Tuan, Aku Siap Membantumu

Tuan, Aku Siap Membantumu
sehat dengan cepat


__ADS_3

Sien,, Zilan dan Royan berjalan masuk ke halaman rumah yang dulu ditempati Yuanna.. Sien terlihat sangat marah siang itu ketika mendengar yuanna akan segera pergi kesuatu tempat dari Kariean..


"Yuanna" panggil Sien dari depan pintu.. karena tidak sabar lagi.. Sien lalu menendang pintu rumah tersebut.. Dia terlihat sangat kesal ketika tidak dapat menemukan siapapun didalam rumah itu.. siang itu Alfa sedang keluar sebentar untuk membeli makan siang diwarung desa dan tidak menyadari bahwa ada tamu yang akan datang merusak pintu rumahnya.


"Aduh.. pintuku kenapa bisa begini" ucap Alfa dari kejauhan setelah melihat pintu rumahnya rusak..


"Kau siapa?" Tanya Sien yang saat itu telah keluar dari rumah tersebut dengan kecewa..


"Aku pemilik rumah" jawab Alfa menatap serius kearah Sien..


"Kakek" panggil Sien setelah memandang jelas ke arah Alfa..


"Hmm... Sien kah'! Kau terlambat..dia sudah pergi keselatan" ucap Alfa sembari berjalan memasuki rumahnya..


"Kau tidak menangkapnya ?" tanya Sien kemudian..


"Hahahaha..apa kau kira orang tua ini sanggup mengalahkan anak muda yang masih kuat tenaganya" tawa Alfa sembari tersenyum kecut kearah Sien..


"Kau mau berkhianat?'" seru Sien setelah Alfa melewatinya..


"Kenapa aku berkhianat.. aku kan sudah pensiun .. jadi tidak ada urusanku lagi ikut campur dengan masalah kalian" jelas Alfa kemudian masuk kerumahnya meninggalkan Sien yang masih berdiri didepan pintu rumah.


******


Kapal yang dinanti nanti berhenti akhirnya telah berlabuh di sebuah pulau kecil tengah laut wilayah selatan..


Nana dan Arra keluar dengan ceriahnya setelah mengetahui keindahan pulau yang dipenuhi dengan pepohonan lebat serta pantai indah dengan pasir putih dan ombak yang bergelombang,,


sementara itu Joila,, Wanzi dan Fan RI sedang mengeluarkan koper dari bagasi kapal persiar tersebut dibantu dengan Crew kapal dan Natto yang memberikan Arahan..


Shin akhirnya keluar dari kapal dengan menggendong yuanna yang saat itu masih dengan keadaan mabuk laut didepannya diikuti oleh idri dan Lian.


"Turunkan aku" pinta Yuanna saat Shin telah menapakkan sandal yang ia kenakan diatas pasir putih pantai pulau tersebut..


"Kau sudah merasa baikan!" Tanya Shin memastikan..


"Tentu saja,, melihat tempat sebagus ini,, bagaimana mungkin aku tidak baik" ucap yuanna tersenyum senang..

__ADS_1


"Dia selalu saja seperti itu" ucap Idris dari belakang setelah Shin menurunkan yuanna..


"Ahahahha... Tempatnya bagus sekali,,, aku ingin memancing ikan disini" ucap yuanna semangat.


"Ayo kita menelusuri pantai" ajak Lian kemudian menarik lengan yuanna yang membuat Shin kesal seketika.. Shin mencoba menarik tangan yuanna tapi tidak sempat,, Lian telah membawa lari yuanna terlebih dahulu menjauhinya.


"Itu yuanna!" Ucap Nana merasa terkejut "Baru saja aku lihat dia sedang sakit.. tapi sekarang malah tampak begitu sehat" lanjutnya kemudian masih dengan rasa kaget.


"Hahaha.. kau baru tahu,,, aku bahkan sudah lama tahu,, dia seperti sudah terbiasa hidup menderita" jawab Arra yang saat itu berada disampingnya.


"Maksudnya,, ?" Tanya Nana tidak paham..


"Pernahkah kau dengar bahwa Yuanna dikurung didalam kamar selama tiga tahun oleh keluarga Co !" Tanya Arra untuk memastikan dulu sebelum memberitahukan maksudnya.


"Sungguh,,, aku benar benar tidak tahu,, " jawab Nana semakin terkejut.. dia tidak menyangka keluarga terpandang seperti Co akan melakukan hal gila seperti itu.


"Hmmm. Benarkah!.. aku tidak tahu alasan sebenarnya mereka melakukan itu.. Hanya saja.. Sien sudah terbiasa memukul yuanna.. aku bahkan sampai tidak tega melihatnya" jelas Arra semakin mengejutkan Nana.. hati Nana tiba tiba merasa perih ketika mendengar cerita Arra "pernah suatu ketika aku sengaja diajak Sien untuk menemui yuanna untuk membuat yuanna cemburu akan kedekatan kami,, tetapi bukannya cemburu,, yuanna malah sibuk bermain game tanpa memperdulikan Sien,, sampai sampai Sien marah tanpa alasan kepada Yuanna lalu memukul wajahnya hingga membiru.. kau tahu,, setelah membiru pun yuanna masih bisa tersenyum kepada pelayan yang mengantar makanan untuknya" jelas Arra melanjutkan..


