu duduk disampinganya.

__ADS_1


“Letaknya disini.. sudut ini.. dan ini.. lalu ini” aku memberitahu kepadanya beberapa posisi penting.


“Tidak,, aku mau disini..ini lebih bagus” aku terkejut..aku bahkan tidak menyadari posisi itu.. Shin mempunyai mata yang jeli.. dia bisa menentukan hal hal kecil yang bahkan tak terlihat oleh mataku.. “aku akan beli wilayah ini.. lalu penghubungnya aku tempatkan didalam restoran Sun dan aku akan membuatnya seperti ini.. pintu seperti ini.. sehingga hanya pelanggan resort saja yang bisa keluar masuk.” Dia sangat cerdas.. aku tidak menyangka..dia bahkan bisa menambahkan sesuatu yang tidak aku pikirkan..


“Cup” apa apaan ini.. kenapa dia malah mencium pipiku.. laki laki ini benar benar kurang ajar..walaupun aku istri yang sebenarnya..tapi tetap saja sekarang ini aku adalah bibinya..


“Kau.. kau sudah berjanji tidak akan melakukan hal aneh aneh.. tapi kenapa kau lakukan lagi” bentakku marah sambil menunjuk wajahnya.. aku memegang pipi bekas ciumannya tadi lalu menjauhkan tubuhku darinya. “ kenapa kau bisa menyukaiku..aku kan bibimu?”tanya ku penasaran


“aku butuh cinta dan kasih sayang tapi karena aku memiliki banyak musuh. .. aku harus berhati hati.. aku tidak boleh punya kelemahan.. kalau mereka tahu ada orang yang penting didalam hidupku.. tentu saja mereka akan mengincar nyawanya .. dan lagi kau adalah bibiku.. apalagi kau bibi tiriku.. tentu saja ,tidak akan ada orang yang menyadari bahwa kau adalah orang yang penting bagiku..” shin melipat kakinya..lalu mengenggam lutut kakinya. Benar.. saat ini orang yang paling cocok bersamanya adalah Ansi.. Baru kusadari. ternyata Shin memilik banyak Musuh.. aku terdiam ..sebenarnya hatiku sangat sakit.. aku dipaksa harus mencintai orang yang sudah menyukai orang lain.


“ tetap saja tidak boleh.. aku tidak mau hubungan ku dengan istri mu jadi bermasalah karena keegoisanmu” kalau Ansi yang sebenarnya disini. aku ingin tahu apa jawabannya.. apa mungkin dia akan menerima Shin.. mungkin saja.. Shin adalah orang yang hebat.. siapa juga yang akan menolak.


“ bibi.. bagaimana kalau kita bertiga bertemu..aku akan menjelaskan kepada Istriku kalau aku menyukaimu!” bagaimana bisa bertemu .. bibi mu yang sebenarnya saja belum kembali dari luar negeri. Aku ini istri mu... istrimu. Kesal sekali..


“ omong kosong.. kalau aku bilang tidak ya tidak” aku mulai mengatur posisi dudukku.. membungkuk dan merapikan lembaran kertas yang kujatuhkan kelantai saat Shin mencium pipiku.


“Bibi.. kau tega sekali.. padahal dulu aku sengaja mengalah ketika bermain catur untuk melindungimu” wahh.. Ansi ternyata pandai bermain catur juga.. kenapa anya tidak mengatakan hal ini kepadaku.. mungkin Ansi menyembunyikan kemampuannya dari keluarganya.


“ sudahlah yang lalu biar berlalu.. aku tidak perduli” aku malas sekali mendengarnya bercerita tentang masa lalu.


“ Bibi.. aku menyukaimu pada pandangan pertama..aku melihatmu berusaha keras berlatih bola voli untuk memenangkan pertandingan voli di fetival sekolah.. pada hari itu hujan lebat.. kau berlatih passing dan service.. aku terus memperhatikan mu sambil berpura pura berlatih sepak bola.. saat anjing lewatpun kau bahkan tidak menyadarinya apalagi menyadari ku yang sedang menatapmu.. bibi kalau kau sedang mengerjakan sesuatu.. kau tampak sangat seksi ..kau bahkan tidak bisa diganggu.. aku selalu menunggu dilapangan sekolah setiap hari untuk melihat mu berlatih.. ada hari dimana kau menyadari ku .. kau tersenyum padaku..senyumanmu begitu indah.. aku semakin menyukaimu” kenapa dia bahas masa lalu.. telingaku saja sudah panas mendengarkan dia menyukai Go Ansi.. sekarang harus mendengarkan ceruya masa lalunya.. dan lagi dulu begitu banyak orang yang berlatih bola voli dilapangan kenapa harus Ansi sih yang disukainya.. aku juga berlatih.. hampir setiap hari.. setiap hujan juga berlatih.. aku juga berusaha keras.. kenapa bukan aku yang disukai.sudahlah.. namanya cinta memang susah ditebak..


“Sudahlah sudah.. aku tidak mau dengar lagi..pokoknya aku tidak mau ada hubungan diantara kita kecuali hubungan kerja.. kau atasan ku.. aku karyawanmu.. “ aku berjalan menuju pintu ..kutinggal kan Shin yang sedang duduk disofa.


“Bibi kenapa kau sedih.. seharusnya kau bahagia ada laki laki sehebat ini yang menyukaimu” ahhh benarr.. yang bahagia itu harusnya Ansi bukan aku.aku tidak memperdulikan kata katanya.. aku terus berjalan keluar pintu dengan membawa segudang kekesalan didalam hati.

__ADS_1


__ADS_2