"Gila.. tuan muda CO bisa sekejam itu... Kenapa kau tidak membantunya pergi" ucap Nana sembari memandang kesal ke wajah Arra..


"Kau keterlaluan.. kau bahkan mau membantu dia,, aku tidak menyangka kau punya sifat seperti itu" sindir Nana tidak menyukai..


"Hah... Tentu saja aku membantu Sien.. aku menyukainya,, bahkan mencintainya,, untuk dekat dengannya,, aku harus berusaha membantunya,, bukan kah itu sama denganmu yang bahkan memberikan Saham 10% untuk Shin" sindir balik Arra...


"Aku melakukannya karena saat itu aku mengira dia tidak mencintai satu wanita manapun.. mana ku tahu ternyata dia sangat mencintai yuanna.. " jelas Nana tidak terima dengan sindiran Arra..


"Hahaha.. bodoh sekali kau ini,, kau bahkan telah memberikan Saham berharga keluargamu,, tapi mendekatinya pun tidak bisa.. apalagi pacaran dengannya,, kau benar benar sampah.. lebih baik lagi aku, walaupun tidak bisa pacaran dengan Sien,, aku masih bisa mendekatinya" ucap Arra meremehkan..


"Pakkkk" suara tamparan tangan Nana kewajah Arra terdengar sampai ketelinga orang orang disekitarnya hingga mengejutkan mereka..


"Kau berani menamparku" ucap Arra geram sembari memegang pipinya yang tertampar..


"Balasan atas perbuatanmu kepada Yuanna" ucap Nana sembari menepuk nepuk kedua tangannya..


"Kau.." teriak Arra sembari mencoba memukul wajah Nana tapi sayang tangan Joila telah lebih dahulu menahannya..


"Ditempat seperti ini masih bisa bertengkar ... Kalian tidak tahu malu ya" maki Joila seketika sembari menghempaskan tangan Arra..

__ADS_1


"Kau menghalangiku,, bukankah kau lihat dia memukulku lebih dulu" ucap Arra membela diri..


"Mulutmu yang tajam pantas menerimanya" ucap Nana dengan santainya sembari melipat kedua tangannya.


"Hei...wanita brengsek" maki Arra mencoba memukul Nana lagi tapi Joila kemudian membawanya pergi menjauhi Nana.


"Yuanna.. aku datang " teriak Nana kepada Yuanna yang saat itu berada jauh darinya.. yuanna dan Lian tampak sedang membuat sesuatu dari pasir pantai.


"Kemarilah Nana" balas teriak yuanna.


*******


Yuanna dan Shin keluar dari hutan menuju ketempat yang dijanjikan untuk bertemu sebelum mereka semua menelusuri hutan untuk mencari keberadaan guru seluruh ketua klan asli..


Terlihat dari jauh,, Joila dan Lian juga keluar hutan dari tempat yang berbeda.. sementara itu Nana wanZi dan fanri telah terlebih dahulu keluar..mereka sedang menelusuri pantai sembari sesekali saling bercanda..


"Sudah kalian temukan!" Ucap Shin saat Joila dan Lian mendekat..


"Seperti tidak ada tanda tanda keberadaan orang didalamnya.. bahkan rumah dan tapak kakipun tidak ada.." jawab Joila...


"Natto dan Idris sepertinya mereka belum kembali" ucap Lian sembari melihat kesekitarnya dan tidak dapat menemukan natto dan Idris..


"Bos.. belum kembali ya!" Tanya Wan Zi yang telah berkumpul.


"Mereka terlambat 5 menit sesuai janji.. apakah mungkin mereka dalam bahaya!" Ucap yuanna merasa khawatir.. pandangannya lalu ditujukan keatas kapal Dimana Arra sedang duduk dengan santainya sembari meminum segelas jus dan memandang ke langit dengan sebuah payung diatasnya.. "untuk apa kalian membawa wanita tidak berguna itu kemari,, harusnya tinggalkan saja di pelabuhan Xu.." gumam Yuanna kesal karena melihat Arra tidak memberi bantuan..


"Sudah sudah.. tidak masalah.." ucap Nana menenangkan yuanna "anggap saja dia tidak ada... " Tambahnya lagi..


"Benarkan.. dia memang harusnya tidak ada" ucap yuanna lagi sembari tersenyum kecut..


"hmm hmm" angguk Nana membenarkan sembari memeluk bahu yuanna yang agak pendek dari bahunya dengan sebelah tangannya.. "kita tidak usaha mengharapkan bantuan orang seperti dia yang hanya bisa menjadi benalu.. tenang saja.. kakakmu ini saja sudah cukup untukmu" tambahnya lagi.


"Benar.. kau adalah kakak perempuanku yang hebat,, bagiku.. kakak yang hanya beda setahun saja usianya dariku sudah cukup untuk menenangkan kekesalanku" ucap yuanna membenarkan..


"Ayo kita cari minuman di atas kapal" ajak Nana kemudian sembari mendorong yuanna untuk ikut berjalan bersamanya..


"HM baiklah" ucap yuanna sambil mengikuti langkah kaki Nana..

__ADS_1


__ADS_2